Season 1
Sara Anjani Salim anak tunggal dari keluarga terpandang, namun nasibnya berubah ketika orang tuanya kecelakaan dan harus membuatnya "MENGHARGAI" dirinya untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sedang koma.
Diawal perjuangannya ayahnya meninggal dunia, membuat Sara begitu sakit harus ditinggalkan ayahnya itu, tapi dia tidak bisa berhenti karena dia masih memiliki mamah yang harus dia perjuangan.
Setelah beberapa bulan mamahnya sadar dari Komanya, namun semua itu bukanlah apa-apa, bagaimana dia harus menutupi pekerjaannya agar mamahnya tidak mengetahui.
Namun serapat-rapatnya dia menyimpan itu semua, ada yang mengatakan pada mamahnya hingga membuat dia ketakutan.
Tiba-tiba seorang laki-laki yang memiliki "KELAINAN" menawari dia sebagai istrinya.
Season 2.
Gara-gara sering mengejar muridnya yang nakal. Rizal pun harus berakhir dipelaminan dengan Siswi nakalnya.
Sebuah kesalah paham mengharuskan Rizal menikahi Siswi yang terbilang sangat nakal.
Bagaimana jadinya rumah tangga mereka setelah menikah, langsung baca saja ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon henti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku cariin Kemana-mana..
Pagi itu Leon sudah memakai kemeja kerjanya, dia juga mengambil jas dan dasinya.
Sara yang sudah rapih dengan style nya pun mendekati suami, dia mengambil dasi itu ditangan suaminya lalu memasangkan dileher Leon. Leon sedikit heran melihat penampilan Sara yang rapih Celana jeans dengan kaos putih lengan panjang yang ketat ditambah boots heelsnya membuat dia sangat cantik.
"Kamu mau kemana?" Tanya Leon, sebari memasukan tangannya pada jas yang Sara pegang itu.
"Ikut kamu kerja" Sahutnya santai.
"Hah!!" Leon langsung replek melongo tidak percaya.
"Ayo sarapan," Ujarnya sebari keluar kamar yang diikuti oleh Leon.
"Kamu serius mau ikut aku kerja?" Tanyanya lagi.
"Iya, kenapa gak boleh" Sahutnya sebari menatap tajam Leon.
"Boleh ko, aneh aja mau ikut aku kerja" Ujarnya sebari duduk dimeja makan.
Tidak biasanya Sara menguntitnya seperti itu.
"Aku bosen dirumah" sahutnya sebari menyiapkan makanan ke piring suaminya itu, tak lupa juga Sara membawa untuk makan siangnya nanti dengan Leon.
Selesai Sarapan, Sara mengambil tas dan topi yang akan dia gunakan. Bener-bener seperti model.
Semua mata karyawan langsung tertuju melihat mobil bosnya itu datang, tapi ada yang lain yang lebih membuat karyawan heboh. Iya sosok Sara yang pertama kali ikut suaminya kekantor itu membuat karyawan terpukau, sebagian ada yang mengingat Sara kalau dia istri bosnya ada juga yang sudah lupa karna Sara yang jarang terekspos.
Leon melangkah lebih dulu dengan Sara dibelakangnya, dia juga menjingjing paperbag.
"Nanti kalau ada klien saya dari perusahan xxx, langsung suruh keruangan saya" Ujar Leon pada resepsionis wanita itu.
"Baik pak" Sahut resepsionis sebari tersenyum.
Leon pun kembali berjalan, Sara menatap tajam resepsionis itu hingga membuatnya mengidik ngeri.
"Sangat menakutkan" Ujarnya setelah Sara dan Leon yang sudah tak terlihat itu.
"Siapa sih cewe yang dibawa si Bos?" Tanyanya, dia lupa wajah istri bosnya itu karna hanya melihat dihari pernikahannya saja.
"Gak tau," Sahut temannya.
Sesampai diruangan Leon, Leon langsung duduk dikursinya. Sara pun langsung merebahkan tubuhnya disofa itu.
Satu jam dua jam semuanya masih baik-baik saja, sampai jam 10 pagi Sara bosan duduk terus, dia melihat-lihat akun instagramnya disana dia melihat makanan enak seafood yang dimakan dimeja. Dia pun memesannya plus dengan plastik yang akan digunakannya.
Tok
tok
Pintu Ruangan Leon diketuk dari luar membuat dia menoleh kepada istrinya.
"Masuk"
Seorang kariyawan masuk dengan membawa bungkusan. Leon mengeryit heran, dan bertanya-tanya dalam pikirnya. Apa yang dilakukan karyawan ini.
"Maaf pak, ini ada pesanan makanan" Ujar karyawan itu.
"Saya gak pesen makanan!!" Bantahnya, Sara yang mendengar itu pun langsung beranjak dari duduknya.
"Wahh sini-sini, ko cepet banget datangnya" Ujarnya sebari merebut bungkusan itu.
"Ya sudah pak permisi." pamit karyawan itu.
Leon kembali pada pekerjaanya sampai tiba-tiba dia mendengar suara meja kacanya seperti terbentur sesuatu, matanya langsung melotot melihat Sara menuang Seafood diatas meja sofanya itu.
"Kamu ngapain?" Tanyanya panik,
"Makan!!" Jawabnya Santai, sebari memakan satu persatu Seafoodnya.
"Kenapa dimeja, itukan kotor" Sekarang dia berteriak dan beranjak dari duduknya itu.
"Udah aku alasin ko" Sahutnya lagi.
Leon pun memeriksa meja yang dialasi plastik lebar itu, astaga membuat dia pening saja.
Pintu kantornya diketuk kembali oleh seseorang diluar.
Sekarang dia sendiri yang membukanya.
"Oh, pak Ihlam, mari kita langsung keruang metting saja" Ujar Leon yang ternyata yang mengetuk pintunya itu adalah kliennya.
"Oh iya mari pak" Sahutnya sebari mengikuti.
Saat akan memulai mettingnya Sara menerobos masuk sebari menenteng Seafood yang belum habis itu, dia mengelarnya dimeja meeting, Entah Leon harus berkata apa pada istrinya itu.
"Siapa?" Tanya Ilham pada Leon.
"Maaf dia istri saya" Tuturnya.
"Kamu mau ngapain disini?" Tanya Leon pelan pada istrinya itu.
"Aku mau makan sambil lihat kamu metting" Sahutnya santai.
"Kamu tunggu diruangan aja ya" ucapnya pelan.
"Gak mau!!" Teriaknya.
Leon seperti sedikit menahan amarah pada istrinya itu, kenapa pula minggu-minggu ini, Sara sangat menjengkelkan.
"Biarkan saja pak Leon" Ujar kliennya itu, untung kliennya itu tidak tergangu dengan tingkah bising Sara yang sedang makan itu.
Setelah dua jam kemudian metting pun selesai, setelah mengantarkan kliennya Leon menoleh melihat istrinya yang tertidur dengan sampah Seafood disampingnya.
"Aku rasanya ingin mengigitmu" Ujarnya sebelum dia mengangkat Sara untuk dibawa keruangannya.
Baru saja Leon akan menurunkan Sara, wanita itu sudah melotot.
"Aku kepikiran pengen ketoprak yang" Ujarnya yang masih digendongan Leon itu.
"Gimana mikirnya kan kamu tidur"
"Iyaa, pas tidur aku tiba-tiba pengen ketoprak" Ujarnya.
Leon pun menurunkan Sara di sofa,
Ini memang waktu makan siang.
"Ya udah ayuk" Ajaknya.
Sara pun langsung mengambil tasnya, tak lupa tangannya langsung mengandeng Leon seperti tidak boleh ada yang mengambil darinya.
Bahkan dia menatap tajam orang yang menyapa suaminya itu, apalagi wanita-wanita yang jadi karyawan.
Leon meninggalkan kantornya mencari tukang ketoprak, dia berhenti disebuah restoran ternama. Sara yang baru mengangkat kepalanya pun heran.
"Kita mau ngapain?" Tanyanya heran.
"Beli yang kamu sebutin tadikan!!"
"Ihhh mana ada ketoprak direstoran jepang, puter lagi mobilnya" Ada-ada saja suaminya ini, emang dia pikir ketoprak itu apa.
Sara melihat-lihat jalan mencari tukang ketoprak.
"Tuh berhenti disana" Titahnya.Leon pun menurutinya, dia memarkirkan mobilnya didepan grabak, Sara langsung turun dari mobilnya.
"Pak ketopraknya 3" Titahnya
"Siap neng" Sahutnya.
Leon pun menghampiri Sara yang sudah duduk itu, dia menunggu pesanannya itu datang. Namun saat dia mau mengambil ketopraknya, Sara menatapnya tajam seperti melarang Leon mengambil itu.
"Ada apa, ini punya aku kan?" Tanyanya.
"Ini semua punya aku" Sahutnya penuh penekanan.
"Kamu pesen lagi aja" titah sebari memakan ketoprak itu, Leon pun memesan satu untuknya.
Sara sudah menghabiskan satu piring ketoprak saat Leon kembali duduk seusai memesannya, Dia begitu syok melihat nafsu makan istrinya itu.
"Ini pesanannya" ujar pedagang itu.Leon pun langsung memakan makanannya.
Setelah disana, Sara masih saja mengikuti Leon padahal dia menyuruh Sara untuk pulang dengan diantar supir kantor. Tapi wanita itu malah menolak dan memilih tidur disofa kantornya.
Sara terbangun saat sore harinya, dia melihat ruangan Leon yang hanya ada dirinya saja. Dia keluar dari ruangan suaminya itu, Sara mencari pantri. Orang-orang langsung menatap kearah Sara, dengan santainya dia duduk disofa itu.
"Ada yang bisa dibantu bu?" Tanya Ob itu.
"Iyaa, beliin rujak dong" Titahnya. "Tapi mangganya yang didepan" Ujarnya, karna memang ada pohon mangga yang sedang berbuah di depan gedung Leon itu.
"Nanti saya kasih deh uang tipsnya" Ujarnya, Ob itu pun langsung melakukan tusgasnya itu. Setelah dapat Sara langsung makan mangga itu dengan sambal yang dia beli itu.
Leon kalang kabut mencari istrinya itu, padahal Sara sedang makan rujak di ruang ob.
Dia menghubungi Sara, tapi hpnya ada diruangannya, dia pun mencari ke toilet, bahkan ruangan-ruangan.
"Kemana sih dia ini" Ujarnya sebari memijat keningnya.
"Nyari siapa pak" Tanya Ob yang tadi mengambil mangga itu.
"Kamu lihat istri saya?" Tanyanya.
"Oh, yang nyuruh saya metik mangga. Lagi di pantri pak" Ujarnya memberi tahu.
Leon pun langsung ke pantri melihat istrinya sedang makan rujak dengan beberapa OB wanita. Membuat mereka langsung memberi hormat pada atasanya itu.
"Kamu ngapain sih, aku cariin kemana-mana?" Tanyanya khawatir.
"Mau gak?" tawarnya.
"Ngak" Sahutnya sebari duduk disofa.
Sara pun kembali mengajak OB-OB wanita itu, mereka sedikit tidak enak karna ada big bossnya yang sedang memantau.
"Gak usah diperduliin" Ujarnya, Mereka pun langsung kembali ngerujak.
Leon hanya melihatnya sebari terkekeh, dia baru melihat sisi lain Sara yang seperti ini. Meskipun kadang membuatnya sangat jengkel.
.
.BERSAMBUNG...
Jangan lupa VOTE,LIKE DAN KOMEN YA 😂😂