NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja 30

Sinar lampu pijar yang temaram menerangi ruang kerja pribadi Angkasa di dalam penthouse mewahnya. Suasana malam begitu hening, hanya dihiasi deru halus napas Angkasa dan Senja.

Senja duduk tak jauh dari meja kerja, jemarinya meremas pelan cangkir teh chamomile yang sudah perlahan mendingin. Setelah drama fitting baju tadi siang dan kepergian rombongan Lyra bersama orang tua Angkasa, pria itu membawanya ke sana, menjauhkannya dari hingar-bingar kebisingan kantor dan intrik keluarga.

Angkasa menyesap kopinya perlahan, lalu meletakkan gelasnya ke atas meja. Manik matanya yang tajam dan pekat memantulkan bayangan Senja yang duduk kaku dengan balutan blazer abu-abunya.

"Kamu terlalu banyak berpikir, Senja," ujar Angkasa memecah keheningan, suaranya yang bernada bariton rendah menggema lembut di ruangan luas itu.

Senja menghela napas panjang, menatap Angkasa lurus-lurus.

"Bagaimana saya tidak berpikir, Pak Angkasa? Sandiwara tadi siang di kantor... tuduhan Lyra, kemarahan Pak Tanuwijaya dan Ibu Fransiska... semuanya semakin liar dan tak terkendali."

"Siapa yang bilang itu sandiwara?" Angkasa bangkit dari duduknya, melangkah perlahan mengikis jarak di antara mereka. Langkah kakinya begitu tenang namun memancarkan dominasi mutlak yang membuat Senja tertahan di tempat.

"Maksud Bapak?" Senja mengerutkan keningnya, sedikit menegakkan dada untuk menutupi gejolak di dalam hatinya.

Angkasa berhenti tepat satu langkah di hadapan Senja.

"Pernikahan dua minggu lagi tetap akan berlangsung. Tapi bukan Lyra yang akan berdiri di atas pelaminan itu bersamaku. Melainkan kamu."

Deg.

Senja tertegun. Cangkir teh di tangannya bergetar pelan sampai airnya sedikit bergoyang. Mata indahnya membelalak penuh kejutan yang tak mampu ia sembunyikan.

"Apa?" bisik Senja, suaranya nyaris tercekik di kerongkongan.

"Bapak... Bapak bercanda, kan?"

"Saya tidak pernah bercanda tentang komitmen, Senja," balas Angkasa dingin namun amat tegas, tanpa ada sedikit pun binar kebohongan di matanya.

Senja meremas cangkirnya lebih erat, lalu meletakkannya dengan agak terburu-buru ke atas meja terdekat. Ia melangkah mundur dua tapak penuh, menggelengkan kepalanya dengan raut wajah yang mendadak mengeras, bukan karena marah, melainkan karena rasa trauma yang mendalam.

"Tidak, Pak Angkasa. Jawaban saya adalah tidak," tegas Senja, suaranya bergetar namun sarat akan penolakan mutlak.

Angkasa menyipitkan matanya sedikit, meneliti perubahan raut wajah Senja.

"Senja, dengarkan saya dulu..."

"Tidak, Pak! Tolong dengarkan saya!" potong Senja berani, menatap tepat ke manik mata Angkasa yang intimidatif.

"Saya sangat berterima kasih atas semua yang sudah Bapak lakukan untuk saya. Bapak menyelamatkan saya dari keterpurukan, memberi saya pekerjaan, menghancurkan Adam, dan mengembalikan harga diri saya. Tapi pernikahan hampa? Pernikahan yang didasari strategi, paksaan, atau tanpa rasa cinta di dalamnya? Saya tidak akan pernah mau melangkah ke dalam neraka yang sama untuk kedua kalinya!"

Napas Senja memburu. Bayangan masa lalu yang kelam bersama Adam mendadak berputar cepat di dalam ingatannya. Dan rasa sakit dalam pernikahan hampa masih terasa di dalam hatinya. Mana mungkin dia akan kembali menjalani pernikahan seperti itu lagi?

"Dua tahun saya hidup dalam pernikahan tanpa cinta bersama Adam," lanjut Senja dengan mata yang mulai berkaca-kaca, namun tatapannya tetap menghujam kuat.

"Saya tahu persis rasanya, Pak Angkasa. Rasanya seperti mati perlahan setiap hari. Ditinggalkan, diabaikan, dianggap sekadar status formalitas, sementara pasangan kita mencari kepuasan di tempat lain. Itu sangat menyiksa. Dan saya baru saja lepas dari penjara itu hari ini saat memegang Akta Cerai saya! Saya tidak akan sudi menukar satu penjara dengan penjara lainnya, meskipun penjara baru itu terbuat dari emas milik keluarga Wijaya!"

Angkasa membisu seketika. Binar mata pria itu yang biasanya dingin dan tak tersentuh kini tampak meredup, menyerap setiap tumpahan rasa sakit yang keluar dari bibir Senja.

"Pernikahan ini bukan penjara, Senja," bisik Angkasa rendah, mencoba melangkah mendekat.

"Bagi Bapak mungkin ini cuma strategi bisnis atau skakmat untuk Lyra dan orang tua Bapak!" potong Senja cepat seraya mengibaskan tangannya pelan, menolak jarak yang coba dipangkas Angkasa.

"Tapi bagi saya, pernikahan adalah hal yang terlalu sakral untuk dijadikan papan catur. Saya mau membantu Bapak dengan cara lain. Pakai kemampuan saya, pakai analisis audit saya, pakai seluruh tenaga saya sebagai staf Bapak untuk meruntuhkan PT Megah Citra Mandiri milik keluarga Lyra sampai ke akar-akarnya! Tapi bukan dengan cara mengorbankan diri saya dalam pernikahan tanpa cinta!"

Senja menarik napas dalam-dalam, menguasai kembali emosinya dan mengusap sudut matanya yang basah sebelum air mata itu sempat menetes. Ia menegakkan punggungnya, kembali ke sosok wanita tangguh yang tak mudah dipatahkan.

"Kalau Bapak butuh bukti untuk menjatuhkan Lyra lusa malam di hadapan keluarga besar, saya akan berdiri di sana sebagai staf ahli yang membongkar seluruh manipulasi keuangannya. Saya akan menjadi saksi hidup yang membeberkan kejahatan mereka. Tapi jangan minta saya menjadi calon istri Bapak hanya untuk membalas dendam pada mereka."

Angkasa berdiri mematung di tengah ruangan. Untuk pertama kalinya, sang CEO yang selalu memegang kendali atas segala hal harus terdiam di hadapan prinsip dan keteguhan seorang Senja.

Pria itu menatap Senja lama, menyadari bahwa wanita di hadapannya ini bukanlah boneka yang bisa diatur oleh ambisi atau kekuasaan siapapun. Senja adalah wanita yang telah menempa dirinya sendiri dari kehancuran, dan keteguhannya justru membuat rasa hormat dan rasa tertarik di dalam dada Angkasa kian membakar hebat.

Angkasa melangkah mendekat, mengikis sisa jarak di antara mereka hingga hembusan napasnya yang hangat dapat dirasakan oleh Senja. Sorot matanya yang biasanya tajam bagaikan es melunak sepenuhnya, memancarkan kejujuran yang begitu intens dan dalam.

"Kamu pikir saya membawa setiap wanita yang bekerja dengan saya untuk bertemu dengan Oma Dahlia?" tanya Angkasa rendah, suaranya bergetar dengan emosi terendam.

Senja mengerjap, matanya membelalak kecil saat punggungnya hampir menyentuh tepi meja kerja.

"Maksud Bapak..."

"Saya tidak pernah memainkan papan catur dengan membawa keluarga saya, Senja," potong Angkasa mantap. Tangan kokohnya terulur, jemarinya membelai lembut pipi Senja yang hangat, mengusap sisa kebasahan di sudut matanya dengan sangat hati-hati.

"Oma adalah orang paling berharga dalam hidup saya. Saya membawamu ke hadapannya bukan untuk melegalkan sebuah intrik, melainkan karena saya ingin dia menjadi orang pertama yang tahu... bahwa es di hati cucunya ini sudah sepenuhnya meleleh."

Napas Senja tercekat seketika. Sentuhan jemari Angkasa terasa bagai sengatan listrik yang merambat hingga ke seluruh tubuhnya.

"Pak Angkasa... ini..."

1
YuWie
agak2 dejavu dg kata2 adam dan senja ya..lagian adam sdh diusir2..ngapain masih di apart arum. Gak mampu sewa rmh
YuWie
tetap saja arum merasa menang walo sesaat..tak suka.
YuWie
garcwp aen.. si arum niatnya pamer dan manas2i..ehhh malah jadi senjatamu ya sen
YuWie
wow..wow..garcep ya sensen
YuWie
mpussss pak adam
YuWie
nahh begitu tho sensen
YuWie
Luar biasa
YuWie
baikmen kamu sensen..sdh dijadikan ban cadangan aja..masih mau menyelesaikan dg baik2
YuWie
apakah angkasa jg bkdoh spt senja..atau hy sedang ber drama
YuWie
katanya gak mau nodoh, kenapa masih nunggu mas adam
YuWie
dibodohi kau senja2
YuWie
kok kamu mau jadi ban serep ja senja.. padahal ya kamu gak ada hubungan dg adam dan arum
Cicih Sophiana
Senja traumo dgn pernikan nya dgn Adam... jd pak bos hqrus sabar menghadapi wanita yg pernah di sakiti suami nya
Cicih Sophiana
sekarang kamu sdh tdk punya apa apa lagi Adam... jelas aja si pe rek udah gak mau lagi sama kamu...
nely_48
jgn sampe senja d tolak mentah² oleh calon mertua nya
nely_48
najis banget sih adam msh tinggal d apartemen arum,, bukan nya pergi tinggalkan apartemen arun n adam bs nge kos, bebas
nely_48
semoga senja ga jd nikah sm angkasa,, bpak n emak na angkasa az aura kunti terasa pisan kitu
sunaryati jarum
waah emak nggak sabar melihat kalian menikah dan melihat kehancuran Lyra bersama keluarga serta kekecewaan dan Penyedalan orang tua Pak Angkasa Tanuwijaya dan Ibu Fransisca
ryuka
aaaduuhhh dduuuhhh.. speechless kan 🤭🤭🤭🤭🤭
Ilfa Yarni
nikmatilah adam hahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!