Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Flashback On
Surabaya....
Kevin baru saja selesai dari dari seminar di salah satu hotel Surabaya
Karena ia masih memiliki waktu senggang, Kevin melimpir ke sebuah kafe untuk menikmati secangkir kopi
Kevin duduk diantara pengunjung lainnya, kondisi kafe saat itu tidak ramai sehingga Kevin bisa memilih dimana tempat ia akan duduk
Saat Kevin sedang membaca buku menu, seorang pelayan menghampiri dirinya
" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu "
Kevin menurunkan buku menu yang menutupi wajahnya itu
" Saya - "
" Asha "
Keduanya saling bertatapan beberapa waktu
Asha pun menjadi gelisah, tanganya mengepal keras buku kecil yang ada di tangannya
Sedangkan Kevin, ia masih tak percaya dengan sosok perempuan yang ada di hadapannya saat ini
" Lo sama siapa Vin ? "tanya Asha ragu
" Sendiri, gue sendiri "
Asha ingin pergi saat itu juga, namun melihat posisinya saat ini tidak memungkinkan untuk dirinya pergi
" Lo ada waktu buat ngobrol Sha ? "
" Tiga puluh menit lagi, shift gue selesai "
" Gue tunggu Sha "
" Kevin, gue mohon jangan bilang apapun ke Dirga kalau kita ketemu "
Kevin mengangguk
Asha pun kembali bekerja dengan biasa
Kevin memperhatikan Asha yang berlalu lalang melayani para pembeli
Penampilan Asha berbeda dari yang biasa Kevin kenal
Tubuhnya menjadi kurus, wajahnya yang nampak lelah menunjukkan jika perempuan itu tidak baik-baik saja
Hanya satu yang tak berubah dari Asha, senyuman tulusnya yang ia berikan kepada para pengunjung
Tiga puluh menit menunggu, sesuai ucapannya Asha pun kembali menghampiri Kevin.
" Maaf lama Vin "
" Nggak apa apa, gue ngerti ko Sha "
Keduanya pun sama sama merasa canggung dengan pertemuan yang tidak disangka ini
" Dirga, apa kabar Vin ? "
Kevin menganggukkan kepalanya
" Kalau lo tanya secara fisik dia baik, tapi kalau lo tanya soal batin kayaknya dia nggak baik "
Asha tersenyum tipis
" Jadi setelah pertemuan dengan ibu Dirga, lo beneran pergi ninggalin Dirga ? "
" Gue nggak punya pilihan lain Vin, kalau emang ini yang terbaik gue bakal lakuin "
Asha mengeluarkan dompet dari dalam tasnya, dan menunjukkan cek yang ibu Dirga berikan kepada Asha
" Cek ini.. " Kevin menatap Asha lekat
" Gue nggak pernah ambil uang ini Vin "
" Gue simpan rapih di dompet gue, supaya setiap hari gue inget kalau gue pernah kehilangan orang yang paling gue cinta Vin "
Asha mencoba untuk tersenyum, namun justru ia malah menangis di depan Kevin
Namun dengan cepat ia menghapus air matanya, dan mencoba kembali tersenyum
" Gue mohon sama lo Vin sangat mohon, jangan pernah cerita ke Dirga soal cek ini, soal apa ibu Dirga di kafe saat itu "
" Dan jangan pernah ada yang tau kalau gue yang donorin darah buat Dirga "
Asha mengatur nafasnya
" Biarin Dirga benci gue dengan asumsi dia sendiri Vin "
Kevin mengepalkan tangannya dengan kencang
" Lo sendiri gimana Sha ? Gue yakin lo nggak baik-baik aja kan ? "
" Nggak ada yang baik baik dari perpisahan Vin "
" Gue sayang sama Dirga, tapi gue mau dia bahagia Vin. Gue pengen dia bahagia dengan gue ataupun tanpa gue "
Kevin diam untuk beberapa saat
Tiba-tiba Asha meraih tangan Kevin, membuat pria itu terkejut
" Gue titip Dirga, Kevin "
" Hmm " Kevin mengangguk
Asha melepaskan tangan Kevin
" Hidup lo disini gimana Sha ? "
Kevin mengalihkan pembicaraan
" Kerja apapun Vin, buat biaya kuliah gue, tempat tinggal, dan gue juga sesekali ke psikolog"
" Sha... "
" Gue juga manusia sama kayak lo Vin, bisa capek juga "
Ditengah obrolan mereka, ponsel milik Asha mendapatkan panggilan masuk
Kevin melihat nama Naufal di layar ponsel Asha
" Vin kayaknya gue udah harus cabut, nggak apa apa kan ? "
" Hmm, kalau lo butuh temen cerita ada gue Sha "
" Makasih, gue pergi dulu yah "
Asha pun pergi setelah mendapatkan panggilan dari Naufal
" Siapa Naufal ? "
Setelah pertemuan hari itu
Beberapa kali Kevin pergi ke Surabaya untuk memastikan Asha yang baik-baik saja
Hingga akhirnya, Asha sudah tidak lagi bekerja disana dan Kevin tidak tau lagi soal Asha.
Flashback Of
****
Dirga datang ke kantornya setelah mengantar Asha pulang lebih dulu
Begitu Dirga masuk kedalam ruangan, disana sudah ada Kevin dan kedua temannya yang menunggu kedatangan Dirga
Dirga langsung menatap Kevin dengan tatapan datar, dan Kevin pun tau kemana arah pembicaraan Dirga nantinya
" Lo kenapa nggak pernah cerita ke gue Vin ? "
Reza dan Bayu menatap Dirga dan Kevin bergantian
Kevin menghela nafasnya kasar
" Gue cuma ikutin apa mau Asha aja "
" Gue mau menghargai dia Dir "
" Lo tau kan Vin, tujuh tahun ini gue benci banget sama dia."
Kevin diam sebelum ia menjawab ucapan Dirga
" Lo berdua juga tau soal ini ? " Dirga menunjuk Reza dan Bayu bergantian
Keduanya mengangguk pelan, Dirga tersenyum pahit
" Jadi cuma gue yang nggak tau apa apa ? "
" Berarti selama tujuh tahun ini gue jadi manusia paling jahat yah "
" Tujuh tahun ini kalian tau kan gimana gue benci sama Asha, bahkan gue selalu bersumpah agar hidup dia nggak pernah bahagia "
Kevin mulai menjawab
" Bayu sama Reza nggak tau sebelumnya, Dir "
" Mereka tau cerita ini saat kemarin di SeaWorld, dan itupun karena Naufal yang maksa gue buat cerita ke mereka "
" Cuma gue yang tau soal kehidupan Asha di Surabaya"
Dirga mengusap wajahnya kasar
" Lo juga tau soal cek itu berarti Vin ? "
" Tau, bahkan gue liat sendiri saat ibu lo ngasih cek itu ke Asha "
" Gue liat gimana hancurnya Asha hari itu Dir, pergi dengan terpaksa demi kebahagiaan orang yang dia cinta "
" Bahkan waktu di Surabaya, gue liat dia itu hancur banget Dir "
" Bahkan dia pernah cerita ke gue kalau dia pergi ke psikolog"
Dirga semakin merasa menyesal..
Dirga tak pernah mengira bahwa kehidupan yang Asha lalui begitu sulit saat itu
Sedangkan Dirga, selama ini Dirga berpikir jika Asha adalah perempuan jahat yang pernah ia kenal
....
Asha menunggu Dirga pulang..
Namun karena mengantuk Asha pun tertidur di sofa
Dirga yang baru saja sampai dirumah, tidak langsung turun dari mobilnya
Ia diam beberapa waktu sebelum masuk
" Apa aku masih pantes, Sha buat dapat kesempatan kedua "
Dirga mengusap air matanya yang berkali kali jatuh dari sudut matanya
Setelah merasa tenang, segera Dirga turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumah
Begitu Dirga masuk, kondisi rumah saat itu sepi
" Sha " panggil Dirga pelan
Saat melewati sofa, Dirga melihat Asha yang tertidur sambil meringkuk
Dengan hati-hati Dirga mendekati Asha, Dirga pun berlutut tepat di depan Asha yang sedang tidur
" Kalau dulu kamu yang berjuang dan menahan semuanya sendirian "
" Sekarang biar aku yang berbalik berjuang buat kamu Sha "
Perlahan Dirga mencium kening Asha..
Asha masih tertidur dengan pulas
Dirga duduk di lantai sambil menyandarkan tubuhnya di sofa
Ucapan Asha dan Kevin terus semakin membuat Dirga menjadi orang yang bersalah