Melati gadis yatim piatu yang harus mencari nafkah buat diri sendiri dan untuk membayar hutang yang ditinggalkan ayahnya.
Setiap hari ada saja yang datang buat menagih hutang orang tuanya.
Rasa putus asa karena tak pernah dapat melunasi hutang peninggalan ayahnya membuat Melati menerima pernikahan kontrak, yang memintanya mengandung anak seorang pria yang arogan dan dingin.
Melati selalu menerima apapun yang dilakukan Jino pada dirinya. Ia berusaha menjadi istri yang baik walau Jino selalu berlaku kasar.
Tapi Jino sang suami masih saja tak pernah menganggap kehadirannya.
Hingga suatu hari Melati merasa lelah atas pernikahannya. Ia pergi meninggalkan suaminya ketika ia sedang mengandung anak keduanya.
Ketika Melati telah pergi, Jino baru mengetahui Nia istri pertama yang sangat dicintainya ternyata menipu dirinya dan telah berselingkuh.
Saat semuanya telah terungkap , Melati telah pergi jauh dari kehidupannya. Jino pada akhirnya sadar jika ia telah jatuh cinta pada Melati. Akankah cinta sang suami membawa Melati kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Tiga puluh Tiga
Melati dan Jino telah kembali dari rumah sakit. Dokter mengatakan jika Melati positif hamil. Kandungannya saat ini telah memasuki minggu ke enam.
Jino bahagia banget mendengar Melati hamil lagi, berbeda dengan Melati ia merasa kuatir karena ia sampai saat ini masih memberikan ASI untuk Rendra.
Jino dan Melati sempat bertanya pada dokter, apakah ibu hamil masih bisa menyusui putranya.
Dokter tidak melarang , cuma harus diperhatikan juga kondisi ibunya. Jika ibu hamil merasa sangat lelah dan capek, sebaiknya menyusui dihentikan. Apa lagi jika sang ibu mengalami kesulitan makan. Karena ASI yang dihasilkan juga kurang baik.
Jino membawa Melati mampir ke supermarket buat membeli susu buat ibu hamil, dan juga membeli bahan makanan untuk stok di kulkas.
Setelah dari supermarket , Jino mengendarai mobilnya pulang ke rumah Melati.Sampai dirumah ia membantu Melati membereskan barang belanjaan.
Ketika Jino sedang asyik menonton televisi sambil makan kue buatan Melati, ponselnya berdering.
Jino melihat, ada nama Ricky orang kepercayaannya. Jino keluar rumah untuk mengangkatnya.
"Ada apa, Ric"
"Aku ada berita baru bos"
"Berita siapa..."
"Berita mengenai istri bos..."
"Nia apa Melati"
"Nia , bos...."
"Oke, kita bertemu di kafe biasa"
Tanpa Jino sadari, Nia memperhatikan dirinya dari seberang jalan. Nia yang curiga dengan perubahan Jino, mengikutinya dari pagi tadi.
"Jino bicara dengan siapa, kenapa ia bicara dengan sembunyi dari Melati. Di rumahpun Jino sekarang sering menerima telepon secara diam diam. Aku harus cari tau"
Jino masuk ke rumah, dan menemui Melati yang sedang menyiapakan makan malam. Jino memeluk pinggang Melati dari belakang.
"Mela, maaf ya...aku tak bisa makan malam bersamamu. Aku ada janji"
"Oh...mas mau pergi"
"Iya, tapi besok aku sarapan di sini"
"Nggak apa mas..."
"Aku pamit. Ingat pesan dokter, jangan terlalu capek. Saat hamil muda ini masih rentan dengan keguguran"
"Iya, mas. Hati hati...."
"Semoga kehamilanku saat ini memang memberikan perubahan pada mas Jino. Aku tak berharap jika ia bisa mencintai seperti ia mencintai mbak Nia, aku hanya ingin ia dapat sedikit saja menghargaiku sebagai bunda dari anak anaknya"
Jino meninggalkan rumah Melati dengan tergesa. Ia mengendarai mobilnya menuju sebuah kafe. Nia mengikuti dari belakang dengan menggunakan mobil temannya sehingga Jino tak mencurigainya.
Nia mengikuti Jino masuk , ia menggunakan sweater hoodie agar Jino tak mengenalinya. Nia memilih duduk membelakangi Jino.
"Ada berita apa , Ric" ucap Jino begitu ia duduk.
"Tenang bos. Jangan tergesa gesa. Minum dulu, aku udah pesan nih minum buat bos"
"Jangan basa basi cepat katakan langsung"
"Ternyata uang yang selama ini di minta istri bos, ia gunakan buat seseorang"
"Siapa..."
"Alex..."
"Alex...maksudmu Alex temanku"
"Ya, bos. Semua uang yang Nia minta dengan bos ia berikan pada Alex"
"Ada hubungan apa mereka..."
"Sepertinya hubungan istri bos dengan Alex bukan hubungan yang biasa. Cuma aku belum ada buktinya saat ini. Yang aku dapatkan baru ini. Uang uang itu di transfer ke rekening Alex. Dan maaf bos, bukan hanya sekali dua kali. Istri bos mengirimi Alex uang. Ini sudah terjadi sejak lima tahun yang lalu"
"Lima tahun...."
"Ya, bos...lima tahun yang lalu"
"Itu berarti sejak kami menikah"
"Dan istri bos juga sering bertemu Alex, pasti ada hubungan istimewa antara istri anda dan Alex. Aku akan cari bukti lagi, ketika istri anda berdua dengan Alex"
"Jadi selama ini Nia telah membohongi dan membodohi aku. Ia berhubungan dengan Alex dibelakangku"
"Cuma aku belum memiliki bukti jika istri anda berselingkuh, aku akan berusaha dapatkan dari CCTV tempat istri anda sering bertemu"
"Cari bukti secepatnya. Agar aku bisa memberi pelajaran yang cukup buat Nia. Ia telah bermain main denganku selama ini"
Nia yang mendengar obrolan Jino dan Ricky menjadi gugup dan ketakutan. Ia berdiri perlahan meninggalkan kafe itu sebelum Jino menyadari kehadirannya.
Nia masuk ke mobil dengan tangan gemetar. Ia mengendarai mobil menuju butiknya.
"Astaga, jadi Jino mulai mencurigai aku. Itu sebabnya satu bulan ini sikapnya berubah. Itu dimulai semenjak Melati menjaga Rendra di rumah sakit. Siapa yang mempengaruhi Jino hingga ia mulai menyelidiki aku. Apakah Raka...ya pasti Raka yang menghasut Jino setelah tau Melati disiksa Jino. Awas ...kamu Raka. Akan aku balas semua perbuatanmu. Jangan coba coba bermain denganku. Jika aku hancur, Melati juga harus lebih hancur lagi. Aku tak akan rela jika Melati menjadi istri yang di sayangi Jino. Tunggu aja pembalasanku...."
Sementara itu Jino merasa sangat marah mengetahui jika selama ini ia telah ditipu Nia. Ia mengendarai mobilnya pulang.
Sampai di rumah , ia bertanya pada asisten rumah tangganya tentang keberadaan Nia. Bibi mengatakan jika Nia belum pulang.
Jino masuk ke kamar Rendra dan melihat anaknya sedang tidur lelap. Jino meminta pengasuhnya keluar. Ia tidur di samping Rendra.
"Maafkan papi nak, papi telah salah. Papi memisahkan kamu dari bundamu. Tak seharusnya papi melakukan itu. Papi kira, mami adalah ibu yang terbaik buatmu. Tapi ternyata ia tak lebih dari rubah betina. Papi selama ini telah ditipu oleh mami. Pantas belakangan ini mamimu sering merayu papi untuk memindahkan semua aset papi atas namanya. Alasan saja semua itu buatmu. Oh Rendra, untung papi belum jadi memindahkan semua aset atas namanya"
Jino mengecup pipi puteranya. Ia menyusun beberapa helai pakaian putranya dan memasukan ke dalam tas.
Jino membawa Rendra beserta ayunan buat di mobil. Ia membawa Rendra menuju rumah Melati.
"Nia...apakah salahku padamu. Apa cinta yang aku beri selama ini masih tak cukup buatmu. Aku telah memberikan segalanya buatmu. Tapi kamu membalasnya dengan pengkhianatan. Kenapa kamu melakukan ini semua Nia. Jika ternyata kamu memang berselingkuh dengan Alex sejak kita menikah...aku tak akan pernah memaafkan semua kesalahanmu. Kamu harus menerima pembalasan dariku. Kamu telah membodohi aku selama lima tahun ini. Kamu memanfaatkan rasa cinta padamu. Aku selama ini selalu dihantui rasa bersalah padamu, karena aku merasa telah menghancurkan hidupmu. Tapi ternyata kau yang telah menghancurkan hidupku dengan pengkhianatanmu"
Jino menangis tanpa ia sadari. Ia mengendarai mobilnya sambil pikirannya terus menerawang atas perbuatan Nia.
Hampir saja Jino menabrak pengendara motor. Karena kaget, Rendra terbangun dan menangis. Itu membuat Jino panik. Untung saja ia bisa menghentikan mobilnya sebelum menabrak.
Jino memberi susu formula yang ia bawa untuk Rendra.
"Maaf sayang, hampir saja papi membuatmu celaka. Tak seharusnya papi memikirkan rubah betina itu lagi. Papi hanya perlu bukti perselingkuhannya agar papi bisa menggugat cerainya tanpa memberikan harta gono gini sedikitpun. Papi tak sudi lagi memberikan uang papi buat pengkhianat"
**********************
Terima kasih
walopun belum sepenuhnya buat Kimberley, but it's okay..
seiring berjalannya waktu, semoga Raka benar2 bisa mencintai Bee sepenuhnya seperti dulu lg..
selalu suka sama semua cerita novelmu mam..
walopun banyak komen pro dan kontra, hal itu sudah wajar dan lumrah..
mau seperti apapun bagusnya kita, pasti ada aja yg gak sepaham..
sabar dan tetap semangat ya mam..
para reader setia tetap mendukung kok, termasuk aku, hehe..
oke deh, cus lanjut novel berikutnya..
semoga sehat terus ya mam..
tetap semangat berkarya meski beragam komen yg berdatangan..
semoga sukses selalu dimanapun mama berkarya..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕