Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.
Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32 : pasukan penyelamat datang, hati pun ikut tumbang
Suasana di dalam goa semakin mencekam. Suara derap langkah kaki sepatu bot militer berkuda terdengar makin dekat, bergesekan dengan semak-semak kering di luar sana. Jumlah mereka tidak sedikit.
Ara langsung menyergap tubuh Kaisar Yan, mendorongnya pelan agar bersandar ke dinding goa yang paling gelap, sementara dia sendiri pasang badan di depan suaminya itu. Tangan kanannya sudah menggenggam erat sebilah belati karatan hasil jarahan dari ruang tabib tadi.
"Vitamin, tiarap! Jangan sampai napas lu kedengaran!" bisik Ara setajam silet kepada Yuan-er yang sudah pucat pasi di sudut gua.
Kaisar Yan, meskipun pahanya masih terasa nyut-nyutan luar biasa akibat luka tancapan panah yang tadi diobati Ara secara barbar, matanya tidak bisa lepas dari punggung sempit wanita di depannya. Di tengah ancaman maut seperti ini, seorang permaisuri yang seharusnya dilindungi justru berdiri kokoh menjadi perisainya.
"Wanita ini… benar-benar gila. Tapi kenapa jantungku malah makin tidak tahu diri?" batin Kaisar Yan.
Debaran di dadanya makin menggila. Setiap hembusan napas Ara yang memburu, setiap helai rambut Ara yang berantakan, entah kenapa terlihat begitu menawan di matanya yang sedang mabuk asmara. Kaisar Yan resmi jatuh cinta setengah mati. Dia berjanji dalam hati, jika mereka selamat, dia akan memberikan seluruh dunia untuk wanita barbar ini.
"Siapa di dalam?!" sebuah bentakan keras terdengar dari mulut goa.
Obor-obor dinyalakan, menerangi kegelapan. Tiga orang prajurit dengan seragam faksi pemberontak pimpinan Jenderal Lin merangsek masuk dengan pedang terhunus.
"Mampus lu curut, rasakan ini!" Tanpa menunggu diserang, Ara langsung melompat maju dengan gerakan barbar khas preman pasar. Dia menendang selangkangan prajurit pertama hingga bunyinya terdengar ngilu ke seluruh goa, lalu menusukkan belatinya ke pundak prajurit kedua.
Namun, prajurit ketiga berhasil menghindar dan mengayunkan pedangnya tepat ke arah leher Ara.
"Ruo'er, awas!" teriak Kaisar Yan panik setengah mati. Dia memaksakan tubuhnya untuk bangkit, melupakan fakta bahwa pahanya pincang, berniat menangkis pedang itu dengan tubuhnya sendiri. Dia tidak peduli jika kakinya lumpuh sekalipun, yang penting Ara selamat!
CRINGGG!
Sebelum pedang itu mengenai Ara atau Kaisar Yan, sebuah anak panah berbulu hitam melesat cepat dari luar goa, menembus tepat di tenggorokan prajurit ketiga hingga tewas seketika.
"Lindungi Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri! Habisi para pengkhianat!" sebuah teriakan menggelegar memecah keheningan hutan.
Dari arah luar, ratusan prajurit berbaju zirah hitam legam merangsek masuk, membantai sisa-sisa pasukan pemberontak yang mengepung goa. Seorang pria berbadan tegap dengan luka parut di wajahnya langsung berlutut di mulut goa. Itu adalah Jenderal Gao bersama Pasukan Panji Hitam!
"Hamba, Jenderal Gao, terlambat datang menyelamatkan Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri! Mohon ampun atas kelalaian hamba!" serunya lantang dengan penuh kesetiaan.
Melihat bala bantuan datang, Kaisar Yan langsung menghela napas lega. Dia menatap Ara dengan tatapan yang sangat dalam, penuh kehangatan, kelembutan, dan binar-binar cinta yang begitu kentara. Pria itu memegang tangan Ara yang masih memegang belati, lalu berkata dengan nada suara yang sengaja dibikin serak-serak basah ala cowok pelindung di novel romantis.
"Ruo'er... Terima kasih telah melindungiku tadi. Mulai hari ini, jiwaku dan takhtaku adalah milikmu. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi," ucap Kaisar Yan tulus, matanya menatap Ara lurus-lurus, berharap wanita itu akan tersipu malu atau minimal menangis terharu di pelukannya.
Ara? Dia cuma kedip-kedip polos. Mukanya lempeng sedatar papan gilasan baju. Nggak ada baper-bapernya sama sekali.
Ara malah menarik tangannya dengan kasar dari genggaman Kaisar Yan, lalu mengelap keringat di dahinya pakai lengan baju yang robek.
"Oh, syukurlah pasukan lu dateng, Yan. Pegel banget betis gua dari tadi jongkok mulu," sahut Ara dengan nada santai tanpa dosa. Dia kemudian menoleh ke arah Jenderal Gao. "Eh, Jenderal! Di luar ada makanan gak? Lapar nih. Sekalian bawa tandu atau apa kek, ini bos lu pahanya bolong abis dipanah, gak bakal kuat jalan kaki sampai markas. Tar kalau pincang permanen kan berabe."
Kaisar Yan langsung membatu di tempat. Wajahnya yang tadi penuh kehangatan asmara mendadak berubah masam. Dia memaki dalam hati, merutuki permaisurinya yang punya kepekaan romantis setara dengan batu kali.
"Aku sudah menyerahkan hatiku, tapi dia malah memikirkan makanan dan paha pincang?! Xia Ruo, kau benar-benar keterlaluan!" jerit Kaisar Yan merana dalam hati, sementara Ara sudah melenggang santai keluar goa sambil memanggil Yuan-er untuk mencari ransum.
Paksu Kaisar berharap banget pada ibu negara 🤣🤣🤣
ketawa mulu mah gue
kok nggak ada yg komen ya?
apakah para pembaca pada terhipnotis krn novel ini enakn dibaca ya?
Kayaknya Kaisar Yan akan mendapatkan lawan seimbang
Gue suka mulut Permaisuri yg badas... yg bikin para pejabat pada setrok berjemaah ketika Permaisuri memberikan kuliah subuh 🤣🤣🤣🤣