NovelToon NovelToon
Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Time Travel / Fantasi Wanita
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: bubun ntib

Su Ran terbangun ketika mendengar suara melengking keras dan tangan kasar yang mengguncangnya..

Heh~ Apakah ini layanan Apartemennya, kenapa begitu kasar pijatannya?
Lalu, kenapa kedap suaranya sangat jelek?

Begitu sadar, ia ternyata masuk kesebuah era dinasti Ping yang tidak tercatat dibuku sejarah manapun.

Hee.. ingin menantangku soal bertani? dan menjual barang?
Jangan panggil aku Su 'si marketer andalan' jika tidak bisa mendapat untung apapun!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Suasana panas di dapur sama panasnya dengan aula restoran yang hanya berisi pelanggan bernama Wen. Setelah A Ming meletakkan nampan berisi 5 mangkuk yang berisi nasi putih, ayam bumbu balado, capcay sayur pedas dan potongan dan 1 ekor ikan gurame tumis pedas.

Mata pelanggan Wen hampir lepas melihat betapa semaraknya nampan di depannya. Ia langsung bisa mencium berbagai aroma harum yang tadi ia cium diluar ruangan.

“ A .. A Ming, in.. Ini makanan dari surga?” Racaunya sambil mati – matian menahan air liur yang hampir menetes.

A Ming sama sekali tidak menertawakan reaksi alami tuan Wen ini. bagaimanapun, reaksinya tadi juga tidak kalah ‘konyol’ saat melihat hidangan ini.

“ Tuan Wen, ini adalah hidangan baru kami. Aku tidak akan mengganggu tuan, silahkan coba dan berikan komentar nanti,” A Ming selalu akrab dengan para pelanggan setia seperti tuan Wen ini, ia tidak takut berbohong, karena memang benar di dalam Dapur sana sedang mengadakan ‘sidang’ penentuan apakah menu ini bisa hadir di papan menu restoran miliknya.

A Ming diam – diam memanjatkan doa agar saudara Ran mau berbelas kasihan kepada mereka bertiga!

Wen Jing, itulah nama pelanggan setia restoran Sedap Makan. Setelah A Ming meninggalkan mejanya dan berkata ingin ikut ‘memeprjuangkan harapan’, Ia Langsung menghirup sup Lobak yang kata A Ming adalah bonus.

Sedikit meremehkan pada awalnya, tetapi begitu kuah segar berkaldu masuk dan ditelannya, matanya langsung membola kagum!

Tidak bisa! Ini terlalu enak! Wen Jing langsung menyendokkan nasi putih yang pulen dan menyeruput Sup langsung dari mangkuknya.

Benar – benar keajaiban makanan!

Wen Jing tidak berpaku pada sup saja, kini ia melirik kearah sayuran yang berwarna – warni. Potongannya tampak sama persis, tetapi ia, Wen Jing si pecinta kuliner tetap mampu membedakan jika di dalamnya ada wortel, Kubis, Jagung muda dan ‘benda Asing’ yang justru membuat warnanya semakin menarik.

Pertama kali, ia mencicipi kuahnya pelan. Ada rasa menyengat unik pada lidahnya, semakin mengecapnya semakin unik dan tentu saja ... enak.

Dengan tidak sabar, Wen Jing mengarahkan sumpitnya ke sayurannya. Mengunyah pelan dan lidahnya semakin dimanjakan dengan rasa ini.

Wen Jing mulai mencoba ayam bumbu balado dan juga ikan gurame tumis pedas. Ia sama sekali tidak mengangkat wajahnya dan sepenuhnya terbenam pada kenikmatan makan.

Meskipun lidahnya nyaris terbakar karena sensasi pedas dan panas, tetapi ia tetap bersendawa dengan nikmat.

“ A Ming..” Panggilnya sambil menepuk – nepuk perutnya yang gemuk.

A Ming, rupanya tidak berani masuk ke dapur, ia memilih membersihkan meja kasir yang sama sekali tidak berdebu saking seringnya digosok.

Mendengar panggilan dari pelanggan Wen, A Ming menebak sedikit banyak maksud dan tujuannya. Tetapi ia dengan senang hati menghampirinya.

“ A Ming. Katakan padaku apakah mungkin bagiku untuk memesan lagi? Hidangan ini sangat luar biasa. Apalagi ayam merah ini. sangat pedas!” sebelum A Ming sempat bertanya ada apa, ia sudah diberondong dengan pertanyaan dan pernyataan yang membuatnya sedikit canggung.

Pesan lagi apa? Dirinya bahkan tidak tahu apakah dua majikannya berhasil membujuk saudara Ran untuk bekerja disini atau tidak!

“ Tuan Wen, bumbu merah ini menggunakan tanaman sayur yang disebut ‘Sayur’. Tanaman ini dibeli dengan harga tinggi oleh tuan pemilik kami, dan kami sedang mengusahakan agar tanaman itu bisa dijual kepada kami,” A Ming berbicara dengan lugas. Ia tidak akan takut jika tuan Wen akan membocorkan berita tentang Cabai kepada restoran seberang.

Wen Jing adalah sahabat lama Feng Yu dan merupakan juragan beras di kota ini. A Ming sangat tahu wataknya.

“ Itu bagus. Jadi pemuda tadi kan yang akan memasok ‘ Cabai’ ini?” tanya Wen Jing dengan akurat.

A Ming sedikit mengangguk dengan ragu.

“ Ada Apa? Kenapa kau tampak gelisah? Apakah ada masalah?” tanya Wen Jing dengan penuh rasa penasaran.

“ Aku sungguh tidak tahu apakah dua majikan saya berhasil membujuk pemuda itu,” pandangan A Ming dan Wen Jing menuju ke arah pintu dapur yang tertutup dengan tirai.

.

“ Aku sudah memberikan benih kepada beberapa keluarga bibi desa yang memiliki hubungan baik kepadaku. Aku bisa memastikan jika mereka akan menanam sekitar 3 Mu cabai sebagai percobaan,” ucap Su Ran ketika Jiang Ran dan Feng Yu menatapnya penuh harap.

“ Jangan bilang terlalu sedikit, paman. Nyatanya aku masihlah seorang anak muda yatim piatu dan bobot omonganku tidak akan diterima dengan mudah. Mungkin mereka bersedia menanam hanya karena menghargaiku saja,” Su Ran jelas tahu hal ini dengan jelas. Hanya Chen Rui yang langsung percaya 100% kepadanya, tetapi tidak untuk paman dan bibi lainnya.

Tetapi Su Ran tentu saja tidak menyalahkan mereka. Masyarakat desa Fen Tong semua bertahan hidup dengan bertani dan sesekali berburu di hutan gunung Fuji.

Mereka tidak akan serta merta langsung mempercayai ucapannya jika tanaman cabai ini akan ‘Laku’ sebelum melihat uang yang dihasilkan dari menanam dan mengolah cabai.

“ Apa yang dikatakan oleh Xiao Ran benar, Lao Jiang. Mereka tidak akan langsung percaya,” sambung Feng Yu merasa ucapan Su Ran masuk akal.

“ Benar.. benar juga. Begini saja, kami akan memesan semua hasil dari 3 Mu itu. Tetapi kamu datang tidak dengan tangan kosong kan? Kamu juga pasti memiliki stok untuk kami, bukan?” tuduh Paman Jiang dengan nada lucu.

“ Tenang saja, paman. Aku pasti sudah menyiapkan senjata untuk bekerja sama dengan kalian. Oh iya, ini juga olahan dari Cabai, bisa dicampur dengan nasi hangat saja atau dengan bakpao, atau Mie biasa juga biasa. Silahkan coba dulu, jika suka kami juga menerima pesanan. Aku tinggal dulu untuk mengambil ‘beberapa’ karung cabai di gerobak milikku,” ucap Su Ran dengan cepat keluar dari dapur. Di luar ia menyapa A Ming dan berpesan agar menyusulnya membantu mengambil karung berisi cabai.

Jiang Ran dan Feng Yu ditinggalkan dengan sebuah botol kaca yang tampak biasa saja. Tetapi isinya sungguh menggoda. Lapisan minyak sayur dan buliran isi cabai tampak melambai – lambai membuat Feng Yu tidak sabar untuk mencoba.

Ia langsung membuat mie sederhana, membaginya menjadi dua mangkuk. Satu untuknya dan satu lagi untuk Jiang Ran. Jiang Ran juga tidak menganggur, ia ingat masih memiliki bakpao hangat sisa tadi sarapan, dan langsung mengambilnya.

Mengambil dari pengalaman, Feng Yu kini memulai dengan sendokan kecil. Ia dengan hati – hati mencampurkan sambal bawang original itu ke dalam mie panasnya lalu mengaduknya dengan kasih sayang!

Feng Yu hampir menyipitkan matanya karena menahan nikmat dari campuran mie dengan sambal tersebut. Ia bahkan beberapa kali hampir menggigit lidahnya saking enaknya.

Jiang Ran tidak kalah juga. Ia memotong setengah bakpaonya dan dengan hati – hati mengolesi sambal menjadi selai sambal dan memakannya dengan lahap.

Benar – benar .. ini adalah surga makanan!

1
Wahyuningsih
lanjut thor 💪💪💪dlm upnya
vivi oh vivi
lanjut😆
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
🌸nofa🌸🍉🍉
wah ayam balado pasti enak 😄
Ayu Aulia
Thor ini crita tentang kerajaan china? kenpa ada SD, SMP, SMA, bukan ya zaman kerajaan belum ada yaa?
bubun ntib: ehm.. gmna yaaaa..
mau bikin cerita yg campuran sihh.. kalau yg era tiongkok pure pasti pkai uang tael trs juga adatnya buntib gk berani ngeraba2.. tkut bnyak salah..🙏🙏
jdi buntib ambil versi zaman indonesia dlu..
namanya juga ngarang🤭🤭🙏🙏
total 1 replies
Shai'er
calon paksu
Shai'er
sudah dapat kandidat, tinggal persentase💪💪💪
Shai'er
🤤🤤🤤🤤🤤
Shai'er
hadeuh🙄🙄🙄
Shai'er
bubur sumsum penghilang capek 🥰🥰🥰
Shai'er
🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
Shai'er
cuan 🤑🤑🤑🤑🤑🤑
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
vivi oh vivi
loh yaampun dikit nya, 😳 lanjut🤭
Murni Dewita
💪💪💪💪
vivi oh vivi
lanjut
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
tetap semangat
Murni Dewita
💪💪💪💪
Murni Dewita
👣👣👣👣👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!