Seorang wanita bernama Aulia, ia mencoba untuk melanjutkan sekolah di Surabaya dekat dengan pondok pesantren karena dengan begitu, ia bisa belajar agama. Namun diam diam, ia menyukai seseorang. Ya, orang itu adalah guru yang mengajar di sekolahnya. Aulia tak bisa mengungkapkan isi hatinya dan hanya bisa mencintainya dalam diam. Sedangkan di sisi lain, seorang ustad yang mengajar agama di pondok pesantren juga menyimpan rasa kepada Aulia.
Akankah ustad itu bisa menjadikan Aulia sebagai pendamping hidupnya atau Aulia bisa bersatu dengan guru yang ia cintai dalam diam. Aulia hanya bisa pasrah. Namun tanpa ia duga, kedua orang tua Aulia malah sudah menjodohkan dirinya dengan seseorang. Siapakah orang itu? Akankah Aulia menerima perjodohan itu mengingat hatinya kini sudah di miliki oleh orang lain.
Jika ia menerima, lalu bagaimana kehidupan pernikahannya? Apakah berjalan mulus atau penuh lika liku. Bagi kalian yang penasaran, yuk intip cerita kehidupan Aulia dan ambil sisi positifnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Tangga Yang Harmonis
Hari ini Aulia bangun tidur jam 3 pagi. Aulia segera mengambil wudhu dan sholat tahajjdu. Selesai sholat, ia langsung membangunkan sang suami untuk segera ambil wudhu. Setelah suaminya bangun, Aulia pun menyibukkan diri dengan membaca Al Qur'an sampai subuh tiba. Setelah Adzan shubuh, Sofyan pamit pergi ke masjid untuk sholat shubuh berjamaah. Sedangkan Aulia pergi ke mushollah yang ada di dalam rumahnya, ia sholat berjamaah dengan para asistennya.
Selesai sholat shubuh para asisten langsung sibuk dengan aktivitasnya. Sedangkan Aulia dan sang sumi jalan jalan pagi di sekitar komplek. Setelah merasa puas dan capek, barulah mereka kembali ke rumah. Sesampai di rumah, Aulia langsung masak dan Sofyan menemaninya di sampingnya. Kadang ia memeluk Aulia daari belakang saat Aulia sibuk motong sayuran dan goreng goreng. Auliah mah hanya tersenyum aja walau sebenarnya ia agak malu takut para asistennya masuk dan melihat kelakukan Sofyan yang selalu manja seperti ini.
"Sayang, meluknya jangan terlalu erat dong. Aku agak kesulitan nih motong sayurnya." Ucap Aulia dengan suara lembut.
"Iya sayang, maaf." Ujar Sofyan, ia agak melonggarkan pelukannya dan sesekali ia mencium rambut dan leher Aulia. Di rumah Aulia jarang pakai kerudung karena para asistennya perempuan semua sedangkan untuk sopir dan tukang kebun tidak boleh masuk rumah karena Sofyan sudah menyiapkan rumah kecil di samping rumahnya. Sofyan tak akan membiarkan laki laki manapun melihat Aulia dalam keadaan tidak memakai hijab.
"Kamu gak malu apa jika mereka liat kita kayak gini?" tanya Aulia.
"Yaelah yank kayak gak tau mereka aja. Mana mungkin sih asisten kita berani masuk jika aku menemani kamu masak seperti ini. Kamu masih lama gak masaknya?" tanya Sofyan.
"Sebentar lagi sayang. Kamu sudah lapar, hem?"
"Gak juga sih. Aku pengen mandi berdua aja."
"Iya sudah sabar ya. Bentar lagi selesai kog." Ucap Aulia. Aulia hanya memasak untuk sarapan pagi sekalian untuk makan siang suaminya. Bagaimanapun Sofyan tidak boleh makan di luar, ia harus makan dari makanan yang ia masak dengan penuh cinta. Bahkan Aulia sendiri juga sering membawa bekal ke kampusnya dan bekal itu nantinya di makan berdua dengan Cinta pas jam makan siang.
""Aku selalu sabar kog." Ucap Sofyan..ia terus saja memeluk Aulia sampai akhirnya Aulia selesai memasak.
Setelah itu ia langsung menyiapkan di atas meja. Mereka makan satu piring berdua dan juga saling suap suapan. Yah Aulia menyuapi Sofyan begitupun sebaliknya. Sofyan menyuapi Aulia makan. Setelah merasa kenyang. Auliapun segera menaruh piring di tempat cucian. Lalu ia pun menyiapkan bekal untuk dirinya dan juga suaminya. Setelah selesai, ia meminta salah satu asistennya untuk membersihkan dapurnya yang berantakan. Sedangkan Aulia dan Sofyan langsung masuk kamar.
"Yank?" panggil Sofyan.
"Apa sayang?" Jawab Aulia mendekati Sofyan dan memeluknya.
"Kita gitu gituan yuk." Ajak Sofyan tersenyum.
"Yaelah yank, ini sudah siang. Nanti kita telat loh. Kamu katanya ada meeting pagi. Aku juga sekarang ada kelas pagi loh yank. Lagian kita baru aja selesai makan, masak langsung mau gitu gituan."
"Ayolah yank, aku kepengen banget nih."
"Iya sudah ayo. Tapi bentar aja ya." Ucap Aulia.
"Iya sayang."
Akhirpun merekapun melakukan hubungan suami istri selama 20 menit. Setelah selesai, Sofyan langsung menggendong sang istri menuju tempat mandi. Di kamar mandi mereka mandi berdua. Aulia membantu suaminya untuk membersihkan badannya sedangkan Sofyan fokus sikat gigi. Setelah selesai membersihkan badannya, Aulia langsung membantu Sofyan untuk keramas. Aulia memijit mijit kepala Sofyan dan Sofyan sangat menikmati pijitan sang istri tercinta. Selesai Sofyan selesai di sabun dan di kramasi barulah gantian Sofyan menyabun istrinya dari atas pek bawah tak lupa ia juga memijit kepala istrinya dan memainkan rambutnya yang sudah panjang.
"Sayang, kamu gak mau potong rambut?" tanya Sofyan sambil terus memainkan rambut Aulia.
"Emang kenapa? Apa kamu ingin aku potong rambut?" tanya balek Aulia.
"Emmm gak sih. Aku lebih suka liat kamu dengan rambut panjang gini."
"Hemm cepetan dong. Dingin nih." Ucap Aulia. Sofyan pun segera mengguyur Aulia dengan air dari atas kepala. Setelah mereka berdua selesai mandi. Sofyan lagi lagi menggendong Aulia ke kamar. Aulia mengambilkan baju untuk suaminya, tak lupa ia juga mengambil baju untuk dirinya sendiri. Aulia membantu sang suami untuk memakaikan baju dan celana sedangkan Sofyan membantu sang istri memakaikan baju dan menyisirkan rambut Aulia.
"Sayang, aku sudah selesai nyisirin rambut kamu. Aku ambil wudhu dulu ya. Aku mau sholat dhuha." Ucap Sofyan yang langsung mengambil wudhu.
Sedangkan Aulia selesai ia di sisirin rambutnya, ia pun segera mengambil wudhu. Aulia eman sengaja belum memakain make up karna ia belum ambil wudhu dan sholat dhuha. Setelah selesai ambil wudhu merekapun sholat dhuha sendiri sendiri. Selesai sholat, Sofyan masih menyibukkan diri dengan berdzikir sedangkan Aulia langsung membuka mukenahnya dan dan melipatnya lalu ia taruh di tempatnya. Setelah itu, Aulia segera memakai makeup dan tak lupa memakai hijab.
Setelah Sofyan selesai berdzikir, ia langsung menyiapkan tas kerjanya dan juga memakai jaz yang sudah di siapkan oleh Aulia.
"Ayo sayang berangkat." Ucap Aulia.
"Iya ayo." Ucap Sofyan. Mereka berdua pun berjalan menuju garasi namun tiba tiba saja Aulia ingat sesuatu.
"Bentar ya sayang." Ucap Aulia, ia segera kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil bekal yang sudah ia siapkan tadi. "Untung ingat." Ucap Aulia
"Bi Nini?" panggil Aulia
"Ia non." Jawab kepala pelayan.
"Bi, ini ada uang buat bibi dan yang lainnya. Jangan lupa ya bibi masak. Jangan sampai bibi dan yang lainnya itu kelaparan. Pokok bibi harus masak banyak dan yang enak biar kalian itu subur hehe." Ucap Aulia sambil memberikan uang sebesar satu juta dalam tasnya. Aulia memang selalu memberikan uang satu juta tiap hari kepada para pelayan takutnya pas Aulia dan Sofyan sudah pergi ternyata yang di rumah ada yang kurang ini dan itu. Kadang para pelayan sungkan untuk meminta uang kepada Aulia apalagi kepada Sofyan.. Jadi Aulia tiap hari harus memberikan uang satu juta buat mereka untuk belanja dan memasak. Di rumah Aulia memang ada juru masak dan ia memasak untuk orang rumah lebih tepatnya untuk semua para asistennya dan juga untuk sopir sekaligus tukang kebun.
"Makasih non." Ucap kepala pelayan itu.
"Iya sudah, aku berangkat dulu ya bi."
"Hati hati non."
"Iya bi." Ucap Aulia. Ia pun segera pergi menyusul suaminya yang sudah ada di garasi. Aulia segera masuk ke dalam mobil. "Maaf sayang lama, tadi aku ambil bekal sekalian ngasih uang buat Bi Nini." Ucap Aulia menjelaskan.
"Iya sayang. Gak papa. Iya sudah kita berangkat ya." Ucap Sofyan.
"Oke."
meskipun hidup pas²an jika saling berbagi gak ada salah nya rezeki jodoh sudah ada disurat an takdir jika kamu ditipu karena uang itu adalah ujian yang harus dihadapi yaitu ikhlas sabar, semoga bisa digantikan jauh lebih baik ☺️
.nga ap2 insya ALLAH aku ikhlas😃
Walau Imamku sudah dipanggil Illahi (02092021), namun aku bisa ambil hilmahya, kelak bisa menjadi bekal anak2ku di kemudian hari.
Semoga bisa dipraktekan di kehidupan nyata.
Aamiin.