Seorang pengasuh yang lugu tak sengaja mampu membuat sang majikan yang seorang SINGLE DADDY tergila-gila padanya.
Rumanah sangat tak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan dua manusia yang menjadi bagian dari hidupnya. Berawal saat dirinya sedang dalam bahaya, gadis desa itu bersembunyi di sebuah mobil yang ternyata milik seorang duda kaya.
Setelah kejadian itu, Rumanah pun di angkat menjadi pengasuh putri duda kaya itu. Beruntungnya, sang putri duda kaya itu begitu sangat menyayangi Rumanah. Hingga keinginan terbesarnya adalah memiliki seorang Ibu seperti pengasuhnya itu.
Namun, apakah sang duda kaya itu akan mengabulkan keinginan putri tercintanya?
Yuk simak kelanjutannya hanya di sini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muni Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin punya Mommy seperti dewi peri
Rumanah menatap tajam dan penuh intimidasi pada Ferhat dan Sandrina. Paman dan keponakan itu tampak membeku seraya saling beradu tatap. Ya, ucapan Andre membuat mereka ketahuan oleh Rumanah jika Paman dan keponakan itu sengaja mengerjain gadis desa itu.
Saat Ferhat menyuruh Rumanah menjadi serigala, Ferhat menutup mata costum kepala serigala agar Rumanah kesulitan mendapatkan mereka. Tentu saja hal itu tanpa sepengetahuan Rumanah. Dan, gadis desa itu pun tidak mengerti dengan permainan serigala mencari mangsa yang mereka mainkan. Rumanah hanya menuruti semua petunjuk dan perkataan Ferhat.
"Coba katakan, apakah kalian pun tidak bersalah karena telah sengaja menutup mata costum kepala serigala ini?Sementara permainan yang sebenarnya tidak seperti itu. Si serigala masih bisa melihat dan dia harus mengejar lalu menangkap mangsanya dengan gesit dan cekatan. Bukan malah seperti orang buta begini," papar Andre yang semakin membuat Rumanah memelototkan matanya menatap tajam pada asuhannya dan pria tampan yang jail itu.
"Emh, tentu saja itu karena kami yakin bahwa Rumanah mampu mengejar dan menangkap kami walau dia tidak dapat melihat. Benarkah begitu, princess?" seloroh Ferhat sedikit beralasan dan mengeluarkan pembelaan terhadap dirinya dan keponakannya.
"Ya! Benar sekali yang dikatakan Uncle. Dewi peri pasti bisa menangkap kami dengan cara terbang melayang walau tidak dapat melihat kami." timpal Sandrina membenarkan ucapan Pamannya itu.
Andre tampak memutar bola matanya malas dan menggaruk pelipisnya yang sama sekali tidak terasa gatal, "Paman dan keponakan sama saja." ucapnya dalam hati.
Sementara itu Rumanah tampak melongo tak mengerti, di satu sisi dia mendengarkan ucapan Andre, dan di sisi lain ia pun tak ingin berburuk sangka pada Ferhat dan asuhannya.
"Ya sudah tidak apa-apa, tidak usah di perpanjang. Dewi peri tidak apa-apa kok. Sebenarnya dewi peri tidak keberatan dan tidak masalah, yang penting princess senang dan gembira. Melihat princess tersenyum ceria sudah membuat dewi peri senang." ucap Rumanah yang tampak pasrah dan terima apa adanya.
Andre tampak tercengang mendengar ucapan pengasuh putri kesayangannya itu. Padahal ia mengira jika Rumanah akan marah pada Ferhat dan Sandrina.
"Hah, kenapa dia malah pasrah. Dan apakah dia bersungguh-sungguh dengan ucapannya tadi?" ucap Andre dalam hati.
"Dewi peri tidak marah pada kami?" tanya Sandrina polos.
Rumanah tersenyum kecil seraya menganggukkan kepalanya, "Tentu saja tidak, sayang. Untuk apa dewi peri marah? Memangnya princess nakal pada dewi peri?" jawab Rumanah seraya mengusap lembut puncak kepala asuhannya itu.
"Iiii dewi peri baik sekali sii, padahal kami sudah menjahil.." Sandrina belum selesai bicara, tiba-tiba Ferhat menutup mulutnya menggunakan tangannya.
"Tentu saja dia baik, princess. Karena dia pengasuhmu, iya kan Rumrum?" sela Ferhat.
"Tidak begitu juga. Karena melakukan kebaikan itu bisa pada siapa saja. Saya tidak pernah memandang siapa pun, karena saya yakin Tuhan pasti akan membalas setiap apa yang kita lakukan. Apa lagi sebuah kebaikan." tutur Rumanah yang berhasil membuat Andre kembali tercengang mendengar ucapannya.
Sementara Ferhat tampak terdiam tanpa kata, menatap Rumanah penuh kekaguman, "Kau wanita yang memiliki hati yang tulus." ucap Ferhat dalam hati.
"Uuuuunch, dewi peri baik sekali. Princess ingin sekali memiliki Mommy seperti dewi peri." sorak Sandrina seraya memeluk manja dewi perinya.
Rumanah tersenyum hangat dan mengelus lembut puncak kepala asuhannya, ia berkata dalam hati, "Aamiin, dewi peri juga ingin menjadi Mommy untuk princess." batinnya berucap.
Andre tampak mengusap wajahnya dan menggaruk pelipisnya yang sama sekali tidak terasa gatal. Tentu saja ucapan sang putri mahkota masuk ke dalam pikirannya. Tentu saja duda beranak satu itu harus memikirkan apa yang putrinya ucapkan tadi. Secara tidak langsung Sandrina meminta Daddynya untuk menikahi gadis desa itu. Tapi, bagaimana dengan perasaannya pada Meliza?
"Emh, sudah sebaiknya kita lupakan soal serigala. Bagaimana kalau sekarang kita makan malam di luar, apakah princess setuju?" ucap Andre mengalihkan perhatian mereka semua.
"Okee, princess setujuuuuu!" sorak Sandrina seraya berloncatan.
"Lalu, bagaimana dengan Uncle?" tanya Ferhat penuh selidik.
"Emh, tentu saja Uncle Fer harus ikut."jawab Sandrina.
Ferhat tersenyum hangat, "Baiklah, Uncle akan ikut." ucapnya seraya mencubit gemas pipi chubby keponakannya.
"Lalu, dewi peri bagaimana?" tanya Rumanah.
"Dewi peri tidak usah ikut, tunggu di sini saja." jawab Andre yang menggodai putrinya.
Sandrina tampak mengerucutkan bibirnya bertingkah manja, "Huuuuu, kalau dewi peri tidak ikut, princess juga tidak akan ikut." rajuknya yang tampak menggemaskan.
Andre, Ferhat dan Rumanah tampak tersenyum gemas pada Sandrina.
"Tentu saja dewi perimu akan ikut, princess. Kau tidak usah khawatir okey." ucap Ferhat dengan suara yang lembut.
"Yeeeaaaay, dewi peri ikuuut. Kalau begitu ayoook kita berangkaaaat!" sorak Sandrina seraya meloncat ke dalam gendongan Rumanah.
Andre tampak tersenyum bahagia melihat keceriaan putrinya. Mereka pun bergegas berganti pakaian lalu berangkat bersama-sama menuju sebuah Mall dan restoran.
***