NovelToon NovelToon
SEMUA HANYALAH PANGGUNG SANDIWARA

SEMUA HANYALAH PANGGUNG SANDIWARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Anak Yatim Piatu / Obsesi
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Larasati , seorang gadis desa yang lugu dan sederhana, harus menghadapi takdir pahit ketika sepupunya, Gea, kabur di hari pernikahannya dengan seorang pria kaya bernama Nathan karena hamil dengan lelaki lain.

Orang tua Gea, yang merasa posisi perusahaan mereka terancam bangkrut jika pernikahan ini sampai gagal dan membuat keluarga Pratama malu, memaksa Laras, keponakannya untuk menggantikan posisi Gea sebagai pengantin.

Nathan, yang merasa tertipu dan marah, terpaksa menerima pernikahan itu demi menjaga nama baik keluarganya, meskipun hatinya dipenuhi kebencian pada Laras yang dianggap sebagai biak kerok yang menyebabkan Gea kabur di hari pernikahan mereka.

Intrik dan persaingan dalam perebutan kekuasaan di keluarga Pratama menyeret Laras kedalam pusaran kekacauan yang tiada henti.

Akankah Laras bisa menanggung semua ini?

Menjalani pernikahan tanpa cinta dengan suami yang hatinya masih terpatri nama orang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUTUSAN LARAS

Nathan yang  melihat istrinya  masih berdiri mematung ditempatnya dengan ekpresi penuh kekecewaan, rasa cemas didalam hatinya kembali muncul.

“Laras terlihat tidak senang mendengar kabar kehamilannya ini. Apakah dia ingin menggugurkan bayi karena malam itu dia melakukannya karena terpaksa, karena aku berada dalam pengaruh obat yang diberikan oleh Satria kepadaku. Jika itu benar, apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus menggurung nya didalam kamar dan mengawasinya hingga anak itu lahir? atau aku harus membuat perjanjian ulang dengannya agar dia tak memiliki pemikiran untuk melenyapkan bayi kami? Jika itu bisa, aku akan melakukan apapun agar membiarkan dia melahirkan bayi kami dan tetap berada disampingku”.

Nathan terus bermonolog dalam hatinya, berusaha mencari cara untuk membuat bayi yang dikandung Laras dilahirkan kedunia.

Meski malam itu dia berada di bawah pengaruh obat tapi dia melakukannya dengan hati karena rasa tertarik itu sudah ada walau saat itu Nathan masih belum mengakuinya.

Tapi itu dulu, kini setelah tahu Laraslah penyelamat hidupnya waktu kecil ketika hampir tenggelam di kolam, rasa tertarik yang ada semakin besar, membuatnya tak lagi ingin kehilangan seseorang yang sangat disayanginya seperti apa yang pernah dialaminya dulu, kehilangan sahabat masa kecilnya sangat berarti hingga membuatnya menjadi begitu posesif ketika menemukan seseorang yang dia sayangi, seperti saat ini.

Keringat dingin mulai mengucur di tubuh Nathan ketika dia berusaha menekan keras emosinya agar tak kelepasan ketika hasrat diri untuk memiliki Laras muncul kembali.

Keinginan Nathan untuk mengurung Laras didalam kamar agar istrinya itu tak pernah meninggalkannya dan agar anak yang dikandungnya bisa dilahirkan saat ini sangat tinggi sehingga diapun hampir lepas kendali.

“Nathan, kendalikan dirimu! Jika kamu melakukan hal itu, Laras pasti akan sangat membencimu”, Nathan kembali berguman dalam hati sambil memejamkan mata, menahan semua emosi yang hampir meledak ke permukaan.

Laras yang mulai tersadar dari lamunannya menoleh, melihat wajah Nathan semakin pucat dan berkeringat, sebersit rasa iba pun muncul dalam hatinya hingga dia perlahan berjalan mendekat dan mengambil tisu diatas nakas disamping ranjang dan mengusap keringat diwajah suaminya.

Begitu tisu yang Laras gunakan untuk mengusap keringat menyentuh wajah maskulin suaminya, Nathanpun menoleh dan tatapan keduanya bertemu, membuat dunia seolah terhenti sesaat.

Ada gelenyar aneh yang keduanya rasakan begitu kedua mata mereka saling tatap tanpa suara, seolah hanya dengan saling menatap semua perasaan yang mereka simpan dalam hati tersampaikan.

“Laras, tolong lahirkan anak ini. Anak ini tidak bersalah, jadi aku harap kamu bisa berlapang hati untuk membiarkannya hidup dan lahir kedunia.Aku mohon...”, ucap Nathan sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada.

Laras yang baru pertama kalinya melihat Nathan merendahkan diri seperti ini dan terlihat sangat rapuh, merasa sedikit kasihan namun akal sehatnya segera kembali dengan cepat sehingga dia yang tak ingin semakin terjebak drama melankolis yang pria itu tunjukkan kepadanya pun segera memalingkan muka, berusaha menghindari kontak mata dengan Nathan yang menatapnya dengan kedua mata berkaca-kaca.

"Tidak, aku tak boleh terpengaruh oleh bujukannya. Pria seperti Nathan, tidak mungkin tulus! Aku yakin, pria brengsek ini ingin menggunakan anak ini untuk kepentingannya sendiri dan mengikat kua agar bisa dikendalikan sesuka hati!", batin Laras bermonolog.

Tidak!

Laras tak akan membiarkan anak yang tidak berdosa ini dijadikan alat oleh Nathan untuk memperkuat posisinya di keluarga Pratama!

Hal sekejam itu tak akan pernah dia lakukan sehingga Laras pun memutuskan untuk menggugurkan bayi ini.

Jika dilihat dari waktu keduanya melakukan hubungan intim, seharusnya bayi yang dia kandung baru berusia empat atau lima Minggu.

Tanpa ada cinta dan berada di keluarga yang selalu berkonflik didalamnya, terlahir pun bayi ini juga tak akan bisa bahagia jadi melenyapkannya sebelum dia benar-benar terbentuk dan bernyawa adalah pilihan terbaik.

Nathan yang tak tahu apa yang tengah Laras pikirkan, tak mendapat respon diapun segera mengulurkan kedua tangannya dan berusaha mengenggam erat tangan Laras yang sayangnya langsung ditepis dengan kasar oleh gadis itu.

“Ini adalah anakku. Mau aku lahirkan atau tidak, semuanya tak ada urusannya denganmu”, ucap Laras tajam.

Melihat jika apa yang dia khawatirkan tampak benar adanya, Nathan pun menggeleng dengan cepat “Tidak, anak itu bukan hanya anakmu, tapi juga anakku, anak kita. Tak bisakah kamu memberinya kesempatan untuk hidup?”.

Jika Laras tak mengetahui watak Nathan dan seluruh keluarga Pratama, dia mungkin akan tertipu oleh tatapan tulus dan penuh cinta yang pria itu tunjukkan saat ini.

“Keputusanku sudah bulat jadi jangan buang lagi tenagamu untuk hal ini”, Laras berkata dengan ekpresi penuh ketegasan, tanpa bantahan.

Sebelum benar-benar keluar dari kamar Nathan, Laras menghentikan langkah kakinya, tanpa berbalik dia kembali bekata “Sebaiknya kamu fokus pada penyembuhanmu sehingga tak ada celah bagi keluarga Pratama untuk menjatuhkanmu. Ingat, beberapa hari lagi pengukuhan posisimu sebagai pewaris akan dilangsungkan. Jika hari itu gagal karenamu, aku tak lagi bisa membantu”.

Setelah mengatakan apa yang perlu dikatakan, Laras segera menutup pintu tanpa sedikitpun menoleh kebelakang dan turun ke bawah untuk bergabung bersama keluarganya, meski ada sedikit rasa nyeri dalam hatinya setelah mengatakan itu semua tanpa memperdulikan Nathan yang tengah menangis di tempatnya tanpa suara.

Mendengar jika Laras tampaknya benar-benar tak menginginkan bayi tersebut, hati Nathan terasa sangat sakit sehingga tanpa sadar dia menangis, hal yang tak mungkin dia lakukan di masa lalu.

"Kehamilan Laras ini benar-benar mempengaruhi emosiku. Meski begitu, aku cukup senang karena bisa merasakan sindrom kehamilan ini. Aku harap, mami dan papi bisa membujuk Laras agar tak menggunakan bayi kami", ucap Nathan sedih.

Setelah mengirimkan pesan kepada sang mami agar membujuk istrinya agar tak menggunakan bayi mereka, Nathan yang tadi sempat meminum obat yang diberi oleh dokter Farel pun merasa sangat mengantuk sehingga dia pun segera menutup mata, tidur dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya.

Sementara itu, Laras yang berjalan turun terus menggerutu “Ah, hormon kehamilan ini sedikit mengikis akal sehatku hingga aku hampir terjebak dalam drama murahan pria brengsek itu”.

Laras sadar jika semua ini hanyalah satu dari pertunjukkan besar yang mungkin akan terjadi seiring masa pengukuhan Nathan sebagai pewaris sah keluarga Pratama.

Meski pernikahan keduanya hanya sebatas diatas kertas, tapi posisi nyonya muda Pratama masilah dipegangnya sehingga peran tersebut harus tetap Laras mainkan hingga akhir.

Baru saja kaki langkah Laras menyentuh lantai bawah, perdebatan sengit terdengar dari ruang tamu membuat gadis itu pun cepat-cepat berjalan menuju sumber suara.

Melihat keluarganya dan kedua mertuanya berdebat mengenai kehamilannya, Laraspun mengebrak meja dengan keras, membuat semua orang terdiam

"Ini adalah anakku, jadi apa yang aku lakukan tak ada hubungannya dengan kalian semua, entah itu akan aku pertahankan atau tidak, kalian semua tak memiliki wewenang apapun untuk mengambil keputusan buatku jadi berhentilah berdebat karena keputusan akhir ada di tanganku!".

1
Lyvia
mimpimu keduwuran gea, g tahu aj klu nathan udah mulai cinta jatuh ma laras yg ada hidupmu makin hancur menggung karma ortumu
Chici👑👑: Mampir juga yuk Kak di Novel ku Judul Nya Menikahi Tuan Muda Kejam
total 1 replies
Lyvia
pintar laras 😀
Aie Saragih
suka sekali ceritanya gak berbelit fokus pada satu tujuan Tampa ada alur mundur
Aie Saragih
tour pliss Laras SMA natan ya buat Natan berubah
Lyvia
bapak n anak sama2 gila
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
bagus cerita nya thor
Baek chanhun
next thort
thanks teh 💪😍
Lyvia
dah Xan berdua 11-12 ( punya pikiran picik n licik) jangan biarakan mereka beehasil dg rencananya thor
Maria Hedwig Roning
thnks thor
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
jangan apa apain pedro. dunk thor krn pedro g bersalah
Maria Hedwig Roning
🙏
Maria Hedwig Roning
thnks thor
Maria Hedwig Roning
thnks tjor
Baek chanhun
penasaran gua, apa Laras memperlihatkan orang yang mencelakai ortunya, apa perceraiannya,dan apa Laras mau ambil perusahaan ortunya.
thanks teh
😍💪
Lyvia
masih tk terima kalau laras tidur bersama nathan secara mereka lagi perang dingin n tmpa ada rasa, meskipun mereka udah sah nglakuin itu 😄
Baek chanhun
next thor 💪😍
Maria Hedwig Roning
tambah lah thor,,, dikit kali🙏
Maria Hedwig Roning
recommended
Maria Hedwig Roning
thnks thor
Maria Hedwig Roning
💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!