Biyanna Loralie Avacyn adalah gadis remaja yang tidak suka diatur. Anna, orang sering memangilnya itu. Anna memiliki satu orang sahabat yakni Ellerose Naselin Jasney yang sama sama suka kebebasan.
Namun tak disangka tak diduga tiba tiba orang tua kedua gadis itu menjodohkan mereka dengan anak sahabat mereka karena sudah tak sanggup lagi untuk menjaga kedua anaknya yang suka kabur kaburan.
Mereka adalah Xiaotian Charis Livian dan Albiru Sky Geovander yang ternyata musuh bebuyutan dua sahabat itu.
Gimana kehidupan mereka kedepannya?
kita saksikan kisah ceritanya di "Menikahi Musuhku".
Selamat membaca, , ,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mella Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
...~•Happy Reading•~...
......................
Anna yang sedang asik menonton dibuat kaget oleh kedatangan pramugari yang membawakan cemilan Korean food.
Mereka akan ke Korea tapi makanannya sudah ada di depan mata.
"Siapa yang menyiapkan ini?". Tanya Anna karena dia tahu tidak mungkin orang suruhan daddy-nya menyiapkan makanan jenis itu.
Yang Daddy nya siapkan pasti berhubungan dengan menu makanan sehat, karena bukan tanpa alasan Jeric menyiapkan itu untuk anak kesayangannya yang doyan makan makanan sembarangan atau tidak sehat.
"Tuan muda Livian nona, beliau meminta bodyguard membawakannya sebelum pesawat take on". Ucap pramugari itu membuat Anna menatap ke arah Xiaotian yang sedang duduk santai memangku laptop di bangku yang berbeda.
Perjalanan yang ditempuh dari Paris ke korea menempuh waktu 13-15 jam. Selama itu Anna pasti akan mengeluh karena bosan. Tapi yang pasti setelah perjalanan yang panjang akan digantikan dengan kesenangan yang tiada tara yang hanya dirinya sendiri ciptakan.
Sebelumnya Anna memang sudah meminta izin kepada orang tuanya untuk liburan lama, awalnya Nayarra melarang tapi saat Anna mengatakan akan liburan bersama Xiaotian membuat sang mommy mengubah keputusan.
Nayarra menyetujui nya karena menganggap liburan ini akan mendekatkan hubungan keduanya, ya walaupun Anna sedikit menceritakan jika hubungan dirinya dengan Tian kurang baik tapi Nayarra yakin mereka akan saling bucin nantinya.
'Cinta akan datang dengan seiring berjalannya waktu'. Kata Nayarra.
...****************...
24 jam kemudian.
Biyanna terbangun dengan tubuh yang lumayan segar, menempuh waktu lama di pesawat membuat tubuhnya pegal dan moodnya bosan.
Tapi setelah beristirahat semuanya berubah, apalagi saat melihat pemandangan kota Seoul yang selalu dia rindukan.
Bukan apa, Anna tidak tahu kenapa sangat menyukai negri gingseng. Namun tak hanya itu, Anna pun menyukai negri sakura.
Satu alasan yang membuatnya suka adalah tempat cuci mata.
Anna memang tak menutup mata tentang dunia luar, tapi Anna menyukai pemuda tampan. walaupun hanya memakai make up tapi sangat menakjubkan bagi Anna.
Suka bukan berarti harus memiliki. Tapi suka dalam sudut Anna berbeda. Dia hanya suka menatap dan mengagumi tanpa lebih dari itu.
Bisa dikatakan Anna dan Rose adalah maniak cowok tampan. Namun cowok tampan dari sudut pandang mereka cukup berbeda.
Kembali ke Anna.
Gadis itu menatap bangunan yang lebih rendah dari apartemen yang dia tempati. Tak terlalu jauh juga Anna melihat pemandangan sungai Han yang sangat indah.
"Ughhh, , akhirnya lepas dari banyaknya peraturan". Lenguh seseorang dari tempat tidur.
Anna yang berdiri dekat jendela menatap ke arah suara. Dia tersenyum melihat sahabatnya yang juga tersenyum lebar.
Saat di layar lah mereka bisa hidup bebas. Bukan keluarga mereka yang mengekang tapi Anna dan Rose malas selalu diladeni oleh pelayan.
dikit dikit pelayan, dikit dikit pelayan. Mereka ingin bebas melakukan apapun tanpa bantuan seseorang.
"Capek?".
Rose memutar bola matanya malas. "Kamu nanya".
Sudut bibir Anna tertarik ke atas tanpa merespon apapun.
"Siap siap gih sebelum mereka menggedor pintu--, , , ".
Tok
Tok
Tok
Kedua gadis itu saling pandang. Perkataan Anna sudah seperti mengundang mereka untuk datang. Baru juga dibilang mereka sudah datang.
Tok
Tok
Tok
Dengan tidak sabaran.
Bola mata Anna memutar malas, dia berjalan ke arah pintu sedangkan Rose berlari ke kamar mandi. Jika dia terlihat masih di atas tempat tidur yang pasti Albiru akan mengomel.
Tangan Anna ancang ancang memegang handle pintu.
Tok
CEKLEK
Ketukan yang akan kembali datang memenuhi seluruh ruangan terhenti saat pintu tiba tiba terbuka.
Tak
Tapi tangan orang itu tak tertahan, alhasil kepala Anna lah yang menjadi sasaran.
...~•Bersambung•~...