NovelToon NovelToon
Balas Dendam Pengantin Pengganti

Balas Dendam Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Pengantin Pengganti / Balas dendam pengganti / Roman-Angst Mafia
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Leira Anggara sang pemimpin dunia gelap bawah tanah terpaksa harus menjadi pengantin pengganti adik kembarnya demi menuntut balas pada kekasih pria yang di jodohkan dengannya. Ia terus mengumpulkan bukti kejahatan Flomy yang telah membayar orang untuk memperkosa adik kembarnya yang bernama Leika hingga Leika memilih untuk bunuh diri. Sampai ia mendapatkan bukti, ia menghukum Flomy dan mengirimnya ke penjara.
Namun dalam mencari bukti tersebut, Leira mengalami banyak kesulitan karena Bima Putra sang suami sangat mencintai dan mempercayai Flomy. Apapun yang ia lakukan selalu di tentang oleh suaminya sendiri. Hingga pada akhirnya Leira harus menjauhkan keduanya dengan membuat Bima jatuh cinta padanya.
Bagaimana kehidupan Leira dan Bima setelah itu? Apakah Leira memilih pergi dan melanjutkan kehidupan yang sebenarnya atau ia memilih melanjutkan hidup bersama Bima?
Yuk dukung kisahnya mau sad ending atau happy ending tergantung suport dari readers ya. Terima kasih..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LEIRA ISTRI KECIL GIO

Felix masuk ke ruangan VVIP nomer satu yang di huni oleh Bima. Langkahnya terhenti begitu melihat pemandangan yang menyakitkan di depannya. Saat ini, Leira sedang menyuapi Bima. Mereka terlihat seperti pengantin yang harmonis. Nyeri di dadanya bahkan tidak sanggup ia tahan lagi.

" Kenapa aku harus melihat semua ini? Kenapa aku harus mengalami rasa sakit sesakit ini? Padahal dari awal aku sudah tahu kalau Leira hanya menganggapku sebagai temannya. Leira, aku do'akan semoga kau selalu bahagia. Jika kau tidak bahagia dengan Bima, kembalilah padaku! Hatiku selalu terbuka untukmu." Ujar Felix dalam hati.

" Felix." Leira yang melihat Felis mematung, pun memanggilnya.

" Ah iya." Felix pun melanjutkan langkahnya.

" Em.." Felix menghentikan ucapannya, ia menatap Leira dan Bima bergantian.

Leira menatap Bima, " Aku keluar sebentar." Ucap Leira.

Leira dan Felix keluar dari ruangan Bima.

" Katakan! Ada apa?" Ucap Leira melipat tangan ke depan dada.

" Gue udah selidiki siapa perusuh di perusahaan elo." Ujar Felix. Ia memberikan sebuah dokumen yang sedari tadi di tangannya.

" Apa ini?" Tanya Leira.

" Data aliran dana di rekening pribadi milik karyawan kita." Sahut Felix.

Leira membacanya satu per satu.

" Tapi ini bukan rekening om Jovan. Apa itu artinya bukan om Jovan yang melakukannya?" Tanya Leira.

" Itu memang bukan rekening om Jovan. Tapi mereka kerja sama." Sahut Felix membuat Leira terkejut.

" Lalu, apa om Jovan yang mencuri data perusahaan kita?" Tanya Leira lagi.

" Iya, tapi ada satu lagi yang menjadi komplotan mereka."

" Siapa?"

" Gio."

" Apa????" Pekik Leira tak percaya. " Ba.. Bagaimana bisa Gio juga menargetkan perusahaan gue?"

" Dia ingin menghancurkan elo, Lei. Sepertinya dendam sudah mendarah daging di dalam tubuhnya. Tapi elo tenang saja, gue masih menyusun rencana buat balikin keadaan seperti semula. Untuk saat ini, polisi hanya bisa memeriksa pemilik rekening itu. Dia belum mau mengaku siapa yang bekerja sama dengannya. Sepertinya dia orang yang cukup setia." Ujar Felix.

" Baiklah, gue serahin masalah ini sama elo. Pikiran gue nggak bisa bercabang lagi, gue masih fokus sama kesembuhan Bima." Ucap Leira. " Masalah Nina gimana?" Sambung Leira.

" Masih dalam proses pencarian. Tapi gue janji, nggak sampai satu minggu gue pasti udah bisa nemuin dia." Sahut Felix.

" Baiklah kalau gitu, gue masuk dulu." Ujar Leira.

" Oke, salam buat Bima. Gue balik markas dulu mau beresin anak buah Gio." Ucap Felix.

Leira kembali masuk ke dalam. Ia duduk di kursi samping ranjang.

" Udah, ketemuannya?"

Leira langsung menatap Bima, wajah Bima nampak tidak bersahabat.

" Kamu cemburu?"

Grep..

Bima menarik Leira hingga setengah badannya jatuh menimpa tubuhnya.

Leira menatap Bima begitupun sebaliknya. Wajah mereka nampak begitu dekat. Jantung keduanya juga berdetak sangat kencang.

Tangan Bima terulur merapikan anak rambut Leira.

" Kamu lebih cantik kalau di lihat dari dekat seperti ini." Ucap Bima.

" Nggak usah gombal, nggak bakal mempan." Sahut Leira. " Tuh pacarmu kabur dari penjara, sono cari, terus kamu nikahi dia." Entah mengapa mendadak Leira menjadi kesal mengingat perlakukan Bima kepadanya ketika ada Flomy dulu.

" Apa kamu bilang? Dia kabur dari penjara?" Selidik Bima.

Leira membenarkan posisinya, ia duduk kembali di kursinya.

" Ya, dia kabur saat perjalanan dari pengadilan mau kembali ke rutan. Bukan kah seharusnya kamu senang? Waktu itu kamu yang ingin dia hidup. Kalau saja aku tahu dia bakal kabur, pasti sudah aku habisi dia saat itu juga." Ucap Leira mengepalkan erat tangannya.

" Aku seperti itu bukan karena aku ingin membelanya. Aku hanya tidak mau kamu menjadi kejam karena dia. Semua ini demi kebaikanmu Lei. Sudah saatnya kamu meninggalkan duniamu yang begitu membahayakan nyawamu itu." Ujar Bima.

" Ya ya ya. Untuk siapa kamu melakukan itu, hanya kamu sendiri yang tahu." Sahut Leira.

Bima menggenggam tangan Leira. " Beneran sayang, aku tidak bohong. Aku sudah tidak ada perasaan apa apa sama Flomy. Bahkan mungkin dulu juga sebenarnya tidak ada. Aku cuma merasa berhutang budi padanya makanya aku memanjakannya." Ujar Bima.

" Ya, kamu terlalu memanjakannya hingga adikku yang jadi korbannya."

Mengingat hal itu Leira menjadi lebih kesal. Ia menarik tangannya lalu beranjak dari tempatnya.

" Sayang kamu mau kemana? Tolong jangan marah! Aku minta maaf." Ujar Bima khawatir.

" Gue mau cari angin."

Setelah mengatakan itu Leira menjauh dari Bima.

" Baiklah kalau udah puas, kembali lagi! Tolong jangan tinggalkan aku karena tawaran waktu itu sudah tidak berlaku."

Leira tidak menghiraukan ucapan Bima. Ia berjalan meninggalkan ruangan Bima.

" Hah, saat ini aku seperti kehilangan langkah. Nggak tahu mau kemana dan mau berbuat apa." Monolog Leira terus berjalan.

" Nona Leira."

Langkah Leira terhenti dengan panggilan seseorang. Ia menoleh ke belakang.

" Orangnya Gio." Gumam Leira. " Mau apa dia?"

Pria muda yang menjadi asisten Gio berdiri di depan Leira.

" Elo orangnya Gio?" Tanya Leira.

" Iya nona. Saya Aldi, asistennya tuan Gio." Sahut pria bernama Aldi.

Leira melipat kedua tangan di depan dada.

" Mau apa?" Selidik Leira. Ia pun waspada dengan pria yang menjadi musuhnya.

" Begini nona Lei. Sebenarnya saya sejak tadi mencari anda karena ada suatu hal penting yang ingin saya sampaikan." Ujar Aldi.

" Langsung saja tidak perlu berkelit." Titah Leira.

Aldi menatap Leira, " *Dingin juga. Pantas saja geng yang di pimpinnya selalu berada di depa*n." Batin Aldi.

" Elo ke sini cuma buat liatin gue?" Selidik Leira menatap Aldi.

" Ah maaf nona saya tidak bermaksud begitu." Sahut Aldi. " Saya mencari anda karena tuan Gio menanyakan anda."

Leira mengerutkan keningnya. " Kenapa dia nyariin gue? Dia mau bunuh gue? Gue bahkan belum buat perhitungan sama dia." Ucap Leira.

Aldi menelan kasar salivanya.

" Selain dia udah bikin suami gue celaka. Dia juga nyuri saham gue." Sambung Leira.

" Em begini nona. Kemarin setelah jatuh dari tangga, tuan Gio mengalami pendarahan di otak. Tuan Gio di operasi dan sempat koma satu malam. Dan setelah sadar tuan Gio menanyakan keberadaan anda. Tuan Gio tidak bisa mengingat siapapun. Dia hanya bisa mengingat anda."

" Apa????" Pekik Leira terlalu terkejut.

" Iya nona. Yang tuan Gio ingat hanya anda tidak ada orang lain. Bahkan dia sama sekali tidak ingat dengan saya." Ujar Aldi.

" Kenapa bisa begini? Apa sebegitu bencinya dia sama gue sampai sampai yang dia ingat cuma gue seorang? Jangan jangan dia mau bunuh gue karena masih nyalahin gue tentang masalah Amel waktu itu." Ujar Leira.

" Bukan itu yang tuan Gio ingat nona."

" Terus apa yang dia ingat? Kenapa dia cuma ingat sama gue? Apa dia tidak ingat dengan dua kekasihnya yang wajahnya sangat mirip itu?" Ujar Leira.

" Tuan Gio mengingat anda sebagai istri kecilnya."

Jeduarrr...

TBC...

1
Cindy
lanjut
Cindy
next
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
kriwil
kalau berhenti jadi mafia ya ga seru lah mak nia🤣
VANESHA ANDRIANI: hh bener ya kak.. makasih suportnya
total 1 replies
kriwil
apa felix bakal jadi musuh lei🙄
VANESHA ANDRIANI: enggak lah kan sohib setia
total 1 replies
kriwil
makan tuh penolong palsumu bimo
VANESHA ANDRIANI: hah Bimo? 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
kriwil
balas perkosa balik dong biar impas
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
VANESHA ANDRIANI
siap makasih suportnya
Santi Sukmawati
seruuuu
VANESHA ANDRIANI: makasih kak
total 1 replies
Santi Sukmawati
emng lu salah orang dodol
VANESHA ANDRIANI: hhh jitak aja kepalanya kak.. makasiih suportnya
total 1 replies
Santi Sukmawati
ku kira flomy cowo ternyata cewe
VANESHA ANDRIANI: cewek kak makasih suportnya
total 1 replies
VANESHA ANDRIANI
siap makasih suportnya
VANESHA ANDRIANI
siap
Moes Rifah
🌺🌺🌺🌺
VANESHA ANDRIANI
siap makasih suportnya
VANESHA ANDRIANI: makasih di tunggu bintang limanya ya
total 2 replies
Cindy
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
VANESHA ANDRIANI
siap makasih suportnya
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!