NovelToon NovelToon
My Psychopaths CEO

My Psychopaths CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri / Contest
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ika SR

Lana, freshgraduated dari salah satu kampus kecil di pinggir kota akhirnya diterima kerja di sebuah perusahaan ternama di kota besar. Itulah awal mula Lana bertemu dengan Cleo, CEO muda pemilik perusahaan tersebut.
Sayangnya, keberuntungan berjalan berdampingan dengan nasib buruk.
Cloe yang selalu bersikap arogan dan dingin merasa tertarik pada Lana. Perlahan Lana mulai mengetahui rahasia besar yang bersembunyi dibalik sosok yang dingin itu. Begitu semuanya terungkap, Lana tak tahu lagi harus berlari ke mana. Karena pria itu selalu bisa menemukannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika SR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 33 : Pertanyaan?

My Psychopaths CEO

Bagian 33 : Pertanyaan?

Bagian Ika SR

Debora mendekat, memandang Lana dengan tatapan mengintimidasi. Tapi, Lana tidak gentar sedikitpun. Ia harus bisa menjadi gadis yang kuat dan pemberani.

Demi Cleo, apa pun akan ia lakukan untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaanya.

Debora tersenyum.

“Aku akan mengajukan beberapa pertanyaan kepadamu,” kata Debora.

“Apa imbalannya?” tanya Lana dengan antusias.

Debora tertawa. “Hahaha ... belum pernah aku menemukan gadis sepertimu. Biasanya orang yang kutemui, akan langsung mengangguk patuh dan menjawab permintaanku. Tanpa menanyakan imbalan. Tapi, kau cukup terang-terangan.”

“Jika aku bisa menjawab pertanyaanmu. Maka, kau harus memberitahuku dimana keberadaan Cleo.”

Debora mengangguk.

“Ditampar atau menampar?”

“Ditampar,” jawab Lana tanpa ragu.

Debora tersenyum. “Dipeluk atau memeluk?”

“Memeluk.”

Debora tersenyum sinis. “Yah, sayang sekali. Jawaban pertamamu memang sesuai dengan tipe Cleo. Sayangnya jawaban keduamu salah. Cleo lebih suka dipeluk.”

Lana menyahut dengan santai, “aku tahu. Karena Cleo lebih suka dipeluk. Maka, aku akan jadi wanita yang memeluknya.”

Debora tertegun mendengar jawaban brilian Lana. Ia sama sekali tak pernah memikirkan hal ini.

Ia tertawa keras.

“Di mana Cleo sekarang?” tanya Lana. Ia ingin menagih janjinya.

“Cleo? Di aman di sebuah rumah sakit milik keluarga kami di Singapura. Tentu dengan penjagaan yang ketat agar ia tidak kabur selama aku di sini. Kau tahu, dari kemarin dia merengek terus meminta agar aku mempertemukannya denganmu,” ucap Debora.

Ia ingin tahu seberapa besar perhatian yang Lana curahkan pada Cleo.

“Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Lana.

“Yah, kondisinya cukup baik. Kenapa kau masih menanyakan hal itu? Bukankah kau yang membuatnya seperti itu?”

Perasaan Lana bercampur aduk mendengar pertanyaan Debora. Memang benar, ia lah yang membuat Cleo seperti ini.

Ia mungkin tampak tak tahu diri. Disaat dirinyalah yang mencelakai Cleo, ia masih berani menanyakan keadaan pria itu dan ingin menemuinya.

Jika, ia jadi Debora kemungkinan besar ia akan melakukan hal yang sama.

“Aku mungkin terlihat tak tahu malu. Tapi, aku tidak bisa menahan rasa bersalahku. Aku ingin memperbaikinya.”

Debora merasa sedikit simpati dengan apa yang diucapkan Lana. Tapi, tetap saja. Ia mengkhawatirkan masalah yang lebih pelik. Bagaimana jika Lana tahu bahwa Cleo adalah seorang pembunuh.

99% wanita di dunia tidak akan mau menikahi seorang psikopat.

Meskipun, Cleo sebenarnya anak yang baik. Tapi, butuh waktu untuk mengenalnya lebih dalam. Selain karena sifatnya yang terkesan arogan dan galak. Cleo juga tertutup pada orang lain.

“Hentikan!”

Debora memegang pundak Lana. “Kau sayang Cleo, kan? Kau mencintainya, kan?”

Lana mengangguk dengan sepenuh hati.

Debora menarik nafas dalam. Bukan maksudnya ingin memisahkan mereka berdua. Ini suatu keajaiban, Cleo bisa menemukan seorang wanita yang dicintainya.

Tapi, ini juga bisa menjadi tanda awal sebuah malapetaka baru.

“Kalau kau mencintainya. Jauhi dia. Buat dia melupakanmu. Jangan membuatnya menyukaimu.”

Lana tidak mampu mencerna setiap kata yang keluar dari bibir Debora. Jelas, tidak masuk di akalnya. Kenapa ia harus menjauhi Cleo? Disaat Lana yakin, ia mampu membuat Cleo bahagia.

“Aku tidak mau.”

“Apakah Cleo pernah mengatakan bahwa ia mencintaimu? Apakah dia pernah memintamu menjadi kekasihnya?”

Lana menggeleng. “Itu bukan masalah besar.”

“Tidak! Lana. Itu adalah sebuah masalah.”

Debora melanjutkan ucapannya, “pernyataan cinta seorang pria pada wanita itu sebuah komitmen bahwa dia bersungguh-sungguh denganmu. Jika, Cleo tidak pernah mengatakan apapun padamu. Maka, kau tidak bisa menafsirkannya secara gamblang kalau dia mencintaimu.”

Debora sebenarnya tidak tega melihat wajah Lana menjadi sedih.

“Maaf, Lana,” ucapnya dalam hati. Dengan sekali lihat, Debora sudah mengetahui berapa dalam rasa cinta yang Lana tanamkan dalam hatinya.

Setiap kali, ia mengucapkan nama Cleo. Ia pasti mengucapkannya dengan wajah yang berbinar, seolah memanggilnya saja sudah mengobati seluruh kerinduannya.

Selain itu, matanya tidak bisa berbohong. Mata seorang wanita yang sedang jatuh cinta.

Dan Debora juga sudah berbohong, Cleo juga mencintai Lana. Memang ia bukan tipikal pria yang akan mengucapkan ucapan cinta ataupun sayang pada wanita yang disukainya. Tapi, itu semua sudah tercermin dalam setiap perbuatan yang Cleo lakukan.

“Kau sudah tidur dengan Cleo?” tanya Debora dengan lembut.

Lana mengangguk.

“Maaf saja. Tapi, Cleo memang meniduri setiap wanita yang baginya cukup seksi sepertimu. Kau jangan berpikir berlebihan.”

Lana memandang gelang yang ada di tangannya. Gelang couple yang ia beli sewaktu ada sebuah festival. Lana sudah terlanjur membelinya sepasang? J

ika, ia merelakan Cleo sekarang. Lalu, tangan siapakah yang akan ia pasangi gelang yang sama dengan miliknya.

Gelang itu juga mengingatkannya pada sang peramal tua. Cleo adalah jodohnya. Entah benar atau tidak. Lana sudah terlanjur percaya, kalau hanya ia yang bisa menyelamatkan Cleo sekarang.

Kata kata peramal tua itu terngiang-ngiang di kepalanya. “Dia akan mati jika kau meninggalkannya seperti sekarang.”

Jadi, haruskah kata-kata tajam milik Debora menghentikan Langkahnya dalam upayanya untuk membawa Cleo kembali?

Lana mengangkat kepalanya, menatap Debora yang sedikit lebih tinggi darinya.

“Lalu aku akan membuatnya mencintaiku,” ucapnya dengan tegas dan percaya diri.

Debora terperanjat dengan reaksi yang ditunjukkan Lana. Wanita kebanyakan, akan langsung berlari dan menangis. Berbeda dengan Lana.

Wanita ini sama angkuh dan keras kepalanya dengan Cleo. Benar-benar pasangan yang serasi.

“Kau hanya akan melukainya?”

“Tidak akan.”

“Kau pada akhirnya akan meninggalkan Cleo,” ucap Debora dengan lembut.

Lana menggeleng. “Aku tidak akan pernah melakukannya.”

“Bagaimana jika kuberitahu sebuah rahasia.” Debora semakin mendekati Lana yang terlihat penasaran.

“Bagaimana jika aku bilang bahwa Cleo adalah seorang psikopat yang gemar membunuh?”

Tenggorokan Lana tercekat mendengar ucapan Debora. Tangannya gemetaran. Apakah pria yang dicintainya adalah seorang pembunuh?

Ia mencintai seorang pria yang telah merenggut kehidupan banyak orang? Benarkah hal itu? Ataukah ini hanya tipuan Debora untuk mengujinya?

Apakah ini maksud dari ucapan peramal tua itu, kalau hanya Lana yang bisa menyelamatkanya sekarang?

Air mata terjatuh dari kedua pelupuk mata Lana. ia akan menjadi seorang wanita yang tidak tahu berterima kasih jika meninggalkan Cleo “hanya” karena kenyataan bahwa Cleo adalah seorang psikopat.

Tapi, meninggalkan Cleo sekarang di saat hatinya sepenuhnya sudah terkunci untuk pria itu juga akan menghancurkan Lana.

Apakah ini yang dinamakan “cinta buta”yang menutup mata Lana dari kebenaran?

Yang ada di hatinya adalah kerinduan. Ia rela melakukan apa saja, demi bertemu dengan Cleo sekarang. Apapun.

Jika, Cleo benar benar seorang pembunuh. Dia pasti punya alasan tersendiri. Mata itu, mata Cleo saat Lana memandangnya. Terpancar sebuah kesedihan yang mendalam yang berusaha pria itu sembunyikan.

Yah, pasti ada alasannya dan itu adalah tugas Lana untuk mencari kebenarannya.

Kisah Cleo yang sebenarnya.

Lamunan Lana terhenti begitu mendengar Debora tertawa seolah tanpa dosa.

“Hahaha ... apa yang tengah kau pikirkan? Aku hanya bercanda,” ucapnya.

Lana mengepalkan kedua tangannya. Setelah dirinya berpusing-pusing ria,  dengan mudahnya Debora mengatakan ini hanyalah sebatas prank.

“Ini terimalah,” ucap Debora sembari menyerahkan sebuah kartu nama yang tentunya langsung disambut oleh Lana.

“Temui aku di kafe dekat perusahaan nanti malam pukul 9 malam jika kau ingin bertemu Cleo.”

Lana menghapus sisa air matanya. Ia mengangguk sebagai ucapan terimakasih.

Debora masuk ke dalam mobilnya, lalu menyetir dengan cepat.

Ia tersenyum kecil. “Wanita pilihanmu benar benar sesuatu, Cleo. Cocok denganmu.”

***

Btw, Kalau kalian jadi Lana sikap kalian gimana?

Mengetahui bahwa pria yang dicintainya setengah mati ternyata seorang pembunuh?

 

 

1
hanum ratna
aku lebih suka visualnya si Roy
Pangas Tuti
Keren banget ceritanya...thor...lanjut...semoga thor seht sll..aamiin.
Pangas Tuti
Keren thor...lanjut😊
Pangas Tuti
Terima cinta cleo krn setiap org punya masa lalu...jika mau bertobat...
Pangas Tuti
mamtap lana
Pangas Tuti
Sungguh mulia hati seorang wanita jika sudah mencintai seseorg di+lg seseorg trsbt jg membls cintanya..serasa dunia milik berdua😁
Karin marianka
aku team Cleo lah...
Reno kelihatan nya aja care tapi aku antang lihat cewek ditampar sama cowok apapun salahnya. kalo nanti Reno nikah sm lana dikit2 main tampar.. lbh ngeri dr Cleo
HAN
Kasar kali lah Abang ini
HAN
😨😱
AdZkia Nahda RafaNda
kenapa tidak dr dulu siihhhh😭😭😭
putia salim
begitulah hukum,tumpul keatas,tp tajam kebawah🤦‍♀️
Ocha Lanuru
thor kpn up lagi?????
pdhl ini slh satu novel yg sering q tunggu² up nya ...
sayang sekali klw crta nya gk diteruskan ...
pdhl jln crta nya sangat bgs ...
apapun kesibukan author skrng,smga ntk bisa lagi y ....
Ocha Lanuru
pdhl tu kmrn sempat up bbrpa part ..
seneng bgt pas dpt notif nya ..
berharap nya seh,smga novel nya msh diterusin crta nya ...
pengen tau endingnya gmn ...
gmn nasipnya cleo ..
Cindy Khairunnisa
uuuuppp lagi ka
Retno
semangat jg Kak Othor
Ochy Maranda
akhirnya up jg ..
semangat thor
Maulida Zamrud
jangan jangan Dante ini pria misterius yg membunuh ibunya Cleo ..
Ochy Maranda
lanjuttttt
Retno
Sering2 Up ya Kakak Othor. jangan Kabur lg ya...
ika sitirahayu: Siap kak,
total 1 replies
IWA
kencan tu gak perlu yg newah dan mahal. yg pntg dr kencan tu apakah kdua pasangan menikmati waktu berdua. lau aku sih lebih suka ngedate smbil menikmati pemandangan alam yg menyegarkan mata. smbil bercerita dr hati ke hati. drpda dtmpt keramaian tp sbuk melihat orang banyak.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!