NovelToon NovelToon
DENDAM SANG TERKHIANATI

DENDAM SANG TERKHIANATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Kala Azure adalah seorang kapten agen rahasia legendaris yang ditakuti musuh dan dihormati.

Namun, karier cemerlangnya berakhir tragis, saat menjalankan operasi penting, ia dikhianati oleh orang terdekatnya dan terbunuh secara mengenaskan, membawa serta dendam yang membara.

Ajaibnya, Kala tiba-tiba terbangun dan mendapati jiwanya berada dalam tubuh Keira, seorang siswi SMA yang lemah dan merupakan korban bullying kronis di sekolahnya.

Berbekal keahlian agen rahasia yang tak tertandingi, Kala segera beradaptasi dengan identitas barunya. Ia mulai membersihkan lingkungan Keira, dengan cepat mengatasi para pembuli dan secara bertahap membasmi jaringan kriminal mafia yang ternyata menyusup dan beroperasi di sekolah-sekolah.

Namun, tujuan utamanya tetap pembalasan. Saat Kala menyelidiki kematiannya, ia menemukan kaitan yang mengejutkan, para pengkhianat yang membunuhnya ternyata merupakan bagian dari faksi penjahat yang selama ini menjadi target perburuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Interogasi Ayah Marvin

Langkah kaki Marvin terasa berat saat menyusuri koridor rumah menuju kamar putri tunggalnya. Di telinganya, suara Zero masih terngiang jelas.

"Keira melumpuhkan mereka semua. Dengan tangan kosong. Anda harus lihat sendiri bagaimana dia bergerak."

Kata-kata itu membuat napas Marvin terasa sesak. Selama ini, ia mengira kepindahan Keira ke sekolah baru akan memberikan awal yang tenang. Namun, kenyataan bahwa putrinya harus menghadapi kekerasan dan bahkan mampu membalasnya dengan cara yang brutal membuat Marvin merasa gagal sekaligus ngeri.

Marvin berhenti di ambang pintu kamar yang sedikit terbuka. Ia tidak langsung masuk. Dari posisi itu, ia memperhatikan punggung Keira yang sedang membelakanginya.

Gadis itu tampak sedang merapikan sesuatu di meja belajarnya. Bahunya tegap, tidak ada lagi gestur membungkuk malu yang biasanya menjadi ciri khasnya.

"Keira?" panggil Marvin lirih.

Mendengar suara sang ayah, Keira langsung berbalik. Gerakannya begitu sigap, hampir terlalu cepat untuk ukuran seorang remaja biasa. Detik berikutnya, sebuah senyuman lebar merekah di wajahnya.

"Ayah! Apa dia sudah pulang?" tanyanya ceria.

Marvin tertegun. Jantungnya seolah mencelos melihat pemandangan di depannya. Senyum itu memang manis, tapi ada sesuatu yang asing di sana.

Tatapan mata Keira yang dulu redup dan ragu, kini berkilat tajam dengan kepercayaan diri yang dingin. Bahkan cara Keira berdiri dan mencondongkan tubuhnya memberikan aura dominansi yang tidak pernah ada sebelumnya.

Di bawah lampu kamar yang terang, Marvin menyadari bahwa sosok di depannya bukan lagi gadis kecil yang butuh perlindungan.

Keira yang ia kenal telah hilang, digantikan oleh seseorang yang asing. Senyuman lebar itu justru membuatnya merasa semakin jauh dari putrinya sendiri.

Marvin tidak segera melepaskan kaki Keira. Ia tetap berlutut di sana, menatap lekat pergelangan kaki yang baru saja ia perbaiki. Suasana kamar yang tadinya hangat mendadak berubah menjadi dingin dan penuh tekanan.

"Sekolah baru kamu ..." Marvin memulai pembicaraan tanpa mendongak, suaranya rendah sarat akan kecemasan. "Sepertinya tidak setenang yang Ayah bayangkan, ya?"

Keira merasakan desiran aneh di dadanya. Sebagai Kala, seorang agen profesional, ia terbiasa menghadapi interogasi paling brutal sekalipun. Namun, ditatap dengan sorot mata penuh luka oleh seorang ayah adalah jenis tekanan yang tidak pernah ia pelajari di akademi agen manapun.

"Hanya ... sedikit kesalahpahaman, Yah," jawab Keira, mencoba tetap tenang meski otaknya sedang berputar cepat mencari alibi.

Marvin akhirnya mendongak. Matanya menatap tajam langsung ke manik mata Keira.

"Zero bilang kamu melumpuhkan beberapa orang. Sendirian. Dengan teknik yang bukan dilakukan oleh amatir." Marvin menjeda, napasnya terasa berat.

"Sejak kapan, Keira? Sejak kapan kamu belajar bela diri seperti itu? Ayah selalu ada di rumah, tapi Ayah tidak pernah melihatmu berlatih."

Deg. Jantung Kala berdegup kencang di dalam rongga dada Keira. Ia tidak mungkin jujur. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa Keira yang asli mungkin sudah tiada, dan kini tubuh ini dikendalikan oleh jiwa seorang agen bernama Kala yang terlempar masuk melalui fenomena yang tak masuk akal.

"Itu ..." Keira memutar otak, mencari celah. "Aku ... aku sering menonton video tutorial di internet, Yah. Karena di sekolah baru aku sering diganggu, aku merasa harus bisa melindungi diri sendiri. Ternyata, aku punya bakat terpendam?"

Ia mencoba mengakhiri kalimatnya dengan tawa kecil yang dipaksakan, berusaha mengembalikan citra Keira yang polos.

Namun, Marvin tidak tersenyum. Ia bangkit berdiri, menatap putrinya dari ketinggian yang terasa mengintimidasi.

Sebagai mantan petarung, ia tahu bedanya gerakan hasil menonton YouTube dengan gerakan yang lahir dari insting membunuh yang terlatih.

"Video tutorial tidak akan membuatmu bisa mematahkan serangan orang dalam hitungan detik, Keira," sahut Marvin datar.

"Gerakanmu tadi ... saat kamu berbalik menyambutku ... itu bukan gerakan seorang pelajar. Itu gerakan seseorang yang selalu siap menghadapi serangan dari belakang."

Keira terdiam, bibirnya terkatup rapat. Ia menyadari satu hal Marvin terlalu pintar untuk dibohongi dengan alasan sederhana, dan ia harus lebih berhati-hati agar identitas aslinya sebagai Kala tidak terkuak.

Keira menarik napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang mulai tak beraturan. Ia harus memainkan peran ini dengan sempurna.

Ia menatap Marvin dengan mata yang dibuat berkaca-kaca.

"Yah, sebenarnya ... aku diam-diam mengikuti kelas bela diri di dekat perpustakaan kota sejak beberapa bulan lalu. Aku tidak bilang karena aku ingin memberi kejutan, aku tidak mau Ayah terus menganggapku anak kecil yang lemah dan selalu ditindas," ucap Keira dengan nada suara yang bergetar, seolah ia benar-benar merasa tersudut.

"Tadi itu ... aku hanya refleks karena merasa sangat terancam."

Marvin terdiam. Ada pergulatan batin yang hebat di matanya. Sebagai ayah, ia merasa gagal karena tidak tahu apa yang dialami putrinya, namun sebagai mantan petarung, instingnya masih berteriak bahwa ada sesuatu yang ganjil.

Meski begitu, ia tidak ingin menyakiti hati putrinya lebih jauh atau menciptakan jarak yang semakin lebar di antara mereka.

"Kalau begitu, keluar dari sekolah itu," kata Marvin tegas namun penuh kasih.

"Ayah tidak peduli soal bakatmu atau apa pun itu. Ayah hanya ingin kamu aman. Sekolah itu terlalu berbahaya bagimu, Keira. Kita cari sekolah lain besok."

Keira segera memegang tangan Marvin, berusaha meyakinkannya. "Tidak, Yah! Tolong jangan. Sekolahnya baik-baik aja, sungguh. Kejadian tadi itu murni salah paham dengan beberapa murid nakal, dan masalahnya sudah selesai. Kalau aku pindah sekarang, mereka akan berpikir aku melarikan diri. Izinkan aku membuktikan kalau aku bisa menjaga diri."

Melihat kesungguhan di mata putrinya, pertahanan Marvin akhirnya runtuh. Ia menghela napas panjang dan mengusap rambut Keira dengan lembut.

"Baiklah. Ayah percaya padamu. Tapi satu kali saja ada kejadian seperti ini lagi, Ayah tidak akan memberimu pilihan."

Marvin kemudian beranjak berdiri, memberikan senyum tipis sebelum akhirnya keluar dan menutup pintu kamar dengan rapat.

Begitu pintu tertutup dan langkah kaki Marvin menjauh, ekspresi lembut di wajah Keira menghilang seketika.

"Zero ..." desisnya pelan. "Lidahmu benar-benar terlalu lemas."

Kemarahan membakar dada Kala. Karena ocehan Zero, posisinya hampir saja terbongkar dan ia hampir kehilangan akses ke sekolah yang kini hanya harapan satu-satunya.

Kala menatap bayangannya. "Lihat aja besok. Aku akan memberimu pelajaran, Zero."

1
ɑׁׅ݊ꪀꫀׁׅܻ݊tׁׅɑׁׅ
SI bapak baru ngeuh klo Keira nya berubah
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
waduh makin tegang, keira harus jujur sama papa Marvin
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wah hebat juga frans, pasti frans curiga waktu keira keluarin jurus Combatnya
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
meilan memang harus di beri pelajaran, aq kira meilan sdh sadar trnyata belum
Dew666
🍭🍭🍭🍭
ɑׁׅ݊ꪀꫀׁׅܻ݊tׁׅɑׁׅ
pasti ada dendam kesumat nih si zero sm ardan 🤔
ɑׁׅ݊ꪀꫀׁׅܻ݊tׁׅɑׁׅ
Di KO kan, makanya jangan sok jagoan jadi cowok 😏
Dew666
🔮🔮🔮🔮
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅕🅗🅐🅝ˢ⍣⃟ₛ§𝆺𝅥⃝©🦐
ehh kenapa sma ayahnya Keira?
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
waduh ada apa sama ayah keira jangan bilang ada turut campur orion
Dew666
💜💜💜
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
makin seru thor ceritanya🫶
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅕🅗🅐🅝ˢ⍣⃟ₛ§𝆺𝅥⃝©🦐
mampus kmu orion
⛧⃝ 𓂃Luo Yi⧗⃟
maaf kak sibuk banget kemarin.. dan gak punya tabungan bab🤧
Dew666
Tumben up cuma 1 thor?
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Dew666
🍦🍦🍦🍦🍦
ɑׁׅ݊ꪀꫀׁׅܻ݊tׁׅɑׁׅ
ayoo kei saatnya beraksi, musnahkan semuanya babat habis lah
ɑׁׅ݊ꪀꫀׁׅܻ݊tׁׅɑׁׅ
Depinisi keluar dari kandang macan masuk ke kandang singa kamu kei, niat hati pindah sekolah pengen yang lebih baik eh malah tambah parah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!