DENDAM BERSELIMUT TAWA
Bagaimana jika pemuda paling santai di desa ternyata adalah pewaris takhta yang seharusnya sudah mati?
Namanya Raka. Hidupnya sederhana, hobinya bercanda, dan ia paling tidak suka berurusan dengan masalah orang lain. Baginya, hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan memikirkan hal-hal yang merepotkan.
Namun, kematian seseorang yang telah membesarkannya mengubah segalanya.
Perjalanan untuk mengungkap kebenaran justru menyeret Raka ke dalam rahasia kelam kerajaan Sangkara—sebuah kerajaan yang kini dipimpin oleh raja yang dicintai rakyatnya, tetapi menyimpan dosa berdarah di balik mahkotanya.
Raka tidak tahu bahwa masa lalu yang selama ini tersembunyi perlahan sedang mengejarnya.
Terlebih lagi, di balik senyumnya yang jahil, tersimpan kekuatan misterius dalam kedua matanya: merah seperti kegelapan yang menuntut balas, dan biru seperti cahaya yang melindungi.
Bersama Kirana, sahabat masa kecilnya yang memiliki sihir bayangan langka, Raka harus menghadapi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
"Bagaimana...?" tanya Kirana.
"masih hidup, hanya tak sadarkan diri. sepertinya kehabisan energi"
ternyata setelah berhasil membuka sel, mereka menemukan pria muda terbaring lemas tak sadarkan diri.
Ke duanya tak terlalu lama berdiam di istana lembah hantu, dengan kemampuan pendeteksi Raka.
Mereka dapat menemukan pusat harta di tempat itu.
"Rana, inikan bukan jalan kita masuk tadi" tanya Raka di perjalanan keluar dari lembah hantu.
"untuk antisipasi, kau terlalu menarik perhatian saat bertarung. untuk menghindari masalah lebih baik kita memutar."
walau tak ingat dengan pertarungannya, tapi melihat kerusakan yang di timbulkan.
Raka tak protes, mereka berhasil keluar saat matahari mulai terbit.
Perjalanan yang sebelumnya di tempuh hanya dalam 5 jam harus mereka tempuh 3 kali lipatnya.
"duduk dulu"
Raka membantu pria yang mereka bawa untuk duduk.
"di mana ini" ungkap pria itu sedikit was was.
"tenang, kamu sudah aman, kami.".
Belum sempat mengatakan semuanya, kirana sudah menyela dari kusir.
"kami, menemukanmu di pinggir lembah hantu. Kau terbaring tak sadarkan diri" ucap Kirana.
Pria itu membetulkan duduknya sambil memegang kepalanya.
Perlahan ingatan pria itu mulai tersusun kembali.
"sebenarnya ada apa, kenapa kau bisa ada di sana..?" tanya Kirana.
pria itu perlahan menceritakan semuanya sambil memakan makanan yang di berikan oleh Raka.
Ia mengatakan kalau dia sebenarnya pedagang, yang mengambil jalan di dekat lembah hantu untuk memotong jalan.
Waktu itu ia pikir semua yang tersebar tentang lembah hantu hanya mitos, karena itu bukan pertama kali ia melewati tempat itu dan sebelumnya aman.
Namun siapa sangka, saat itu tiba tiba keretanya berhenti mendadak.
Kuda kuda yang menarik kereta bergetar tak berani bergerak.
Sebagai pemilik, dia bertanya kepada kusir dan para bawahan yang ia sewa sebagai pengawal.
Namun ia tak mendengar jawaban apapun.
Saat ia keluar kereta, tenyata keretanya sudah di kepung oleh parah hantu.
pengawal yang ia sewa dengan mahal ternyata sudah melarikan diri terlebih dahulu tanpa sepengetahuannya.
Tentu ia juga bukan manusia biasa, sempat melawan para hantu.
Tapi kekuatannya tak cukup, puluhan hantu itu mampu mengalahkannya dan membawanya ke suatu tempat.
Setelah itu, ia hanya mengingat kalau ia di kurung di sel tanpa di beri makan.
Bertahan hidup hanya mengandalkan energi sihir yang perlahan di gunakan memenuhi nutrisi tubuh.
Dengan bantuan pedagang itu, mereka memilih pergi ke kota dekat hutan.
Kebetulan sebagai pedagang yang sering ke kota ini, ia memiliki satu rumah di sana.
Kirana hanya mengikuti, raka lah yang sedari tadi berbincang lebih dalam dengan pedangan itu.
"pilihlah kamar, di sini hanya kita yang menempati" ucap damar.
"terima kasih, kalok begitu aku gak akan sungkan" jawab Raka dengan senyum ramahnya.
Kirana hanya mengikuti langkah Raka.
"ada apa, kenapa kau membohonginya" tanya Raka lewat transmisi suara.
"untuk jaga jaga, lagi pula mau mengatakan kita menemukannya di dalam istana lembah hantu atau di pinggir hutan lembah hantu tak akan begitu berpengaruh untuknya. malah jika kita terlalu jujur, itu bisa menimbulkan masalah."
"masalah... Masalah apa..?"
"apa kau tak menyadari ada yang aneh di pinggir hutan lembah hantu...?"
Raka terdiam, ia duduk di atas kasurnya sambil berfikir.
"aneh ap" belum selesai ia mengungkapkan semuanya.
Kirana sudah memberikan mulut Raka.
"gunakan transmisi suara."
Raka mengangguk.
"memang ada apa...?"
"tadi sewaktu aku mengendarai kereta kuda, aku sempat melihat banyak jejak kereta kuda yang mengarah ke arah lembah hantu, jika tidak salah. Kemungkinan mereka tertarik dengan fenomena yang kau ciptakan"