Dear Viona,
Terima kasih, karena telah memberikan warna-warni kehidupan disisa waktuku.
Terima kasih, karena telah mencintaiku dengan tulus.
Mencintaimu adalah hal terindah yang pernah kurasakan.
Bersamamu, kurasakan seperti seorang yang paling sempurna. Memiliki segalanya, dirimu dan cintamu.
Berjanjilah, untuk tidak menangisi kepergianku!
Karena aku selalu ada didekatmu, menjagamu, memelukmu, lewat penglihatan yang kutitipkan padamu.
I Love You, Sasha....
Salam,
Galang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Dreamers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
VhieDjar 32
Drreettt...
Drreettt...
Drreettt...
Dering ponsel berbunyi saat si empunya sedang berkutat dengan laptopnya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Dosen kepadanya.
Dengan malas Sasha mengambil ponsel yang ia letakan sembarang diatas ranjang.
Sasha mengernyitkan dahinya saat melihat ponselnya.
"Nomor baru... Siapa ya?" Monolog Sasha.
Ia segera menekan tombol berwarna hijau pada ponselnya.
"Hallo!" Sapa Sasha pada seseorang diserang telpon.
Namun Sasha tidak mendengar seseorang berbicara dibalik telponnya.
"Hallo! Siapa ya?" Tanya Sasha
"kok, diam aja?" Tanya Sasha lagi, namun tetap saja tidak ada yang berbicara disebrang sana.
Sasha mulai kesal, ia menarik nafas dalam lalu menghembuskannya.
"Jangan iseng deh... Kalau gak mau ngomong gak usah telpon!" Sasha lalu mematikan sambungan telponnya dengan kesal.
Ia menyimpan ponselnya diatas meja. Lalu ia melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda gara-gara telpon dari orang iseng.
Beberapa saat kemudian ponsel Sasha berdering kembali. Sasha mendengus kesal karena ia berfikir telpon itu dari orang yang sedang ingin mengerjainya. Tanpa melihat siapa yang menelponnya terlebih dulu, ia langsung menekan tombol berwarna hijau lalu menempelkan ponselnya ketelinganya dengan kesal.
"Gak usah iseng deh jadi orang!" Ucap Sasha pada seseorang disebrang telponnya dengan kesal.
"Iseng? Maksud kamu apa, Sha?" Terdengar suara seorang lelaki menyahuti Sasha dari sebrang telpon.
Sasha sontak membulatkan bola matanya, saat mendengar suara lelaki yang dikenalnya. Ia lalu melihat ponselnya untuk memastikan siapa yang sedang menelponnya.
"Eh, maaf Kak. Aku kira tadi orang iseng yang nelpon aku." Ucap Sasha pada Galang disebrang telponnya.
"Emang siapa yang udah berani ngisengin kamu?" Tanya Galang disebrang telpon.
"Gak tau kak, barusan ada nomor baru yang nelpon aku. Pas udah aku angkat telponnya, eh dia malah gak bicara." Ucap Sasha menceritakan kejadian sebelumnya pada Galang.
"Pantesan pas nerima telpon Kakak, kamu langsung marah-marah!" Ucap Galang disebrang telpon sambil tertawa.
"Salah kamu sih... Jadi cewek cantik banget, jadi banyak fans nya!" Ucap Galang lagi.
Sasha merasa bersalah karena langsung marah-marah tanpa melihat dulu siapa yang menghubunginya.
"Iya, maaf! Aku kira orang iseng tadi." jawab Sasha sambil tersenyum.
"Lain kali kalau ada nomor tidak dikenal menghubungi kamu lagi, sebaiknya gak usah kamu angkat ya! Takutnya itu dari orang iseng lagi yang mau neror kamu." Ucap Galang disebrang telpon.
Walau tidak terlihat, namun Sasha bisa merasakan bahwa pria ini sedang mengkhawatirkannya.
"Oh, iya... Kakak nelpon ada apa?" Tanya Sasha.
"Emang kalau aku mau nelpon, harus ada apa-apa dulu ya Sha?" Bukannya menjawab, Galang malah balik bertanya pada Sasha.
"Eh, ng-gak gitu maksud aku. Itu..." Sasha belum selesai berbicara langsung dipotong oleh suara Galang tengah menertawakannya dibalik telponnya.
"Kenapa gugup gitu jawabnya? Kalau kamu disini, aku pasti bakal cubit kedua pipi kamu deh..." Ucap Galang sambil terkekeh.
"Jangan dicubit dong... Sakit tau!" Seru Sasha seraya refleks tangannya mengusap pipinya yang gembul, membayangkan pipinya dicubit Galang dengan gemas.
Sontak Galang tertawa disebrang telponnya, mendengar ucapan Sasha. Ia membayangkan pasti Sasha terlihat lucu saat ini.
"Kalau gitu, kamu maunya diapain?" Tanya Galang.
"Aku cium mau gak?" Ucap Galang menggoda Sasha.
Wajah Sasha bersemu merah saat mendengar ucapan Galang. Untung saat ini ia bicara lewat sambungan telpon, jadi Galang tidak bisa melihat perubahan pada wajahnya.
"Ih apaan sih, Kak Galang mesum deh!" Ucap Sasha.
Sasha mendengar kekehan dari Galang di telinganya.
"Kamu lagi ngapain sekarang?" Tanya Galang
"Lagi ngerjain skripsi, tapi susah! Dari tadi belum kelar." Jawab Sasha sambil mengkerucutkan bibirnya.
"Besok Kakak bantuin deh... Mau gak?" Ucap Galang
"Beneran Kak?" Tanya Sasha.
"Iya... Ya sudah, sekarang kamu tidur gih. Ini udah jam sepuluh lewat." Ucap Galang.
Sasha menganggukan kepalanya seolah Galang dapat melihatnya.
"Good night, Sasha sayang!" Ucap Galang saat akan mengakhiri sambungan telponnya.
"Good Night, Kak!" Balas Sasha. Lalu sambungan telpon pun terputus dari sebrang.
Sasha meletakan ponselnya diatas meja. Sebelum ia tidur, Sasha melihat laptopnya kembali untuk menyimpan tugas skripsi yang sudah sebagian ia kerjakan.
Setelah Foldernya skripsinya tersimpan dilaptopnya, Sasha kemudian membuka akun Instagram nya yang sudah beberapa hari ini tidak ia buka.
"Siapa nih yang Follow aku, kok gak ada profilnya?"
Sasha memfollback akun bernama Pengagum Rahasia.
Beberapa saat kemudian ada sebuah chat masuk. Sasha mengernyitkan dahinya saat melihat siapa yang mengirim pesan untuknya.
"*Hai... Salam kenal ya, Trisha_Lovhie 😊" ~Pengagum Rahasia
"Ya, salam kenal juga." ~Trisha_Lovhie
"Sudah malam, kenapa belum tidur?" ~Pengagum Rahasia
"Ini baru mau tidur. Udah dulu ya... Bye!" ~Trisha_Lovhie
"Good Night, Lovhie..."~Pengagum Rahasia*
Deg
Jantung Sasha berdegup kencang saat membaca pesan terakhir yang dikirim dari orang yang tidak dikenalnya. Ia teringat kembali pada sosok pemuda yang selalu Sasha rindukan selama ini.
"Mengapa dia harus memanggil nama belakangku? Dia tidak berhak memanggilku dengan nama itu!" Gumam Sasha.
"*Jangan panggil Lovhie!"~Trisha_Lovhie
"Kenapa tidak boleh?"~Pengagum Rahasia
"Pokoknya tidak boleh! Bye." ~ Trisha_Lovhie*
Setelah mengirim pesan itu, Sasha segera Offline dari Instagramnya. Kemudian menutup dan menyimpan laptopnya diatas meja. Setelah Itu, Sasha merebahkan tubuhnya diatas kasur lalu memejamkan matanya.
*
*
*
*
*
**Maaf Typo masih bertebaran disini😂
Semoga suka dengan cerita kali ini ya.
Jangan lupa kasih jejak setelah membaca. Like, coment, Vote, dan kasih Love juga buat VhieDjar ya 😊
Semoga Bab ini tembus 15 Like 😇**
tapi galang sedikit obsesi sama viona alias shasha..bukan karna galang cinta..karna klo dia cinta pasti akan bertanya gimana perasaan wanitanya..bukan dengan egoisnya bilang nggak mau di tinggalin dan nggak membiarkan wanitanya memilih siapa yang sebenarnya ada di hati wanitanya..