NovelToon NovelToon
Gormod

Gormod

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Penyatuan dua dinasti bisnis raksasa melalui pernikahan mendadak Fank Manafe dan Renata Batistuta memaksa Ezzvaro dan Gabriel terjebak dalam satu atap sebagai saudara tiri.
Namun, di balik status formal itu, tersimpan sejarah kelam: mereka adalah mantan kekasih yang berpisah dengan luka menganga akibat pengkhianatan dan kecemburuan fatal tiga tahun lalu.
Ketika gairah terlarang dan dendam masa lalu mulai membakar batasan moral, mereka terseret ke dalam konspirasi bisnis yang berbahaya.
Di tengah desingan peluru dan pengkhianatan keluarga, Ezzvaro harus memilih antara melindungi wanita yang paling ia benci atau membiarkan dunia menghancurkannya.
Di dunia di mana "cinta adalah kelemahan dan kekuasaan adalah segalanya," kelebihan/melampaui batas akan memaksa mereka menghadapi pilihan tersulit: bersatu dalam kehancuran atau saling menghancurkan demi bertahan hidup 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Lobi Mayfair Mansion yang megah mendadak menjelma menjadi arena eksekusi mental. Renata mencengkeram lengan Gabriel dengan kuat, menyeret putrinya menjauh dari jangkauan keluarga Manafe yang kini ia anggap sebagai sekumpulan predator berdarah dingin. Koper-koper kecil yang mereka bawa beradu dengan lantai marmer, menciptakan suara gaduh yang memekakkan telinga di tengah keheningan yang mencekam.

Namun, sebelum jemari Gabriel menyentuh gagang pintu keluar yang berat, suara berat Fank Manafe menggelegar, memantul di langit-langit kristal yang tinggi.

"Kau harus tahu satu hal, Ezzvaro," ucap Fank dengan nada yang sangat tenang, namun mengandung racun yang mematikan.

Langkah Gabriel dan Renata terhenti seketika. Gabriel merasakan hawa dingin merambat naik ke tengkuknya. Ia tidak berani berbalik.

"Perjodohanmu dan pertunanganmu dengan Garcia Alton... itu bukan rencana pribadiku," lanjut Fank sambil menyeringai tipis, matanya mengunci punggung Gabriel. "Itu adalah hasil konspirasi antara Garcia dan Gabriel—mantan adik tirimu yang malang ini."

Deg.

Dunia seolah berhenti berputar bagi Ezzvaro. Pria itu berdiri kaku di tengah ruangan, menatap punggung Gabriel dengan tatapan yang perlahan berubah dari rasa kasihan menjadi kengerian yang mendalam.

"Lihatlah dia, Ezzvaro," suara Fank semakin memojokkan. "Dia bersikap seakan-akan menjadi korban dari kekejamanku, padahal dialah yang mengatur skenario pertunangan itu di balik layar. Dia yang meminta Garcia mendesak ayahnya agar mengirimkan surat perjodohan padamu."

Ezzvaro melangkah maju, kakinya terasa berat seperti dibebani timah. "Gaby..." bisiknya, suaranya pecah. "Katakan padaku itu bohong. Katakan padaku kau tidak merencanakan ini."

Gabriel perlahan berbalik. Wajahnya yang pucat kini basah oleh air mata, namun matanya memancarkan rasa bersalah yang tak bisa disembunyikan. Keheningan Gabriel adalah jawaban yang paling menyakitkan bagi Ezzvaro.

Ezzvaro hancur seketika. Pikirannya terseret kembali ke masa lalu, ke luka-luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Ia teringat bagaimana Gabriel dulu tidak pernah benar-benar percaya padanya, bagaimana wanita itu menuduhnya tidur dengan asisten pribadinya tanpa bukti, dan bagaimana kecurigaan selalu menjadi duri di antara mereka.

"Jadi... sampai sekarang kau masih tidak percaya padaku?" suara Ezzvaro meninggi, penuh dengan kepedihan yang meluap. "Aliansi pertunangan? Perjodohan buatan? Apa ini, Gaby?! Kau menjebakku ke dalam situasi ini agar kau bisa mengontrolku? Kau tidak percaya aku bisa memilihmu tanpa paksaan?"

"Aku mencintaimu!" Gabriel berteriak, suaranya parau oleh isak tangis. Ia melepaskan pegangan ibunya dan melangkah mendekat ke arah Ezzvaro. "Aku melakukan hal ini karena aku terlalu mencintaimu, Ezzvaro! Aku takut kehilanganmu! Aku takut kau akan benar-benar meninggalkanku demi wanita lain jika aku tidak mengikatmu dalam situasi yang mendesak!"

"Dia berbohong, Ezzvaro!" Fank berteriak lagi dari kursinya, memanaskan suasana. "Jangan dengarkan kata cinta dari mulutnya! Seorang wanita yang mencintaimu tidak akan mempermainkan hidupmu seperti bidak catur!"

Ezzvaro mengabaikan teriakan ayahnya. Ia mendekati Gabriel hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Matanya yang memerah menatap dalam ke netra Gabriel, mencari sisa-sisa kejujuran yang bisa ia pegang.

"Bisa berikan aku alasannya, Gaby? Kumohon..." bisik Ezzvaro, suaranya bergetar hebat. "Kenapa kau harus menempuh jalan sekotor ini? Kenapa kau tidak pernah percaya bahwa cintaku padamu cukup untuk membuatku melawan Ayah dengan caraku sendiri?"

Gabriel hanya bisa terisak. Ia ingin menjelaskan bahwa ketakutannya kehilangan Ezzvaro telah melumpuhkan logikanya, bahwa ia merasa rendah diri di hadapan kekuasaan Fank Manafe sehingga ia merasa butuh konspirasi untuk bertahan hidup. Namun, semua kata-kata itu terasa hambar sekarang.

"Gabriel, ayo!" Renata kembali menarik paksa lengan Gabriel. "Jangan berlama-lama di sini! Jemputan kakekmu sudah tiba di luar gerbang. Kita tidak punya urusan lagi dengan orang-orang yang hanya menganggap kita sebagai aset bisnis!"

Renata menatap Fank dengan kebencian yang murni. "Kau memanfaatkan kekayaanku, dan anakmu memanfaatkan perasaan putriku. Kalian berdua sama saja!"

Gabriel ditarik menjauh. Saat ia berada di ambang pintu, ia menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya. Ia menatap Ezzvaro dengan tatapan hancur—tatapan seorang wanita yang menyadari bahwa keluarga Fank memang hanya memanfaatkan keluarganya demi dominasi ekonomi, namun ia juga menyadari bahwa ia telah merusak kepercayaan pria yang paling ia cintai.

Ezzvaro berdiri mematung di tengah lobi yang kini terasa sangat luas dan hampa. Ia menatap Gabriel dengan tatapan yang sangat menyakitkan: Kenapa kau tidak pernah percaya cintaku, Gaby?

Pintu besar Mayfair Mansion tertutup dengan dentuman keras, memisahkan dua jiwa yang baru saja kembali bersatu dalam dosa namun kembali hancur karena rahasia. Di balik pintu itu, Ezzvaro merasa separuh nyawanya ikut pergi, sementara di dalam lobi, Fank Manafe tersenyum puas, seolah baru saja memenangkan babak paling krusial dalam permainan caturnya.

"Sudah berakhir, Ezzvaro," ucap Fank dingin. "Sekarang, fokuslah pada kontrak Alton. Jangan biarkan air mata wanita itu merusak masa depan perusahaan."

Ezzvaro tidak menyahut. Ia hanya menatap pintu yang tertutup itu, menyadari bahwa mulai malam ini, perang yang sesungguhnya baru saja dimulai.

🌷🌷🌷🌷

1
winpar
kerennnnn
winpar
pokoknya lnjut thorrrrrt💪💪💪💪
ros 🍂: ma'aciww kak😍
total 1 replies
winpar
hahhahHaa🤣🤣🤣
ros 🍂: Jangan ketawa sendiri kak🙏🤣🤣🤣
total 1 replies
winpar
bener2 seruuuuuuuuuu
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
yg ditunggu2 akhirny up jg💪
ros 🍂: semoga suka kak🥰🙏
total 1 replies
winpar
lnjut thorrr💪
ros 🍂: siapp kak🥰
total 1 replies
Mifta Nurjanah
cieee junior nya bngun wkwkwk
ros 🍂: Jangan dibongkar disini kak🙏🤣
total 1 replies
Lfa🩵🪽
Semangatt ✨
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
thor ceritanya selalu seru🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
@RearthaZ
awal cerita yang bagus thor
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!