NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Lagi

Cintai Aku Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan
Popularitas:83.6k
Nilai: 5
Nama Author: moon

WARNING! Sebelum mulai membaca, tolong baca tagar dahulu. Karena di sini area bebas JULID, dilarang mengomel hanya karena keinginan Anda tak sejalan dengan pemikiran Author.



Cinta itu menuntun dirinya untuk membuat keputusan paling kejam, memilih satu diantara dua wanita. Di antara tangis dan perih dua wanita yang lain, ia tetap mempertahankan wanita yang ia cinta.


Setelah keinginan diraih, takdir kembali lancang menuliskan jalannya tanpa permisi. Sekali lagi ia kehilangan, tapi kali ini untuk selamanya.


Terombang ambing dalam amarah, serta sempat menjauh dari-Nya. Tapi sepasang tangan kecil tetap meraih dirinya penuh cinta, tulus tanpa berharap imbalan jasa.


Apakah tangan kecil itu mampu menuntun Firza kembali ke jalan-Nya?


Lantas bagaimana dengan dua wanita yang pernah disakiti olehnya?


Mampukah Firza memantapkan hatinya pada cinta yang selama ini terabai oleh keegoisannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

#32

“Sayang,” kata Biru, membangunkan istrinya umtuk pamit. 

Pink menggeliat sejenak, “Lho, kok, kamu rapi? Mau ketemu selingkuhan?” cetus Pink dengan wajahnya yang masih kusut. 

Andai tak paham sifat absurd istrinya, pasti mereka akan berdebat malam itu, “Masa iya mau ketemu selingkuhan, aku pamit ke kamu dulu, ngapain? Ya mending langsung jalan.” 

Kedua mata Pink terbuka semakin lebar. “Jadi benar?” 

Biru mengusap kepala istrinya dengan lembut, “Nggak, lah. Ngapain? Cuma buang-buang waktu. Sama kamu, tuh, udah yang paling enak,” katanya, membuat Pink berbunga-bunga. Wanita itu memeluk suaminya, tak mau kalah manja dari anak mereka. 

“Beneran, ya? Jangan bohong.” 

“Nggak, bohong, kok, cuma nggak jujur aja.” 

Pink melepaskan pelukannya. “Itu sama saja!” katanya sinis. 

“Hahaha, kamu, tuh, mikirnya yang nggak-nggak.”

“Habisnya, kamu juga, sih, aku cuma minta bilang cinta setiap pagi aja, kamu masih suka lupa,” gerutu Pink. 

“Iya, Cinta.” 

“Kayak terpaksa gitu logatnya,” celetuk Pink, semakin membuat Biru gemas. 

“Astaghfirullah, istriku, cintaku, yang ter-merah muda dalam hidupku. Terima kasih, Allah, atas anugerahmu.” Akhirnya Biru mengucapkan mantra andalannya. 

Barulah Pink bisa tersenyum, “Gitu, dong,” ucapnya senang, seraya merapikan kerah kemeja Biru yang masih berantakan. “Mau kemana, sih?” 

“Ada telepon dari kantor polisi.” 

“Heh! Kenapa? Ada masalah?!” cetus Pink kaget. 

Biru mengangguk sambil menghela nafas. “Firza mabuk, dan berkelahi di klab malam.” 

Mulut Pink, otomatis menganga tak percaya. “Serius, Bang?”

Biru mengangguk sekali lagi, “Aku pun tak tahu apa penyebabnya. Tidurlah lagi, mungkin aku pulang dini hari.” 

“Bawa sopir, ya? Biar ada teman.” 

“Iya, aku sudah menelepon Pak Sobri agar bersiap. Aku pergi dulu, ya.” 

“Hati-hati, Bang.” 

“Hmm.” 

Biru pun keluar dari kamarnya, lelah memang, tapi, jika membiarkan kemarahan menguasai, maka masalah tak akan pernah selesai. 

Tiba di halaman rumah, Pak Sobri sudah menyalakan mobil dan menunggunya. “Ke kantor polisi sektor Jakarta—” Biru menyebutkan alamat yang akan mereka tuju. 

Untunglah ia membawa sopir, jadi ada teman ngobrol sepanjang perjalanan. 

Sejenak pikiran Biru menerawang memikirkan saudara sepersusuannya itu, ia bertanya-tanya, hal apa kiranya yang membuat Firza nekat menyentuh barang haram itu? 

Apa masih kurang puas dengan apa yang dimilikinya sekarang? Bukankah dia bilang ingin kembali pada Resha? Dan dia sudah berhasil, Ersha sudah mengalah, dan sekarang sudah menikah lagi, harusnya Firza bahagia, dong. Lalu, kenapa tingkahnya seperti orang yang kehilangan barang yang paling berharga? apalagi yang kurang? 

Tiba di kantor polisi, Biru langsung menyapa dan bertanya pada petugas yang berjaga di sana. Petugas itu pun menyerahkan dompet serta ponsel milik Firza, lalu mengantarkan Biru ke salah satu sel tempat Firza berada saat ini. 

Pria itu tertidur lelap karena efek alkohol, pakaiannya berantakan, wajahnya lebam merah kebiruan di beberapa bagian, dan rambutnya awut-awutan. 

“Pria yang berkelahi dengan beliau sudah mengatakan bahwa tadi hanya salah paham, lalu ia meminta berdamai,” kata Pak Polisi. “Tapi, Pak Firza terlanjur gak sadarkan diri, jadi kami terpaksa menghubungi Anda.” 

“Baik, Pak. Terima kasih sudah menghubungi saya. Mohon izin untuk membawanya pulang,” ucap Biru, lalu mulai memapah tubuh Firza yang masih tidak sadarkan diri. 

Pak Sobri buru-buru datang menghampiri Biru yang sedang kerepotan, akhirnya mereka berhasil membaringkan Biru di kursi belakang. 

“Pak, biar aku yang bawa mobilnya, Pak Sobri bawa mobil Firza saja, ya?” Biru memberikan kunci mobil milik Firza pada Pak Sobri. 

“Baik, Tuan.” 

Kedua pria itu berpisah, karena masing-masing membawa mobil yang berbeda. 

Sepanjang jalan, dengkuran halus Firza terdengar naik turun teratur, sesekali ia mengigau tak jelas, kadang terisak, kadang menggumamkan nama mantan istrinya yang kini sudah menjadi milik pria lain. 

“Begitulah penyesalan, tak akan bisa terulang, sebanyak apapun kamu menangis dan meratapinya.” Biru berbicara, seolah Firza mendengarkan. 

“Jika tiga puluh tahun lalu ayahku tak menghembuskan nafas terakhirnya, mungkin dia juga akan mengalami penyesalan sepertimu saat ini.”

Pengalaman pahit ayah dan mamahnya itulah, yang kini Biru jadikan pelajaran berharga, agar menggenggam apa yang dimilikinya dengan penuh rasa syukur. 

Tak peduli seperti apa awal mula pernikahannya dengan Pink, tapi saat ini wanita itu sudah berubah dengan penampilan serba tertutup, jika dibandingkan masa lalunya ketika masih menjadi model. 

Pukul tiga dini hari, mobil tiba kembali di halaman rumah, masih di bantu Pak Sobri, kedua pria itu memapah Firza lalu dibaringkan di kamar tamu. 

“Terima kasih, Pak. Silahkan istirahat lagi,” ucap Biru. 

“Baik, Tuan, Bapak permisi dulu.”

Pak Sobri pamit, lalu Pink datang dengan pakaian yang sudah rapi, “Menyedihkan sekali keadaannya,” gumam Pink. 

Biru hanya mampu mengangguk lemah, “Jangan mengirimkan kabar apapun pada mamak atau ayah, ya? Aku khawatir mereka akan makin sedih.” 

“Iya, Bang.”

“Kok, kamu bangun, sih?” tanya Biru, karena seharusnya istrinya kembali tidur setelah ia pergi. 

“Tadi, setelah Abang pergi, Vio menangis, dan susah tidur lagi, tapi ketika di timang Mamah, dia malah lelap, bahkan diajak tidur di kamar Mamah.” 

“Syukurlah, aku boleh minta tolong?” Pink mengangguk. 

“Ambilkan salah satu pakaian dan celanaku, aku akan menggantikan pakaiannya dengan pakaian bersih.” 

“Iya, Bang.” 

Sementara Pink kembali ke kamar menyiapkan pakaian bersih, Biru ke dapur untuk mengambil baskom dan selembar handuk bersih dari ruang laundry. 

Dengan sabar Biru menyeka dan membersihkan wajah dan tubuh Firza dengan air hangat, setelah selesai ia pun menggantikan pakaian kotornya dengan yang bersih. 

“Semoga peristiwa ini, menjadi pelajaran yang tak akan pernah kau lupakan,” gumam Biru sebelum meninggalkan kamar tersebut. 

•••

“Ehhh—” 

Puk! 

Puk! 

“Pa— pa— mmmaa—” 

Bisik suara kecil itu mulai mengusik Firza, “Ayo, bangunkan Om Za.” 

Pelan pelan kesadaran Firza terkumpul, karena ia merasakan tepukan telapak tangan mungil di wajahnya. 

“Abi—” gumam Firza, lalu memeluk Vio dengan sayang seolah gadis kecil itu adalah putranya. 

“Aaak!” jerit Vio, ia tak nyaman, apalagi bau alkohol masih tercium menyengat di udara kamar, padahal jendela ruangan sudah dibuka lebar-lebar. 

“Eh, kamu bukan Abi? Vio, maafkan Om Za.” Firza kembali memeluk Vio, kali ini lebih lembut, hingga otaknya mulai terpikirkan sesuatu. 

“Kenapa ada Vio?”

“Dimana aku?” 

Firza membuka mata lebar-lebar, menoleh ke belakang punggungnya, ada Biru di sana sedang bersedekap seolah menantinya bangun dari tidur. “Segera mandi, bersihkan dirimu, lalu sholatlah! Ini sudah hampir jam sembilan.” 

Wajah dan ekspresi Biru terlihat datar dan dingin, mengisyaratkan kemarahan tanpa kata, setelah mengucapkan perintahnya, pria itu pun keluar kamar, tak lupa kembali menggendong Vio. 

Firza memijat kepalanya yang berdenyut nyeri, efek dari cairan alkohol yang semalam ia minum. Ternyata menyakitkan sekali setelah minum alkohol, tenggorokannya terasa dan terbakar, ia butuh cairan saat ini juga. 

###

Othor selipin bucinnya Biru dan Pink, gak papa ya. kan, pas kemarin tau-tau udah tamat aja setelah mereka menikah. 😜

1
Pujierde
klo kaya ginih jangan di kasih les silat, taekwondo dan yg sejenisnya 😆😆😆😆😆😆😆
Pujierde
et dah si joe tidur udh kaya gangsing muter" bikin pusing orang yang tidur bareng sama joe 😂😂
Pujierde
lah emang gak tau yaks klo nomor itu nomornya miranda? masa sih gak hapal ? dan masa miranda juga gak tau klo itu nomornya si jor" 😂😂
Pujierde
hahaha enak nyoooo punya pengasuh seperti keluarga sendiri yang ceplas ceplos klo ngomong tapi penuh dengan kesopanan 🙂🙂
Bunda Idza
yeeee.... othor,suka nggoda....😄😄😄
Bunda Idza
ada untungnya ada buntungnya ya bang....untungnya sudah dapat paket komplit dan cinta kembali utuh, malam pertama pengantin bisa diulang, ya buntungnya gitu... siap dengan segala resiko 🤭😄😄😄
Pujierde
lagi pula masa miranda gak tau klo itu nomor hpnya jordy
Pujierde
semula akuh menduga klo yang diserempet miranda mobilnya kakaknya joe alias jordy tp kan dia gak pulang" yaks 😁😁
Pujierde
hahaha ngebayanginnya lucu bingit
Pujierde
suluhlah abang balik dali hutan joe bial kamu ada yang nemenin
Pujierde
hihihi sih bodel akhirna nongol 😁😁
Nihayatuz Zain
namanya juga novel
pas manis Jan manis tenannnnnn🥰🤭
Bunda Idza
fibes bahagia nya nyembur kemana-mana bang ...yang baca mpek senyam senyum 🥰🥰🥰
moon: auuuuooo👻👻👻👻👻
total 1 replies
WeGe
sedikit sekali kak tor. lanjut 💪
Rahmawati
sabar bang, nanti bisa lanjut di apartemen😂
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sabar nanti diteruskan di apartemen 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semangat Firza 🤣🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul🤣🤣🤣
Setyowati Setyowati
pegang tangan dulu ..sampai apartemen pegang sendok ..kan dari tadi blm makan ..sibuk bercanda ..ya kannn😉😉
moon: betuull
total 4 replies
Nar Sih
pasti habis ini bisa tidur berempat yaa ☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!