Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
04. Pernikahan Kartika
Bastian mengusap wajahnya kasar , semalam ia akhirnya terpaksa setuju untuk menikahi Kartika minggu depan.
Dan karena semalam juga ia di marahi oleh kedua orang tuanya.
Semalam....
Bu Erna murka , karena Bastian mau menikahi Kartika bukan Aleta .
" Otak kamu di taruh di mana sih Bas , bisa - bisanya kamu ninggalin Aleta demi wanita murahan begitu ?". ucap Bu Erna tak habis pikir.
" Kartika bukan wanita murahan Bu , dia juga kan kakaknya Aleta ". bela Bastian.
" Bukan wanita murahan gimana , lah dia mau aja di tiduri sama laki - laki, dan parahnya lagi , ia mengambil tunangan adiknya ".
" Maaf Bu ". Bastian menunduk , ia tau ia salah besar , dan pilihannya kali ini juga karena terpaksa.
" Maaf sih gampang Bas , tapi susah buat di perbaiki , apa kamu yakin mau nikahin si Kartika itu , jujur Bas....Ibu tidak menyukainya sama sekali ".
Bastian menggelengkan kepalanya, ia juga tidak yakin dengan pilihannya , " Aku tidak bisa menolaknya Bu , Pak....Kartika.....hamil....".
Bu Erna dan Pak Arpan membuang nafasnya kasar. " Ibu enggak tau harus ngomong apa lagi Bas , kamu sudah berbuat zina , Ibu sudah gagal mendidik kamu Bas ". Bu Erna mengusap dadanya sambil menangis tersedu , Pak Arpan memeluk istrinya.
Bastian bersimpuh di kaki kedua orang tuanya. " Maafkan Bastian Bu , Pak ....Kartika meminta aku menikahinya minggu depan , nikah siri dulu Bu ,Pak ".
" Nasi sudah menjadi bubur Bas , sebagai laki - laki kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan kamu , jangan jadi pengecut ". ucap Pak Arpan lebih tegar.
" Biar besok , Bapak sama ibu mu ke rumah Kartika ".
" Ibu enggak mau Pak ". tolak Bu Erna.
" Bu....Ikhlaskan , semua sudah terjadi ". Bu Erna hanya terdiam , masih terdengar isak tangisnya.
" Bilang ke Bu Nurma , kita akan datang ke rumahnya besok malam ". perintah Pak Arpan , lalu menuntun istrinya masuk ke dalam kamar , meninggalkan Bastian sendirian merenungi nasibnya ke depan.
Bastian mengangguk lemah , pikirannya masih kacau , tidurnya pun tidak pernah nyenyak sejak Aleta memergokinya berselingkuh
Dan sekarang saat kerja pun , Bastian tidak fokus , hingga mendapat teguran dari atasannya.
*
*
Sesuai dengan janjinya pada Alma , Aleta menceritakan semua kejadian yang menimpanya saat ia pulang teresa - gesa waktu itu.
" Jadi , Bastian akan menikah dengan Mbak Kartika ?". tanya Alma.
" Iya Al ".
" Kamu tidak apa - apa Ta ?".
" Jelas aku sakit hati Al , di hianati oleh orang- orang yang aku sayangi ".
Alma terkekeh , " Sakit hati tapi kamu kok kelihatannya biasa saja sih Ta ?".
" Nah ....itu juga yang membuat aku heran Al , apa memang aku belum sepenuh hati mencintai Bastian ya Al ?? malahan aku merasa lega bisa terhindar dari laki - laki red flag kayak Bastian itu ".
" Syukurlah kalau kamu baik - baik saja Ta ".
" Ta....kalau Mbak Tika dengan Bastian sudah menikah, apa mereka akan tinggal di rumah kamu?".
" Tidak ". jawab Aleta sangat tegas
" Ya mungkin aku akan mengijinkan buat menginap di rumahku barang semalam.....tapi , aku akan menyuruh mereka berdua pindah ".
" Bagaimana dengan Mama tiri kamu Ta ?".
" Terserah , mau tinggal di rumahku juga aku tidak masalah , mau ikut Mbak Tika juga silahkan "
" Kamu......hebat Ta ". Alma mengacungkan dua jempolnya , lalu mereka tertawa bersama.
" Beruntung kamu tidak mengumumkan pertunangan kamu dengan Bastian ya Ta ?".
" Ah iya , tapi ada beberapa yang tau sih , emmmm tapi enggak masalah juga , itu pun hanya teman dekatnya Bastian saja ".
" Eh Ta , aku dengar mau ada Bos baru ya , anaknya Pak Gunawan.....pasti orangnya tampan sekali , buktinya Pak Gunawan yang sudah berumur saja masih kelihatan tampan ".
" Otak kamu Al , isinya cowok tampan melulu....udah ah , yuk balik ke kantor, jam makan siang sudah habis ".
*
*
Tanpa terasa hari berlalu dengan cepat , dan hari ini adalah hari yang di tunggu oleh Kartika dan Mama Nurma.
Rumah Aleta sudah di hias meski ltidak seheboh seperti yang di minta oleh Kartika. Di ruang tamu Bastian dengan keluarganya sudah duduk rapi. DN Aleta juga ada di sana , di samping Kartika.
Bukan karena menghormati Mama Nurma ataupun Kartika , tapi untuk menunjukkan pada Bastian bahwa dirinya masih sekuat baja.
Sementara Kartika masih saja memanyunkan bibirnya karena kesal , apa yang di inginkannya tidak terwujud.
Meski hanya menikah siri , namun Kartika menginginkan pesta yang meriah, semuanya hanya untuk menunjukan pada Aleta bahwa dia berhasil mengalahkannya dan melihat Aleta terluka hatinya karena di tinggal nikah oleh Bastian .
Tapi sayang , Bastian menolaknya, bahkan ia mengancam akan membatalkan pernikahan jika Kartika minta yang macam - macam .
" Mukanya jangan di tekuk terus Mbak , di foto nanti kayak nenek - nenek loh ". bisik Aleta sengaja memprovokasi Kartika.
" Berisik....iri ya , jangan nangis nanti ya Ta ". Kartika balik menyindir.
Aleta terkekeh pelan, " Sorry....laki - laki seperti Bastian tidak layak untuk aku tangisi ". Aleta tersenyum miring , Kartika pun bungkam, ia harus menjaga imej di depan mertuanya.
Ijab qobul di ulang sampai tiga kali, karena Bastian terus saja menyebut nama Aleta , membuat mood Kartika makin buruk , sedangkan Aleta tertawa terbahak dalam hatinya.
Triknya duduk di dekat Kartika berhasil mengacaukan pikiran Bastian , Aleta tau sedari tadi ...Bastian terus saja mencuri- curi pandang pada dirinya.
Kartika bernafas lega setelah Bastian berhasil menyebut namanya dengan benar
Acara pun di lanjutkan dengan makan - makan. Tamu yang datang tidak banyak, hanya keluarga dari Bastian dan keluarga dari Mama Nurma . Dan beberapa tetangga dekat beserta Pak rt dan Pak rw.
Malam mulai merayap,,acara selesai....semua tamu sudah pulang , kini tinggal Aleta , Mama Nurma, Kartika dan juga Bastian .
" Aku mau bicara sama kalian ". ucap Aleta mengalihkan perhatian ketiga orang itu.
" Ada apa ?". jawab Mama Nurma.
" Begini , karena Kartika sudah menikah, jadi aku harap ia bisa ikut dengan suaminya ".
" Maksud kamu apa Ta , kamu mengusirku ?". Kartika tidak terima dengan perlakuan Aleta, di depan Bastian lagi mengucapkannya , ia sangat malu
" Tidak, tapi kalian kan harus mandiri , masa mau numpang di rumahku?".
" Itu keputusan ku , dan aku harap kamu...Bas.....sebagai laki - laki harus punya harga diri ". tekan Aleta , langsung melangkah pergi menuju kamarnya.
Bersambung.....
*******