NovelToon NovelToon
Penantian

Penantian

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Poligami / Tamat
Popularitas:214.2k
Nilai: 5
Nama Author: ezrahi

Memberikan keturunan untuk suami adalah impian seorang istri tapi bagaimana bila ternyata impian itu tidak sesuai dengan kenyataan?

Tidak ada istri yang mau "Mandul", 6 tahun menikah Tata belum juga hamil dan punya anak.

Desakan kedua orang tua Dedi yang mengharuskan mereka segera punya anak membuat hati Tata sakit, ditambah lagi dengan ancaman jika Tata tidak kunjung memberikan cucu untuk mereka Dedi akan di nikahkan dengan wanita pilihan kedua orang tuanya.

Di usianya yang ke 41 tahun Tata akhirnya berhasil hamil, kehamilannya yang sudah lama di nati-nantikan akhirnya terkabul juga. Akan tetapi Becky ibu mertuanya tetap ingin Mawar menjadi menantunya.


Apakah Tata akan tetap menjadi istri satu-satunya Dedi?

Apakah kehamilannya berhasil menggubah sikap mertua nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ezrahi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Tidak Sedap

Tata masih duduk di ruang tamu menunggu kepulangan suaminya sambil membaca buku kesukaannya, " lama juga ya mas Dedi pulang mataku udah ngantuk berat. Ya sudah lah lebih baik aku tidur saja. "

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 tapi Dedi tak kunjung datang ke rumah. Akhirnya Tata memilih untuk tidur lebih dulu.

"Dimana suamimu? " tanya Becky pada Mawar.

"Gak tau bu, Mawar juga mencari mas Dedi. "

"Sudah cari di mana aja? "

"Mawar sudah keliling rumah bu tapi tidak ketemu. "

"Di kamar sudah di cek? "

"Belum bu. "

"Mungkin ketiduran kali di kamar, " Becky pergi mengecek kamar anaknya ternyata kosong tidak ada orang di dalam.

"Kemana dia? apa sudah pulang? tapi anakku bukan orang yang tidak sopan seperti itu gak mungkin dia pulang tanpa pamit padaku. "

Melihat mertuanya lama Mawar menyusul mertuanya ke kamar Dedi, " ada mas Dedi bu? "

"Gak ada nak. "

"Apa jangan-jangan mas Dedi meninggalkan ku. " pikir Mawar.

***

Belum sempat memejamkan mata HP Tata berbunyi , " ha sepertinya itu mas Dedi. " bergegas Tata beranjak dari tempat tidur mengambil HP yang di letakan di atas meja.

"Bukan mas Dedi, siapa yang menghubungi ku malam-malam seperti ini dengan nomor baru ya. "

Tadinya Tata tidak mau mengangkat panggilan dari nomor yang tidak di kenal itu tapi karena penasaran akhirnya Tata mengangkat juga.

"Halo ini siapa ya? "

"Selamat malam bu, apa benar ini dengan istri pak Dedi. " tanya laki-laki yang tidak di kenal itu.

"Iya benar pak saya istrinya. "

"Maaf mengganggu istirahat ibu, saya polisi yang bertugas saat ini. Kami mau memberitahu bahwa suami ibu mengalami kecelakaan lalu lintas."

"Apa suami saya kecelakaan? "

"Benar bu. "

"Saat ini suami ibu sedang di larikan di rumah sakit Suda***** untuk di tangani lebih lanjut. "

Tata terdiam wajahnya memucat mendengar kabar suaminya, tangannya gemetar tak terasa air matanya menetes saat itu juga, HP yang di pegangan nya terjatuh di lantai. Seketika suara tangis Tata pecah, Tata jatuh terduduk di lantai dengan derai air mata.

Bu Ayu yang mendengar suara tangis yang begitu kencang akhirnya keluar dari dalam kamar mencari sumber suara tangis, "Siapa yang menangis ya? "

Bu Ayu mencari suara tangis sambil sedikit berlari, "sepertinya di kamar nak Tata. "

Tok.. tok.. tokk...

"Nak Tata boleh ibu masuk? "

Tata tetap menangis sekencang-kencangnya tanpa menjawab kata-kata bu Ayu. "Ko gak Jawab ya? apa aku buka saja pintu nya? Tapi kalau aku buka nanti terkesan gak sopan. "

Spontan bu Ayu langsung memegang gagang pintu kamar Tata pintu pun terbuka, "ternyata gak di kunci. " pikir bu Ayu.

Kamar tampak gelap Tata hampir tak terlihat karena kebiasaan tidur Tata lampu di matikan, "Gelapnya." bu Ayu menghidupkan lampu kamar Tata.

"Nak Ayu kenapa ko menangis? " bu Ayu mendekati Tata yang sudah tak berdaya itu.

"Bu...suamiku bu. " Sambil tersedu-sedu Tata berbicara dengan bu Ayu.

"Kenapa dengan pak Dedi nak Tata? "

"hiks... hiks... b_bu.. suamiku kecelakaan bu. "

Bu Ayu yang mendengar kata-kata Tata pun serasa di sambar petir, "Apa pak Dedi kecelakaan? " pikir bu Ayu.

"Bagaimana ini bu, Tata tidak mau kehilangannya mas Dedi bu. "

Bu Ayu memeluk Tata Untuk menenangkan hati nya, "Harus kuat nak Tata, ibu yakin pak Dedi bisa di tolong. "

"Polisi bilang suamiku sedang di larikan ke rumah sakit bu. Ayo bu temani Tata ke sana bu. "

"Iya nak Tata tapi nak Tata harus tenang dulu kalau pak Dedi melihat ibu menangis pasti pak Dedi sedih. "

"Hiks... hiks, iya bu. "

"Ayo nak Tata ganti baju dulu. " Tata berusaha menenangkan dirinya, berdiri dan berganti baju.

Setelah siap Tata bersama bu Ayu pergi menuju rumah sakit dimana suaminya sedang di tangani. Kali ini mereka di antar oleh supir pribadi yang di khusus kan suaminya untuk mengantar Tata berpergian, sejak kecelakaan itu Dedi belum mengijinkan Tata mengendarai mobil sendiri.

"Pak agak cepat ya. " Ucap Tata dengan tampang gelisah nya.

"Iya bu. " supir mengendarai mobil sedikit laju dari biasanya.

Tidak berapa lama mereka pun tiba di Rumah Sakit Sudar****, "Sudah sampai bu. "

"Eh iya Pak. " bergegas Tata dan bu Ayu keluar dari dalam mobil menuju IGD.

***

Mawar akhirnya pulang di antar oleh supir pribadi mertuanya, sesampainya di rumah Mawar langsung menuju kamar Tata dan Dedi.

"Dorrrr.... " bunyi pintu kamar yang di tendang dari luar.

"Keluar... jangan enak-enak tidur di dalam!! bisa-bisanya ya mas Dedi tinggal kan aku di rumah ibu. " Mawar meluapkan emosinya tanpa memastikan ada orang atau tidak di dalam kamar.

Emosi Mawar semakin menjadi karena tidak ada jawab, Mawar kembali menendang pintu kamar sampai akhirnya pintu itu terbuka.

"Ko kosong? kemana mereka? Bu Ayu... bu Ayu... !!!" teriak Mawar mencari bu Ayu sambil mengecek kamar bu Ayu.

"Kemana mereka? kenapa bu Ayu juga tidak ada di kamar nya? apa mereka sekongkol meninggalkan ku seorang diri di rumah ini. " Mawar masuk ke dalam kamar bu Ayu membuka lemari pakaian bu Ayu.

"Bajunya masih ada, lalu mereka pergi kemana jam segini? " jam sudah pukul 23.50.

Mawar akhirnya memilih kembali ke kamar nya, "dari pada aku memikirkan orang yang entah kemana lebih baik aku tidur saja paling nanti pulang juga. " pikir Mawar.

Mawar yang sudah sangat mengantuk memilih untuk memejamkan matanya 30 menit kemudian Mawar sudah masuk ke dalam alam mimpi.

1
Alya Yuni
Ko di penjara orngnya bukan brbuat baik e mlhan memukul orng mlahan tambah jhat
Alya Yuni
Makanya klo gk mau luka trbkar jngn jhat
Lenkzher Thea
Lanjut ka, 20 like hadir, semangat 💪💪
Lenkzher Thea
Semangat ka 10.like juga hadir disini, lanjut👍❤❤❤
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike ❤️
Elisabeth Ratna Susanti
like fav 😍
RiNi
lanjut kk
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰🤗
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat author
Nelli Susilawati
next kk
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰🤗
total 1 replies
Fitriati
lanjut
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰🤗
total 1 replies
Ika Sartika
mawar strees
ArtiSumi2: karma
total 1 replies
Nelli Susilawati
next kk
Ika Sartika
lanjut
Ika Sartika
selalu menyalahkan orang lain ..
seharusnya instrospeksi diri c Becky ini ...
Nelli Susilawati
next kk
nurul aryani
becky kapan tobatnya ya thor? sudah jelas kesalahannya tp msh saja mengkambing hitamkan orang lain
Fitriati
lanjut
🕌 M⃟ars™Melia ᵐᴵʷ🍭🌺⃟⃝࿐🕌🖤
mampir thor
Fitriati
lanjut
Lilipus07
Lanjut kak,

Semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!