NovelToon NovelToon
After Married

After Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: zahra

apa yang akan terjadi jika kamu bangun dari tidur mu , tiba tiba sudah memiliki suami yang begitu menolak mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menata ulang kehidupan

"Kembalilah ke rumah, Nak. Apartemen mu ini kurang aman," suara Mama Hera bergetar, membelah keheningan meja makan pagi itu.

 Di sana, di antara aroma kopi yang masih mengepul, ia menatap putra tunggalnya, Cavin, dan menantunya,

Thalia, dengan tatapan yang sarat akan kecemasan seorang ibu.

Cavin meletakkan sendoknya perlahan. Ia menunduk, merangkai kata dengan kehati-hatian yang luar biasa.

"Ma, Cavin hanya ingin belajar mandiri untuk keluarga cavin ma, Cavin juga belajar mengembangkan tanggung jawab," bisiknya lirih, hampir seperti sebuah permohonan.

Ia tahu, satu goresan luka di hati sang mama bisa menjadi duri yang menyiksa fisiknya sendiri.

Cavin tahu Mama nya pandai kali berakting Matanya mulai berkaca-kaca.

"Tapi kejadian semalam... Mama merasa jantung Mama hampir copot. Tidak bisakah kau hargai ketakutan orang tua terhadap anak dan menantu nya"

Kedua sahabat Cavin yang juga ikut sarapan bersama masih duduk di sana merasa atmosfer kian menyesakkan.

 Mereka segera berpamitan dengan dalih pekerjaan, meski mereka tahu kalender masih menunjuk pada hari Minggu yang tenang.

Thalia, dengan segala kepolosan yang tersisa di benaknya, menyentuh lengan mertuanya lembut. "Ma, jangan sedih. Thalia mau kok tinggal bersama Mama. Hanya saja... rumah sebesar itu seringkali terasa sunyi jika aku sendirian," ucapnya tulus, berusaha menghibur kesedihan di wajah Mama Hera.

"Cavin," sebuah suara berat namun tegas terdengar dari sudut ruangan. Papa.

Cavin menghela napas panjang, pundaknya meluruh. "Baik, Pa."

Satu kata itu adalah segel bagi takdir mereka hari ini.

Cavin tahu, janji yang pernah ia ucapkan sebelum keluar dari rumah orang tuanya adalah ia akan sering berkunjung ke rumah utama dan akan selalu ada jika kedua orang tua nya membutuhkan nya.

Ia mencintai wanita yang telah merawatnya hingga ia besar sekarang, dan ia tak sanggup melihat air mata itu jatuh lebih banyak lagi.

Jadi pada akhir nya mereka mengikuti pada keputusan orang tua mereka untuk sementara waktu mereka akan tinggal di rumah utama,

Cavin dan pak Ru selalu mengikuti keinginan Mama Hera karena, Mama Hera tidak boleh berpikir terlalu berat jika tidak ia akan kepikiran semua itu bermula ketika Cavin kecil dulu Mama Hera hamil lagi ia yang begitu bingung karena takut tidak bisa mengurus rumah tangga nya di tambah lagi mereka jauh dari orang tua nya Mama Hera yang tidak mau keluarganya dibantu orang lain (asisten) memilih mengurus keluarga nya dengan tangan nya sendiri.

hingga puncaknya Mama Hera mengalami keguguran dan baby blues Cavin kecil yang di asuh nenek nya membuat Mama Hera selalu merasa bersalah karena tidak bisa mengurus anaknya sendiri beruntung Cavin kecil sangat pengertian ia mau tinggal bersama orang tua nya dan begitu penurut ia enggak mau Mama nya sakit lagi.

Dahulu nama Cavin adalah Yuan Ru , karena Mama nya begitu obsesi pada

▪️▪️▪️

Matahari nyaris mencapai puncaknya ketika mobil mewah itu berhenti di depan sebuah gerbang besi yang menjulang. Inilah rumah utama—sebuah monumen putih nan megah yang berdiri kokoh, menyimpan ribuan memori masa kecil Cavin.

"Kak..." panggil Thalia saat hendak turun, matanya menatap nanar bangunan di depannya.

Cavin, yang masih dilingkupi rasa kesal karena privasinya terenggut kembali, menoleh dengan tatapan tajam. "Apa lagi? Mau aku kunci di dalam mobil seperti waktu itu?"

Thalia menggeleng cepat. "Bukan... tapi, kita belum berkemas pakaian? Mengapa kita kesini sekarang?"

"Berisik," ketus Cavin, lalu melangkah keluar tanpa mempedulikan kebingungan istrinya.

Seorang asisten rumah tangga menyambut mereka dengan senyum hangat yang tulus. "Den Cavin, Non Thalia, selamat datang kembali."

Thalia membalas sapaan itu dengan anggukan sopan, meski batinnya masih meraba-raba di mana ia berada. Meski pun ia pernah kesini ia masih bingung dan belum begitu familiar ia juga belum menjelajahi setiap rumah mertua nya itu

 Ia hanya mengekor di belakang punggung lebar Cavin, menaiki satu demi satu anak tangga menuju lantai atas, tempat kamar pribadi suaminya berada.

"Masuk. Dan tutup pintunya," perintah Cavin dingin saat mereka telah sampai di dalam kamar yang beraroma kayu cendana itu.

Cavin menatap Thalia yang berdiri kaku. Ada kekesalan yang aneh di dadanya.

Bukan karena Thalia membangkang justru karena gadis itu terlalu patuh, terlalu 'lurus', dan terlalu mudah untuk disakiti.

Ia benci menyadari betapa polos nya Thalia di tengah dunia yang kejam ini.

▪️▪️▪️

Hari-hari berikutnya bergulir seperti sandiwara di atas panggung yang megah. Cavin hanya akan menjalankan tugas sebagai suami yang lembut ketika orang tuanya hadir. Begitu hanya tinggal mereka berdua kembali ke stelan awal.

dimana ia sering mengabaikan Thalia dan sering memarahi nya. Meski terkadang ia benci jika sahabatnya menayangkan tentang keadaan istrinya.

Thalia tetap diam meskipun permalukan tidak baik di lakukan suaminya Ia juga tak pernah mengadu, kepada mertuanya. Karena dalam pikiran Thalia bagaimana pun cavin adalah anak dari mertua nya jadi sesalah apapun seorang anak pasti orang tua akan memaafkan sedangkan ia hanya orang asing yang datang tanpa diundang

Kini, hari-hari Thalia diisi dengan pelajaran-pelajaran baru.

Mama Hera telah mendatangkan mentor terbaik untuk mendidik menantunya itu, karena menurut vonis dokter, Thalia mengalami amnesia permanen .

Thalia harus belajar menjadi sosok yang baru, di dalam rumah besar yang megah, namun terasa seperti sangkar emas yang dingin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!