NovelToon NovelToon
Menjadi Tawanan Monster Tampan

Menjadi Tawanan Monster Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu_Fikri

Seorang gadis cerdas, tetapi Cupu bertemu tanpa sengaja dengan seorang laki-laki dengan aura tidak biasa. Pertemuan itu adalah awal dari kisah panjang perjalanan cinta mereka. Laki-laki itu menunjukkan sikap tidak sukanya, tetapi dibelakang ia bak bayangan yang terobsesi pada kelinci kecil. Akankah kelinci itu terperangkap, atau justru mencoba kabur dari pengejaran si dominan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Patah Hati Nasional

Pagi itu, Jakarta dihebohkan oleh berita tentang CEO Steel Group. Tentang bagaimana seorang Steel tampan, yang selama ini menutup diri dan tidak membiarkan kehidupan privasinya menjadi konsumsi publik, akhirnya mengumumkan pertunangan.

Sebelum pukul enam pagi, wajah Sesilia yang berada dalam dekapan posesif Axel sudah menghiasi setiap inci layar ponsel di ibu kota.

​Judul-judul berita utama yang sensasional seperti:

​“ KERAJAAN STEEL MENEMUKAN RATUNYA: AXEL STEEL UMUMKAN PERTUNANGAN RAHASIA!”

​“DARI PERPUSTAKAAN KE PENTHOUSE: SIAPA SESILIA, WANITA YANG MENAKLUKKAN MONSTER STEEL?”

​“KLAIM ABSOLUT: AXEL STEEL BERSIHKAN KOMPETISI ASMARA DALAM SATU MALAM!”

​Di apartemennya yang terasa semakin sempit, gadis yang sedang menjadi buah bibir semua orang itu menatap layar ponsel dengan tangan gemetar. Ribuan pesan masuk, mulai dari teman sekolah dasar yang sudah lama hilang hingga dosen senior yang memberikan selamat dengan nada sungkan. Privasinya yang ia bangun dengan susah payah selama empat tahun telah hancur dalam hitungan jam, digantikan oleh narasi fiksi yang diciptakan Axel.

​Ia bukan lagi Sesilia sang calon dokter yang mandiri. Di mata dunia, ia hanyalah properti Milik Axel Steel.

​Saat Sesilia tiba di kampusnya, suasana yang menyambutnya bukan lagi hiruk-pikuk akademis yang biasa. Ada keheningan yang aneh saat ia melangkah keluar dari mobil. Setiap mata memang tertuju padanya, namun tatapan itu telah berubah.

​Dulu, orang-orang menatapnya dengan kekaguman yang setara. Kini, mereka menatapnya dengan rasa segan yang berbatasan dengan ketakutan.

​Sesilia berjalan melewati koridor utama, dan ia bisa merasakan orang-orang secara naluriah menepi, memberinya jalan seolah-olah ia membawa wabah atau lebih tepatnya, seolah-olah bayangan Axel Steel sang raksasa sedang berjalan tepat di belakangnya. Tidak ada lagi mahasiswa yang berani menyapa dengan santai.

​"Selamat, Nona Sesilia," bisik seorang staf administrasi yang biasanya galak, kini membungkuk sedikit dengan wajah pucat.

​Gadis itu hanya bisa mengangguk kaku. Kini ia menyadari efek mengerikan dari kekuasaan Axel. Pria itu tidak perlu ada di sana secara fisik untuk mengendalikan bagaimana orang-orang harus memperlakukannya. Monster itu telah membangun dinding kaca di sekelilingnya. Ia merasa seperti barang bisa dilihat, tetapi tidak bisa disentuh atau didekati secara normal.

​Di grup-grup WhatsApp fakultas, obrolan tentang ujian anatomi digantikan oleh perdebatan tentang gaun yang ia kenakan dan spekulasi tentang berapa nilai mahar yang diberikan keluarga Steel. Ia telah menjadi objek, sebuah trofi yang statusnya telah dikunci oleh satu orang.

​Namun, dampak yang paling destruktif terlihat pada barisan pria yang selama ini memujanya dari kejauhan maupun yang pernah mencoba mendekat. Pagi itu menjadi momen yang dijuluki Uni sebagai

Hari Patah Hati Nasional

​Kantin fakultas dan area parkir dipenuhi oleh pemandangan mengenaskan. Para pria yang dulunya dikenal sebagai primadona kampus, seperti atlet universitas, hingga asisten dosen yang mapan, kini tampak seperti sisa-sisa prajurit yang kalah perang. Atau lebih mirip remahan rengginang.

​Arga P, sang residen Bedah Saraf yang gigih, duduk di sudut kafe dengan tatapan kosong menatap cangkir kopinya yang sudah dingin. Ia tidak lagi marah. Sebab hatinya telah hancur berkeping-keping. Pria itu menyadari bahwa lawan yang ia hadapi bukan sekadar saingan cinta biasa, melainkan sebuah entitas yang bisa melenyapkan kariernya hanya dengan satu jentikan jari.

​"Aku tidak punya peluang," gumamnya pada seorang rekan. "Siapa yang berani mendekati seseorang yang sudah ditandai oleh Steel?"

​Pola yang sama terlihat pada Trian dan Dimas. Mereka bukan hanya merasakan sakit hati karena kehilangan wanita idaman, mereka juga merasa takut, Axel Steel mungkin sudah mengawasi mereka, karena dengan lancang pernah mencoba mendekati tunangannya. Sekarang mereka menyadari bahwa kemungkinan besar alasan terbesar sulitnya mendekati Sesilia adalah karena adanya campur tangan tunangannya, Axel Steel. Para lelaki patah hati itu merasa sangat beruntung karena "hanya" mengalami kegagalan bisnis atau pembatalan kontrak, dan bukannya dilenyapkan sepenuhnya dari peredaran.

Wajah-wajah pria kampus penggemar Sang Ratu Kampus hari itu sangat mengenaskan. Wajah-wajah patah hati, karena tidak mampu menyaingi seujung kuku dari Axel Steel.

​Di tengah kekacauan itu, Sesilia menerima satu pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal, namun ia tahu siapa pengirimnya tanpa perlu bertanya.

​“Dunia sudah tahu siapa dan dimana tempatmu, tikus kecil. Jangan pernah berpikir untuk lari, okey!. Driver akan menjemputmu pukul empat. Jangan terlambat.”

​Sesilia meremas ponselnya hingga buku jarinya memutih. Dengan tatapan nelangsa, gadis itu menatap ke sekeliling kantin, melihat bagaimana para pengagumnya dulu kini memalingkan wajah saat ia lewat, takut dianggap sebagai ancaman oleh mata-mata Axel yang mungkin bersembunyi di mana saja.

​Ia merasa tercekik. Monster itu telah memberikan "keamanan" padanya dengan cara menghancurkan semua jembatan sosialnya. Pria itu tidak hanya mengklaim hatinya (yang masih ia pertahankan dengan keras), tetapi juga telah membatasi kehidupan impiannya, mimpi masa kecilnya.

​"Sesi..." Uni muncul dari balik pilar, wajahnya penuh kecemasan. "Grup WhatsApp angkatan... semuanya membicarakanmu. Para pria di tim basket... mereka semua membatalkan rencana mengajakmu ke acara akhir tahun. Mereka ketakutan."

​Gadis itu menarik napas panjang, mencoba menahan air mata yang mulai menggenang. "Dia menang, Ni. Monster gila itu menang! Dia berhasil mengubahku menjadi sesuatu yang menakutkan bagi orang lain agar hanya dia yang berani mendekatiku."

....

Axel Steel menggunakan otak dan kekuasaannya untuk mengumumkan pada dunia, bahwa ia memiliki seorang gadis yang sangat dicintai. Dengan menjadikan hubungan mereka sebagai berita nasional, sang monster telah memaksa buruannya masuk ke dalam peran yang tidak bisa ia bantah tanpa menyebabkan skandal yang akan menghancurkan karier kedokterannya sendiri.

​Axel tahu Sesilia adalah wanita yang sangat menghargai reputasi dan kerja kerasnya. Dengan mengikat namanya pada Steel Group, Axel memastikan bahwa jika ia mencoba lari, gadis polos itu akan menghancurkan semua yang telah ia bangun selama empat tahun belajar.

​Sesilia berdiri di balkon lantai atas gedung fakultas, menatap gerbang kampus di mana sebuah mobil hitam mewah mobil Steel Group sudah terparkir menunggu, meski jam baru menunjukkan pukul dua siang. Mobil itu seperti monster yang sedang berjongkok, menunggu untuk menelan mangsanya.

​Ia menyadari bahwa setiap pujian "selamat" yang ia terima hari ini adalah paku pada peti mati kebebasannya. Axel Steel tidak hanya mencuri masa depannya, lelaki itu telah menghapus Sesilia yang lama dan menggantinya dengan sosok yang ia desain sendiri.

​Badai berita utama ini hanyalah permulaan. Klaim itu kini telah mengeras menjadi fakta publik, dan Sesilia tahu, lari bukan lagi pilihan. Ia harus masuk ke dalam sarang monster itu, membawa semua amarah dan pertahanan yang ia miliki, untuk melihat apakah "Ratu" yang ia pertahankan selama empat tahun ini benar-benar bisa bertahan di bawah satu atap dengan sang pencipta kegelapannya.

​Malam ini, perjalanan menuju Penthouse Axel bukan lagi sebuah kunjungan, melainkan sebuah penyerahan diri ke dalam sangkar emas yang paling mewah di dunia.

1
partini
baca sinopsisnya penasaran
Lusy Kunut: Stay tune yah kak, supaya rasa penasarannya terobati👍
total 1 replies
merdi Yanto
cuit cuit cuit😍🤣
merdi Yanto
duh🤭
merdi Yanto
Bau-bau mulai berbalas perasaannya Axel
merdi Yanto
/CoolGuy//CoolGuy/
merdi Yanto
Plot twist banget keluarganyaa
merdi Yanto
🤭🤭🤭🤭
bau bau bucin😍😄
merdi Yanto
Suka cerita dari sok benci jadi bucin akut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!