NovelToon NovelToon
“Kau Kehilangan Aku Setelah Cerai”

“Kau Kehilangan Aku Setelah Cerai”

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cerai
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anita Banto

Amara rela menerima perjodohan dengan Tobias William Larsen demi cinta, berharap hatinya bisa memenangkan pria yang dingin dan sempurna itu. Ia memberi segalanya—kesetiaan, pengorbanan, bahkan seluruh rasa cintanya. Namun, semuanya hancur saat mantan Tobias muncul kembali.
Di malam ulang tahun pernikahan mereka, dunia Amara runtuh. Tobias menuntut cerai tanpa ampun, bahkan menyisakan ancaman yang menusuk hatinya. Dengan hati remuk, Amara akhirnya melepas semua harapan, memutuskan untuk pulang ke rumah keluarganya dan menjalani takdirnya sebagai pewaris keluarga Crawford.
Kini, ketika Amara dan Tobias bertemu lagi, mereka bukan lagi suami-istri. Mereka adalah dua rival, saling menatap dengan luka dan dendam yang tersimpan.
"Tuan Larsen, apakah Anda ingin saya mengingatkan sekali lagi? Kita sudah bercerai."
"Amara… ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Kumohon… kembalilah padaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Banto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

Tobias tiba di rumah sakit dengan kecepatan yang membahayakan nyawa. Tanpa memedulikan tatapan orang-orang, ia melesat menuju meja resepsionis dengan wajah yang tegang dan napas memburu.

​"Kamar Nona White, lantai tujuh, nomor 26," jawab perawat itu dengan nada datar, kontras dengan kegelisahan yang membakar dada Tobias.

​Sepanjang perjalanan di dalam lift, pikiran Tobias kacau. Apa yang merasuki Celestine? Mengapa wanita selembut dia nekat mengakhiri hidupnya sendiri? Rasa bersalah mulai merayapi hatinya, menyesakkan napas lebih dari luka memar di wajahnya akibat perkelahian dengan Helios.

​Begitu pintu lift terbuka, ia langsung disambut oleh pemandangan Fiona yang duduk lemas di lorong. Begitu melihat kakaknya, Fiona langsung menghambur ke pelukan Tobias, tangisnya pecah seketika.

​"Kakak... wajahmu?" bisik Fiona saat menyadari luka memar di pipi Tobias.

​"Bukan apa-apa," tepis Tobias dingin. Pikirannya masih tertuju pada Amara dan Helios, namun ia segera memaksakan diri kembali ke kenyataan. "Bagaimana keadaan Celeste?"

​"Dokter masih di dalam," tangis Fiona pecah lagi. "Aku menemukan pesan-pesan mengerikan di ponselnya, Kak. Penuh kebencian dan ancaman! Aku yakin ini perbuatan Amara. Dia pasti dendam karena Kakak menceraikannya demi Celestine!"

​"Cukup, Fiona!" gertak Tobias. Suaranya yang rendah namun penuh otoritas seketika membungkam adiknya. "Jangan bicara tanpa bukti. Itu bisa menjadi masalah hukum yang serius."

​"Tapi Kak! Dia mendorong kita ke kolam di Hilton! Dia—"

​"Dia tidak mendorong kalian," potong Tobias dengan tatapan tajam yang membuat Fiona menciut. "Aku sudah melihat rekaman CCTV-nya. Kaulah yang memicu keributan itu, dan Celestine... dia menjatuhkan dirinya sendiri."

​Fiona tertegun, wajahnya pucat pasi. Namun, ia segera meraih tangan Tobias dengan tatapan memohon. "Tapi Kak, lihatlah Celeste sekarang! Dia melakukannya karena dia terlalu mencintaimu. Apa Kakak tidak ingin memperbaiki semuanya? Apa Kakak akan membiarkan Amara tertawa di atas penderitaan kami?"

​Tobias terdiam sejenak. Ia melepaskan tangan Fiona dengan gerakan pelan namun tegas. "Aku akan menanggung semua biaya pengobatannya. Katakan pada orang tuanya agar tidak perlu khawatir."

​"Lalu bagaimana dengan Amara?" kejar Fiona.

​"Cemaskan dirimu sendiri, Fiona. Jika kau membuat kekacauan lagi seperti di Hilton, aku sendiri yang akan memberikan konsekuensinya," ucap Tobias dingin sebelum melangkah masuk ke kamar rawat Celestine, meninggalkan Fiona yang gemetar karena amarah yang membuncah.

​Sementara itu, di apartemen yang jauh lebih tenang, Amara sedang menuangkan air ke dalam gelas sementara Melanie terus menggerutu tentang kelakuan Tobias di klub tadi.

​"Bajingan itu benar-benar tidak tahu malu," maki Melanie. "Bisa-bisanya dia menyeretmu keluar seperti itu!"

​"Sudahlah, Mel. Biarkan saja," sahut Amara tenang. "Bagiku, dia sekarang hanyalah orang asing. Dan orang asing tidak layak mendapatkan emosiku."

​Melanie menatap sahabatnya dengan nanar, lalu memeluknya dari belakang. "Maafkan aku... aku sempat mengira kau menyesal menceraikannya. Aku tahu betapa menderitanya kau selama enam tahun ini. Kau pantas mendapatkan pria yang jauh lebih baik, bukan sampah seperti dia."

​Amara tertawa kecil, menepuk tangan Melanie. "Aku tidak butuh pria, Mel. Untuk sekarang, aku hanya ingin fokus pada pekerjaanku di Synergy."

​Mereka pun duduk bersama, menikmati sebotol anggur untuk merayakan awal yang baru. Di tengah percakapan, Amara menceritakan hambatannya untuk mendekati Gemini Sinclair, CEO perhiasan legendaris yang menolaknya karena reputasi buruk.

​"Gemini Sinclair?" mata Melanie berbinar. "Aku tahu sesuatu tentang putrinya, Bethany. Kabarnya, Madam Sinclair sangat ingin Bethany menceraikan suaminya, Jeremiah, yang terkenal sebagai bajingan kelas teri. Tapi Bethany terlalu cinta buta."

​Amara tertegun. Gelas anggurnya berhenti di depan bibirnya. Sebuah rencana yang jauh lebih brilian mulai terbentuk di kepalanya.

​"Maksudmu... kau menyarankan agar aku membujuk Bethany untuk bercerai?" tanya Amara dengan kilatan mata yang tajam.

​"Tentu saja! Siapa lagi yang lebih cocok meyakinkan wanita yang terjebak dalam pernikahan beracun selain kau, Amara? Kau sudah membuktikannya sendiri!" seru Melanie bangga.

​Amara tersenyum tipis, namun ada aura dingin yang memancar dari wajahnya yang cantik. Membantu seorang wanita lepas dari jerat pria berengsek adalah keahlian barunya. Jika ia berhasil membebaskan Bethany, pintu menuju Gemini Sinclair akan terbuka lebar.

​"Kau benar, Mel," gumam Amara pelan sambil menatap cairan merah di gelasnya. "Itulah gunanya seorang sahabat. Membantu melihat pintu yang terkunci."

​Amara tidak lagi melihat dirinya sebagai korban. Kini, ia adalah pemain utama, dan ia siap menggunakan setiap luka masa lalunya sebagai senjata untuk memenangkan masa depannya.

1
S
bodoh.jk.mau di lindungi seolah bs mengatasi segalanya tp begitu bahaya.mrngancam baru panik
S
aku yaki tawa dan dansamu hanya utk menghibur diri tak mungkin rasamu hilang tiba tiba mara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!