Pertemuan Elina dengan Alex seorang mafia kejam yang dikenal dengan julukan "Raja Iblis" memiliki kekuasaan diberbagai wilayah, Alex yang memiliki masa lalu kelam dan telah melakukan banyak kekejaman dalam mencapai kekuasaannya, tetapi ia memiliki prinsip untuk melindungi yang lemah dan tidak berdaya.
Ketika seorang wanita muda bernama Elina dikejar oleh geng rival, ia berlari menuju klub malam mewah yang terkenal dan ternyata merupakan milik Alex, untuk menghindari kejaran geng rival dan mencari perlindungan Elina pun memasuki klub malam tersebut.
Di dalam klub tersebut Elina tak sengaja bertabrakan dengan Alex, Alex yang terkejut mencoba untuk mencerna apa yang terjadi pada wanita yang menabraknya. Elina yang tak tau siapa itu Alex, langsung meminta pertolongan padanya. Pertemuan ini pun menjadi awal dari cerita yang akan penuh dengan aksi, romansa dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MY QUEEN ATRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan
Alex hanya memberikan Elina waktu dua hari untuk memutuskan tawarannya. Namun, bagi Elina dua hari itu terasa seperti dua bulan.
Elina tidak bisa tidur dengan tenang, memikirkan tawaran tersebut. Setiap suara kendaraan yang lewat di gang lorong rumahnya membuat ia kembali terbangun dari tidurnya.
Tawaran tersebut terus berputar di kepala Elina. Pindah ke rumah Alex, menghapus hutang, keamananku atau masuk lebih dalam di dunia gelap yang hanya pernah ia dengar dalam cerita novel.
Pagi telah tiba, Elina kembali berangkat kerja seperti biasanya. Ia hanya mencoba untuk tetap bersikap normal, meski pikirannya dipenuhi dengan tawaran Alex.
Saat jam makan siang, Elina pergi bersama sahabatnya yaitu Raya. Saat makan, ponsel Elina bergetar. Nomor yang tak dikenal muncul dilayar ponsel miliknya "Elina, tuh ada yang nelpon di ponselmu" ucap Raya.
Elina berusaha mengangkat telpon dari nomor yang tak dikenal dengan tenang "Halo?" hening. Suara napas berat dan asin terdengar dari ponsel miliknya.
"Hai cantik" sambil tertawa.
Seketika tubuh Elina membeku "Kamu pikir Alex bisa melindungimu selamanya? tentu tidak hhh"
Elina tidak bisa mengucapkan satu katapun. Ia terdiam membeku, hingga akhirnya.
"Kamu Siapa?" tanya Elina ketus.
Tawa pelan terdengar di ponsel Elina "Sampaikan salamku untuknya" ucap pria dari nomor yang tak dikenal.
Telpon pun terputus, Elina langsung gemetaran, tangannya dingin. Raya memegang tangan Elina "Elina siapa yang menelpon mu, kenapa wajah mu terlihat pucat dan tanganmu pun dingin" ucap Raya.
Elina terdiam sejenak hingga akhirnya sadar "Aaa..apa, tidak bukan siapa-siapa, hanya salah sambung hehehe" ucap Elina.
"Ough kirain siapa, habisnya kamu kelihatan pucat setelah mengangkat telpon tadi" ucap Raya. Elina hanya tersenyum, berusaha untuk tetap tenang dihadapan Raya.
Dalam pikirannya "Apakah itu musuh Alex, ia pernah berkata kalau dia punya musuh yang lebih kejam" batin Elina.
Dan kini..... mereka tahu. Ia mencoba menghubungi nomor yang ada dikartu pemberian Alex. Hanya satu kali dering suara Alex langsung terdengar "Ya"
Elina seketika merasa lega mendengar suara Alex "Saya mendapat telepon dari nomor yang tak dikenal dan orang itu berbicara yang aneh-aneh" ucap Elina.
Alex merasa panik, nada suaranya seketika berubah "Apa yang dia katakan padamu, apa dia menyebut namamu?" tanya Alex.
"Tidak, dia tidak menyebut namaku" jawab Elina.
"Dimana kamu sekarang?" tanya Alex.
"Sekarang aku ada di kantor" jawab Elina.
"Jangan keluar, sebelum aku sampai di kantor mu, kirim alamat kantor mu sekarang juga" ucap Alex.
"Apa ini begitu serius?" tanya Elina.
"Ini lebih serius dari apa yang kamu bayangkan" ucap Alex. Telepon langsung ditutup.
Tidak sampai 25 menit, mobil Alex sampai di depan kantor Elina. Alex turun sendirian dari mobil, tidak ditemani oleh anak buahnya. Alex masuk dengan langkah begitu cepat dan berlari.
Aura Alex membuat suasana kantor seketika sunyi senyap. Raya terdiam melihat Alex berhenti tepat di depan Elina.
"Siapa yang menelpon?" Tanya Alex.
"Saya juga tidak tahu, siapa orang itu" jawab Elina.
"Apa kamu tidak mengenali suaranya" tanya Alex.
Elina hanya menggelengkan kepalanya, Alex menatap lama dan memastikan Elina baik-baik saja. Tangannya hampir mengelus kepala Elina. Namun ia berhasil menahannya.
"Kita pergi" ucap Alex sembari memegang dan menarik pelan lengan Elina.
"Tapi saya belum selesai kerja" ucap Elina manarik pelan pegangan Alex.
"Tenang, aku akan bicara dengan bosmu" ucap Alex.
Raya yang sedari tadi memperhatikan Elina berkata "Pulang saja Elina, tidak apa-apa. Sepertinya hal ini begitu serius, kenapa tadi kamu mengatakan kamu baik-baik saja Elina?" Raya sedih karena ternyata Elina dalam kesulitan. Tapi Elina tidak memberitahukan sahabatnya itu, mungkin Elina tidak ingin sahabatnya ikut terjerat dalam masalahnya, sehingga tidak memberitahu Raya.
Elina tidak punya pilihan lain selain mengikuti Alex keluar. Di dalam mobil, suasana menjadi tegang.
"Siapa mereka" tanya Elina pelan.
"Sepertinya mereka orang yang ingin menjatuhkan ku" ucap Alex.
"Apa mereka menggunakan saya, untuk mengancam anda?" tanya Elina pelan.
Alex menjawab ya pada Elina, jawaban yang begitu tegas. Elina gemetar ketakutan "Jadi ini bukan tentang hutang lagi?" Tanya Elina dengan wajah pucat.
Alex menatap lurus ke depan dan berkata "Sejak awal, masalah ini lebih besar dari hutang"
Mobil Alex berhenti di pinggir jalan, ia menoleh ke Elina dan berkata "Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu apa lagi menyentuh" nada suara yang terdengar rendah, tapi penuh tekad.
Namun Elina yang belum sempat menjawab Alex, langsung terdengar suara.
"BRUKKKKH" sebuah motor tiba-tiba saja menabrak sisi mobil Alex hingga kaca samping retak. Elina berteriak kaget, dua pria yang menabrak mobil, mencoba membuka paksa mobil Alex.
Namun tidak sampai hitungan detik, dua mobil lain berhenti dan mengapit mereka. Aditya dan anak buah Alex yang lainnya turun dengan cepat. Pertarungan tak dapat dihindari. Elina yang gemetar di dalam mobil, ia tak berani keluar.
Alex keluar dari mobil, wajahnya seketika berubah lebih tajam. Tatapannya kini dingin dan mematikan. Salah satu penyerang mencoba kabur, tapi Alex berhasil menariknya hingga terjatuh keras.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Alex yang memegang kerah baju salah satu penyerang yang terkapar.
Pria itu tidak menjawab dan memilih diam. Alex geram, darahnya mengalir, ia meninju wajah pria itu dengan keras tanpa ada keraguan.
Elina yang melihat kejadian itu, menutup mulutnya karena kaget. Walau ini bukan yang pertama kalinya ia melihat sisi kejam Alex, ia tetap saja kaget. Kali ini sisi kejam Alex lebih menakutkan dari waktu ia menolong Elina di klub malam.
"Siapa" teriak Alex, suaranya menggema dan membuat pria itu akhirnya menyebut seseorang "Mar....coo" ucap pria itu.
Rahang Alex mengeras mendengar nama Marco, tatapan Alex menjadi sangat dingin "Bawa dia" ucap Alex pada Aditya.
Aditya memerintahkan anak buah Alex agar segera menyeret dan memasukkan dua pria tersebut ke dalam mobil. Tangan Alex sedikit berdarah. Elina menatap Alex dengan wajah takut dan bingung.
"Apa kamu terluka parah" ucap Elina khawatir.
"Itu bukan darahku" ucap Alex.
Suasana hening seketika "Elina" ucap Alex.
"Kamu masih punya waktu untuk menolak tawaranku" ucap Alex pelan pada Elina.
"Bagaimana kalau saya tetap menolak? Apa yang akan terjadi" lirih Elina.
"Kamu sudah lihatkan, serangan seperti ini akan terus terjadi" ucap Alex sambil menyalakan mobilnya menuju rumahnya.
Elina menegang dan menggenggam kuat kursi mobil. Air matanya mulai jatuh, ia takut sesuatu yang lebih buruk akan terjadi padanya "kalau saya ikut tinggal bersamamu, apakah saya akan aman?" tanya Elina.
"Ya, kamu akan aman" jawab Alex tanpa ragu sedikit pun.
Keputusan yang diambil Elina seperti terjung ke jurang. Namun, tak ada pilihan lain.
"Baiklah, aku akan ikut tinggal bersamamu, di kediamanmu" ucap Elina sembari menundukkan pandangannya, suara Elina terdengar tegas.
Ekpresi Alex berubah seketika. Ia bahagia sekaligus merasa tenang dan lega karena ia berhasil membuat Elina menerima tawarannya.
Ia menatap keluar jendela, hatinya menjadi kacau. Kehidupannya akan sangat berubah. Elina semakin melangkah masuk ke dunia yang tak seharusnya, yaitu dunia mafia. Tanpa ia tahu ini baru awal mula, masih ada badai yang lebih besar sedang menanti.
kak lanjut epsd 3 dong 🔥🔥