Sebelah tangan Inara yang hendak membuka pintu tiba - tiba saja langsung terhenti dan melayang di udara. Ketika ia tak sengaja mendengar pembicaraan Brian dengan Melisa - mertuanya.
" Aku akan menikahi Anita ma.."
" Apa maksud kamu Brian? Kamu itu sudah menikah dengan Inara. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita tak tahu diri itu."
" Maaf ma. Aku harus segera menikahi Anita. Saat ini dia telah mengandung anaku. Yang berarti penerus dari keluarga Atmaja."
Kedua mata Melisa langsung terbelalak lebar.
Begitu pula dengan kedua mata Inara yang sedari tadi tak sengaja menguping pembicaraan rahasia dari kedua orang yang ada di dalam ruangan sana.
Perih , sakit , dan sesak langsung menyelimuti hati Inara.
Wanita berkulit putih itu tak menyangka. Jika selama ini pria yang selalu ia cintai dan sayangi sepenuh hati . Malah menorehkan luka sebesar ini pada hatinya yang rapuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Daniel tertunduk. Dan berkata." Maaf nyonya. Ini semua tentang kedekatan tuan Brian dan nona Anita lagi. Seperti apa yang sudah anda ketahui sebelumnya."
Deg.
Tubuh Melisa langsung mendadak lemas.
Hal yang ia takutkan ternyata dengan begitu cepat terjadi.
Sementara Zadith sendiri.
Pria itu langsung memberikan tatapan tajam ke arah Melisa.
" Melisa.. Jadi selama ini kau sudah mengetahui perselingkuhan yang di lakukan oleh Brian dan Anita? " bentak Zadith dengan penuh amarah ke arah Melisa yang sempat terlihat tercekat karena mendapat bentakan dari suaminya.
Seumur - umur dirinya menjadi istri Zadith. Baru kali ini dirinya melihat pria itu jadi marah seperti ini.
" I.. Itu..." ucapan Melisa tercekat hebat.
Bukan maksud dirinya membantu Brian untuk menyembunyikan hal penting seperti ini dari Zadith.
Hanya saja ia terlalu bingung untuk memulai dari mana untuk menjelaskan perihal gila yang di lakukan oleh putra mereka itu.
" Jawab aku Melisa. Apa kau sudah tahu bahwa putra kita menjalin hubungan kembali dengan Anita di belakang Inara." dengan sorot mata penuh amarah yang seakan siap meledak. Zadith pun mencengkeram kuat kedua bahu Melisa. Hingga wanita bergaun maroon itu jadi terlihat meringis kesakitan karena ulah Zadith.
" Sakit..."
" Jawab aku Melisa.. Jawab aku. Apa kau juga berniat membantu Brian untuk menyembunyikan wanita itu."
Melisa menatap Zadith dengan lelehan air mata terurai. Dan dengan tegas berkata. " Tidak.. Zadith. Aku tidak melakukan hal itu. Aku hanya bingung untuk menyampaikan hal ini padamu dengan cara bagaimana. Sumpah demi apa pun aku juga tak rela jika Brian kembali menjalin hubungan dengan wanita itu lagi. Kau tahu sendiri bukan bagaimana selam ini aku menyayangi Inara. Jadi mana mungkin aku akan mendukung hubungan busuk itu."
Tangan Zadith yang di awal tengah mencengkeram kedua bahu Melisa pun secara perlahan pun terlepas dati bahu Melisa.
Pria itu meraup wajah kasar.
Ia tak menyangka jika keluarganya akan menjadi sekacau ini. Hanya gara - gara kembalinya wanita yang tak pernah mereka harapkan datang lagi ke kehidupan putra mereka.
" Jadi kau juga sudah tahu jika wanita itu dalam keadaan hamil sekarang? "
Melisa mengangguk lemah. Sebagai jawaban jika dirinya pun juga sudah mengetahui semua itu.
" Dasar anak brengsek! Bisa - bisanya dia melakukan hal hina seperti itu."
" Tenanglah Zadith. Jangan marah - marah seperti ini. Aku yakin jika kita berpikiran dingin . Kita akan bisa mendapatkan jalan keluar untuk menyelesaikan semua masalah ini."
" Jalan keluar? Jalan keluar apa yang bisa perbuat jika semuanya sudah menjadi seperti ini Melisa. Aku tak bisa membayangkan bagaimana sakit hatinya Inara nanti , jika dia tahu sikap bejat Brian selama ini." Zadith menatap ke arah luar jendela besar yang ada di dalam kamarnya.
Tatapan pria itu benar - benar di selimuti dengan penuh rasa kecewa mendalam terhadap Brian yang selama ini sangat ia bangga - banggakan.
Sementara di sisi lain. Melisa pun menarik nafas dalan dan perlahan mulai melangkah mendekati Zadith. Dan memeluk tubuh tegap milik suaminya itu dari arah belakang.
Seolah tengah berusaha memberikan ketenangan pada hati Zadith yang saat ini tengah di selimuti bara api.
Sedangkan Daniel sendiri..
Pria itu memilih untuk keluar dari dalam ruangan. Dan memberikan waktu berdua untuk Zadith dan Melisa bicara.
Yang bener Naura atau Inara Thoor
ok kita lihat sebadast apa kau Ra