NovelToon NovelToon
Montir Ganteng

Montir Ganteng

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:426.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dareen

Dareen yang selalu dibandingkan oleh papanya dengan kakak kandungnya yang bernama Aril. Dareen madih kuliah sedangkan Aril sudah bekerja. Dareen akhirnya membuktikan pada papanya bahwa ia bisa mandiri tanpa bantuan dari papanya. Dareen mulai ikut bekerja sebagai montir, karena dia mempunyai paras yang tampan. Akhirnya banyak yang menjuluki Montir Ganteng.

Bagaimana Dareen bisa sukses?
Ikuti ceritanya di Montir Ganteng.

Thank's.
Dareen_Naveen (Boezank Jr.)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dareen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 32

Bang Aril kini sudah resmi menjadi seorang Ayah. Sudah lama, bang Aril dan kak Manda menantikan hadirnya bayi dalam rumah tangga mereka.

Tangisan bayi yang baru terdengar hari ini membuat bang Aril menitikan air mata bahagia.

Bang Aril sudah menunggu di balik pintu ruang operasi, menanti datangnya dokter yang keluar dari dalam ruangan itu.

KREKKK ....

Terdengar pintu ruangan operasi di buka, muncul dokter yang menangani operasi sesar kak Manda.

“Bagaimana keadaan anak dan istri saya, dok?” ucap bang Aril.

“Selamat, Pak. Anak Anda perempuan,” ujar dokter.

“Allhamdulillah,” bang Aril mengucap syukur.

Rona wajah bang Aril terlihat bahagia, seperti tidak sabar ingin menggendong bayinya.

“Tapi ... Ibunya belum sadar, Pak.” Sambung dokter yang menangani kak Manda.

“Apa?”

Terlihat, rona wajah bahagia bang Aril, dalam sekejap menjadi wajah bingung sekaligus panik.

“Ibu Manda telah banyak kehilangan darah, Pak,” ucap dokter.

Bang Aril mundur hingga terpentok ke kursi ruang tunggu. Kakinya seperti melemah dan terduduk dalam kursi tunggu itu. Ke dua tangannya menutupi wajah, mungkin bang Aril menyembunyikan air mata yang terjatuh.

“Kalau begitu, Saya pamit. Mari.” Dokter berlalu pergi.

Gue menganggukan kepala.

“Sabar ya, Bang ....” ucap gue.

Si Mama dan Papa akhirnya datang juga. Mereka menanyakan tentang keadaan kak Manda kepada bang Aril. Gue membiarkan bang Aril bersama Mama dan Papa. Karena mereka bisa menenangkan bang Aril. Gue mencari informasi tentang keadaan terbaru kak Manda. Ada seorang perawat yang tadi ikut menagani proses bedah sesar kak Manda.

Gue menanyakan pada suster itu. Namun, gue di suruh menemui dokter yang menangani kak Manda. Gue di arahkan menuju ruangan dokter tersebut.

.

Dalam perbincangan kami. Kata dokter tinggal menunggu 2 jam lagi untuk bisa siuman, tapi kalau belum juga siuman dalam waktu 2 jam, akan ada lagi tindakan medis. Kami juga belum boleh menemui kak Manda.

Kak Manda masih dirawat intensif, bang Aril terlihat cemas. Sedangkan banyinya ada di ruangan khusus bayi.

“Bang, adzan’in tuh bayi, lu.”

Tak ada satu kata patahpun yang terlontar dari mulut bang Aril. Mungkin karena terlalu cemas dengan keadaan kak Manda saat ini. Jarum jam terus berputar, menunggu 2 jam bagaikan 2 tahun bagi bang Aril. Aku melihat bang Aril mondar mandir, terus memandang ruangan kak Manda.

Tinggal menunggu 10 menit lagi, namun masih nihil. Kak Manda masih belum sadar.

“Sabar, Ril. Banyak berdo’a, ya,” ucap Mama.

Terlihat bang Aril duduk dengan kedua tangan menutupi wajahnya.

KREEEKKK ....

Pintu di buka, terlihat suster yang berjaga di sana keluar dari dalam ruangan.

“Gimana keadaan istri saya, Sus?” tanya bang Aril.

“Pasien sudah sadar Pak, tapi tunggu sebentar, ya? Saya panggil dulu dokter,” ucap suster yang berjaga.

Setelah dokter memeriksa kak Manda, akhirnya pihak keluarga diperbolehkan masuk. Terlihat wajah bang Aril sumringah. Dengan cepat, bang Aril membuka pintu ruangan dan langsung memeluk kak Manda.

“Sayang, gimana anak kita?” ucap kak Manda sambil mengurai senyuman kecil.

“Bayinya sehat, Nak. Selamat ya, Manda. Bayinya perempuan,” ucap Mama.

“Loh, kamu belum melihat bayi kita, Sayang?” tanya kak Manda.

Bang Aril menggelengkan kepala.

“Kenapa?” tanya kak Manda.

“Abang terlalu khawatir dengan kondisi Kak Manda tadi,” ucap gue.

Kak Manda tersenyum dan bang Aril memeluk erat istrinya. Selang beberapa menit, suster datang membawa bayi mungil nan cantik itu. Bang Aril meraih bayi itu dari gendongan suster. Hingga akhirnya tepat adzan subuh berkumandang di mesjid, bang Aril juga mengumandangkan adzan untuk putri kecilnya.

“Bang, mau dikasih nama apa ponakan gue?”

“Abang dan Kak Manda sepakat memberikan nama ALDA AYUNINDYA yang artinya Alda itu diambil dari nama Aril dan Manda, sedangkan Ayunindya artinya gadis cantik yang diberi kelebihan,” ucap bang Aril tersenyum.

***

Gue pergi ke rumah Yumna untuk kasih tahu kabar bahagia ini. Meluncur di pagi hari setelah gue melaksanakan sholat subuh. Jalanan masih sangat sepi, belum padat seperti biasanya.

Ting ... Tong ....

Gue pencet bell rumah Yumna.

KREKKK ....

Pintu rumah dibuka. Terlihat Ibunya Yumna yang membukakan pintu. Wajahnya terlihat agak heran.

“Pagi, Tante,” ucap gue.

“Pagi, Nak. Tumben pagi-pagi ke sini? Ada apa, Nak?” tanya Ibunya Yumna.

Gue menceritakan tentang kelahiran putri bang Aril dan gue juga meminta izin kepada Ibunya untuk meminang Yumna. Awalnya, memang Ibunya terlihat kaget dengan permintaan gue. Gue dan Yumna mempunyai prinsip yang sama untuk menggelar pernikahan sederhana saja tanpa adanya tunangan yang resmi dan mewah.

Sejenak, Ibunya Yumna terdiam. Wajarlah, anak satu-satunya. Masa iya mau mengadakan pernikahan sederhana?

Sekitar 10 menit, Ibunya Yumna terdiam. Akhirnya gue diberi restu juga. Allhamdulillah, terucap dalam hati. Gue minta sama Ibunya Yumna tentang hal ini untuk dirahasiakan biar menjadi surprise buat Yumna.

“Eh, ada Oppa,” ucap Yumna yang masih memakai piyama.

Ibunya tersipu, mendengar ucapan Yumna yang menyebut oppa ke gue.

“Kenapa Ibu senyum-senyum?” tanya Yumna heran.

“Ibu kok, inget film kartun yang kembar botak, ya? Mereka memanggil opah oh opah,” ucap Ibunya sambil tertawa geli.

“Itu Opah buka Oppa, Ibu.” Yumna cemberut.

“Udah ah, Ibu mau bantu bibi masak,” ucap Ibunya Yumna.

Gue tak dapat lagi menahan tawa mendengar ucapan Ibunya Yumna barusan.

“Ha ... Ha ... Ha ....”

Yumna makin cemberut melihat gue yang ikut tertawa.

“Ya udah, mandi gih,” ucap gue.

“Gak mau!” Yumna masih cemberut.

“Ya udah, Kakak minta maaf." Gue menggenggam tangannya.

Hening.

Satu.

Dua.

Tiga. Dwarr!

“Aku tuh gak mau ada yang ngetawain kalau aku panggil Oppa!” Bibirnya masih manyun.

“Lah, terus?”

“Itu sebutan kesayangan buatmu, tahu.”

Gue tersenyum.

Akhirnya Yumna menanyakan tentang kedatangan gue di pagi ini. Gue menceritakan tentang kelahiran bayi kak Manda dan bang Aril. Terlihat ekspresi kaget dari Yumna. Gue ajak Yumna ke rumah sakit untuk melihat ponakan gue. Yumna bergegas mandi.

“Sarapan dulu, Nak Dareen!" Ajak Ibunya Yumna di meja makan.

Gue melangkah ke ruang makan dekat dapur. Tersedia banyak sekali menu makanan yang ada di atas meja makan. Gue duduk sambil menunggu Yumna.

Kami makan bersama Yumna setelah beres mandi. Gue meminta Yumna untuk bekerja di kantor bang Aril menjadi sekertarisnya menggantikan Nila yang berada di penjara. Yumnapun setuju untuk bekerja di sana.

***

“Hai ... Om, Tante.” Yumna menyalimi orang tua gue.

“Hai ... Sayang, apa kabar?” ucap Mama.

“Allhamdulillah kabar baik, Tan. Mau liat dedek bayinya dulu ya, Tan?” ucap Yumna.

“Oh, iya. Silakan, Nak.”

Akhirnya Yumna masuk ke ruangan Kak Manda di rawat, mereka terlihat akrab. Sedangkan gue sengaja nunggu di luar kamar bersama Papa dan Mama.

“Pa, Ma,” ucap gue.

Papa dan Mama memandang wajah gue.

“Dareen minta ijin, ya?” ucap gue.

“Ijin Apa, Dareen?” jawab si Papa.

“Dareen mau nikahin Yumna dalam waktu dekat ini?”

“Beneran, kasep?” ucap Mama.

Gue menganggukan kepala.

Terlihat rona bahagia di wajah Mama, sedangkan Papa ngasih wejangan/pesan ke gue tentang tanggung jawab. Hingga akhirnya, mereka mempercayakan semuanya ke gue. Karena memang mereka tahu persis, kalau gue biasanya punya konsep sendiri. Mereka medo’akan dan merestui niat gue untuk menikahi Yumna.

Karena restu udah gue dapat dari orang tua gue dan Ibunya Yumna, akhirnya gue merencanakan acara pernikahan tanpa adanya proses pertunangan resmi. Toh, dari orang tua kami pun tidak memasalahkan.

Gue akan meminta Yumna untuk menjadi istri gue. Gak ada pertunangan resmi, yang ada pertunangan versi gue buat Yumna.

***

Kini, Yumna sudah satu bulan kerja di kantor bang Aril. Gue juga sibuk dengan kerjaan gue di bengkel bareng temen-temen gue.

‘Oppa, jemput aku, ya?’ WA dari Yumna.

‘Enggak bisa, Na. Kakak sibuk,” balas gue.

‘Kamu enggak marah, kan?’ sambung gue.

Read.

Gak di bales.

‘Na?’

Read.

Masih gak dibales.

Fix! Yumna bete hari ini. Memang ini strategi gue untuk menjalankan misi pertunangan ala gue.

Setelah 3 hari gue tahan untuk gak ketemu sama Yumna, rasa rindu yang gue rasa sangat menggebu terhadap Yumna.

‘Oppa, jalan Yuk? Aku bete di rumah. Mumpung lagi libur kerja,” WA Yumna.

‘Gak bisa, Na. Masih ada yang Kakak kerjain.’

‘Kamu marah?’

Cuma di read doang, gak di balas.

Gue senyum-senyum, kangen sebenarnya lihat cemberutnya Yumna kalau lagi kesel kek gini.

Akhirnya minggu pagi gue ke rumah Yumna, bener aja ekspresi wajahnya garang ketika meliahat gue. Kek macan mau nerkam orang.

“Na,” sapa gue.

Yumna cemberut.

“Maafin Kakak, ya? Kemaren-kemaren Kakak sibuk.”

Gak ngejawab, masih manyun tuh bibir Yumna.

“Ke pusaran Papa, yuk?”

Yumna mendelik, “Mau ngapain?”

“Mau do’a in Papa,” ucap gue.

Yumna mengangguk, seperti ada rasa kangen kepada Papanya. Yumna ambil kerudung lalu kami meluncur ke makam papanya Yumna.

Di hadapan kami saat ini adalah pusaran di mana Papa Yumna disemahyamkan.

Kami melantunkan do’a bersama. Terlihat, Yumna menitikan air mata seraya mengusap batu nisan yang tertulis BENI SANJAYA.

“Om, Saya ke sini hendak meminta restu dari Om. Saya akan meminang putri Om dan Saya berjanji akan membahagiakan dan menjaga Yumna sekuat Saya,” ucap gue.

Yumna yang sedang tertunduk tiba-tiba mendongak.

“Oppa gak salah?” tanya Yumna memastikan.

Gue beranjak ambil gitar yang sengaja gue titipkan ke penjaga TPU.

***Aku, ku terlalu mencintaimu

Terlebih ku menggilaimu

Salahkah ku

Hingga, ku tak tahu arah hidupku

Ku telah buta karenamu

Tolong aku

Ku lelaki yang tak bisa menangis

Apa yang harus kulakukan

Aku, ku begitu menginginkanmu

Takkan mampu hidup tanpamu

Mengertilah

Hingga kuingin kau genggam hatiku

Dan dekatkan pada hatimu

Tolong aku

Ku lelaki yang tak bisa menangis

Apa yang harus kulakukan

Bila kau menjadi milikku

Kan kurelakan semua sisa hidupku

Kan kujadikan kau ratuku

Di tempat yang paling indah

Di tempat yang paling indah

Di hidupku***.

“Na, maukah kamu mendampingi hidup Kakak?” ucap gue di depan makam Papanya.

“Tapi, apakah Orang tua kita akan merestui, Oppa?” jawab Yumna.

Gue menganggukan kepala.

“Dari mana Oppa tahu?”

“Kakak udah minta ijin ke Ibu mu dan orang tuaku,” jawab gue.

“Lalu?”

“Semua terserah padamu, Na.”

Hening.

“Iya, Oppa. Aku mau menjadi istri dari Oppa Cullen Dareen.”

Terlihat rona bahagia di wajahnya.

***

Hingga tiba waktunya.

Acara ijab pun digelar dengan penuh kesederhanaan namun tetap hikamat.

Dengan di hadiri keluarga, sahabat dan anak-anak panti asuhan yang sengaja kami undang.

Om Bayu adik dari Om beni yang menjadi wali nikah untuk Yumna.

###

Pesta pernikahan itu enggak selalu harus mewah. Memang, pesta pernikahan itu 1x seumur hidup (Harapan'nya). Namun, tidak menutup kemungkinan, kebahagiaan akan hadir dari do’a-do’a yang tulus dari orang yang pernah kita bantu. Hiduplah dalam kesederhanaan.

Thank’s udah ngikutin alur cerita gue. Tunggu cerita baru dari gue.

 

 

Selalu bersyukur, itu kunci utama dalam menjalani hidup.

      

               **Boezank Jr.**

Izin promo karya ane yang laen, Gan!

Monggo, mampir🙏😁

1
Sulaiman Efendy
WADUHHH,, UDH TAMAT RUPANYA...
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
MAMPUS LO RIL.. MKANYA JDI LAKI2, JGN GOBLOK,, MNTANG2 ISTRI BLM HAMIL, LLU SLINGKUH...
Sulaiman Efendy
PARAH TU NILA,,UDH JDI ISTRI BENI, MSH JUGA MAIN BLAKANG SAMA ARIL. DN ARIL MMG LKI2 BODOH..
Sulaiman Efendy
KN KALIAN BSA CEK KSUBURAN.. KNP SOLUSINYA HRS SELINGKUH. UDH ITU SELINGKUH DGN WANITA BKAS PAKAI..
Sulaiman Efendy
PSTI MANDA BLM HAMIL,, MKANYA SI ARIL SELINGKUH,, BSA JDI NI SI ARIL YG MNDUL..
Sulaiman Efendy
KLO BENGKEL UDH RAME PELANGGAN, KNP GK REKRUT PEKERJA BIAR GK KETETERAN..
Sulaiman Efendy
WAHHH SI ARIL SELINGKUH NI KYKNYA
Sulaiman Efendy
DINASEHATKN AWALNYA SJA SADAR, SKRG MLH MKIN PARAH..
Sulaiman Efendy
LBH BAGUS LO SELIDIKI, ATAU LO CHAT SI NILA..
Sulaiman Efendy
SEBESAR APA GAJI BENI DI PRUSAHAAN PAPA DAREEN, HINGGA BSA BLANJAIIN NILA BRG2 BRANDED, JGN2 KORUPSI TU SI BENI
Sulaiman Efendy
DI BLANJAIIN BENI, WAJAR BRANDED..
Sulaiman Efendy
BISA JDI MMG ANAK BENI, DN SI BENI SELINGKUH SAMA NILA..
Sulaiman Efendy
JGN2 YUMNA ANAK SI BENI...
Sulaiman Efendy
YA AMPUN NILA, UDH DI NASEHATI DAREEN. MSH AZA BRHUBUNGN DGN SI BENI..
Sulaiman Efendy
WAAHHH DARI TANTE2, MBAK2, SEBAYA, DN ABG, SUKA MA DAREEN..
Evi
thoor hubungan Aril sama nila bagai mana,. itu si nila hamil ank siapa bpk nya???
jd penasaran aq thoor
abdan syakura
Assalamu'alaikum kak Darren..
salken....
Kuy.....nyimak nih...😊🤝👍💪
Dareen: waalaikum salam, ..
terima kasih udh singgah di novel saya, Kak 🙏
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
dapet brondong nih🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Katanya Nila ini seumuran dgn Ariel iya,berarti tua Nila iya sama Darren..😅😅
Dareen: iya 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!