Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yan Jian— seorang Tuan Muda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri. Namun, di saat ia benar-benar berada pada titik terendah, ia mendapatkan kepercayaan dari Permaisuri Es, sehingga Permaisuri Es pun mengorbankan dirinya untuk menjadi Roh Bela Diri Yan Jian.
Setelah mendapatkan Roh Bela Diri Permaisuri Es dan Salju, Yan Jian pun bertekad untuk membalaskan dendamnya terhadap kedua pamannya yang telah membunuh orang tuanya. Namun, perjalanannya di dunia kultivasi tidaklah mudah. Berulang kali terjatuh dan hampir mati.
Bagaimana kisah Yan Jian untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini? Yuk, ikuti keseruan petualangan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
Yan Jian menghela nafas sembari menepuk dahinya sendiri. Dia berpikir bahwa menyembunyikan nama aslinya itu telah sia-sia. Walaupun nama Yan Jian tidak terkenal, tetapi itu ia lakukan demi keamanannya untuk menuju kota api, agar pergerakannya tidak diketahui oleh orang-orang dari kediaman Keluarga Yan.
Tetapi anehnya lagi, kenapa Shi Wang memasang ekspresi wajah sinis? Di saat dia mengetahui bahwa pemuda bernama Xiao Yan itu sebenarnya adalah Yan Jian!
Di tepi lapangan, seorang pria paruh baya mengenakan jubah putih, naik ke Arena Pertarungan. Pandangan pria itu berkeliling, dan walaupun dia sudah cukup tua, tetapi dia berdiri dengan tegak, sebelah tangannya berada di punggung.
Gong!
Satu pukulan gong kembali terdengar, membuat semua orang kembali memusatkan perhatiannya kepada sosok pria di tengah arena.
Pria itu bernama Liu Sanxian, seorang Tetua Keluarga Liu, dan merupakan seorang seniman bela diri yang telah mencapai ranah kelima bintang satu. Namanya cukup di kenal di Kabupaten Tian Nan, walaupun tidak setenar mereka yang memiliki gelar Sepuluh Peringkat Surgawi. Namun, sebagai seorang kultivator Raja Tempur, dia tentunya cukup mempunyai kemampuan untuk bersikap sombong di antara kalangan masyarakat.
Saat itu, Liu Sanxian mengatakan; bahwa kompetisi Keluarga Liu akan segera di mulai. Sebelum itu, dia memberi tahukan tentang sistem kompetisi itu, yang di mana kompetisi itu tidak memiliki sistem yang rumit, melainkan siapa yang mampu berdiri hingga akhir dan tidak ada lagi yang berani menantang, maka orang itu dinyatakan sebagai juara kompetisi.
Namun, setelah menjadi juara kompetisi, dia juga harus bersedia untuk melewati ujian terakhir. Di mana Liu Sanxian juga mengatakan tentang Liu Gu, seperti yang telah dikatakan oleh Paman pemilik kedai sebelumnya. Di saat peserta kompetisi telah ditetapkan sebagai juara, maka orang itu harus berhadapan dengan Liu Gu. Namun, Tetua Liu Sanxian juga menjelaskan; walaupun nantinya sang juara itu dikalahkan Liu Gu, dia akan tetap mendapatkan hadiah yang sangat memuaskan, tetapi untuk menikahi Nona Muda keluarga Liu, kuota itu dinyatakan akan dibatalkan, jika orang itu kalah oleh Liu Gu.
Pada dasarnya, soal menikahi Nona Muda Keluarga Liu, hanyalah daya tarik semata agar banyak orang yang mengikuti kompetisi tersebut. Namun, apa sebenarnya tujuan Keluarga Liu? Bahkan berani mencantumkan Nona Muda Liu Qingchen dalam kompetisi seperti itu.
Tidak lama kemudian, Tetua Liu Sanxian pun menyatakan bahwa kompetisi telah resmi di mulai.
"Silahkan! Yang memiliki keberanian... segera naik ke atas arena!" kata Tetua Liu Sanxian.
Namun, yang pertama menaiki Arena Pertarungan adalah Shi Wang! Bahkan, ia tak segan segera menunjukan tingkatan ranahnya, membuat semua orang mengetahui bahwa Shi Wang adalah seorang kultivator tingkatan ranah ke empat tahap puncak.
"Shi Wang, Tingkat empat, tahap puncak, siap menerima tantangan!" ucap Shi Wang, mencari lawan yang berani bertarung dengannya.
Di luar arena, ada lebih dari seratus orang yang telah terdaftar sebagai peserta kompetisi. Namun, dengan Shi Wang yang berdiri di dalam arena pertarungan, tidak banyak orang yang berani untuk melawannya.
Walaupun mereka memiliki usia yang lebih tua dari Shi Wang, tetapi dalam kekuatan bela diri, mereka masih jauh dari kata cukup untuk berhadapan dengan Shi Wang.
Tetapi, tidak semua orang menunjukan rasa takutnya! Melainkan seorang pria berusia tiga puluh tahunan melompat dari luar arena; memasuki arena pertarungan.
"Lan Gui, tingkat tiga, mohon bimbingannya!" katanya, memperkenalkan diri sembari menumpukkan kedua tangannya di depan, sebagai tanda hormatnya kepada sesama kultivator atau yang disebut juga sebagai praktisi bela diri.
Dia bernama Lan Gui, sosok pria bertubuh besar dengan otot-otot yang kuat. Dia membawa senjata berat yang di gendong di pundaknya; palu besar berduri tajam.
Di sudut lain, Shi Wang tersenyum sembari menunjukan salam hormatnya kepada Lan Gui, lalu berbicara, "Senior Lan, silahkan!" ujar Shi Wang, nada bicaranya sedikit meremehkan Lan Gui, tetapi sikapnya begitu tenang.
Dengan penuh semangat, Lan Gui menghentakkan sebelah kakinya di atas permukaan lantai arena. Sebagai seorang praktisi tingkatan ranah Manifestasi Roh, Lan Gui pun menunjukkan roh bela dirinya, di mana ia memiliki roh bela diri bertipe binatang Beruang Api.
Orang yang memiliki roh bela diri Beruang Api dikenal dengan pertahanannya yang sangat kuat, dan memiliki elemen api sebagai keunggulannya dalam seni bertahan maupun menyerang. Bisa dikatakan, roh bela diri seperti ini termasuk roh bela diri yang sangat special bagi seorang petarung.
Saat itu, Lan Gui meraung panjang, perwujudan roh bela diri beruang hitam yang diliputi api di tubuhnya, berada di belakang Lan Gui. Di saat Lan Gui mulai bergerak untuk menyerang, sosok beruang hitam kembali meraung. Lan Gui berlari membawa palu beratnya, saking beratnya! Membuat pergerakan udara itu terlihat jelas.
"Beruang Api, cih! orang ini boleh juga!" ucap Shi Wang dengan penuh ketertarikan.
Sebagai sosok yang memegang pedang panjang, Shi Wang pun mulai berlari dengan cepat. Bahkan untuk menghadapi Lan Gui, Shi Wang tidak menunjukan Roh Bela diri yang dia miliki.
Trang!
Benturan besi bertemu besi pun terjadi. Walaupun kekuatan fisik Lan Gui sangat hebat, tetapi tidak dapat menjatuhkan Shi Wang hanya dalam sekali serangan.
Shi Wang, menggunakan kakinya, berputar dan mengayunkan pedangnya. Pedang itu hampir saja menebas leher Lan Gui, tetapi pedang itu seolah-olah menghantam dinding besi yang melindungi setiap bagian kulit yang dimiliki Lan Gui.
Shi Wang pun melompat mundur, dia tersenyum dan mengibaskan tangan yang memegang pedang.
"Pertahanan Beruang Api sungguh luar biasa! Tapi ... cukup sampai di sini saja!" celetuk Shi Wang.
Shi Wang pun menggunakan sebelah tangannya untuk membentuk segel tangan, dan seketika perwujudan Roh Bela Diri pedang besar muncul dibelakangnya. Membuat semua orang tahu bahwa Roh Bela Diri yang dimiliki Shi Wang adalah Pedang.
"Roh Bela Diri tipe senjata! Menarik!" ucap Xiao Yu di tepi lapangan yang tengah menyaksikan pertandingan.
Lalu, Xiao Yu pun memalingkan pandangannya, mengarah kepada Yan Jian, kemudian ia berbicara, "Nah, Jian! Kultivasimu selalu mempelajari teknik pedang, dan sekarang, di hadapan seorang ahli pedang yang memiliki Roh Bela Diri pedang besar, kira-kira ... apa kamu bisa mengalahkannya?" tanya Xiao Yu.
Mendengar ucapan Xiao Yu, Yan Jian menoleh ringan, tetapi ia hanya menggambar segaris senyuman untuk menjawab pertanyaan Xiao Yu, bahkan tidak sedikitpun mengeluarkan ucapan.
Namun, di alam Kesadarannya! Permaisuri Lin Bing tiba-tiba berbicara kepada Yan Jian.
'Jian! Sepertinya aku merasakan sesuatu yang familiar di kediaman Keluarga Liu ini!' kata Lin Bing dengan sangat serius.
'Apa maksudmu?' tanya Yan Jian.
Tetapi Lin Bing menggelengkan kepalanya.
'Aku juga tidak tahu perasaan apa sebenarnya yang aku rasakan! Tapi, aku benar-benar merasa bahwa terdapat suatu keberadaan kuat! Dan itu memiliki keterkaitan denganku!' ucap Lin Bing, pandangannya tertuju ke bawah, menyapu permukaan air yang tenang di dalam alam kesadaran Yan Jian.
Yan Jian terdiam selama beberapa detik sebelum berbicara.
'Hm! Dapat membuatmu menunjukan ekspresi wajah yang cemas seperti itu ... sepertinya kamu sangat serius, Lin Bing!' ujar Yan Jian.
Lin Bing pun menganggukkan kepalanya, 'Sebaiknya kita amati saja terlebih dahulu, biarkan aku memastikannya lagi!' ucap Lin Bing.
seorang Xiao Lang kaisar tempur masa kalah sama raja tempur.
sudah jekas tingktan nya lebih tinggi Kaisar tempur dri raja tempur.!!
Raja tempur itu kan di bawah Kaisar tempur,masa menghadapi 2 orang raja tempur kalah si Xiao kang yg tingktan nta Kaisar tempur yg lebih tinggi.
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor