NovelToon NovelToon
Aturan Main Sang CEO

Aturan Main Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Office Romance / Balas Dendam
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lyra Graceva hanyalah seorang sekretaris teliti yang hidup dalam bayang-bayang trauma ibunya dan status "anak haram". Namun, dunianya runtuh sekaligus bangkit saat bosnya yang obsesif, Sean Nathaniel Elgar, menjeratnya dalam sebuah pernikahan kontrak yang berubah menjadi kepemilikan mutlak. Di balik gairah panas dan sikap posesif Sean, tersembunyi rahasia kelam masa lalu yang melibatkan kedua orang tua mereka. Lyra yang awalnya rapuh, bertransformasi menjadi "Ratu" yang dingin demi membalaskan dendam ibunya dan mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya, sementara Sean bersumpah akan menghancurkan siapa pun—termasuk keluarganya sendiri—demi menjaga Lyra tetap di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Darah di Atas Dermaga

Suara tembakan itu memecah kebisingan hujan yang menghantam peti kemas logam di pelabuhan tua itu. Untuk sesaat, waktu seolah berhenti. Arsen merasakan dorongan kasar di bahunya hingga ia tersungkur ke tanah yang becek. Saat ia menoleh, ia melihat Sean berdiri dengan lengan kiri yang bersimbah darah. Peluru Vasco menyerempet lengan Sean saat pria itu melompat untuk melindungi Arsen.

"Sean!" Arsen berteriak, segera bangkit dan mengarahkan senjatanya kembali ke arah Vasco.

Sean tidak merintih. Ia hanya mencengkeram lengannya yang terluka, matanya tetap terpaku pada Vasco yang kini gemetar ketakutan di balik tas dokumen yang ia peluk. Napas Sean menderu, uap air keluar dari mulutnya di tengah udara malam yang dingin.

"Kau... kau menyelamatkanku?" Arsen menatap Sean dengan pandangan tak percaya. "Kenapa?"

"Jangan salah paham, Kakak tiri," desis Sean dengan suara parau yang menakutkan. "Aku melakukannya karena aku tahu Lyra baru saja mendapatkan kakaknya kembali. Jika kau mati hari ini, dialah yang akan hancur, dan aku tidak akan membiarkan satu tetes pun air mata jatuh dari matanya hanya karena kematian pria sepertimu."

Arsen tertegun sejenak. Di balik sikap obsesif dan gilanya, Sean Nathaniel Elgar memang benar-benar meletakkan kebahagiaan Lyra di atas segalanya—bahkan di atas keselamatan nyawanya sendiri.

"Hahaha! Sangat menyentuh!" Vasco tertawa histeris, meski bahunya sendiri sudah berlubang akibat peluru Sean sebelumnya. Ia mencoba merangkak mundur, menjauh dari dua pria yang tampak seperti malaikat maut di hadapannya. "Dua putra Edward Elgar... bersatu demi seorang wanita yang bahkan tidak tahu siapa dirinya sebenarnya!"

"Tutup mulutmu, Vasco!" bentak Arsen. "Letakkan tas itu dan menyerahlah. Polisi sudah mengepung area ini!"

"Menyerah? Untuk apa? Agar aku membusuk di penjara sementara kalian menikmati harta Wijaya?" Vasco meludah ke samping, darah bercampur air hujan mengalir dari bibirnya. "Dengar, Sean! Kau pikir ibumu, Martha, adalah iblis tunggal? Kau tidak tahu sejarah gelap di balik kebencian Martha pada Hana!"

Sean melangkah maju, mengabaikan rasa perih di lengannya. Ia mencengkeram kerah baju Vasco dan mengangkatnya hingga kaki pria itu menggantung. "Katakan. Katakan sebelum aku memutuskan untuk tidak menyerahkanmu pada polisi dalam keadaan bernapas."

Vasco menyeringai licik, menatap Sean dan Arsen bergantian. "Kalian ingin tahu rahasia besar itu? Hana... Hana Wijaya dan Martha Elgar... mereka bukan hanya sekadar rival. Mereka adalah saudara tiri! Ayah Hana memiliki hubungan gelap dengan ibu Martha puluhan tahun lalu sebelum Hana lahir. Martha tumbuh dengan dendam karena merasa Hana mendapatkan kasih sayang ayah yang seharusnya menjadi miliknya!"

Dunia seolah berputar bagi Sean. "Apa kau bilang? Mereka saudara tiri?"

"Ya!" teriak Vasco. "Itulah kenapa Martha begitu terobsesi menghancurkan Hana. Dia ingin menghapus bukti bahwa ayahnya pernah mencintai wanita lain selain ibunya. Dan Lyra... Lyra adalah pengingat hidup dari garis keturunan yang Martha benci! Kau menikahi keponakan tiri dari ibumu sendiri, Sean! Betapa menjijikkannya takdir kalian!"

Arsen mengepalkan tinjunya. "Jadi ini alasan Martha melakukan pencucian uang melalui Wijaya Group? Dia ingin merampas semua milik Hana sebagai bentuk balas dendam masa lalu?"

"Tepat sekali, Detektif Pintar!" Vasco terengah-engah. "Dan sekarang, dokumen di tanganku ini... adalah bukti bahwa Martha memalsukan kematian ibu kandung Hana untuk mempercepat kehancuran mental Hana. Martha ingin Hana merasa sendirian di dunia ini!"

Sean melepaskan cengkeramannya, membuat Vasco jatuh tersungkur. Ia menatap tangannya yang berlumuran darah. Semakin ia menggali, semakin ia menyadari betapa busuknya akar keluarganya.

"Sean, jangan dengarkan provokasinya," ujar Arsen sambil mendekat, suaranya kini lebih tenang. "Apapun masa lalu mereka, itu bukan salahmu atau Lyra. Kita harus membawa dokumen ini sekarang."

Sean menoleh ke arah Arsen. "Kau dengar itu, Arsen? Ibumu, Kirana, hampir dihancurkan oleh wanita yang juga menghancurkan bibimu, Hana. Kita semua terjebak dalam jaring laba-laba yang sama."

"Aku tahu," sahut Arsen pendek. "Itulah kenapa kita harus mengakhirinya di sini."

Tiba-tiba, suara sirine polisi menggema dari kejauhan. Lampu biru dan merah mulai memantul di permukaan air dermaga yang gelap. Vasco menyadari bahwa kesempatannya sudah habis. Dengan gerakan putus asa, ia mencoba melemparkan tas dokumen itu ke laut.

"TIDAK!" Lyra berteriak dari kejauhan. Ternyata ia telah sampai di dermaga, menyusul bersama Edward yang mengemudikan mobil dengan cepat.

Arsen dengan sigap melompat dan menangkap tas itu sebelum menyentuh air, sementara Sean langsung menekan tubuh Vasco ke lantai dermaga dengan lututnya.

"Kau tidak akan membawa rahasia ini ke dasar laut, Vasco," desis Sean tepat di telinga pria itu.

Polisi merangsek masuk dan segera meringkus Vasco. Edward Elgar berlari mendekat, wajahnya dipenuhi kekhawatiran saat melihat Sean yang terluka dan Arsen yang basah kuyup.

"Sean! Arsen! Kalian tidak apa-apa?" tanya Edward dengan suara bergetar.

Sean berdiri perlahan, membiarkan tim medis mendekat untuk membalut lengannya. Matanya mencari satu sosok, dan saat ia melihat Lyra berlari ke arahnya, seluruh pertahanannya runtuh.

"Sean! Kau berdarah!" Lyra menangis, memeluk pinggang Sean dengan erat.

Sean membalas pelukan itu dengan tangan kanannya yang tidak terluka, mendekap kepala Lyra ke dadanya. "Aku tidak apa-apa, Sayang. Aku tidak apa-apa."

"Kenapa kau harus melakukan ini?" bisik Lyra di sela isakannya.

Sean menatap Arsen yang sedang berdiri di samping Kirana yang baru saja turun dari mobil lain. Arsen memberikan anggukan kecil—sebuah pengakuan tulus pertama antara dua saudara tiri itu.

"Karena aku sudah berjanji pada kakakmu," ujar Sean lembut kepada Lyra. "Bahwa aku akan membawanya pulang dalam keadaan hidup, agar kau tahu bahwa kau tidak pernah sendirian lagi."

Lyra menatap Sean, lalu menatap Arsen. Di bawah guyuran hujan Jakarta yang mulai mereda, rahasia besar telah terungkap, dan dendam lama mulai menemui ajalnya. Namun, bagi Sean Nathaniel Elgar, ini barulah awal dari perjuangannya untuk membersihkan namanya dari bayang-bayang Martha, demi masa depan yang benar-benar bersih untuk Lyra.

"Ayo pulang," bisik Sean. "Ibu Hana menunggumu."

"Terima kasih, Sean," ujar Arsen dari belakang mereka. "Tapi ingat... luka di lenganmu itu tidak menghapus fakta bahwa kau masih berhutang penjelasan banyak padaku tentang bagaimana kau memperlakukan adikku selama ini."

Sean menyeringai tipis, sebuah seringai khas CEO yang angkuh namun kali ini lebih manusiawi. "Datanglah ke rumahku besok, 'Kakak'. Kita bicarakan itu sambil minum kopi... jika kau tidak takut dengan 'sangkar sutra' yang kau sebutkan tadi."

Arsen terkekeh, dan untuk pertama kalinya, suasana di antara mereka tidak lagi dipenuhi keinginan untuk saling membunuh. Badai di pelabuhan telah berakhir, menyisakan harapan baru di tengah puing-puing pengkhianatan.

1
aditya rian
sean punya sodara nih pasti...
umie chaby_ba
😍😍😍😍
Ariska Kamisa
semoga para pembaca menikmatinya ,
aditya rian
😍😍😍😍😍
Uthie
bakal nyesel gak tuhhh 😁
Uthie
coba mampir 👍
umie chaby_ba
ini penjahat bersahabat dengan penjahat..🫣🫣
umie chaby_ba
what? /Sob/
umie chaby_ba
lalu anak siapa??
umie chaby_ba
what??? apa jangan-jangan Lyra.... anak Edward?🫣
umie chaby_ba
waduh...
umie chaby_ba
oh... cinta pada pandang pertama 🤭
umie chaby_ba
🫣
umie chaby_ba
ulasan pertama /Good/
Rame sih ....
shack... shick.... shock..
cepet terungkapnya ... jebreet jebret...
umie chaby_ba
waah waah udah ada yang baru lagi ... tema posesif posesif gitu aku suka.... 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!