" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 1
" apa yang kamu lakukan? Menyingkirlah dari hadapan ku!" bentak daiky marah
Ini bukan sekali dua kali daiky membentak istrinya. Sudah 2 tahun mereka menikah, namun daiky merasa jijik untuk menyentuh istrinya. Di hatinya hanya ada nama kekasihnya saja.
" dai, aku ini istri mu. Sudah sewajarnya kita melakukan hal itu" ujar Haruka.
Haruka selayaknya wanita dewasa pada umumnya. Dia juga memiliki nafsu dan ingin melakukan hal tersebut. Namun suaminya terus menolaknya.
Padahal dia sudah kerumah sakit, mengikuti program memperbesarkan dada serta bokong. Hingga kini tubuhnya terlihat sempurna dan sangat menggoda. Namun itu semua tidak mampu membuat suaminya tertarik. Haruka merasa perjuangan nya sia sia saja.
" cih! Kau berbicara seperti seorang jalang. Memang cocoknya kau bekerja sebagai jalang" hina daiky
Apa Haruka semenjijikan itu di mata daiky? Lalu kenapa dulu daiky setuju menikahi nya saat orang tuanya menjodohkan mereka?
" jika kau memang tidak menginginkan ku kau cerai saja aku, jangan kau hina aku terus terusan! Aku capek menghadapi mu!" ujar Haruka sambil menangis lalu dia berlalu pergi dari kamar mereka.
Haruka memasuki kamar tamu yang ada di lantai dasar. Dia mengunci pintu tersebut mengurung dirinya di sana. Haruka menangis sejadi jadinya menumpahkan semua perasaan sedihnya.
" jika aku tahu begini nasib pernikahan ku, aku akan menolak perjodohan ini"
" aku menyesal telah menerima perjodohan ini, aku menyesal telah mencintai nya. Mulai sekarang aku akan berusaha untuk melupakan nya "
Haruka terus berucap sambil menangis. Tanpa terasa waktu terus berlalu. Entah sudah berapa lama dia mengurung dirinya di sana. Hingga pembantu di rumah mereka mengetuk pintu kamarnya.
Tok tok
" nyonya, tuan memanggil anda" panggil Hana
" baik han, aku akan keluar sekarang " jawab Haruka dari dalam.
Haruka bangkit dari duduknya lalu berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya agar wajahnya terlihat lebih segar dan tidak terlihat habis menangis.
Setelah itu dia segera keluar dan berjalan ke ruang tamu. saat tiba di ruang tamu, dia binggung ketika matanya menangkap 2 sosok pria yang berpakaian berbeda namun memiliki wajah yang sangat mirip.
" hy kakak ipar" sapa pria tersebut dengan senyuman lebar yang terlihat tulus. pria itu tanpa ragu memeluk nya sebagai pelukan sapaan.
" Haruka, ini adik ku. Kamu pasti sudah mendengar tentang dia kan?" ujar daiky dingin.
Adiknya daiky? Ya Haruka pernah mendengar tentang adik sekaligus kembaran nya daiky yang tinggal di luar negeri. Tapi Haruka belum pernah bertemu dengan nya.
" oh hy, aku Haruka istri kakak mu" ujar Haruka memperkenalkan dirinya agak canggung karena Haruka bukan tipe orang yang mudah akrab. dia tidak terbiasa dengan orang baru.
" yaa aku tahu, ternyata kakak ipar secantik ini. Pantas saja kak daiky langsung setuju untuk menikah dengan kakak ipar" ujar nya menatap Haruka dari atas sampai bawah memerhatikan setiap detail bentuk tubuh Haruka yang sangat sempurna.
Pinggang ramping, dada besar, bokong sangat menggoda serta bibir yang tebal. sungguh tubuh yang menggoda iman para lelaki. Sangat beruntung kakaknya mendapatkan wanita seperti ini.
" kenalkan nama ku naoki, semoga kita bisa akrab" ujar Naoki ramah. Kelihatan nya Naoki ini pria yang banyak berbicara, berbeda dengan daiky yang cuek dan dingin.
" yaa, semoga saja" jawab Haruka.
" Hana, antarkan Naoki ke kamarnya" perintah daiky.
" baik tuan"
naoki pun segera pergi mengikuti Hana menuju ke kamarnya. Begitu naoki pergi daiky segera berdiri dan pergi begitu saja tanpa pamit.
" dai, kamu mau kemana? Sebentar lagi waktu makan malam" ujar Haruka mencoba menghentikan daiky. Namun sayangnya dia di abaikan. daiky berlalu pergi dari sana.
" huft! Seharusnya aku tidak bertanya" gumam Haruka menghembuskan nafas kecewa.
Jam makan malam tiba. Haruka duduk sendirian di meja makan menatap deretan makanan yang sudah tertata di atas meja.
Sesekali dia menatap ke arah pintu masuk berharap suaminya pulang dan ikut makan malam bersamanya.
Wajah Haruka langsung berbinar saat melihat suaminya datang. Dia bahkan refleks berdiri untuk menyambut nya " dai-"
" hy kakak ipar, apa kamu menunggu ku?"
Wajah Haruka langsung berubah lesu saat menyadari pria itu bukanlah suaminya. Namun adik iparnya yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan suaminya. bedanya Naoki memiliki aura yang cerah dan gaya berpakaiannya pun bukan warna hitam. tetapi warna cerah.
" iyaa" jawab Haruka terpaksa mengiyakan. Padahal dia sedang menunggu suaminya.
Keduanya pun duduk dengan saling berhadapan. Naoki cukup banyak berbicara, sedangkan Haruka hanya sesekali menyahut nya.
" kakak ipar, apa kamu sibuk?" tanya Naoki Setelah mereka selesai makan siang.
" tidak" jawab Haruka jujur. dia memang tidak memiliki kesibukan apapun. kerjaannya hanya tidur dan makan. Yaa begitulah jadi istri orang kaya.
" kalo begitu ayok temani aku keluar, aku sudah lama tidak merasakan suasana malam di jepang. Aku ingin mengunjungi tempat favorit ku dulu" ajak Naoki.
Haruka tidak langsung setuju, dia diam beberapa detik berfikir apa dia ikut atau tidak? tapi dia juga bosan di rumah terus, keluar sesekali tidak masalah kan?
" boleh, tapi aku harus meminta izin pada kakak mu dulu" ujar Haruka.
Naoki mengangguk setuju. Haruka segera menghubungi daiky. Satu kali, 2 kali hingga tiga kali namun tetap tidak mendapatkan jawaban.
" hmm, sepertinya kakak mu sibuk" ujar Haruka sedih. selama 2 tahun menikah, daiky tidak pernah menjawab panggilan darinya bahkan semua pesan nya pun tidak pernah si balas. Sungguh aneh bukan?
" jadi bagaimana? Apa kakak ikut?" tanya Naoki.
" yaa, aku ganti baju dulu" jawab Haruka.
Mereka pun segera bergegas ke kamar masing masing. Setelah beberapa menit mereka keluar dalam waktu yang bersamaan.
Haruka memakai dress cantik berwarna pink soft. Dress yang memiliki potongan paha pendek dan tidak memiliki lengan. Hanya ada satu tali yang berukuran kecil di bahu.
Sedangkan Naoki memakai baju sweater rajut berwarna coral serta celana panjang berwarna cream.
" waw! Kakak ipar sangat cantik" puji Naoki tanpa canggung. Kelihatannya Naoki memang sering memuji orang. Mungkin hal itu biasa baginya. Tapi entah kenapa hal itu membuat Haruka sangat senang, mungkin karena daiky tidak pernah memuji nya?
" terimakasih" ujar Haruka tersenyum canggung.
" ayo kita pergi " ajak Naoki, bahkan dia tanpa ragu menggenggam tangan Haruka membawanya keluar dari rumah.
Keduanya pergi menggunakan mobil milik daiky. Sepanjang perjalanan Naoki terus bercerita tentang pengalaman nya waktu tinggal di Miami.
Haruka mendengar nya dengan baik, bahkan dia tidak merasa terganggu dengan cerita Naoki. Padahal dia tidak menyukai pria berisik. tipe cowoknya itu seperti daiky, cool tidak banyak berbicara.
" berkat wajah ku yang tampan ini, para gadis selalu mendekati ku"
" Haha, rupanya kau pria yang memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi " ujar Haruka tertawa pelan merasa lucu dengan cerita Naoki.
tawa Haruka langsung menghilang kala dia mengingat bahwa dia sudah lama tidak tertawa. entah kapan terakhir kali dia tertawa seperti ini. semenjak menikah dengan daiky hari harinya hanya di penuhi kesedihan dan tangisan.
" aku memang tampan kakak ipar, bahkan lebih tampan dari kak daiky" ujar Naoki.
Haruka menatap wajah Naoki, memerhatikan setiap inci wajahnya. Mulai dari alis hingga dagu. Semuanya memang terbentuk dengan sempurna. Sama persis dengan daiky, namun Naoki terlihat lebih tampan. Mungkin karena auranya yang ceria dan sering tersenyum?