Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Kedatangan Frans ke kantor Zian memang mereka sedang melakukan kerjasama tentang proyek pembuatan hotel. Frans yang sama seperti Zian meneruskan perusahaan milik orang tuanya.
Hari ini Frans dan Zian memang akan melakukan meeting tentang proyek mereka.
Mereka meeting di sebuah restoran ternama. Setelah selesai mereka berdua tidak kembali ke kantor tapi memilih tetap di sana karena sahabat mereka yang lainnya juga akan datang. Berhubung mereka sangat sibuk dan jarang untuk bisa berkumpul.
"Zian lo beneran udah ketemu Anggie?" tanya Gio.
"Tahu darimana lo kalau gue udah ketemu sama Anggie?" Zian sambil melirik ke arah Frans.
"Tenang bro. Kita memang di kasih tahu sama Frans, tapi harusnya lo seneng dong bisa ketemu lagi sama Anggie."
"Iya gue udah ketemu sama Anggie, tapi sekarang dia beda."
"Maksudnya beda gimana? Tambah cantik gitu?" Zian langsung memberikan tatapan tajam pada Gio.
"Sorry bro," Gio sambil mengacungkan dua jarinya.
"Sekarang Anggie jadi lebih dingin dan kayak membatasi dirinya."
"Emang dari awal lo ketemu sama Anggie juga kayak gitu. Tapi dengan lo selalu deketin dia pelan-pelan akhirnya lo bisa makin dekat sama dia," seru Andre.
"Benar kata Andre Zi. Lo kasih perhatian dikit-dikit aja kayak dulu lama-lama juga dia bakalan luluh," sambung Sam.
"Ngomong-ngomong soal luluhin cewek lo harus banyak belajar sama gue," Gio dengan bangganya.
"Luluhin gimana lo tiap jadian gak pernah ada yang bertahan sampai dua bulan," celetuk Sam.
"Bagus dong lo bisa masuk rekor muri dengan jadian tak pernah lebih dari dua bulan," ledek Frans dan membuat teman lainnya tertawa.
"Bagaimana sama trauma yang dia alami, apa masih kayak dulu atau udah sembuh?" tanya Andre.
"Gue lihat sih kayaknya traumanya udah sembuh karena waktu Nia datang ke kantor gue waktu itu Anggie biasa saja."
"Si Nenek lampir itu datang ke kantor lo lagi?" tanya Gio dan Zian pun mengangguk.
"Dia emang gak punya malu deh kayaknya. Bukannya dulu lo pernah usir dia waktu dia coba-coba ngerayu lo sampe mau buka baju segala."
Flashback
Zian yang baru beberapa bulan lulus kuliah langsung di tunjuk sang ayah untuk menggantikannya di posisi CEO. Walaupun ayahnya Zian tak pernah datang ke kantor karena dia seorang pejabat TNI tapi Dandi ayah Zian selalu mengawasi perkembangan perusahaannya. Ia memiliki asisten yang sekarang digantikan oleh anaknya dan menjadi asisten Zian.
Nia memang sudah tahu kalau Zian sekarang sudah kembali dari Aussie karena Zian sudah lulus kuliah. Nia yang berprofesi sebagai model memilih bentuk badan yang bagus juga baju yang dituntut untuk modis dan terbilang seksi.
Nia yang datang ke perusahaan Zian dengan menggunakan rok pendek dan baju kemeja yang ngepres dibadan memang tidak sesuai jika pakai itu di pakai ke kantor tapi demi memikat Zian Nia akan lakukan.
Nia yang mengaku sebagai calon tunangan Zian akhirnya diijinkan masuk langsung ke dalam ruangan Zian. Zian yang sedang sibuk dengan pekerjaannya tidak tahu kalau Nia sudah duduk di belakangnya.
Nia mengalungkan tangannya di leher Zian dari belakang. Sontak saja membuat Zian terkejut langsung menepis tangan Nia lalu berdiri menjauh.
"Apa-apaan lo datang ke sini?"
"Apa Kakak gak kangen sama aku?" Nia sambil mendekati Zian dan membuka kancing kemejanya.
"Mau apa lo?"
"Masa kakak gak tahu aku mau apa? Pasti kakak juga pernah dong di sana. Apalagi di luar negeri kan tergolong dengan pergaulan bebas nya pasti kakak juga pernah," Nia terus saja mendekati Zian.
"Jangan macam-macam lo," Zian langsung menelpon asistennya Roy masuk dan membawa security.
Tak lama Roy dan dia security datang Zian pun langsung menugaskan untuk membawa Nia pergi. Dari sana Zian benci dengan Nia tapi Nia tidak pernah kapok datang lagi dan lagi ke kantor Zian walaupun perlakuan Zian terhadapnya tidak pernah baik.
***
Zian yang memilih pulang ke apartemennya setelah berkumpul kembali bersama sahabatnya. Sebenarnya ada tujuan lain Zian tinggal di apartemennya supaya dia bisa dekat dengan Anggie lagi begitulah harapan Zian.
Namun sayangnya saat Zian akan masuk ke apartemennya ia melihat Nia juga ada di sana. Zian tidak mau kalau Nia tahu ia tinggal di sana takutnya Nia pasti akan datang setiap hari ke unit apartemennya.
Zian memilih menunggu di dalam mobil hingga Nia hilang dari pandangannya. Namun yang membuat Zian senang saat Nia di sana bersama laki-laki paruh baya dan terlihat sangat mesra mungkin bisa di katakan Nia sebagai sugar baby.
"Ternyata memang dia gak lebih dari sekedar wanita murahan," gumam Zian tersenyum sinis sambil membuka ponselnya lalu membidikan kameranya ke arah Nia dan sugar Daddy-nya.
Zian juga bahan mengambil video Nia dan pria tua itu di dalam mobil sedang melakukan adegan tak senonoh. Zian bergidik jijik melihat kelakuan Nia yang seperti itu.
"Gue bisa bikin ini sebagai senjata kalau dia sampai datang lagi ke kantor atau bahkan dia bikin trauma Anggie kambuh."
Akhirnya mobil yang ditumpangi Nia dan kekasihnya pergi menjauh dari basement apartemennya. Zian baru turun dari mobilnya dan bertepatan dengan Angga juga yang baru datang.
"Baru pulang Bang?" tanya Zian ramah.
"Iya. Lo juga baru pulang? Lembur?"
"Enggak Bang tadi udah ketemu sama temen-temen dulu makanya baru pulang. Abang lagi banyak kerjaan ya pulang larut terus?"
"Iya lagi banyak yang harus segera di selesaikan makanya lembur terus."
Mereka pun akhirnya sampai di lantai tempat mereka tinggal.
"Gue tahu kalau adek gue jadi sekertaris lo," seru Angga tiba-tiba. "Gue percaya sama lo dan gue titip Anggie sama lo jangan sampai trauma adek gue kambuh."
Ting
Pintu lift terbuka dan Angga melangkah keluar terlebih dulu Zian yang masih terpaku dengan ucapan Angga barusan membuatnya tak bisa berpikir jernih. Hingga pintu akan tertutup Zian buru-buru keluar.
"Apa gue gak salah dengar ya kalau Bang Angga nitipin Anggie sama gue. Berarti itu tandanya dia setuju gue sama Anggie," gumam Zian dan langsung melompat kegirangan.