NovelToon NovelToon
Dua Hati Mencintai

Dua Hati Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agustin Hariyani

Cinta tidak pernah salah.
Yang salah… hanya waktunya.
Zara mencintai Kenzy dengan cara yang tenang.
Seperti rumah yang selalu menunggu untuk ditinggali.
Seperti doa yang diucapkan pelan setiap malam.
Ia tidak pernah menuntut masa lalu Kenzy.
Ia hanya ingin menjadi masa depan yang dipilihnya.
Namun takdir tidak pernah sesederhana itu.
Karena sebelum Zara… ada Eve.
Perempuan yang pernah menjadi dunia Kenzy.
Yang mencintainya ketika hidup belum dipenuhi luka.
Yang menggenggam tangannya sebelum badai menghancurkan segalanya.
Eve tidak pergi karena tidak mencintai.
Ia pergi karena mencintai terlalu dalam.
Dan ketika ia kembali,
Ia tidak datang untuk merebut.
Ia hanya datang dengan hati yang belum selesai.
Kenzy berdiri di antara dua perempuan yang sama-sama mencintainya dengan cara yang berbeda.
Satu adalah masa lalu yang penuh pengorbanan.
Satu adalah masa kini yang penuh ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustin Hariyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26

Ken menarik napas panjang.

“Aku mau kamu dengar dari awal. Bukan versi ringkasnya.”

Zara mengangguk.

Ia siap.

Dan Ken mulai tenggelam dalam kenangan.

Flashback

Beberapa tahun yang lalu...

Kampus sore itu ramai.

Ken masih mengenakan Almamater kampus. Bukan jas mahal. Bukan mobil mewah.

Ia duduk di tangga fakultas dengan laptop di pangkuannya.

Seorang gadis duduk di sampingnya tanpa izin.

“Kamu selalu serius banget sih.”

Ken menoleh.

“Aku lagi bikin proposal.”

Eve tersenyum lebar.

“Proposal apa?”

“Rencana bisnis.”

“Kamu kan pewaris Maheswara. Tinggal duduk manis di kantor keluarga.”

Ken menatapnya tajam.

“Betul... Tapi aku nggak mau jadi pewaris yang manja, yang hanya berdiri di balik nama Maheswara.”

Eve terdiam sebentar.

Lalu tersenyum lebih lembut.

“Oke... Kalau gitu aku akan menjadi pendukung dan penyemangatmu.”

“Dukung gimana?”

“Kalau kamu jadi CEO nanti, aku yang akan jadi Asisten Pribadi kamu, nggak ada yang boleh selain aku.”

Ken terkekeh kecil.

Begitulah rutinitas mereka di kampus.

Saat pagi mereka kuliah Bersama, dan malam hari mereka membuka usaha kecil bersama.

Untuk membantu eve membayar kuliahnya, ken meminjam uang pada kakeknya untuk membuka kedai kopi sederhana, yang mereka jalankan berdua.

Malam hari di kedai kopi kecil itu.

Ken memakai apron. Eve di kasir.

“Meja tiga, latte satu!” teriak Eve.

“Siap, bos!” jawab Ken sambil tersenyum.

Saat toko mulai sepi.

Eve terlihat lelah.

Ken mendekat.

“Capek?”

Eve menggeleng cepat.

“Nggak kok.”

Dan ponselnya berbunyi.

Ayah Calling.

Wajah Eve berubah.

Ia mengangkat telepon.

“Iya, Yah…”

Suara di seberang terdengar keras meski tak jelas.

“Iya, nanti Eve transfer…”

“Yah... Sebentar lagi eve...”

“Halo Ayah…”

Telepon ditutup.

Eve menunduk.

Ken mendekat.

“Minta uang lagi?”

Eve tersenyum dipaksa.

Ia mengangguk lesu “Katanya hutangnya sudah jatuh tempo.”

“Kamu masih kuliah eve, kamu berjuang sendiri untuk kuliah dan hidupmu disini."

"Yang seharusnya itu tanggung jawab mereka, dan masalah hutang, kan mereka sendiri yang berhutang itu juga harus menjadi tanggung jawab mereka, bukan kamu."

“Mereka orang tuaku, Ken.”

Ken terdiam.

“Kalau uang kamu nggak cukup, aku bantu ya.”

Eve langsung menggeleng.

“Jangan. Aku nggak mau kamu ngerasa harus tanggung beban keluargaku juga.”

“Kamu sudah banyak membantuku.”

Ken menatapnya serius.

“Kita tim bukan?.”

Eve tersenyum kecil.

“Tim kesayangan.”

Begitulah mereka saling mencintai saling menyemangati, selalu ada satu sama lain.

Hari kelulusan tiba…

Mereka berdiri berdampingan dengan toga.

“Aku bangga sama kamu,” kata Eve sambil merapikan kerah Ken.

“Aku lebih bangga sama kamu, dengan semua perjuanganmu sendiri akhirnya kamu berhasil.”

“Kita lulus bareng.”

Eve tertawa.

Mereka foto bertiga dengan kakek…kakek pun sangat kagum pada eve, berjuang keras sendiri, tidak menyerah, kuat. Gadis yang pantas untuk ken.

Seminggu setelah hari kelulusan…

“Aku pulang dulu ya...Ayah dan ibu minta aku untuk pulang sebentar.”

“Aku juga mau nunjukin bahwa aku berhasil mengurus pendidikanku sendiri.”

“Berapa lama?”

“Mungkin dua minggu.”

Ken memegang tangannya.

“Cepat balik ya.”

Eve menatapnya lama, lalu tertawa.

" Aku belum berangkat Ken, masa' disuruh cepet balik."

“Aku nggak akan ke mana-mana.”

"Setelah kembali dari rumah orang tua ku, aku bawa semua barang-barangku sekalian mengurus surat pindah, aku mau pindah kesini biar deket sama kamu."

" Janji.?" ken meyakinkan

"Iya...Janji tuan Maheswara junior."

Mereka tertawa bersama di taman favorit mereka malam itu. Menghabiskan malam...Malam terakhir Ken bersama Eve. Malam terakhir Ken melihat senyum dan tawa di wajah cantik Eve.

Saat eve pulang ke rumah orang tuanya, setiap malam mereka sleep call, bercanda sebentar, begitu menjadi rutinitasnya.

Namun sampai satu bulan eve tidak kunjung Kembali ke Jakarta.

Ken mencoba menghubungi.

Sejak Seminggu lalu Nomor Eve tidak aktif.

Pesan tidak terkirim.

Ia mulai gelisah.

Lalu suatu sore,

Ponsel Ken bergetar, dengan cepat ia mengambilnya berharap eve yang menghubunginya, namun tertera nama “Ayah eve”

Diseberang telpon.

Ibunya Eve menangis histeris.

“Ken…”

“Aveline… sudah nggak ada…”

Ken membeku.

“Maksudnya nggak ada kemana?”

Lalu ayahnya berbicara datar.

“Kecelakaan.”

“Mobilnya terbakar.”

Ken berdiri.

“Terkejut….seakan waktu berhenti berputar”

Ibunya menangis makin keras.

“Saya minta Alamat om saya ingin melihat makamnya.”

“Kapan ini terjadi?”

“Seminggu lalu.”

Seminggu.

Seminggu ia hidup tanpa tahu bahwa orang yang ia cintai.

Katanya… sudah tiada.

Ken terduduk.

Tangannya gemetar.

Menatap Alamat yang diberikan oleh ayahnya eve.

Ken menatap kosong.

“Eve…kamu bilang Cuma sebentar…kamu bilang nggak akan kemana-mana.”

“Kamu ninggalin aku tanpa pamit eve…” Ken menangis terisak.

Back

“Aku percaya waktu itu.”

Suara Ken berat.

“Aku terlalu hancur untuk berpikir logis.”

Zara menatapnya dalam.

“Kamu nggak pernah curiga?”

Ken terdiam.

“Ada yang terasa aneh.”

“Kenapa semuanya cepat sekali.”

“Tapi orang tuanya menunjukkan makamnya.”

“Dan aku percaya...”

Ia menatap lantai.

“Kalau aku terus curiga, berarti aku nggak mau menerima dia sudah pergi.”

Zara mengangguk pelan.

“Dan sekarang dia kembali.”

Ken menatap tangga ke lantai atas.

“Dengan luka seperti itu.”

Zara bertanya pelan,

“Menurut kamu… orang tuanya bohong?”

Ken mengepalkan rahang.

“Aku nggak tahu.”

“Tapi satu hal pasti.”

“Ada sesuatu yang disembunyikan.”

Sunyi mengisi ruangan.

Kini ini bukan cuma soal cinta lama.

Tapi juga misteri.

Tentang kecelakaan.

Tentang seorang gadis yang katanya mati.

tapi kini hidup.

Dan Kenzy Maheswara baru menyadari.

Mungkin selama ini bukan takdir yang memisahkan mereka.

Tapi seseorang.

1
Azahra Wicaksono
🤣🤣😄
Retno Isusiloningtyas
jodoh Ken ore nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!