Annisa menerima perjodohan kedua orang tuanya setelah mengetahui jika calon suaminya adalah cinta pertamanya.
Anissa yang awalnya bahagia berubah sedih ketika mengetahui bahwa suaminya sama sekali tidak mencintainya pada malam pertama mereka.
"Aku menikahimu hanya karena terpaksa. Aku telah memiliki seorang kekasih. Kami telah menjalin hubungan lebih dari 6 tahun. Jadi aku ingatkan, jangan berharap aku akan memberikan hak kamu sebagai istri."
Annisa memegang dadanya yang terasa sesak mendengar ucapan Farhan yang menusuk hatinya. Annisa mengira dia akan bahagia karena menikah dengan cinta pertamanya, tapi semua itu berubah setelah pernyataan yang membuat Anissa sadar. Bahwa dirinya tidaklah dicintai.
"Aku akan terus bersabar, bahkan sampai kesabaran itu sendiri merasa lelah dengan diriku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Tiga Puluh. NTC.
Pagi hari setelah melaksanakan solat berjamaah, Farhan kembali tidur. Annisa langsung menuju dapur untuk membuat sarapan.
Tadi Farhan minta dimasakan soto Padang buat sarapan. Untung semua bahan yang dibutuhkan tersedia di kulkas. Annisa di bantu bibi memasak soto Padang-nya.
Jam tujuh semua selesai dihidangkan. Annisa masuk ke kamar. Farhan minta Annisa membangunkan setelah wanita selesai masak.
"Kak Farhan, bangun." Annisa mengguncang pelan tubuh Farhan.
Beberapa Annisa melakukan hal yang sama, barulah Farhan membuka matanya. Saat melihat Annisa, pria itu langsung tersenyum.
"Selamat Pagi, Sayang," ucap Farhan. Annisa yang mendengar panggilan sayang dari Farhan menjadi kaget dan memandangi suaminya dengan intens. Farhan tersenyum melihat wajah Annisa yang keheranan.
"Kenapa? Apa aku nggak boleh panggil sayang?" tanya Farhan.
"Kaget aja. Bangun tidur, tiba-tiba dipanggil Sayang. Aku kira Kak Farhan ngigau."
Farhan memeluk pinggang Annisa merapatkan tubuh istrinya itu. Farhan makin menarik pinggang istrinya hingga akhirnya Annisa terjatuh di atas tubuh Farhan. Pria itu tidak membuang kesempatan, dia langsung memeluk erat tubuh Annisa agar istrinya itu tidak pergi.
"Nissa, mungkin terlalu cepat jika aku meminta ini padamu. Aku tau kamu belum sepenuhnya percaya denganku."
"Kak Farhan, mau apa?"
"Apa kamu telah siap memberikan hak aku sebagai suami."
"Maksud kak Farhan?"
"Aku ingin memberikan nafkah batin untukmu. Apakah kamu telah siap?"
"Pagi ini?" tanya Annisa.
"Kapan kamu siap saja. Aku tidak akan memaksanya."
"Aku siap kapan saja, Kak," gumam Annisa, namun suaranya masih dapat didengar Farhan. Pria itu tersenyum dan mengecup bibir istrinya itu.
Mungkin orang yang hanya melihat dari luar saja, akan mengatakan aku bodoh karena terlalu cepat percaya dengan suamiku ini. Namun, apakah mereka tahu, inilah caraku agar dia bisa melupakan kekasihnya. Mungkin dengan kami semakin dekat, akan membuat dirinya makin terikat dan mencintai diriku. Aku serahkan semuanya pada Tuhan. Jika nanti akhirnya aku akan kecewa lagi karena kak Farhan membohongi diriku, mungkin memang takdirku begini.
Farhan membalikkan badannya sehingga kini Annisa berada dibawah kukungannya. Farhan mengecup seluruh bagian di wajah Annisa.
Ciuman Farhan perlahan turun ke lehernya. Farhan mengecup dan menggigit kecil leher Annisa membuat wanita itu mengeluarkan suara de*sa*han.
"Boleh aku membuka bajumu," ucap Farhan. Annisa hanya mengangguk sebagai jawaban.
Farhan dengan perlahan membuka satu persatu kancing baju Annisa. Sehingga terpampanglah pemandangan indah berupa dua gunung kembar, walau masih ditutupi kain.
Satu persatu Farhan melecuti kain yang melekat di tubuh Annisa. Setelah Annisa dalam keadaan polos, Farhan membuka kain ditubuhnya hingga tidak tersisa.
Annisa menutup bagian inti tubuhnya dengan kedua tangan. Farhan tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
Farhan menatap tanpa kedip keindahan dari tubuh istrinya. Baru pertama kali Farhan melihat tubuh polos wanita. Bagi keduanya ini pertama kalinya mereka akan melakukan hubungan badan.
Farhan mengecup seluruh bagian tubuh istrinya itu, hingga banyak meningalkan jejak. Setelah merasa cukup dengan pemanasan yang dilakukan Farhan ingin keintinya.
"Nissa,apakah kamu telah siap?" tanya Farhan.
"Iya, Kak," lirih Annisa.
"Kata orang dan juga menurut yang aku baca, pertama kali melakukan akan terasa sakit. Aku harap kamu menahannya sedikit. Namun, jika emang kamu nggak kuat, jujur saja. Kita bisa menundanya."
Farhan kembali mengecup bibir Annisa untuk memberikan rasa nyaman pada istrinya itu. Sebenarnya Farhan juga merasa gugup, karena ini juga yang pertama baginya.
Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan, atau mempersilakan. Yang pertama adalah keberanian, yang kedua adalah pengorbanan.(Salim A. Fillah).Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melebihkan cintanya padamu, agar bertambah kekuatanku untuk lebih mencintaimu.
...****************...
Bersambung
Mampir juga ke novel teman mama ya.