NovelToon NovelToon
SAAT BAHAGIA BERSAMAMU

SAAT BAHAGIA BERSAMAMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Kholifah NH2

Marsya Arcelia Dealova, gadis cantik mahasiswi tingkat akhir yang dijodohkan dengan laki-laki pilihan dua keluarga.
Yang mana, calon suaminya itu adalah sahabat dari pacarnya.

Bagaimana Marsya akan menjani pernikahan itu? Mampukah dia berdiri diantara dua laki-laki, suami dan pacarnya?

Selamat datang di cerita ketiga ku, doain ya semoga cerita ini nggak gantung seperti yang udah udah😄
Dukung aku yaa

Selamat membaca~~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah NH2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Day One Married

Kedua telapak tangan Marsya mendadak berkeringat, dia gugup, jantungnya turut berdetak kencang sebab beberapa menit lagi sang ayah akan membawanya menuju altar untuk melakukan serangkaian upacara pernikahan.

Klek, pintu ruangan terlihat dibuka oleh seseorang. Dengan setelan jas rapih, Hendry tersenyum haru melihat puteri satu-satunya yang dia cintai terlihat begitu cantik dengan balutan gaun yang dipakainya. Satu tetes air mata Hendry jatuh saat Marsya menyambut uluran tangannya dengan senyum termanis yang dia punya. Ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidup Hendry, mengantar puterinya itu menuju pelaminan.

Dua pintu besar mulai terbuka, dengan perlahan, Hendry membawa Marsya berjalan diatas karpet yang sudah terbentang panjang sampai altar, karpet yang akan membawanya mengantarkan puteri tercinta kepada laki-laki yang akan mengambil alih tanggung-jawabnya sebagai seorang ayah.

Tatapan haru para tamu serta tepuk tangan mengiringi langkah mereka. Ya, segelintir tamu undangan turut merayakan, hanya sedikit, tidak sampai tiga puluh orang yang merupakan keluarga dan kolega bisnis terdekat kedua orang tua mereka, hanya itu. Bahkan keduanya tidak mengundang para sahabat seperti Bella dan Leo, mereka sudah sepakat merahasiakan pernikahan untuk sementara waktu.

Rangkaian demi rangkaian prosesi upacara pernikahan berlangsung khidmat. Dari pembukaan, pembacaan kitab suci, pertanyaan mengenai kesiapan hati kedua mempelai, pengucapan janji setia dan pemasangan cincin, semuanya berjalan lancar dan membuat haru semua tamu undangan. Akhir dari upacara itu, keduanya melakukan simbolisme dari penyatuan dua jiwa yang baru saja mereka ucapkan. Hari ini, di momen sakral mereka, untuk pertama kalinya Marsya dan Kyle berciuman. Ciuman yang berlangsung beberapa detik itu sanggup membuat wajahnya panas dan memerah. Ditambah suara meriah dari tepuk tangan para tamu membuat Marsya ingin menghilang saat itu juga, malu sekali rasanya.

Beberapa jam sudah berlalu, seluruh keluarga besar berkumpul dan berpesta setelah acara pernikahan. Ber-karaoke, menikmati berbagai macam hidangan, bermain bahkan berbincang, semua merayakannya dengan asik dan gembira. Sementara Marsya dan Kyle, keduanya masih bersiap didalam kamar, berganti pakaian dan riasan.

Dengan dress berwarna merah muda, Marsya mengubah gaya rambutnya dengan pita dibagian atas dan terurai dengan gelombang dibagian bawahnya. Kyle, yang kini sudah menjadi suaminya, turut membantu persiapan Marsya sejak awal, menyisir, mengikat, mencatok dan memberikannya pita. Kyle lakukan semuanya dengan tekun dan antusias, dia senang melakukannya.

Selesai merapihkan peralatan rias milik Marsya, Kyle kembali duduk disampingnya. Kyle menatap Marsya yang hendak mengoles lip balm dibibirnya. Bibir mungil yang tadi hampir membuatnya hilang kendali. Dan sepertinya, mulai sekarang bibir itu akan menjadi favoritenya.

"Sya..." Kyle sedikit berbisik, ibu jarinya mengusap lembut bibir berwarna pink kemerahan itu. Disentuh seperti ini membuat Marsya gugup seketika, dia teringat momen saat berciuman dengan Kyle di altar tadi.

"Mulai sekarang, Erik nggak boleh cium lo lagi, atau sebaliknya"

"Kalo sampai kejadian, bakal gue bales, gue bakal cium lo didepan dia"

Deg, jantung Marsya kembali berdetak kencang. Setiap bisikan Kyle membuat bulu kuduknya merinding seketika. Kalimat-kalimat itu terdengar seperti peringatan yang berbalut ancaman. Marsya membuang nafas panjang, kedua tangannya mencengkram rok dari dress yang dia pakai. Suasana dikamar itu menjadi menegangkan untuknya.

"Gue nggak akan ngelarang lo ketemu sama dia"

"Tapi ingat, nggak boleh ada sentuhan fisik berlebihan. Paham, istriku?" Kyle tersenyum manis, tangannya mengusap kepala Marsya sebelum dia bangkit dan mengulurkan tangannya.

Sambil menggandeng lengan Kyle, Marsya menghampiri seluruh keluarga yang sudah menunggu mereka dihalaman belakang rumah, tempat pesta berlangsung. Dihadapan mereka juga, Marsya dan Kyle berlagak selayaknya pasangan yang berbahagia, keduanya terlihat dekat dan akrab. Bahkan Kyle tidak ragu untuk mencuri kesempatan, beberapa kali Kyle memeluk pinggang Marsya, mengecup singkat pipinya dan menggodanya dengan rayuan kata-kata manis. Niat hati ingin membuat Marsya jatuh cinta padanya, justru sepertinya Kyle sendiri yang lebih dulu jatuh cinta pada istrinya itu.

Selesai acara perayaan, Kyle membawa Marsya pulang kerumahnya, karena mulai malam ini, Marsya akan tinggal bersama Kyle dan keluarganya. Hampir seluruh barang-barang Marsya juga telah dipindahkan kesana sejak siang hari. Sungguh, Hendry dan Vina sangat terburu-buru mengirim Marsya untuk tinggal bersama Kyle, bahkan Marsya tidak lagi diperbolehkan tinggal untuk satu malam saja, membuat Marsya berpikir kedua orang tuanya sudah tidak sabar untuk mengusirnya.

"HAHAHAHA" Kyle tertawa keras, dia senang mendengar Marsya mengeluh dan menggerutu kesal setelah "terusir" dari kamar dan rumahnya sendiri.

"Kamu bisa diem nggak? Puas ya ngetawain aku?"

"Lo lucu, kayak bakal tinggal di kolong jembatan aja. Kan tinggalnya dirumah gue"

"Ya, tapi nggak secepat ini, Kyle? Buru-buru banget pengen aku pergi?"

"Udah ya, kan masih boleh main. Weekend gue temenin lo kesana"

"Iya, okay"

Pukul sepuluh malam, Kyle baru masuk kedalam kamar setelah menyelesaikan tugas kuliah dan sedikit pekerjaan lainnya. Usai membersihkan diri, Kyle menghampiri Marsya yang sudah terlelap ditempat tidurnya. Tertidur sangat lelap dan pulas, terlihat dari selimutnya yang berantakan, bantal dan guling yang berjatuhan ke lantai, serta piyama hijau yang tersingkap tidak karuan. Gaya tidur nya pun berputar seperti baling-baling helikopter. Kyle berkacak pinggang, siapa sangka, gadis yang tampak anggun dan lembut dari luar, memiliki gaya tidur yang unik seperti ini.

Kyle rapihkan semua barang-barang itu pada tempatnya, dia rapihkan juga piyama Marsya lalu dia selimuti tubuh kecilnya. Kyle menghela nafas panjang, sepertinya mulai malam ini, tempat tidurnya akan dikuasai oleh istrinya uniknya ini.

***

Sinar matahari membangunkan Marsya pagi itu, puas sekali rasanya setelah tertidur pulas dengan nyaman tanpa gangguan setelah kemarin mengikuti rangkaian prosesi pernikahan ditambah pesta perayaan yang berlangsung sampai sore hari. Kini seluruh badannya terasa bugar dan fit, rasa lelah juga sudah hilang sepenuhnya. Usai meregangkan otot-ototnya, Marsya dibuat terkejut melihat Kyle tertidur di sofa. Matanya terbelalak, mulutnya yang tercengang langsung dia tutupi dengan tangannya.

"Kyle?! Ya ampun"

Marsya buru-buru bangkit, menghampiri Kyle yang tidur dengan kaki ditekuk. Bagaimana tidak, sofa itu tidak bisa menampung seluruh tubuh Kyle yang tingginya mencapai seratus delapan puluh delapan centi meter. Marsya merasa bersalah, bisa-bisanya dia tidur dengan nyaman sementara sang suami harus bertarung dengan sofa berukuran kecil ini.

"Astaga, jadi dari semalam Kyle tidur disini? Kasihan"

"Kyle..."

"Kyle bangun...pindah ke kasur" Ucap Marsya sambil menggoyang-goyangkan bahu Kyle,

Tidak lama, laki-laki itu bangun sambil mengusap matanya, menatap Marsya dari ujung kepala sampai ujung kaki sebelum duduk dan bersandar.

"Baru bangun?"

"Hehe, iya. Kok kamu tidur di sofa? Kan sempit?"

"Kik kimi tidir di sifi kin simpit" Kyle mengejek dengan menirukan ucapan Marsya, raut wajahnya terlihat malas meladeni istrinya yang hanya senyum-senyum seolah tidak terjadi apa-apa

"Heh, gue udah tidur disamping lo, tapi lo nendang gue terus" Sambung Kyle

"Bohong? Aku tidurnya kalem tau"

"Kalem lo bilang? Tidur lo kayak tarzan"

"Kyle?!!!!"

...••••••...

To be continued guyyssss

Yukk seperti biasaaaa pencet jempolnyaaa biar cerita ini makin berkembang yaaaa

Klik favorite biar gak ketinggalan kelanjutannya💕🥰🥰🥰🥰

1
rayhan dirgantara
belalai apa tu🫪🫪🫪🫪
rayhan dirgantara
hi nma aku rayhan ak suka crrita kmu ka aku kls 4sd ka
Kholifah NH2: anak kelas 4 sd bacanya komik yang lucu lucu aja ya dek, jangan yang ini nanti dimarahin mama🥰
total 1 replies
rayhan dirgantara
jjur krng pjng,bacany cma semenit torrr pjgngin lg dong smngat y😌
rayhan dirgantara
Kelazzzzzz
Tiaraa Kayla
ini kurang ajar si
Tiaraa Kayla
what😰
Tiaraa Kayla
rahasiain pernikahan tp mereka kiss di parkiran,ada yg liat ga th
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!