"Mulai besok kamu akan di pindahkan ke apartemen CEO, kamu bisa melakukan tugas mu disana. Gajimu akan dinaikan dua kali lipat. Dan ingat, jangan sampai membuat kesalahan. Ada yang ingin di tanyakan?" ucap Diki pada Kirana
"Maaf, Pak. Jika saya menolak apa konsekuensi nya?" tanya Kirana
"Tidak ada penolakan, karena kamu sudah menandatangani kontrak kerja selama satu tahun. Yang diperbolehkan, kamu hanya menyetujui dan menjalankan tugas mu dengan benar. Dan ingat, jangan ceritakan ke staff yang lain" ucap Diki
"Peraturan macam apa ini" ucap Kirana seraya membaca lembar demi lembar peraturan yang tertulis pada kertas di hadapan nya
Dari kantor CEO Steven menatap layar monitor cctv dari ruangan nya, menatap ekspresi Kirana seraya berkata
"Ide cemerlang ku bagus juga, aku jadi lebih leluasa menatap mu setiap hari. Kirana"
Senyum nakal menyeringai dari bibir seksi nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bangun Pagi
" Aku sudah menikah sekarang dengan laki laki yang baru sebulan ku kenal.." gumam Kirana dalam hati seraya melihat laki laki di samping nya dan tidak percaya Steven kini resmi menjadi suami nya. Kirana terus memperhatikan lekuk wajah tampan Steven
" Kenapa sayang, kamu mau lagi " ucap Steven dan sekarang mereka berhadapan. Tangan Stev langsung melingkar ke pinggang Kirana
Kirana yang pagi ini hanya mengenakan cd dan bra membuat Steve ingin kembali melakukan nya lagi..
" Ihh.. apa an sih, mesum terus kamu " ucap Kirana berusaha melepaskan tangan Steve yang masih melingkar di pinggang nya..
" Kamu mau kemana sayang... " ucap Steve seraya melakukan aksi nya lagi.. mendaratkan bi*ir nya ke bi*ir Kirana, lagi dan lagi... membuat Kirana hilang akal,,, kali ini semakin panas dan ganas dan liar.. Steve mulai menurunkan kepala menyusupi bagian kembar yang mungil dan menjulang...
Kemudian...
Ting .. Tong... Ting.. Tong.... Ting.. Tong...
" Sayang kita kedatangan tamu " ucap Kirana
Spontan Steven menghentikan aksi nya..
" Ah .. Sial ... mengganggu saja " Steven kesal dan Kirana tertawa
" Jangan senang dulu sayang, setelah tamu nya pergi aku akan meminta nya kembali... " ucap Steven
" aaaaa.... " teriak Kirana seraya menutup wajah nya dengan ke dua tangan nya..
Memakai celana pendek Steven berjalan membuka pintu
" Morning anak mama " ucap Silvia
" Ah mama kenapa datang sepagi ini " tanya Steven
" Mama hanya ingin memastikan saja sayang " ucap Silvia
" Tentang apa ma, apa ada yang penting " tanya Steven
" Dimana Kirana " tanya Silvia seraya mengedarkan pandangan nya
" Di kamar ma " jawab Steven seraya duduk di sofa. Silvia lalu menghampiri KIrana
" Pagi nak, kamu Ok hari ini " tanya Silvia
" I.. iya ma " jawab Kirana
Silvia melihat darah di sprei tempat tidur.
" Wah, sebentar lagi aku punya cucu " ucap Silvia
" Eh,, haha mama ada ada saja " jawab Kirana malu
" Baiklah, mama kemari mengantar kan buah dan sayur. Jadi kalian nggak perlu kemana mana " ucap Silvia
" Iya ma, terimakasih " jawab Kirana
" Baiklah mama pamit dulu sayang " ucap Silvia seraya berjalan menuju pintu keluar apartemen
Kirana mengenakan baju tidur tipis, sehingga lekuk kan tubuh mungil nya terlihat jelas setelah Steve membuka tirai jendela. Kirana berlalu lalang di hadapan Steve, dia memulai aktifitas nya setiap pagi.
" Sayang mau teh hangat ? " tanya Kirana
" Aku mau bi*ir hangat mu " jawab Steve merayu. Kirana bangkit dari sofa dan menjulurkan lidah nya lalu melangkah menuju dapur. Saat hendak menuangkan air hangat ke gelas. Tiba tiba...
Steve datang menghampiri nya, melingkar kan ke dua tangan nya dari belakang punggung seraya mengecup bagian tengkuk Kirana.. membuat Kirana ingin sekali lagi menjatuhkan seluruh tubuh nya di dekapan Steven...
" ah... ah... " terdengar desahan Kirana, membuat Steve semakin ingin menagih jatah nya pagi ini.
Menggerakkan kedua tangan nya ke bagian depan Kirana, menyentuh daerah yang Steve sukai. Membuat Kirana semakin pasrah dan lemas... Steve mulai melucuti baju tidur Kirana, sekarang kulit mereka bersentuhan tanpa di halangi satu helai benang pun...
Dan Steve melakukan nya lagi di dapur, dengan gaya d*gy style..
" Ah... ah... sayang.... tahan sayang... arghhh.... " mereka mengerang bersamaan setelah Steve menghentak kan nya keras...
Steve memeluk Kirana erat dan perlahan melonggar kan nya.
Membalik kan badan Kirana dan menghujaninya Kirana dengan ciuman
sampe traveling kmna mana hahaaa