NovelToon NovelToon
ELEANOR

ELEANOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Percintaan Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Haruskah cinta dan pernikahan yang diberikan sahabatnya, ia kembalikan?

Ini gila!
cinta dan pernikahan yang Elea jaga untuk Radjendra dan demi amanah yang diberikan sahabatnya, Erika. justru malah dihancurkan oleh Erika sendiri.

Apa yang harus Elea lakukan?
Haruskah ia kembalikan cinta dan pernikahan itu?
Atau ia harus mempertahankannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendadak akur.

"Bi Halim!" panggil Rajendra dengan kesalnya suaranya menggema dikamar itu, ia hampir menaklukan istrinya malah diganggu.

"Maaf, tuan. Ada nyonya Arimbi datang," ucap Bi Halim segera sebelum amarah Rajendra meledak.

"Mamah," gumam Rajendra dengan muka penuh tanya, tak biasanya ibunya datang pada malam hari.

"Ada apa mamah kemari?" gumamnya bertanya pada dirinya sendiri.

Rajendra yang tengah termenung, dimanfaatkan oleh Elea untuk melepaskan diri. Ia hempaskan tangan suaminya, kemudia ia dorong dadanya hingga lelaki itu jatuh ke bawah ranjang.

"Ah," ringis Rajendra bergerak menyentuh pinggangnya yang sakit, "Ele!" makin geram Rajendra pada wanita yang menjadi istrinya itu.

Elea segera berdiri, ia pun mendekati bi Halim dan mengajaknya pergi. Ia mendekatkan bibirnya sembari mengatakan sesuatu yang makin menambah kegeraman Rajendra.

"Kita biarkan saja pria itu, biar sakit pinggang sekalian. Ayo bi!" ujar Elea menyumpahi suaminya, mereka berjalan meninggalkan Rajendra yang kesakitan sendirian.

"Jahat banget kamu, Ele. Aku ini suami kamu, ingat!" balas Rajendra yang segera bangun dan duduk dibawah ranjang, tatapannya mengarah pada istri dan bibi pengasuhnya yang memunggunginya kian menjauh.

^

Sedangkan diruang keluarga ada bu Arimbi yang mengasuh cucu kembarnya, ia tersenyum melihat mereka yang langsung senang kembali kerumah orang tuanya. Sudah cukup lama mereka tinggal bersamanya, kini saatnya mereka kembali pulang. Tak hanya itu mereka punya tugas masing-masing dalam rumah ini.

"Inget ya, apa yang dikatakan oma. Kalian harus membuat papah dan mamah kalian akur dan juga ...." ucap bu Arimbi memutuskan kalimatnya.

"Buat mamah sama papah bikin adek," jawab si kembar bersamaan, lalu mereka terkikik geli mendengar perkataan mereka sendiri.

Mereka sangat dekat dengan keluarga Rajendra, duo centil itu selalu menghibur mereka dengan tawa canda renyah mereka. Bahkan mereka sudah terkenal dikeluarga bu Arimbi saking mudahnya mereka bergaul dan beradaptasi dengan keluarga yang lainnya.

"Tahu kan caranya?" tanya ibu Rajendra itu kembali mengutarakan niatnya untuk menyatukan anak dan menantunya, agar mereka secepatnya diberikan anak laki-laki.

Mereka mengangguk, "Iya, oma. Nanti kami akan buat mamah sama papah bobo bareng yang rajin, biar cepet punya adek," jawab mereka dengan bersamaan lagi.

Bu Arimbi tersenyum penuh makna, ia yakin dengan adanya si kembar rumah tangga putranya kembali mesra. Ia tahu betul drama-drama yang mereka lakukan, meski begitu sebagai mertua ia justru menutupinya demi citra putranya.

Sekarang masalahnya adalah kehadiran Erika, wanita yang menjadi parasit dikeluarga anaknya itu benar-benar membuatnya geram. Ia bahkan sudah menemuinya tadi siang, namun apa. Gadis penyakitan itu tak mau mundur dengan alasan apapun.

 Flashback ...

Siang tadi ia datang ke rumah gadis itu, rumah yang tak jauh dari tempat tinggal anak dan menantunya tersebut. Ia sudah menyuruh seseorang mencari tahu tentang Erika, hingga ia menemukan rumah tersebut yang menjadi saksi perselingkuhan mereka.

Dia mengetuk pintunya, menghela nafas siap untuk berkata banyak untuk membungkam gadis itu.

Tok tok tok

Kembali ia mengetuk pintu setelah dirasa belum ada sahutan sama sekali.

"Iya, siapa?" sahutan dari dalam terdengar.

Klek

Pintu terbuka menampakkan Erika yang membuka pintu tersebut, ia membulatkan matanya melihat ibu kekasihnya berdiri didepan rumahnya. Tapi bibirnya tersenyum, memikirkan apa yang akan ia rencanakan.

"Tante, apa kabar?" sapa Erika hendak menyalaminya, namun ibu Rajendra itu langsung masuk ke dalam rumahnya. Beliau mengabaikan salam yang menyambutnya dengan hangat, ia sudah tak peduli dengan sikap dari Erika sejak tahu siapa dirinya.

"Aku tak akan basa-basi, kedatanganku kemari adalah—" ucapan bu Arimbi terhenti saat Erika menyelanya tanpa sopan.

"Untuk membicarakan hubunganku dengan Rajendra, iya kan tante?" sambung Erika dengan yakin.

Bu Arimbi membalikkan badan melihat mantan calon menantunya itu, calon yang dipilih putranya untuk menjadi istrinya. Namun semua itu gagal karena Erika yang sakit, ia juga malah menjodohkan putranya dengan gadis yatim piatu yang tak ia kenal sama sekali.

Ibu Rajendra itu mengangkat sudut bibirnya, "Benar, jadi aku minta. Jangan dekati putraku lagi!"

Mata Erika kembali membulat, "Kenapa begitu, Tante? Kami masih saling mencintai, tante tak bisa memisahkan aku dengannya."

"Apalagi sekarang aku sudah sembuh, aku pastikan akan menjadi istri Rajendra yang terbaik sesuai dengan keinginan tante," jelas Erika memprotes.

"Sudah terlambat!" bungkam bu Arimbi dengan tegas.

"Karena ulahmu aku harus punya menantu miskin dan yatim piatu seperti Elea. Walau begitu menantu yang kau pilihkan sangat patuh dan berguna juga, jadi sekarang kau sudah tak bisa lagi masuk ke dalam rumah anakku. Aku tak butuh menantu penyakitan sepertimu," ujar Bu Arimbi lagi namun kali ini dengan nada meremehkan, ia tersenyum picik.

Erika mengepalkan kedua tangannya, hanya satu jalan yang bisa ia lakukan sekarang. Ia yakin ibu Rajendra itu sudah tahu berapa lama ia berhubungan dengan anaknya dan bagaimana mereka berpacaran.

"Aku tak bisa, Jendra sudah menyentuhku. Jika aku hamil, berarti ini adalah cucu tante," ujar Erika menyentuh perut bawahnya.

Bu Arimbi membelalak, ia tak menduga anaknya sudah sejauh itu melakukan hubungan dengan Erika. Ia pikir semua itu belum terjadi, artinya sekarang ia akan punya cucu haram dari Erika.

Wanita paruh baya itu menggenggam tas jinjingnya dengan kuat, helaan nafas berat menjadi tanda kemarahannya. Ia harus melakukan sesuatu sebelum sebuah kekacauan terjadi, siapa yang mau punya cucu haram?

Dia adalah orang kaya yang terhormat, bagaiman nama baiknya nanti kalau ia akhirnya punya cucu haram.

"Tante ingin cucu laki-laki kan, akan aku usahakan anak kami laki-laki sesuai keinginan tante," lanjut Erika, memberikan janji manis yang bahkan belum tentu terjadi.

"Kau benar-benar menjijikan!" geram bu Arimbi menatap tajam Erika yang tersenyum mengelus perutnya yang rata.

Ia melangkah kakinya untuk pergi, kala melewati Erika ia senggol kasar bahu wanita muda itu. Bu Arimbi sudah kepalang pusing sekarang, jika benar apa yang dikatakan Erika maka putranya sudah mirip dengan ayahnya.

Padahal ia sudah mewanti-wanti agar Rajendra tak seperti ayahnya, kini ia harus merencanakan sesuatu untuk menghalau kejadia yang tak diinginkan.

"Elea harus segera hamil," benak bu Arimbi menemukan ide yang menurutnya terbaik, demi masa depan keluarganya yang terhormat yang tak boleh ada cucu haram didalam keluarganya.

Kembali ke masa kini ...

Elea datang menghampiri ibu mertuanya bersama bi Halim, dua anak kembarnya tak bisa untuk tidak memeluk ibunya. Dengan comel keduanya menyapa ibunya, bersamaan mereka pun mencium pipi ibunya dengan kakaknya yang kiri dan adiknya yang bagian kanan.

Ibu dua anak itu hanya diam mendapatkan pelukan dan ciuman hangat dari kedua putrinya, ia merentangkan kedua tangannya memeluk kedua malaikat kecilnya.

Aliza dan Eliza nama mereka, yang Rajendra berikan dengan nama belakang keluarga kusuma.

"Mana anaknya papa yang cantik-cantik itu?" suara Rajendra datang dan berbaur dengan mereka.

Sontak si kembar berlari pada sang ayah, "Papa!"

Mereka memeluk sang papa yang sudah berlutut menyambut mereka, cipika-cipiki pun terjadi antara ayah dan dua anaknya itu.

Elea yang berlutut tadi pun langsung berdiri dengan muka masam, mendengar suara Rajendra yang membuat mual perutnya itu.

Elea membalikkan badannya kemudian duduk dikursi yang tak jauh darinya, "Bibi bawakan minuman untuk mamah," titah Elea pada bi Halim.

"Tidak perlu, mamah hanya ingin mengantarkan mereka saja. Si kembar sudah kangen sama orang tuanya, juga mamah harus pergi ke rumah sakit besok," ucap bu Arimbi dengan nada lemah dan lembut, membumbuinya dengan memijit pelipisnya agar merak khawatir padanya.

"Mamah sakit?" tanya Rajendra mengerutkan keningnya.

"Iya, pa. Oma sering sakit kepala, aku dan adek sering jagain oma kalau tante Raisa pergi," Aliza yang menjawabnya dengan mata berkaca, sementara Eliza langsung menganggukkan kepalanya cepat.

"Apa mamah mau aku antar ke rumah sakit?" tawar Elea, memberikan perhatiannya pada ibu dari suaminya.

"Gak usah, tapi kalau kalian mau ...." bu Arimbi menghela nafas lelah, "kasih mamah cucu laki-laki."

Elea dan Rajendra saling tatap sejenak, itulah yang selalu dibicarakan oleh ibunya. Cucu laki-laki terus dan itu membuat Elea merasa tertuntut, oleh keinginan ibu mertuanya yang sudah lama itu.

Rajendra mendekati Elea dan duduk disampingnya, disusul oleh si kembar yang tak mau jauh dari sang papa. Pria matang itu menggenggam tangan istrinya, ia menciumnya dengan penuh jiwa.

Elea hanya diam membiarkannya, ia tak bisa menolaknya jika didepan ibu mertuanya. Karena mereka harus terlihat harmonis, juga jadi pasangan yang romantis.

"Akan kami usaha kan, mah. Tadi pun hampir saja kita bikin, namun karena mamah datang jadi ...." Rajendra tersenyum malu-malu, "Mamah paham kan maksud aku."

Ekor mata Elea menatap pria disebelahnya, hampir katanya. Ia kesal melihat sikap mesum suaminya, memang hampir tapi gagal juga.

Bu Arimbi tersenyum, ia melihat kancing atas menantunya yang terbuka. Disana jelas ada tanda cap merah, siapa lagi pelakunya selain putranya itu.

"Mamah paham, juga percaya. Kalian pasti bisa memberikannya untuk mamah, siapa lagi selain kalian yang bisa memberikan mamah cucu. Raisa saja gak mau menikah lagi," ujar bu Arimbi yang merasa bersyukur dimulut namun ia yakin itu palsu, Rajendra kan sudah lama tak menyentuh Elea.

Jadi ia yakin itu hanya lipstik murahan yang dipoleskan disana.

Elea hanya tersenyum paksa mendengar perbincangan ibu dan anak itu, apalagi si Rajendra. Pria gila itu benar-benar membuatnya kesal setengah mati sekarang.

"Pa, nanti bikin adek yang banyak ya. El mau momong ade nanti," comel Eliza tersenyum pada sang papa.

"Papa sama mamah harus rajin bikinya," celetuk si kakak, yang membuat Elea membulatkan matanya dan melirik anak sulungnya.

"Tahu dari mana anak itu, soal begituan?" benak Elea.

"Apa?! Kudu rajin😅," othor juga ikut terkejut Aliza.

1
Erda Erda
jangan pisah lah semoga
Erda Erda
galau kalau pisah apa kah bisa baca
Dew666
❤️‍🩹🏆
Erda Erda
kejar cinta isteri sampai dapat demi anak hilang kan ego mu ..😍
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
🌀 SãñõõR 💞
mantulll kakak
🌀 SãñõõR 💞
kita simak terus kaka sampe tamat😍👍
🌀 SãñõõR 💞
do'ain aja kak😍
Erda Erda
semoga gk pisah ..
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Erda Erda
apa kah .pisah nantik semoga gk ..kasihan anak ya
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
🌀 SãñõõR 💞
maaf othor telat update, soalnya lupa... 🙏
Erny Su
Aku sampai kesulitan bernapas ingin rasanya ikut tauran dan membantai wanita jalang itu 😄🤣
🌀 SãñõõR 💞: ya ampun 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dew666
🍭🍭🍭🍭
🌀 SãñõõR 💞: makasih
total 1 replies
🌀 SãñõõR 💞
hai juga... makasih kakak Erni😍😍🙏
Erny Su: sama-sama
total 1 replies
Erny Su
Hai aku mampir... semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!