Novel ini mengikuti perjalanan Rania menghadapi luka dalam, berjuang antara rasa sakit kehilangan, dendam, dan pertanyaan tentang bagaimana bisa seseorang yang dicintai dan dipercaya melakukan hal seperti itu. Ia harus memilih antara terus merenungkan masa lalu atau menemukan kekuatan untuk bangkit dan membangun hidup baru yang lebih baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niadatin tiasmami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32 Kebenaran yang Lebih Menyakitkan
Setelah kejutan mendadak ketika Dini menyebutkan bahwa suaminya telah berselingkuh, Rita merasa seluruh dunia nya bergoyang. Tangannya masih menggenggam erat selembar kertas yang berisi alamat Maya, namun kini setiap huruf yang tertera di sana bukan hanya menusuk hati akibat kebohongan suaminya, melainkan juga menusuk ulu hatinya. Namun, sebelum mengambil tindakan apapun, Rita menyadari bahwa dia perlu mengetahui lebih banyak fakta – bukan hanya tentang hubungan Herman dan Maya, tapi juga tentang siapa sebenarnya Maya yang kini kembali memasuki kehidupannya dengan cara yang paling menyakitkan.
“Saya perlu waktu untuk menyerap semua ini, Dini,” ujar Rita dengan suara yang pelan namun tetap tegas, setelah beberapa saat terdiam menyimak penjelasan Dini tentang identitas Maya. “Jangan katakan apa-apa kepada siapapun tentang hal ini, terutama tidak kepada Herman. Saya akan menangani sendiri hal ini, tapi saya butuh informasi yang lebih lengkap.”
Dini mengangguk dengan penuh pengertian. “Baik, Ibu Rita. Saya akan menyimpan semua bukti dengan aman dan siap membantu kapan saja jika Ibu membutuhkannya.”
Setelah keluar dari ruangan Dini, Rita langsung pulang ke rumah, namun tidak berani menghadapi Herman yang sudah ada di sana terlebih dahulu. Dia masuk ke dalam ruang kerja pribadi yang terletak di bagian belakang rumah, mengunci pintu dari dalam, dan mulai mencari nomor kontak seorang detektif yang pernah direkomendasikan oleh salah satu teman bisnis ayahnya dulu. Dia tahu bahwa untuk mengungkap semua kebenaran yang mungkin tersembunyi, dia tidak bisa hanya mengandalkan informasi dari Dini. Dia perlu bukti yang lebih solid, dan dia perlu mengetahui latar belakang sebenarnya dari Maya Kartika yang kini bernama Maya Sari Dewi.
“Saya perlu tahu apa yang sebenarnya dia lakukan selama bertahun-tahun setelah SMA, dan mengapa dia muncul kembali sekarang dengan cara yang seperti ini,” bisik Rita sambil menekan nomor telepon yang tertera di buku catatan lama milik ayahnya.
Beberapa hari kemudian, Rita bertemu dengan Anton, seorang detektif swasta berpengalaman yang telah menangani berbagai kasus pengkhianatan dan penyalahgunaan uang perusahaan selama lebih dari dua puluh tahun. Di sebuah kedai kopi yang tidak terlalu ramai di sebuah cafe di bandung, Rita menjelaskan semua yang dia ketahui – tentang Herman yang mencurigakan, tentang rumah dan barang-barang mewah yang dibeli untuk Maya, dan tentang identitas Maya yang ternyata adalah adik kelas disekolahnya dulu.
“Saya tidak hanya ingin mengetahui tentang hubungan dia dengan suami saya, Pak Sugeng,” ujar Rita dengan tatapan yang penuh tekad. “Saya ingin tahu segala sesuatu tentang dia – di mana dia tinggal setelah pindah dari Surabaya, apa yang dia lakukan selama bertahun-tahun, dan apakah dia pernah melakukan hal serupa sebelum ini.”
Anton mengangguk perlahan sambil mencatat setiap kata yang diucapkan Rita. “Baiklah, Bu Rita. Saya akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Namun perlu saya ingatkan, proses ini mungkin memakan waktu beberapa bulan karena kita perlu melacak jejaknya selama bertahun-tahun dan mengumpulkan bukti yang valid. Apakah Bu bersedia menunggu?”
“Ya, saya bersedia,” jawab Rita tanpa ragu. “Saya tidak ingin mengambil tindakan tergesa-gesa dan membuat kesalahan yang bisa merusak perusahaan keluarga saya. Semua harus dilakukan dengan benar dan berdasarkan fakta yang jelas.”
Beberapa bulan berlalu dengan sangat lambat bagi Rita. Setiap hari dia harus menyembunyikan perasaan sakit hati dan keraguan yang besar ketika berada di depan Herman, yang tampaknya masih terus bermain dengan api dengan terus memberikan berbagai fasilitas mewah kepada Maya. Sementara itu, Dini terus mengumpulkan data tentang pengeluaran perusahaan yang tidak masuk akal – rumah yang dibeli di daerah bandung dengan harga sebenarnya mencapai hampir tujuh ratus juta rupiah, dan sebuah mobil BMW mewah yang dibeli dengan harga 85 juta rupiah, serta perhiasan berharga senilai hampir 75 juta rupiah yang juga dicatat sebagai keperluan proyek. Semua bukti tersebut Rita simpan dengan sangat aman, menunggu laporan akhir dari Anton.
Akhirnya, pada suatu sore hari yang mendung, Anton menghubungi Rita dan meminta untuk bertemu segera. Di ruang kerja pribadi Rita, detektif tersebut datang dengan sebuah folder tebal yang berisi berbagai dokumen, foto, dan catatan rinci tentang hasil penyelidikannya.
“Maafkan saya sudah memakan waktu cukup lama, Bu Rita,” ujar Anton sambil menyerahkan folder tersebut. “Namun saya ingin memastikan bahwa semua informasi yang saya kumpulkan adalah benar dan dapat dipercaya.”
Rita segera membuka folder dan mulai membaca dengan seksama. Wajahnya yang awalnya tenang mulai berubah menjadi merah karena kemarahan saat dia membaca setiap baris yang tertera di sana.
Menurut laporan Anton, setelah lulus SMA di Surabaya maya pindah ke kota Bandung. Di Bandung Maya menikah dengan seorang pengusaha yang bernama Rio. Rio adalah teman baik Arga, secara sembunyi-sembunyi Maya menjalin hubungan dengan Arga yang juga suami dari sahabatnya Rania.
Arga dan Maya menjalin hubungan dibelakang Rania, namun seiring berjalannya waktu Rania mengetahui perselingkuhan tersebut, pada akhirnya Arga diusir oleh Rania, karena semua harta benda adalah milik Rania.
Arga menjadi miskin, setelah diusir oleh Rania. Karena tidak ingin hidup sengsara, Maya meninggalkan Arga dan menjalin hubungan dengan Herman suaminya.
“Setelah meninggalkan Arga, Maya berpindah-pindah kota dan menjalin hubungan dengan beberapa pria kaya lainnya, Bu Rita,” jelas Anton dengan suara yang serius. “Setiap kali dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan – uang, rumah, mobil, barang-barang mewah – dan ketika pria tersebut mulai mengalami kesulitan atau tidak bisa lagi memenuhi keinginannya, dia akan menghilang dan mencari korban baru.”
"Mungkin Maya mengira Herman orang kaya, padahal dia tidak lebih baik dari Arga sama-sama laki-laki mokondo. Bagaiamana reaksinya kalau tau kalau kekasihnya adalah laki-laki yang tidak mempunyai apa-apa. Apa mungkin dia juga akan meninggalkan herman. " batin Maya dalam hati.
Saat membaca laporan selanjutnya, Rita menjadi sangat geram. Ternyata, Maya telah mengetahui tentang Herman dan perusahaan keluarga Rita melalui salah satu acara bisnis yang diikuti Herman beberapa bulan yang lalu. Dia secara sengaja mendekati Herman dengan dalih ingin mencari kemungkinan kerja sama bisnis, dan dengan cepat berhasil membuat pria itu terpesona padanya. Semua fasilitas mewah yang diberikan Herman kepada Maya – mulai dari rumah mewah, mobil BMW, hingga perhiasan berharga – semuanya dibiayai dengan uang perusahaan yang dicuri dengan cara memanipulasi laporan keuangan dan membuat proyek fiktif.
“Total kerugian yang ditimbulkan bagi perusahaan Bu Rita mencapai hampir lebih dari satu milyar rupiah, Bu,” ucap Anton dengan nada yang penuh prihatin. “Dan berdasarkan pantauan kami, Maya sedang merencanakan untuk meminta Herman membeli tanah tambahan di kawasan yang sama dengan alasan ingin membangun usaha kecil, padahal sebenarnya dia berencana untuk menjual tanah tersebut dan mengambil uangnya untuk kabur lagi.”
Kemarahan yang telah lama ditahan oleh Rita akhirnya meledak. Dia menepuk meja dengan sangat keras hingga beberapa benda di atasnya bergoyang dan jatuh ke lantai. Semua kepercayaan yang dia berikan kepada Herman – yang dia anggap sebagai pasangan hidup yang dapat dia andalkan selama bertahun-tahun, yang dia percayai untuk mengelola perusahaan keluarga dengan baik – kini hancur berkeping-keping.
“Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti ini?” bisik Rita dengan suara yang bergetar, air mata mulai menggenang di sudut matanya namun dia berusaha keras untuk tidak menangis. “Kita pernah bersumpah menjadi suami istri dan tidak ada yang saling menghianati. Herman, aku telah mengorbankan semuanya hanya untuk kamu, perusahaanku, kepercayaanku apa itu tidak cukup. Kalian berdua harus aku beri pelajaran, aku akan mempermalukan kalian terutama kamu Maya, walaupun aku harus kehilangan laki-laki mokondo tersebut."
"Anton apakah aku harus melabrak mereka sekarang?" tanya Rita dengan geram
Anton hanya bisa mengangguk dengan penuh pengerti Emilyan. “Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu, Bu Rita. Namun yang jelas, sekarang Anda memiliki semua bukti yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat. Apakah Anda ingin saya mengantar anda sampai ke rumahnya Maya?”
Rita menghela nafas dalam-dalam dan menutup folder laporan dengan hati-hati. Dia tahu bahwa dia tidak bisa terus bersandar pada perasaan marah dan sakit hati. Perusahaan yang dibangun oleh ayah dan kakeknya selama puluhan tahun tidak bisa dibiarkan hancur karena keserakahan dan kedengkian seseorang. Dan dia juga tidak bisa membiarkan Maya pergi dengan bebas setelah menyakitinya.
“Terima kasih banyak atas semua yang Anda lakukan, Anton,” ujar Rita dengan suara yang kini sudah kembali tenang namun penuh dengan tekad yang kuat. “Saya akan menangani sisanya sendiri. Saya sudah memiliki semua bukti yang saya butuhkan, dan sekarang saatnya untuk menghadapi mereka.”
Setelah Anton pergi, Rita langsung menghubungi Dini untuk memastikan bahwa semua bukti tentang penyalahgunaan uang perusahaan telah disiapkan dengan baik dan disalin ke beberapa tempat yang aman. Dia juga menghubungi kantor akuntan publik dan pengacara hukum perusahaan untuk mengatur pemeriksaan menyeluruh pada keuangan perusahaan pada hari berikutnya.
Rita menelepon Dini untuk menemaninya menuju ke rumahnya Maya, tentu saja dia menyuruh Dini mengajak beberapa pegawai laki-laki seperti Rizal dan Dandy serta satpam di komplek perumahannya dan security di perusahaannya. Rita juga memerintahkan Dini untuk membawa kamera karena akan mengabadikan momen memalukan tersebut.
Tanpa memberitahu siapapun, termasuk Herman, Rita mengambil kunci untuk mengadakan penggrebekan menuju arah Bandung. Perjalanan yang biasanya memakan waktu sekitar lima jam terasa sangat cepat bagi nya, karena pikirannya penuh dengan berbagai pertanyaan yang ingin dia tanyakan kepada suami dan selingkuhannya. Saat malam mulai menjelang dan mobilnya memasuki kawasan elit di pinggiran koto Bandung, mata Rita melihat rumah-rumah mewah yang berdiri rapi di sepanjang jalan raya yang bersih dan terawat dengan baik. Akhirnya, setelah beberapa saat mencari, dia menemukan rumah yang dicari nya – sebuah rumah satu lantai dengan desain modern yang sangat menarik, lengkap dengan taman yang luas dan kolam renang pribadi di belakangnya. Cahaya dari lampu luar rumah masih menyala terang, menunjukkan bahwa ada orang di dalamnya.
Rita memarkir mobilnya di depan pagar rumah tersebut dan keluar dengan langkah yang mantap. Hatinya berdebar kencang seperti akan melompat keluar dari dada nya, namun dia tetap menjaga wajahnya tetap tegas dan penuh dengan tekad. Dia mengenakan jas hitam yang membuatnya terlihat lebih kuat dari yang sebenarnya dia rasakan, dan tangannya tetap stabil meskipun dalam hatinya sedang bergelut dengan emosi yang luar biasa kuat.
Sebelum menekan bel pintu, Rita mengambil napas dalam-dalam dan melihat sekeliling rumah yang indah namun penuh dengan kesalahan dan khianatan. Setiap batu bata yang membangun rumah tersebut adalah bukti dari uang yang dicuri dari perusahaan yang telah menjadi warisan keluarga nya selama puluhan tahun. Setiap perabotan yang ada di dalamnya adalah hasil dari kebohongan yang telah dibuat oleh Herman dan Maya. Dan semua itu tidak akan dibiarkan begitu saja.
Dengan tangan yang mantap, Rita menekan bel pintu rumah tersebut. Suara bel yang nyaring mengganggu ketenangan malam hari, dan dalam beberapa saat kemudian, dia melihat sebuah bayangan yang bergerak di balik tirai kaca pintu utama. Hatinya semakin berkencang, tapi dia tetap berdiri dengan tegak, siap menghadapi wanita yang telah merusak hidupnya. Dia tahu bahwa pertemuan ini akan sangat sulit dan mungkin akan mengungkapkan kebenaran yang lebih menyakitkan dari yang dia bayangkan, namun dia sudah siap untuk itu. Semua harus ada akhir nya, dan malam ini akan menjadi awal dari akhir bagi pengkhianatan yang telah terjadi.
Mampir dan dukung karyaku, yuk!
- TRUST ME
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰