NovelToon NovelToon
PENGANTIN YANG DITUKAR

PENGANTIN YANG DITUKAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:82.9k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

H-3 pernikahan yang disusun dari keringatnya, Kalea Mahika mendapati kenyataan pahit. Reno, kekasih 8 tahunnya, menghamili Gisel, kakak kandungnya sendiri. Bukannya membela, orang tuanya justru memaksanya menyerahkan gaun, dekorasi, hingga calon suaminya demi menutup aib.

​Dianggap anak durhaka karena menolak, Mahika memutus hubungan total, menjual rumah impiannya, lalu pergi merantau.

​Di tanah rantau, Mahika bangkit menjadi pengusaha sukses dan bertemu Reagan Baskara, pria tegas yang menghargainya. Ketika mantan dan keluarganya kembali memohon maaf dalam kehancuran, Mahika hanya tersenyum dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGANTIN YANG DITUKAR

​

​Matahari siang menyinari langit Kota Bandung dengan kehangatan yang pas, memantulkan cahaya keemasan pada papan nama Mahika Atelier yang terpasang megah di kawasan Dago Atas. Di dalam ruang kerjanya, Kalea Mahika tengah sibuk memandangi lembaran sketsa gaun pengantin bertema perpaduan modern dan sentuhan tradisional batik peranggok yang sedang ia sempurnakan untuk koleksi peluncuran perdana.

​Suasana tenang di studio mendadak buyar ketika ponsel pintar di atas meja bergetar keras, menampilkan panggilan masuk dengan nama Bu Aura.

​Mahika segera meletakkan pensil warnanya, mengambil ponsel tersebut, dan langsung menggeser tombol hijau dengan senyuman lebar.

​"Halo, Bu Aura! Selamat siang," sapa Mahika antusias.

​Di ujung sambungan sana, suara tawa renyah khas Aura Baskara langsung terdengar, memancarkan energi positif yang luar biasa. "Halo, Mahika sayang. Gimana persiapannya di Bandung? Udah hampir kelar semua, kan? Jangan bilang kamu malah kecapekan dan kurang tidur ya."

​Mahika terkekeh pelan, menyandarkan punggungnya pada kursi kerja yang empuk. "Aman terkendali, Bu! Semua bahan baku udah beres, staf butik udah mulai latihan fitting baju, dan puji Tuhan pesanan pre-order minggu ini justru membludak di luar dugaan kita."

​"Bagus kalau gitu!" puji Bu Aura dengan nada suara bangga. "Aku emang nggak pernah salah pilih orang. Desainer kebanggaan Aura Fashion emang nggak pernah mengecewakan."

​Jeda sejenak sebelum Bu Aura kembali bersuara dengan nada yang sedikit berubah, terdengar penuh antisipasi dan senyuman misterius di balik telepon.

​"Oh iya, Mahika... Ada satu hal penting yang mau kukasih tahu ke kamu," kata Bu Aura.

​"Apa itu, Bu?" tanya Mahika dengan kening berkerut penasaran.

​"Minggu depan, pas hari H grand opening Mahika Atelier, aku bakal terbang langsung ke Bandung," ucap Bu Aura mengumumkan rencana kedatangannya. "Aku mau nyaksiin secara langsung detik-detik butik kebanggaan kita itu resmi dibuka untuk umum dan dihadiri para kolega penting."

​Mendengar kabar itu, mata Mahika melebar senang. "Wah, serius, Bu?! Ibu mau datang langsung ke Bandung? Pastinya aku seneng banget! Nanti aku siapin hotel mewah atau akomodasi terbaik buat Ibu selama di sini."

​"Eits, nggak usah repot-repot cari hotel segala, Mahika," potong Bu Aura cepat, memotong tawaran Mahika dengan nada santai. "Buat apa sewa hotel kalau rumah privat mewah fasilitas lengkap dari keluarga Baskara yang kamu tempati sekarang itu ukurannya sangat luas dan nyaman?."

​Mahika tertegun sejenak. "Maksud Ibu...?."

​"Iya, benar," lanjut Bu Aura dengan tawa kecil. "Selama aku di Bandung untuk menghadiri pembukaan butik seminggu lagi, aku bakal nginap langsung di rumah tempat kamu tinggal sekarang. Jadi kita bisa ngobrol santai sepuasnya tiap malam sambil bahas perkembangan bisnis, sekalian aku mau lihat kenyamanan rumah dinas mewah yang disiapkan ponakanku buat desainer utamaku ini."

​Deg! Jantung Mahika berdetak sedikit lebih cepat, bukan karena takut, melainkan karena rasa haru yang mendadak menyeruak di dadanya.

​Selama ini, hubungan Mahika dan Bu Aura tidak hanya sebatas hubungan profesional antara atasan dan bawahan, melainkan sudah seperti ibu dan anak kandung. Di saat keluarga kandungnya sendiri di Jakarta membuang dan mengkhianatinya, Bu Aura justru datang sebagai pelindung, mentor dan kini bahkan bersedia tinggal satu atap bersamanya di rumah privat Dago Atas untuk mendukung langkah awalnya.

​"Ibu... beneran mau nginap di rumahku?" tanya Mahika memastikan, suaranya terdengar sedikit bergetar menahan haru. "Rumah dinas dari keluarga Baskara ini kan megah banget dan fasilitasnya lengkap... Nanti kalau Ibu nggak nyaman gimana?"

​"Hush, ngomong apa kamu ini!" tegur Bu Aura lembut namun tegas. "Selama tempatnya bersih, mewah dan dihuni oleh orang tulus kayak kamu, tidak ada alasan buatku merasa nggak betah. Justru aku udah nggak sabar pengen nyicipin suasana sejuk Dago Atas langsung dari teras rumah dinas itu."

​Mahika menarik napas dalam-dalam, lalu tersenyum lebar hingga matanya menyipit. "Kalau gitu, siap, Bu! Aku bakal pastikan kamar utama di lantai atas langsung disiapkan khusus buat Ibu. Kalau perlu, nanti aku masak makanan khas Sunda kesukaan Ibu pas Ibu sampai di sini."

​"Nah, itu baru anak pintar!" puji Bu Aura senang. "Catat baik-baik ya, jadwal penerbanganku ke Bandung dijadwalkan tepat tiga hari sebelum hari grand opening. Jadi minggu depan, siap-siap kedatangan tamu agung di rumahmu."

​"Siap, Bu! Pasti aku sambut dengan teh hangat terbaik," jawab Mahika penuh semangat.

​Setelah bertukar beberapa patah kata lagi mengenai persiapan teknis acara dan detail logistik butik, sambungan telepon itu akhirnya ditutup. Mahika meletakkan ponselnya di atas meja, lalu mengembuskan napas panjang dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari bibirnya.

​Kehadiran Bu Aura minggu depan di Bandung bukan sekadar kunjungan kerja seorang CEO kepada mitranya. Bagi Mahika, kehadiran wanita paruh baya itu adalah simbol kemenangan mutlak bahwa di saat ia kehilangan sebuah keluarga kandungnya yang toksik, semesta justru mengirimkan sosok ibu pengganti yang jauh lebih mulia, penyayang, and menghargai setiap tetes keringat perjuangannya.

​Mahika berdiri dari kursinya, berjalan mendekati jendela kaca besar yang menghadap langsung ke pemandangan hijau Kota Bandung. Semangatnya membuncah naik. Seminggu lagi, lembaran baru yang sesungguhnya dari kerajaan bisnis Mahika Atelier akan resmi dimulai di bawah naungan orang-orang hebat yang benar-benar tulus menyayanginya.

1
Heni Setiyaningsih
bapak dan ibunya apa gk bisa kerja ya,,,,kok kayak pasrah gitu
Aidil Kenzie Zie
telpon pengawal atau Reagan Mahika
Aidil Kenzie Zie
lah si Mokondo bukannya sadar diri 🤣🤣🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
kok mantan suami sih Re mereka kan belum nikah 😓😓
untuk makan aja mereka susah ini malah mau neror Mahika 😝😝😝😝
Aidil Kenzie Zie
penasaran suami Bu Aura sama Martha mana y kok nggak nongol 🤔🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
masa nggak ada uang sepersen pun dikantong mereka 🤔🤔🤔
Lucy
huhuyyy bentar lagi kulkas 7pintu akan mencair 😀
Zhafran Althaf
ahhhh so sweet 😍😍😍
Ariany Sudjana
wah selamat menikmati makan siang Mahika and Reagan
Aidil Kenzie Zie
bukannya Mahika berhijab 🤔🤔🤔
kok "tatanan rambut di gulung longgar"🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
penasaran ortunya kerja apa y🤔🤔
posisi Ratu apa yang kamu janjikan Reno 😡😡😡😡toh semuanya Mahika yang biayanya
Aidil Kenzie Zie
Jakarta - Bandung naik pesawat 🤔🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
napa masih 30 hari tor🤫🤫🤫🤫
Aidil Kenzie Zie
mampir
Dokkan Battle
AWOKAWOK MAU MATI LU YA
fatmiatun sahono
koq pada bingung ya. kan Gisela kerja juga bukan. pasti adalah uang nya. pesta nikahan kan sdh di byr kan sama mahika toh....ayo berbagi lah ma orang tua ya....🙏
fatmiatun sahono
datang paket mmg sudah lunas dibayarkan sama Malika ya...😆
Dew666
🍎
sutiasih kasih
lucu sekali... siapa yg berulah... siapa yg hianat.... tpi sll mahika yg km salahkn reno🤣🤣
Triana Destiani
good job mahika
kesuksesan mu sedang menunggu di depan 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!