Hwang zin bukanlah orang dari era ini,dia lahir di tahun 2028 dan berusia 30 tahun,dia yatim piatu,Dia bekerja keras selama hidupnya.
Dia menjadi koki , petugas pengangkutan barang, bartender,pelayan restoran dan lainnya,dia hidup dengan menghemat banyak uang saat tabungannya mencapai 100 juta dalam 15 tahun hidupnya.
Hwang zin membeli bangunan toko kecil yang lengkap penuh dengan barang-barang grosir dari barang orang tua hingga anak-anak dan makan pokok dan sejenisnya.
dia akan mulai berbisnis tapi siapa kira saat dia dalam perjalan pulang justru mobilnya tertabrak truk dan bangun disini .....bukannya mati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Restoran
Suasananya di restoran sangat tenang .Hwang Zin juga puas dengan makanan nya ,lalu suasana menjadi kacau saat Beberapa prajurit menerobos masuk ke kedai dalam momentum besar.
Membuat orang-orang ketakutan dan berhamburan melarikan diri, sampai Hwang zin yg ingin pergi juga ikut terdorong kesan ke sini sampai dia merasa pundaknya dipegang dan reflek kondisi dia menahan tangannya.
Bang!
"....."Prajurit Hitam.
"....." Sisa tamu.
"...." Hwang zin .
Dia munduk, melihat pada prajurit yg membeku dilantai, keduanya saling melihat lalu mata prajurit itu melebar.
"Bos kecil!"teriaknya.para rekan-rekan saling melirik.
Hwang zin mendesah lega ternyata kenalan,dia membantu pria itu untuk bangun."..maaf,kamu baik-baik saja?"
"Ya!tak apa-apa.."Hang Si bangun dengan dukungannya,dia menegakkan punggung dan lega tak terjadi apa-apa pada pinggangnya.
Hanya lengannya agak sakit.
"Hang si ayo pergi kesini..!."teriak rekan-rekan nya yg duduk jauh dari meja Hwang zin.
"Tunggu...!" Hang sisi menoleh pada mereka lalu pada bos kecil." Saya pergi dulu..."
"Silahkan..."Hwang Zin mengangguk.
Melihat dia berlarian ke mereka dan sudah duduk prajurit -prajurit itu segera menanyai Hang sisi."Siapa itu?"
"Dia bos kecil dari kedai Hwang..."jelasnya santai.mata semua orang segera melebar.
"Apa dia pemilik air dingin itu?!"tanya mereka dengan semangat.
Dia mengangguk,Hang Si menceritakan apa yang dia beli dan makan ditoko Hwang yg bahkan kapten mereka sangat menyukainya.
"Karena kita liburan hari ini ,kenapa besok tak pergi untuk mencoba makan disana?"saran pria berjanggut pada rekan-rekannya.
"Itu tak apa-apa..." Mereka mengangguk setuju,Hang Si segera berkata."Pergilah pukul 9 besok... jika terlalu pagi kita harus berebut dengan bibi-bibi..."
Mereka mengiyakan dan mulai menggoda Hang sisi yg mengantri dengan para lansia dan anak-anak sebagai raksasa.
Hwang zin melanjutkan makan dengan tenang, sesekali orang-orang melirik ke arahnya.
Pemilik asli adalah anak yg tampan dia memiliki kulit putih dan wajah yg sedikit cantik namun heroik,dengan mata rubah yg akan terpejam saat tersenyum dengan sepasang gigi harimau.
Jika dia tak tersenyum,dia memiliki ekspresi yg agak menakutkan dan sulit untuk didekati.mata rubah itu berubah menjadi tajam dan dingin.
Tak ada orang dipinggiran kota yg berani macam-macam dengannya, Karena mereka pernah mendengar bahwa anak ini mematahkan tangan pereman didaerah itu dan membuatnya tak bisa menggunakan tangannya lagi.
Para anak buahnya ingin balas dendam justru dihajar habis-habisan dan malah masuk penjara.sejak itu tak ada yg ingin main-main dengan anak ini.
Hwang zin kembali ke rumahnya pada pukul 3 sore,dia mengunci pintu dan pergi ke kamar mandi.
rumah ini memiliki 3 kamar dan 1 dapur,ruang tamu dan kamar mandi , serta 1 gudang.
Setelah mandi Hwang zin ke dapur untuk memasak,dia mengambil sup beku didalam toko,dia mengambil udang besar dan bumbu pedas yg sudah jadi.
Dia berencana menumis udang pedas dan sup hangat untuknya makan malam,dia menyalakan api,dan menambahkan air ke dalam panci menunggu air mendidih.
dia pergi ke sumur untuk membersihkan udang,
Udang ini masih nampak seger, walaupun hampir 1 bulan di pendingin, sepertinya semua makanan di tokonya tak memiliki masa kadaluarsa dan ini sangat menguntungkannya.
Setelah membersihkan udang,Hwang zin kembali ke dapur,melihat air sudah mendidih,dia menaruh udang di meja dan mengambil sup ayam istan,dia merobek kemasannya menuangkannya ke dalam panci.
Dia mengaduknya sebentar, ada ayam potong kecil-kecil,sayur hijau,kubis dan potongan wortel didalam sup,bau harum segera keluar, Hwang zin segera menutup panci dan menunggu mendidih.
Dia menyiapkan bumbu pedas yg sudah dia keluarkan sebelumnya dan menyimpannya didapur untuk memasak selam ini.ada garam halus,gula,cabai dan sejenisnya semua lengkap.
Dia mengambil paprika hijau dan merah yg dia sudah di cuci tadi memotongnya menjadi dadu,bawang Bombay, setelahnya dia berjalan ke arah kotak kayu setinggi 150,dari luar ini tampak seperti kotak kayu bisa.
Namun saat kamu membukanya, didalamnya adalah sebuah kulkas,yg berisi bahan-bahan, buah-buahan, sayuran dan telur serta minuman kaleng.
kulkas ini dia dapatkan dari tokonya.dia menggunakan jenset untuk menghidupkannya.
Untungnya mesin yg dia pakai tak bersuara,tak memiliki sambungan apapun tapi dia hidup,Hwang zin merasa semua barang ditokonya menjadi ajaib.
dia memasang sambungan mesin itu pada kulkasnya,dan menaruh jenset diujung dapur dan menutupnya kotak kayu.
Dia melapisi kulkasnya dengan walpeper kayu agar tak mencolok.dia juga menata dapur sedemikian rupa agar nyaman untuk memakainya,dia memiliki piring,gelas ,sumpit dan sendok dari kayu.
Hwang zin juga menyiapkan wadah-wadah besar yg dia simpan di rak atas ,jika membutuhkannya di tinggal mengambilnya didapur.
Gemercik!
Hwang zin berbalik kearah kompor dimana sup ayam telah masak,dia segera mengambil sendok sayur untuk menaruh sup nya dimangkuk besar.
Setelahnya dia mengambil sedikit minyak,lalu menumis bumbu-bumbu yg dia siapkan.bau harus segera tercium sampai keluar rumah karena terbawa angin.
Beberapa orang yg lewat tanpa sadar menelan ludah.siapa sih yg memasak dan membuat aroma seenak ini!
Hwang zin menambahkan sedikit air ,lalu memasukkan udang yg sudah bersih ke dalam panci dan mengaduknya.tak lupa dia menambahkan garam,gula dan lada,dia mengambil diujung sendok untuk merasakan nya.
Enak !
Dia segera menggoreng beberapa saat,lalu saat air mulai hilang,dia menambahkan saus asam manis ke dalam masakan.
"Zin.an apa kamu ada dirumah!"Kakak Zhang mengetuk pintu rumah dan berteriak."Zin.an...!"
Hwang zin yg sibuk didapur tak mendengar sama sekali,dia mematikan api dan memindahkan udang asam manis ke dalamnya piringnya.
Setelahnya dia membawa udang ke ruang makan didalam rumah,lalu kembali untuk mengambil sup dan nasi dipanci.
"Hwang zin...!"teriak suara agak cemas dibarengi dengan gedoran pintu.
Saat Hwang Zin menaruh nasi,dia mendengar suara kakak Zhang,dia segera berlari kecil udah keluar rumah, menuju pintu rumahnya."...tunggu sebentar!"
beberapa saat Pintunya terbuka ,dan benar kakak Zhang dan 1 lagi pria entah siapa datang mencari nya.
"Kakak ada apa? masuklah dulu...." Dia membuka pintunya mempersilahkan mereka masuk.
Saat masuk Zhang peng segera mencium bau yg enak.menoleh pada adiknya." Bau apa ini?kamu baru masak?"
"Benar apa kalian ingin makan bersama?"undangnya dengan sopan,lagi pula dia masak banyak hari ini.
"Baiklah...."jawab Zhang peng tanpa ragu-ragu. namun temanya segera menyikut perutnya berbisik dengan kesal."Kita disini bukan untuk makan..."
"Makan lah dulu aku lapar, Tidak apa-apa jangan sungkan...."ucap Zhang peng sama sekali tak perduli padanya
Hwang zin tersenyum,memimpin mereka ke ruang makan dekat dapur,di meja terdapat dua hidangan 1 mangkuk sup besar dan sepiring besar udang merah yg belum pernah dimakan Kakak Zhang.
"Duduklah aku akan mengambil nasi..." Dia langsung pergi ke dapur.
Kakak Zhang duduk dikursi nya dan mengambil sumpit dan sendok yg memang selalu disiapkan Hwang Zin dimeja.
Dia mengambil udang merah itu,dan memasukannya kedalam mulutnya,matanya berbinar-binar."...Zin.an benar-benar pandai memasak...."
Hwang zin kembali dengan 2 mangkuk nasi dan 2 mangkuk sup kecil ,dia menaruh nya dimeja,Kakak Zhang segera memberikan satu nasi untuk rekannya.
Sedangkan Hwang zin, mengambilkan mereka sup, pertama untuk Saudara,lalu ke dua untuk pria satunya." Silahkan..."
Pria itu mengucapkan terimakasih dengan canggung, Kakak Zhang meminta Hwang Zin segera duduk dan makan.
Melihat bahwa keduanya nampak makan dengan santai,pria itu akhirnya juga mencoba sup nya,rasa lembut gurih dan hangat membuatnya terkejut."Enak...!"
"Tentu saja,dia koki terbaik..."ucap kakak Zhang dengan bangga,Hwang zin hanya tersenyum kecil tanpa berkata banyak.
Mereka makan dalam diam,tapi kecepatan sumpit mereka tak berhenti,jadi sup yg harusnya untuk 5 orang habis.
begitu pula dengan udah mereka, masing-masing dari mereka memakan 2 mangkuk nasi dan mereka benar-benar kenyang.