NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Paham

Acara pernikahan Kirana dan Kendra akhirnya selesai menjelang sore hari. Setelah seluruh tamu meninggalkan mansion keluarga Wu, suasana rumah besar itu perlahan kembali tenang, sementara para pelayan mulai membereskan sisa dekorasi dan meja hidangan.

Di kamar pengantin, Kirana sudah selesai membersihkan diri. Wanita itu kini mengenakan piyama bergambar beruang yang terlihat begitu kontras dengan penampilannya saat mengenakan gaun pengantin beberapa jam sebelumnya.

Kirana duduk di dekat koper sambil mulai merapikan barang-barangnya. Ia memasukkan beberapa pakaian ke dalam lemari, kemudian memastikan kotak obat dan perlengkapan medisnya berada di tempat yang mudah dijangkau.

Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka. Kendra masuk dengan kursi rodanya yang didorong oleh Marco, sementara pria itu membawa beberapa barang milik majikannya.

“Letakkan saja di sana,” kata Kendra sambil menunjuk meja di dekat jendela. “Setelah itu kau boleh pergi.”

“Baik, Tuan,” jawab Marco.

Marco baru saja hendak meletakkan barang ketika Kendra tiba-tiba mengeluarkan sebuah kotak kecil dari salah satu tasnya. Ia membuka kotak tersebut, kemudian mengambil sebuah botol kecil berisi cairan berwarna gelap.

“Kirana,” panggil Kendra.

Kirana menoleh.

Kendra mengulurkan botol itu kepadanya. “Ini yang kau minta.”

Mata Kirana langsung berbinar ketika melihat benda tersebut. Ia buru-buru menghampiri Kendra, mengambil botol kecil itu dengan kedua tangannya, lalu mengangguk berkali-kali sebagai tanda terima kasih.

“Ekstrak Anggrek Bulan Hitam,” gumam Kendra. “Aku sudah mendapatkannya seperti kesepakatan kita, aaku akan memberimu setelah bunganya sudah diesktrak lagi.”

Kirana kembali mengangguk. Wajahnya terlihat jauh lebih cerah daripada beberapa menit sebelumnya.

Ia segera menyimpan ekstrak tersebut di dalam kotak khusus miliknya. Setelah memastikan benda itu aman, Kirana berbalik dan mengambil sebuah kotak kayu kecil dari dalam kopernya.

Kendra memperhatikan dengan alis sedikit terangkat. “Apa lagi yang kau lakukan?”

Kirana membuka kotak itu dan memperlihatkan beberapa jarum perak yang tersusun rapi. Ia mengambil satu jarum, kemudian berjalan cepat ke arah Kendra.

“Sebentar,” kata Kendra.

Kirana sudah berada di depannya. Dengan wajah serius, ia langsung membuka celana Kendra untuk memeriksa pinggang ke bawah.

Mata Marco langsung membesar.

“Tuan ....” Marco menatap situasi di depannya dengan wajah canggung. “Saya rasa saya tidak perlu berada di sini.”

Kendra menoleh tajam. “Marco.”

“Selamat menikmati malam pertama, Tuan dan Nyonya,” kata Marco cepat.

“Bukan begitu!” Kendra langsung membantah.

Tetapi Marco sudah berbalik dan berjalan terbirit-birit menuju pintu. Begitu keluar, ia langsung menutup pintu kamar rapat-rapat dari luar.

Kendra menatap pintu dengan wajah tidak percaya. “Dasar.”

Ia kembali menoleh kepada Kirana yang masih sibuk menarik celana panjang itu. Kendra langsung menahan tangan wanita itu sebelum Kirana membuka celananyaa.

“Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak malu, hah?!” tanyanya.

Kirana mengerutkan kening. Tatapannya polos seolah pertanyaan Kendra benar-benar aneh.

Ia mengambil ponselnya, mengetik beberapa kalimat, kemudian menunjukkan layar tersebut kepada Kendra.

‘Tentu saja aku ingin mengobati kakimu. Tidak mungkin ditunda lagi, kan? Aku ini profesional. Memangnya apa yang kau pikirkan?’

Kendra terdiam. Wajahnya perlahan memerah.

Merah itu bahkan menjalar sampai ke telinganya. Ia segera membuang muka agar Kirana tidak melihat ekspresinya.

“Tidak perlu terburu-buru juga,” katanya kaku. “Kau istirahat saja dulu. Besok baru melakukan pengobatan.”

Kirana menatapnya tajam.

Kendra melirik sekilas. “Kenapa?”

Kirana masih menatapnya dengan wajah kesal.

“Apa?” tanya Kendra lagi.

Kirana tidak menjawab. Ia hanya mengambil jarum perak yang tadi sempat ditahan Kendra.

“Jangan bilang kau—”

Kirana langsung menusukkan jarum itu ke titik pengobatan di pinggang Kendra.

“Aah!”

Suara Kendra terdengar cukup keras hingga menggema di kamar.

Kirana tetap memasang wajah datar. Ia justru mengambil jarum berikutnya dengan gerakan tenang.

“Kirana!” Kendra meringis. “Kau tidak bisa memberi peringatan terlebih dahulu?”

Kirana mengangkat alis, lalu mengetik cepat di ponselnya.

‘Aku sudah memperingatkanmu dengan tatapan.’

Kendra menatap tulisan tersebut dengan wajah tidak percaya. “Mana ada orang memberi peringatan dengan tatapan?”

Kirana hanya mendengus kecil.

Di luar kamar, Cassia yang baru saja datang membawa beberapa makanan untuk kedua pengantin berhenti tepat di depan pintu. Tangannya bahkan sudah terangkat hendak mengetuk ketika tiba-tiba terdengar suara Kendra dari dalam.

“Aah!”

Cassia membelalakkan mata. Ia menoleh kepada para pelayan yang berdiri di belakangnya sambil membawa troli makanan. Perlahan, senyum penuh arti muncul di wajah wanita paruh baya itu.

“Ya ampun,” bisiknya. “Ini masih sore.”

Para pelayan saling pandang dengan wajah canggung.

Cassia menutup mulutnya sambil menahan tawa. “Dasar pengantin baru, ternyata sudah tidak sabar.”

Salah seorang pelayan menundukkan kepala karena wajahnya mulai memerah.

Cassia justru terlihat semakin senang. “Kirana benar-benar hebat, pasti dia memimpin permainan ini Aku tidak salah memilih menantu.”

Ia kemudian berbalik dan langsung melambaikan tangannya. “Sudah, jangan ganggu putraku dan menantuku.”

“Tapi, Nyonya, makanannya—”

“Bawa kembali. Nanti bawa saja kalau malam.”

“Baik, Nyonya.”

Para pelayan segera mendorong troli makanan menjauh dari kamar. Beberapa dari mereka bahkan masih menundukkan kepala sambil menahan rasa malu karena salah memahami suara yang mereka dengar.

Sementara itu, di dalam kamar, Kendra masih meringis sambil melihat beberapa jarum yang tertancap pada titik tertentu di kakinya.

“Kau ingin membunuhku?” keluhnya.

Kirana menatapnya datar, ia hanya memastikan apakah pinggang Kendra juga mati rasa atau tidak. Ia kemudian memastikan posisi jarum sebelum mengambilnya satu per satu dengan hati-hati.

Setelah selesai, Kirana kembali menyimpan jarum-jarum tersebut ke dalam kotak kayu. Ia sama sekali tidak merasa bersalah karena menurutnya Kendra sendiri yang membuat semuanya menjadi rumit.

Dalam hati, Kirana mendengus. Cih, dasar pria arogan.

Kendra memperhatikan Kirana yang berjalan menuju tempat tidur. “Kau benar-benar tidak punya rasa bersalah?”

Kirana menoleh sebentar, kemudian mengangkat bahu.

Tanpa menjawab, ia naik ke atas kasur. Tubuhnya terasa sangat lelah setelah melewati hari yang panjang, mulai dari upacara pernikahan, menghadapi para kerabat keluarga Wu, hingga akhirnya mendapatkan ekstrak yang selama ini ia cari.

Kirana menarik selimut, lalu memejamkan mata.

Dalam hitungan menit, wajahnya yang tadi masih kesal perlahan menjadi tenang. Ia benar-benar kelelahan dan tidak lagi peduli dengan Kendra yang masih duduk di kursi roda di dekatnya.

Kendra memandang wanita itu dalam diam.

“Benar-benar aneh,” gumamnya.

Ia kemudian mengalihkan pandangan kepada kakinya yang baru saja mendapat pengobatan.

1
Patrish
waahh...sadis juga ya Kirana
Patrish
aku sudah menebak...jarum perak beraksi
Patrish
lhaaahhhh...dasar serigala busuk
Tiara Bella
aku suka cerita nya bangus bngt.....
Tiara Bella
wow thor 6 bab sehari ini aku pdmu pkknya..../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Maria Lina
mksihhh bnyķk"thor ud up double"🙏🙏🙏😘😘
syh 03
seperti biasa selalu bagus novel authornya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kak bantu Komen yang plagiat Guo Mei. Judul plagiat itu "Balas dendam sang Putri"
total 1 replies
Hary Nengsih
wah kirana 👍👍👍ternyata
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, merindingnya nih pembalasan dari Kirana🤭, tapi tapi, kalian cocok banget, semoga nanti gak ada kata cerai di antara mereka /Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Nah kan, fix ini, si Meylan bukan ibu kandungnya kan? eh atau... Meylan ini ibu kandungnya, namun sepertinya dia tidak menyukai keberadaan Kirana karena ia merasa akan menjadi penghalang bagi Shania🤔
mama_im
iblis wanita mulai beraksi 😈😈😈🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra dan Kirana cocok karna mereka sama" kuat dan tegas jngn lupa cerdas 😏☺️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok saya curiga kl yg ngasih racun itu Meylan ibu nya Kirana sendiri 😏😏
teh tubruk
nah kan bener ternyata sudah tidak bisa di pakai lagi,sudah impoten kau julian😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
si minyak goreng emang stres dia sendiri yg cari masalah tp malah nyalahin Kirana ampun dah 🤦😏😡
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ahh bilang saja mau mangku kirana kan wekkk gitu aja repot Kendra
🤭🤭🤭🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
malukan kan kalian gara" si minyak goreng 😏😏 jd jngn trus nyalahin Kirana dan bilang pembawa sial karna faktanya si minyak goreng itu yg pembawa sial 😏😏
mama_im
makin yakin kalo si meylan yg racunin.
teh tubruk
nyamperin Kirana mau membuat ulah & berakhir dengan mempermalukan diri sendiri kau nanti shania
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mereka pd gak punya otak ya kenapa tiap ada kejadian selalu Kirana yg di salahkan ampun dah 🤦😏😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!