NovelToon NovelToon
Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Anak Genius
Popularitas:60.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup Zoey berubah menjadi mimpi buruk.

Di depan ratusan tamu undangan, sahabat yang paling ia percaya mengaku tengah mengandung anak calon suaminya.

Tak ingin keluarganya dipermalukan, Zoey melakukan sesuatu yang bahkan tak pernah terlintas di benaknya. Ia menarik tangan seorang pria asing yang kebetulan hadir sebagai tamu.

“Aku akan menikah dengannya.”

Pria itu adalah Damian, konglomerat tampan berusia tiga puluh delapan tahun yang dikenal dingin, berwibawa dan sulit didekati. Demi alasan masing-masing, mereka sepakat menjalani pernikahan tanpa cinta.

Namun, sesaat setelah resmi menjadi suami istri, Zoey dibuat syok oleh kenyataan yang sengaja tidak diberitahukan Damian. Pria itu adalah seorang duda dengan anak kembar berusia enam belas tahun.

Mampukah Zoey menaklukkan sang duda yang menutup hatinya sekaligus memenangkan hati kedua kembar nakalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 33

Victor berdiri mematung di depan ruang dewan guru. Tatapannya tak lepas dari punggung Damian yang masih menggenggam erat tangan Zoey.

Ini pertama kalinya, Victor melihat pria yang selama ini selalu dingin dan sulit ditebak itu berdiri di depan seseorang untuk melindunginya.

Bukan sekadar membela dengan kata-kata.

Melainkan datang sendiri, meninggalkan pekerjaannya, bahkan mengancam siapa pun yang berani menyakiti Zoey.

“Papa, bisa juga melindungi orang?” batin Victor.

Selama bertahun-tahun, ia selalu mengira ayahnya hanya peduli pada pekerjaan, rapat, dan perusahaan. Bahkan saat dirinya berkelahi atau dipanggil kepala sekolah, Damian selalu datang dengan wajah datar, lalu memarahinya tanpa pernah bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

Namun, setelah kehadiran Zoey, semuanya berubah.

Di sisi lain, Victoria yang berdiri tak jauh dari saudaranya mendengus pelan.

“Jangan salah paham,” ucapnya dingin sambil menyilangkan tangan di dada. “Papa cuma menjaga nama keluarga Alfred. Kalau istri keluarga Alfred dipermalukan di depan umum, tentu nama keluarga kita juga ikut tercoreng.”

Victor menggeleng pelan. “Tetap saja, dia datang ke sekolah demi kita, Victoria.”

“Jangan bodoh!” potong Victoria tajam. Tatapan gadis itu berubah kesal mendengar saudara kembarnya membela orang asing.

“Apa kau sudah lupa? Wanita itu baru beberapa hari tinggal di rumah kita. Jangan bilang kau mulai berpihak padanya.”

“Aku tidak berpihak pada siapa pun,” sangkal Victor.

“Bohong!” bentak Victoria. “Sejak kapan kau mulai bersimpati padanya victor?”

Victor menghela napas panjang. “Aku cuma mengatakan kenyataannya.”

“Kenyataan apa?”

“Dia datang ke sekolah karena aku yang memintanya.”

Victoria membeku beberapa detik. “Apa kau bilang barusan? Dia datang karema kau sendiri?”

Victor mengusap tengkuknya canggung. “Aku tidak mau papa datang dan murka padaku.”

“Jadi kau benar-benar meminta bantuannya tanpa sepengetahuanku?” nada suara Victoria meninggi.

“Iya.”

Victoria memejamkan mata kuat-kuat, berusaha menahan amarah yang mulai memenuhi dadanya.

“Victor! Kau ini bagaimana, sih? Bukankah sejak awal kita sepakat akan membuat pergi secepat mungkin? Dan lagi-lagi, kau sendiri yang mengingkarinya!”

“Aku tahu.”

“Kenapa sekarang kau malah melibatkannya dalam masalahmu? Kita sudah terbiasa hidup tanpa bantuan siapapun!”

Victor menatap lantai. “Mungkin sekarang tidak lagi. Hanya Zoey yang mau mendengarkan penjelasanku.”

Kalimat itu membuat Victoria kehilangan kata-kata. Selama ini, memang tidak ada satu orang pun yang mau mendengarkan mereka keluh kesah mereka.

Semua langsung menyalahkan, semua langsung menghukum tanpa bukti.

Hanya Zoey yang bertanya lebih dulu sebelum mengambil keputusan. Sayangnya, gengsi Victoria jauh lebih besar daripada rasa terima kasihnya.

“Itu hanya akting,” ucapnya ketus. “Dia sedang mencari perhatian papa dan merencanakan sesuatu.”

Victor mengangkat wajahnya. “Kalau memang akting, kenapa dia rela dihina di depan semua orang, bahkan bertengkar dengan keluarga Robert demi membelaku?”

Victoria mengepalkan kedua tangannya.

“Bukankah kau yang paling tidak suka punya ibu tiri?” cecar Victoria.

“Memang.”

“Lalu sekarang?”

Victor terdiam cukup lama sebelum akhirnya menjawab pelan, “Tapi aku juga tidak bisa pura-pura tidak melihat semua yang sudah dia lakukan untuk kita.”

Ucapan itu membuat wajah Victoria semakin masam. Tanpa berkata apa-apa lagi, gadis itu berbalik dan berjalan cepat meninggalkan koridor sekolah.

“Victoria!” panggil Victor.

Saudara kembarnya tidak menoleh sedikit pun.

Di balik langkah cepatnya, Victoria menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.

Entah kenapa mendengar Victor mulai membela Zoey membuat hatinya terasa sesak, seolah ia perlahan mulai kehilangan sekutu satu-satunya dalam perang melawan ibu sambung mereka.

****

Di dalam mobil, hanya ada Damian, Zoey, dan Roy yang duduk di balik kemudi.

Sementara Victor dan Victoria sudah pulang menggunakan mobil lain bersama pengawal keluarga Alfred.

“Anak-anak akan pulang dengan mobil lain,” ucap Zoey memecah keheningan.

“Hmm.”

Zoey mengembuskan napas pelan.

“Hanya itu? Serius? Apa pria sedingin kulkas dua pintu ini tidak ingin mengatakan hal lain? Misalnya soal ciuman di depan semua orang tadi?” gerutunya dalam hati.

Mobil kembali dipenuhi keheningan. Beberapa menit berlalu. Suara Damian akhirnya terdengar.

“Zoey,” panggil Damian.

“Iya?” sahutnya cepat, berusaha terdengar biasa saja.

Damian tetap menatap lurus ke depan. “Kenapa kau menampar ibu Dante dan wanita bernama Alana itu?”

Seketika senyum Zoey menghilang. Jadi bukan membahas ciuman.

”Bukankah itu terlalu kasar?” lanjut Damian.

Zoey langsung menyilangkan kedua tangannya di dada.

“Kau mengkhawatirkan mereka rupanya.”

“Tidak sama sekali.” Damian menjawab tanpa mengubah ekspresi.

“Aku menampar mereka karena mulut mereka bertindak lebih cepat daripada otaknya. Mereka menghina anakmu, menghina keluargamu, lalu memfitnahku di depan banyak orang. Tanganku jadi gatal.”

Roy yang mendengar jawaban itu buru-buru menggigit bibir bawahnya agar tidak tertawa.

“Lain kali kalau mau menampar orang bilang padaku dulu.”

Zoey mengernyit. “Untuk apa aku harus melapor padamu?”

Damian akhirnya menoleh. Tatapan matanya bertemu dengan mata Zoey.

“Supaya aku bisa menyaksikannya secara langsung,” balas Damian santai.

Roy sampai melotot melihat kaca spion. Apakah bosnya baru saja melontarkan kalimat candaan.

Zoey bahkan sampai mengusap telinganya sendiri. “Aku tidak salah dengar, kan?”

“Tidak.”

“Kau mendukungku menampar orang?”

Damian mengangkat bahu santai. “Asalkan orang itu memang pantas di beri tamparan.”

Zoey spontan tertawa puas. “Nah, begitu dong. Ternyata suamiku ini masih punya hati.”

“Tapi lain kali, Gunakan telapak tangan kanan.”

Zoey berkedip bingung. “Apa bedanya?”

“Karena tamparan kirimu tadi kurang keras.”

Kalimat itu membuat Roy benar-benar tidak kuat lagi menahan tawanya.

Damian melirik tajam dari kaca spion. “Ada yang lucu, Roy?”

Roy langsung berdehem dan kembali fokus mengemudi.

“Tidak, Tuan.”

Zoey menutup mulutnya, menahan tawa yang nyaris meledak. Ternyata, di balik wajah dingin Damian Alfred, masih tersimpan selera humor yang sangat garing.

1
Mundri Astuti
dasar tuan duda 😂😂
Mundri Astuti
😂😂😂
Endang Sulistiyowati
Dapet kecupan semangat ya Zoey, hahahaa 🤣
Sastri Dalila
😅😅
rheisha
Otw jatuh cinta ini roman nya...😁
rheisha
kaya nya si gitu zoey...😁
Bunda SalVa
menang 1 - 0 kamu Damian, dapat bibir perawan 😄😄
Nisa Via
diicch Tuan kulkas kek nya agak mencair yaa 😂😂😂
Sri Rahayu
hahaha...kena kiss Damian ya Zoey, gmn rasanya panas dingin ga Zoey 🤩🤩🤩...lanjut Thorr
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣adakah ini namanya ciuman pertama zoey ya 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Anonim
Heeeee lucunya ❤️❤️❤️
Anonim
Keluarga laucu 😍😍😍
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Ni'mah azzahrah Zahrah
wah wah ini mah gilaaa, gengsinya mulai runtuh
Anonim
😄😄😄😄
Anonim
Lucunya
Sri Rahayu
ga bapak ga anak sama2 kaku keras gengsian....semoga zabar Zoey 🤩🤩🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Susi Sayadi
wes wani ngambung😆😆😆
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣ngku lho
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus lh kau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!