Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.
Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.
"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.
"Aku berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan aku juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Bodyguard Biasa
Masih dihari yang sama namun ditempat yang berbeda. Sesuai dengan janjinya tadi malam, Kalau hari ini Kaivan akan mengajak Raisha untuk pergi memilih cincin pernikahan mereka.
Raisha yang diajak pun sebenarnya mulai gugup. Padahal dia dan Kaivan bukan setahun dua tahun bersama melainkan empat tahun lamanya.
Pria itulah yang selalu mendampingi Raisha kemanapun Raisha pergi. Raisha selaku di lindungi oleh pria itu, Tak membiarkan Raisha yang pernah menjadi Nona nya terluka.
Dan baru sekarang Raisha merasakan gugup yang luar biasa. Padahal Kaivan adalah pria yang tak berani macam-macam bukan? Kemanapun Raisha pergi Kaivan yang selalu menjadi supir dan bodyguard nya. Pria itu yang selalu menjaganya dengan baik.
Bahkan Hans sendiri selalu meminta Kaivan untuk menemani Raisha saat Hans sibuk dengan Ajeng. Jadi jangan salahkan Kaivan kalau pada akhirnya Kaivan lah yang akan menikahi Raisha untuk menggantikan Hans.
"Sudah siap?
"Sudah Mas.." Kaivan mengangguk kemudian membukakan pintu mobil bagian belakang. Meski katanya mereka sebentar lagi akan menikah bukan berarti Damian mengizinkan Raisha duduk berdua didepan. Posisi keduanya masih sama-sama seperti seorang supir dan majikan.
Mobil pun mulai melaju. Raisha duduk dengan tenang meski sebenarnya jantungnya berdetak tak karuan.
Raisha menunduk, Entah malu atau apa. Yang jelas wanita itu seakan tak sanggup untuk menatap wajah Tampan Kaivan.
Ya, Kaivan memang tampan. Jika orang yang tidak tahu akan mengira Kaivan adalah seorang Ceo kaya. Bukan Bodyguard seperti pekerjaannya yang sekarang.
"Nona..
"Ya..
"Kalau misalkan saya membelikan cincin yang berbeda untuk Anda tidak apa-apa kan?" Tanya pria itu. Raisha menganggukan kepalanya..
"Aku akan Batalkan cincin yang telah dipesan sebelumnya itu Mas.. Karena cincin itu Hans yang memesannya.. Dan dia juga yang telah membayar semuanya. Dan satu lagi, Bukan aku yang memilih desainnya, Tapi Ajeng.." Raisha dan Kaivan akan pergi ke toko tempat dimana ia dan Hans memesan Cincin pernikahan kemarin.
Untuk pesanan yang itu memang Hans yang menanggung semuanya termasuk cincin pernikahan itu. Karena Hans yang telah memesan maka Raisha tidak akan ambil cincin itu. Biarkan saja Hans ambil dan siapa tahu cincin itu akan diberikan pada Ajeng bukankah desain cincin yang Hans pesan itu adalah pilihan Ajeng. Biar Ajeng saja yang pakai..
"Aku mending beli cincin yang lain saja Mas.. Aku gak mau cincin yang itu. " Kaivan mengangguk. Tentu saja dia akan membelikan cincin yang berbeda yang pastinya Kaivan akan menjunjung tinggi Raisha agar Hans sadar diri kalau wanita yang telah di sia-siakannya bukan wanita biasa.
Ya, Walaupun dulu Kaivan pernah menyia-nyiakan seorang wanita yang tulus cinta padanya. Tapi untuk kali ini Kaivan tidak akan menyia-nyiakan wanita yang telah memilihnya. Kaivan akan belajar mencintai Raisha dengan tulus dan sepenuh hati. Bahkan Kaivan berencana akan melamar Raisha kembali, Kaivan takkan membiarkan Raisha saja yang melamarnya melainkan dia juga.
"Kalau boleh tahu, Cincin seperti apa yang Nona mau?
"Mas Kai, Bisakah kau jangan memanggilku Nona lagi. Panggil aku nama saja.. Aku, Merasa tidak enak.." Bukankah sebentar lagi mereka akan menikah, Seharusnya Kaivan berhenti memanggilnya Nona.
"Kita belum menikah, Biarkan untuk sementara ini saya memanggilmu Nona dulu.."
"Terserah Mas Kai saja.. Aku ikut asal itu yang terbaik.. " Raisha menurut saja apa Kaivan. Pria itu terkenal dengan ketegasannnya. Sudah pasti pria itu tahu mana yang baik mana yang tidak..
...****************...
Kendaraan roda empat yang ditumpangi oleh Kaivan dan Raisha telah sampai ditoko perhiasan besar tempat orang-orang memilih perhiasan atau biasa memesan perhiasan sesuai keinginan kita.
Bodyguard tampan itu lebih dulu turun dari mobil kemudian membukakan pintu untuk sang calon istri.
"Ayo..
"Makasih ya Mas..
"Sama-sama..
Keduanya melangkah masuk kedalan dan langsung disambut oleh karyawan yang telah mengenal Raisha dengan baik.
"Selamat datang Nona.." Raisha tersenyum. Dia berdiri melihat model perhiasan yang di pajang disana.
"Nona kesini mau ambil cincin pesanannya ya? Kebetulan sekali baru saja kami hubungi calon suami anda untuk segera mengambilnya karena cincin pernikahan yang kalian pesan telah jadi." Jelas karyawan itu mengatakan kalau cincin pernikahannya bersama Hans sudah siap dan tinggal di ambil saja.
"Lupakan Cincin itu.. Biar orangnya nanti yang datang mengambilnya. Aku datang kemari ingin mencari cincin pernikahan yang lain." Kata Raisha membuat karyawan itu sedikit bingung. Toh biayanya sudah Hans lunasi jadi biarkan pria itu yang mengambil. Raisha datang ketempat ini untuk memilih cincin pernikahan yang lainnya bukan mengambil cincin pesanan yang seharga seratus lima puluh juta itu.
"Aku datang kemari ingin memilih cincin pernikahan dengan desain yang berbeda. Apakah ada?" Karyawan itu akhirnya mengangguk kemudian memanggil sang manager.
Yang membelinya ini adalah seorang putri pengusaha dan sudah jelas sang manager yang langsung turun tangan.
Tak lama ada beberapa pasang cincin pernikahan yang diperlihatkan.
"Cincin pernikahan yang ada disini adalah cincin dengan desain yang sangat langka Nona.. Artinya tak akan ada orang yang punya dengan desain yang seperti ini.." Kata manager toko perhiasan itu. Raisha jadi bingung. Jika memilih salah satunya, Raisha yakin Kalau harganya tak main-main. Apakah Kaivan sanggup untuk membelinya? pikir Raisha yang mengira kalau Kaivan tidak sanggup membeli cincin dengan harga yang pastinya selangit itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ayo pilih, Kamu mau yang mana?" Pertanyaan dari Kaivan sungguh membuat Raisha dilema. Ini bukan pertanyaan sebenarnya tapi tawaran dari Kaivan. Dan yang ditawarkan adalah sepasang cincin pernikahan.
"Eum.. Mas, Kita pindah aja yuk.. Kita jangan beli disini.. " Bisik Raisha, Dia merasa tidak nyaman saja dengan Kaivan. Pria itu hanya seorang bodyguard yang memang punya gaji tinggi. Namun Raisha sebagai wanita tidak mau memberatkan calon suaminya mengingat Kaivan hanya seorang bodyguard. Bukan merendahkan Raisha hanya ingin Kaivan membelikan cincin untuknya semampunya saja.
"Kenapa?" Kaivan tersenyum. Pria itu tahu apa yang sedang dipikirkan oleh calon Istrinya ini. Pasti wanita itu mengira kalau Kaivan tak punya uang sebanyak itu.
"Eum.. Mas itu..
"Mas tanya, Kamu pilih aja mau yang mana?" Raisha masih saja diam. Tatapan matanya mengarah pada satu pasang cincin pernikahan yang sangat menarik hatinya. Dan semua itu dapat dilihat oleh Kaivan.
"Mbak.. Saya boleh lihat yang ini.." Kaivan menunjuk sepasang cincin yang sepertinya memang di inginkan oleh calon istrinya ini.
Sebuah cincin dimana cincin tersebut jauh berbeda dengan model yang lainnya. Untuk cincin prianya terletak beberapa permata diatasnya. Untuk cincin wanita berbentuk mahkota serta juga ada beberapa permata yang Kaivan yakini adalah sebuah Berlian asli.
Tidak terlalu simple dan tidak terlalu mencolok, Tapi Raisha suka. Bagi Raisha cincin ini sangat elegan dengan Berlian yang bersinar.
Kaivan menelisik sepasang cincin itu, Pria tersebut tersenyum lalu..
"Saya ambil yang ini.. " Tanpa pikir panjang Kaivan langsung mengambil cincin itu. Tak sampai disitu saja Kaivan juga mengeluarkan sebuah kartu yang tak asing bagi Raisha. Kartu itu seperti kartu tanpa batas..
"Totalnya dua koma lima milyar.. " Mata Raisha membola mendengar total sepasang cincin pernikahan yang ia incar itu. Jangan salah, Meski katanya Raisha anak orang kaya dan terlihat kalem. Namun mendengar nomilan yang manager itu sebutkan wanita mana yang tak kaget.
"Dia kan seorang bodyguard? Bagaimana bisa punya kartu tanpa batas? Sungguh bukan Bodyguard Biasa.. " Batin Raisha yang terkejut dengan Kaivan.
"Ini barangnya Tuan.. " Seorang Karyawan wanita itu menyerahkan paperbag yang telah berisikan cincin tersebut serta kartu milik Kaivan.
"Terimakasih atas kunjungannya.." Kaivan mengangguk kemudian mengajak Raisha pergi.
"Mas Kai..
"Ya..
"Mas, Dapat darimana uang sebanyak itu?" Raisha langsung menepuk bibirnya. Sepertinya wanita itu sadar kalau salah bicara..
"Hasil korupsi.." Jawab Kaivan dengan candaannya. Raisha berdecak kesal dengan jawaban itu.
•
•
•
TBC