NovelToon NovelToon
TIRAKAT 6

TIRAKAT 6

Status: tamat
Genre:Horor / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata.

(SERI KE 6 DARI UNIVERSE NOVEL TIRAKAT)

Perjalanan hidup seorang lelaki bernama Zaki tak semulus dan semudah kelihatannya. Semenjak kematian kedua orang tua kandungnya, Zaki menjalani kehidupan yang cukup berat. Dirinya haru melanjutkan hidup sebagai seorang lelaki yang normal. Namun di sisi lain, dirinya juga hidup dalam TIRAKAT yang tak biasa. Sampai akhirnya takdir membawanya berjumpa dengan tambatan sejati hatinya.

Bagaimana kisah hidup Zaki?
Dan siapakah tambatan hati Zaki yang sejati itu?

SELAMAT MEMBACA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
.
.
.
DISCLAIMER‼️

Apabila ada kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, ritual, budaya, dan laku tirakat tertentu dengan para pembaca sekalian, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 SYUKURAN SEDERHANA DI RUMAH WIWI

Berita tentang keseriusan niat Zaki untuk melamar dan menikahi Wiwi menyebar cepat ke seluruh penjuru desa bagaikan angin musim semi.

Di sebuah komunitas pedesaan di mana ikatan sosial antarwarga masih dijaga dengan erat, sebuah lamaran bukanlah urusan privat antara dua orang saja, melainkan hajat besar yang melibatkan restu dan kebahagiaan seluruh tetangga.

Sebagai wujud rasa syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta atas kelancaran proses lamaran tersebut, Pak Doyo bersama istrinya (Simbok) memutuskan untuk menggelar sebuah acara syukuran sederhana di rumah mereka pada suatu malam minggu.

Sejak sore hari, pekarangan rumah Pak Doyo sudah tampak sibuk. Para tetangga berbondong-bondong datang bergotong-royong. Bapak-bapak tampak sibuk mendirikan terop (tenda sederhana) dari bilah bambu dan terpal biru di halaman depan, sementara ibu-ibu sibuk meracik bumbu dapur di bagian belakang rumah untuk memasak hidangan konsumsi dalam jumlah besar.

Zaki, tentu saja, datang lebih awal untuk ikut membantu apa pun yang bisa dikerjakan. Ia mengenakan kaus polos berkerah dan celana bahan yang cukup rapi, bahu-membahu bersama para pemuda desa mengangkat meja dan kursi panjang pinjaman dari balai desa.

Tepat setelah salat Isya berkumandang, para warga desa mulai berdatangan memenuhi halaman dan ruang tamu rumah Pak Doyo.

Mulai dari para sesepuh desa, bapak-bapak pengurus mushala, hingga para pemuda karang taruna duduk bersila melingkar di atas karpet plastik yang membentang luas. Suasana malam itu terasa begitu hangat, dihiasi oleh pendaran lampu bohlam gantung yang menerangi area syukuran.

Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan sesepuh dusun, yang bertindak sebagai pembawa acara sekaligus pemimpin doa. Dalam sambutannya yang disampaikan dengan bahasa Jawa halus penuh kearifan lokal, sesepuh tersebut menceritakan bagaimana perjalanan hidup Zaki yang kembali ke desa untuk merawat warisan orang tuanya, hingga akhirnya hatinya tertambat pada putri bungsu Pak Doyo.

"Dino iki, ing wengi sing pinuji iki, kita kabeh kumpul kanthi ati sing bungah... bersyukur marang Gusti Allah Swt amargo pinaringan nikmat sehat lan saged nekoni tasyakuran lamaranipun Nak Zaki kalihan Nduk Wiwi," (Hari ini, di malam yang mulia ini, kita semua berkumpul dengan hati yang gembira... bersyukur kepada Allah Swt karena diberi nikmat sehat dan bisa menghadiri tasyakuran lamaran Nak Zaki dengan Nduk Wiwi,) ucap sesepuh desa tersebut dengan suara yang berwibawa namun menenangkan.

Seluruh warga yang hadir mengangguk khidmat, mengucapkan kalimat Aamiin secara serempak setiap kali doa kebaikan dipanjatkan untuk keselamatan dan kelancaran jodoh kedua calon pengantin.

Di dalam rumah, tepatnya di dekat pintu kamar tengah yang sedikit terbuka, Wiwi duduk berdampingan dengan ibunya dan beberapa kerabat perempuan. Mengenakan gamis sederhana berwarna hijau lumut berbalut kerudung senada, wajah Wiwi tampak merona kemerahan.

Sesekali ia menunduk malu ketika para ibu-ibu di sekitarnya melemparkan senyuman menggoda, memuji kecantikannya malam itu.

Sesekali, Wiwi mencuri pandang lewat celah pintu, melihat sosok Zaki yang duduk bersila di antara kerumunan bapak-bapak di ruang utama, tampak begitu khusyuk mendengarkan doa-doa yang dipanjatkan untuk mereka berdua.

Selesai sesi doa bersama yang dipimpin oleh kyai kampung setempat, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Para warga dipersilakan menikmati hidangan sederhana yang telah disiapkan: nasi ambeng lengkap dengan ayam goreng kampung, urap-urap sayur segar, dan sambal terasi khas buatan Simbok yang terkenal lezat.

Pak Doyo, selaku tuan rumah, tampak berjalan keliling menyapa para tetangga sambil tersenyum lebar tiada henti. Kebanggaannya sebagai seorang bapak terpancar jelas di setiap kerutan wajahnya.

Ia beberapa kali menepuk bahu Zaki, memperkenalkan pemuda itu secara resmi kepada beberapa sesepuh dusun sebelah yang baru sempat hadir malam itu.

"Monggo, Pakdhe, dipun raup maemipun... Jangan sungkan-sungkan ya, Pak," (Silahkan, Pakde, dinikmati sajian makanannya... Jangan sungkan-sungkan ya, Pak...) ujar Zaki dengan ramah kepada setiap warga yang ia temui, menyalami tangan para tetua dengan penuh takzim.

Sikapnya yang sopan, rendah hati, dan mau membaur membuat seluruh warga desa semakin menaruh rasa hormat dan kasih sayang yang mendalam kepadanya.

Bagi Zaki, malam syukuran itu memberikan sebuah makna kepemilikan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Selama bertahun-tahun merantau di Jakarta, ia hidup dalam keterasingan di balik dinding-dinding beton apartemen dan kosan, di mana tetangga sebelah kamar pun sering kali tak ia kenal namanya.

Namun di sini, di bawah atap rumah sederhana milik Pak Doyo, di tengah-tengah ratusan warga desa yang mendoakannya dengan tulus, Zaki merasa benar-benar "pulang".

Ia merasa seperti benar-benar memiliki keluarga besar yang merangkulnya penuh ketulusan dan tanpa syarat.

Ketika acara berangsur-angsur usai menjelang pukul sepuluh malam dan para warga mulai pamit pulang sambil bersalaman, Zaki dan Wiwi akhirnya diizinkan untuk berdiri berdampingan di teras rumah menyalami para tetamu terakhir.

"Matur nuwun nggih, Kang... Mugi-mugi rawuhipun berkah," (Terima kasih ya, Mas... Semoga dilimpahkan keberkahan) ucap Zaki berulang kali kepada setiap warga yang berlalu.

Saat pekarangan rumah mulai sepi dan tersisa keluarga inti saja, Pak Doyo menghempaskan tubuhnya ke kursi bambu dengan napas lega, tertawa lebar.

"Wah, beres kabeh! Lancar jaya, Le! Warga kabeh melu seneng ndelok kowe karo Wiwi!" (Wah, beres semua! Lancar jaya, Nak! Warga semua ikut senang lihat kamu sama Wiwi!) ucap Pak Doyo dengan wajah yang sumringah bahagia.

Zaki tersenyum lebar, melirik sekilas ke arah Wiwi yang berdiri malu-malu di sampingnya.

Di bawah pendaran lampu teras yang temaram, malam itu terasa begitu sempurna, menjadi babak pembuka yang manis menuju hari-hari besar yang telah menanti di depan mata.

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Semangat kak, otewe Tirakat selanjutnya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Alhamdulillah bisa baca on gong sampe tamat Tirakat 6 ini...

Salut sama Nisa pertama... luar biasa amanah nya patut diacungi jempol mendidik 2 anak gadis dengan kekurangan dan kelebihan masing masing sampe sesukses itu.

Salut juga sama Zaky
Kudu bertaruh nyawa dulu bwt mendapatkan kebahagiaan sejati nya.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Kek nya anak laki-laki itu next Tirakat wkwkwk
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Yuli juga bersyukur masih diberikan kesempatan hidup, jadi bisa penebusan dosa juga. klo misal matii nggak ada kesempatan tobat
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Semangat zaky semoga setelah menuhi janji ke yuli, pengakuan dosa di makam wiwi dan ortunya, trauma masa lalu kmu bisa hilang ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Cemburu ke masa lalu apalagi orang nya udah nggak ada itu percuma ya niss, buang waktu, pasti kalah yg hidup ...
jadi ya gimana lagi? legowo saja zaky dulu punya almarhumah dek wiwi
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Akhirnya... yuli memaafkan juga kepengecutan zaky. mudah ya padahal tapi kudu sesatt dulu
falea sezi
🤣🤣 masih aja belomm move on sama wiwi gadis sok poloss🤣🤣🤣 makanya jangan ngeyel pake nikahin wiwi gadis. lemah
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya ya, Kak...
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Astaga... lagi lagi nanggung....

Zaky lgi dipermainkan mental nya sama yuli, diingat ingat dosa masa lalu nya. yuli udah mati kok msh nyebelin ya wkwkwk nggak kasian lgi dehh
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: 😭😭😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
kebiasaan nanggung.

tapi patut diacungi jempol ki sukmo berjuang mempertahankan eksistensi nya sebagai dukunsaktii pesisir utara sampe titik darah penghabisan wkwkwk .

tapi tetep kasian sama yuli, dia yg sangat paling merugi.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ : wkwkwk udah berasa nkri harga matii
total 2 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Kasian sama yuli
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Taha 69
falea sezi
berasa liat film horor🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Hehehe... Maaf ya Kak Falea, kalau adegannya agak kurang detail atau malah agak lebay... 🤭🤭🤭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
lahh nanggung ya...

mantap zaki Tirakat nya nggak sia sia, puasa apa ya ngableng? nggak pake ajian atw rapal mantap bwt ngelawan ki sukmo hanya dengan nur tauhid+kalamullah.

next
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
biar emosi juga tetep ya manggil Yuli Mbak, ini brarti msh ada rasa hormat ke kaka ipar. biasanya klo orang emosi ya manggil orang nama saja.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
nggak berasa tetiba habis. next kak

next babb keknya klo mereka ketemu ki sukmo trs yuli trs zaky bnyk kosakata umpatan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
ishhhh vulgarrrr lahh
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Astagfirullah 50 psk? seusia ibuku? ada sih, dandanan nya menor gitu nutupi kerutan tapi yg aku tau katanya yg udah sepuh gitu cuma bwt nemenin minum wkwkwk
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Ya namanya juga dunia gelap... 😰😰😰
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Wahh iya Tirakat zaky nggak sia sia, dari darah dendam, bisa melacak keberadaan yuli dan dukun nya.

tapi awas zaky jngn terburu buru, yuli juga dukun nya nggak kaleng kaleng
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
nahh gitu itu namanya kmu punya persiapan Zakk... klo tetiba cuma pke apa itu nggak ketemu, untung ada feeling hubungi pakde mardi klo nggak bisa hbs waktu kmu keliling cirebon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!