NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Tidak senang saat melihat orang lain bahagia? kiranya, ada benarnya ungkapan itu bukan bualan semata. Mungkin akan dinilai buruk orang yang tengah merasakan nya, tapi perasaan seperti itu sulit ditampikan. Begitulah yang terjadi pada Rain, pengawal pribadi dari gadis SMA, selama ia mengekori majikannya dengan jarak jauh untuk menunjukkan status nya, tapi cukup dekat untuk sigap melindungi.

Melihat Yasmin dengan kaki berpijak pada sepatu hak tinggi berwarna hitam itu, menjelajahi toko pakaian dengan semangat. Lalu bertanya dengan cerewet mengenai penampilannya, begitu terus dari satu toko ke tokoh lainnya.

"Bagaimana menurutmu pak Taka dengan gaun ini? Mana warnanya yang cocok untuk kulit ku agar tetap cerah tapi ngga bikin iri orang lain, aku ngga enak kalau sampai ada yang iri melihat kecantikan ku" Tanyanya.

Dua gaun dengan warna dan bentuk berbeda bergantung dikedua sisi tangannya. Dengan wajah ceria yang tampak begitu bahagia sama seperti semangatnya yang tidak pernah padam, Yasmin memberikan soal tiap menemukan pilihan.

"Yang kanan"

"Oh ini, aku juga suka pilihan kamu" namun yang diambil kanan dari sisi nya, bukan kanan yang ditunjukkan Rain.

"Kalau begitu kita bungkus yang ini"

Setelah ajakan itu, beban yang digantung dalam genggaman pria itu bertambah lagi. Rain menenteng belanjaan, keluar dari toko pakaian, masuk ke toko sepatu.

"Wow...lucu-lucu banget, bikin gairah ku meningkat" ucap Yasmin girang kala menemukan sepatu cantik berjejer rapi, dan tanpa suara seolah memanggil jiwanya mendekat.

"Yang ini, apa yang ini ya?"

"Ah yang ini ngga suka warnanya"

"Ih jelek banget ini"gumam nya meracau menilai semua sepatu dengan penuh pertimbangan, sampai pilihannya jatuh pada sepatu hitam berhak lancip.

"Pak Taka ini baguskan?" Yasmin berbalik, menoleh pada Rain mencari persetujuan.

"Itu sama saja dengan yang ada pakai, Nona"

"Sama? Lihat benar-benar dong! Bentuk hak nya aja beda, sama yang ini ada talinya. Gimana sih, gini aja laki-laki ngga paham yang beginian" ujarnya dengan pipi mengembung.

Kemudian mereka berpindah ke aksesoris, alat make-up, tas dan terakhir pada perlengkapan pria. Disana Yasmin memilih beberapa pakaian kasual dan santai sambil membayangkan badan Rain. "Kalau yang ini bakal cetak bentuk tubuhnya kan?" Katanya, menilai kaos hitam lengan pendek.

"Apa ngga ada yang menerawang saja, linggeria pria gitu" gumam nya lagi.

Memilih pakaian untuk Rain terasa jauh lebih sulit dibandingkan memilih untuknya sendiri, belum lagi Yasmin tidak mau meminta pendapat pria itu. Sedangkan yang mengawasi nya nampak bosan, matanya beredar pada sekitar. Melihat keramaian yang diisi wajah asing maupun familiar.

Namun penjelajahan nya diganggu oleh pesan masuk dari Rksabi, "Taka, Alex merekrut seorang wanita sebagai pekerja Rksabi tanpa mendengarkan pendapat kita. Dia tidak di perkerjaan dibidang dapur, bersih-bersih ,atau berkebun Taka. Tapi langsung turun lapangan membantu tugas kita, berhubungan langsung dengan klien" membaca pesan itu bertambah muak lah Rain.

"Pukul saja kepala nya dengan balok kalau kalian tidak setuju, minta pendapat Kamandaka untuk hal ini. Jangan sampai aku ikut memikirkannya, atau anak Vick ini aku patahkan kakinya " balasannya.

Jika Rain mengingat tugas pengawal ini sebelumnya diserahkan pada Sandi dan Bintang, namun malah ia yang mengganti kan, kejengkelan didada nya semakin bertambah. Rasanya pria itu hendak menghancurkan perusahaan Vick.

"Pak Taka sudah selesai belanjaan nya, sekarang aku mau makan" bersamaan dengan terkirim nya pesan itu, Yasmin berujar sembari mencolek pinggang nya.

Rain segera menoleh, lalu tahu-tahu beberapa paper bag langsung terulur padanya. Ia lantas menerima setelah mengamankan ponsel, barang tentengan pun memenuhi dua tangan.

*****

Kedua orang berbeda jenis dengan usia yang terpaut jauh itu kini saling berhadapan, ditengah-tengah keduanya ada meja yang membentang berbagai macam makanan, mulai dari makanan utama, penutup sampai minuman. Keduanya juga punya cara tersendiri dalam menikmati makanan, jika Rain dengan diam disertai tiap suapan yang besar dan cepat, maka Yasmin sampai mengeryit dalam lalu menggeleng kepalanya sambil bersuara, "Hmm "pada sesekali suapan kecil nya.

Senyuman Yasmin terkembang, mengekspresikan bagaimana nikmatnya makanan yang disantap. Hingga setiap kali suara yang dihasilkan, pria itu pasti menaikan pandangannya, dan ia akan merasa geli tiap menemukan ekspresi gadis dihadapan nya. "Enak banget Hmm...."meski begitu, kepalanya tetap reflek menoleh pada Yasmin, seolah suara mengganggu itu tidak bisa ia biarkan.

Bersamaan dengan itu, seorang gadis menarik pasangan nya menghampiri meja mereka sembari menatap punggung Yasmin. Rain pun berdiri mengantisipasi kehadiran pasangan itu, lalu dengan cepat menahan tangan gadis itu yang hendak menyentuh pundak Yasmin. "Maaf, aku cuma mau pastiin dia kenalan aku apa bukan? soalnya dari belakang mirip banget" ujar gadis itu tersentak kaget.

Yasmin yang bingung pun ikut menoleh hingga tatapan kedua gadis itu bersirobok, mengenali siapa gadis itu Yasmin lantas berdiri, sembari melayangkan pandangan nya juga pada pria disamping gadis itu.

"Boy" lirih Yasmin.

"Benar Yasmin Ternyata, apa kabar Yas? Gimana, udah mov-on belum?" Ungkap gadis berambut pirang itu terus terang, sambil tersenyum sinis memandang Yasmin yang nampak shock dengan pertemuan mereka.

Boy adalah mantan kekasih dari Yasmin, dan gadis berambut pirang yang bersama Boy ialah selingkuhan pria itu dulunya."Apa-apaan kamu Lia, ayo kita pergi. Yasmin kami pergi dulu" ujar Boy tanpa berani membalas tatapan Yasmin, pria itu menarik pergelangan tangan pacarnya.

Namun gadis itu menepis nya dengan kesal, "Kamu yang Apa-apaan? Takut cinlok lagi? Belum lupa kamu sama dia, pengen mengenang cinta lama, iya? Pantesan dari tadi ngelihat meja ini mulu" Hardik nya pada Boy.

Membuat pria itu mengedarkan pandangan pada sekitar karena malu, takut jadi bahan tontonan. Lia mendengus,lalu mengalihkan perhatiannya pada Rain yang telah berpindah tepat dibelakang Yasmin, tubuhnya yang tinggi tegap seolah menelan keberadaan mereka semua.

"Aku harap kamu ngga jadi bayang-bayang hubungan kami Yas. karena mestinya kamu sadar, Boy lebih milih aku yang dewasa dibandingkan kamu yang masih bocah. Dia mencampakan mantan adik kelas nya yang cuma tau pegangan tangan dan tatapan malu-malu demi Wanita yang lebih tua darinya, yang pastinya sangat berpengalaman. Jadi sadari itu! Naif" ujar gadis itu.

Suara Lia penuh penekanan diakhir kalimat, sembari melihat wajah Yasmin yang berubah merah karena amarah, disertai giginya yang bergemeletuk geram, napasnya pun ikut cepat. "Siapa juga yang mau sama bajingan kaya Boy, simpan saja untukmu. Membayangkan saja aku ngga sudi"

"Oh ya? bocah ingusan"

"Monyet, diam" umpat Yasmin, bersamaan dengan tangannya yang melayang ke udara hendak mendarat pada pipi Lia.

Namun sebelum sampai , Rain lebih dulu menahan nya, tapi diwaktu bersamaan Rain melempar minuman jus tepat mengenai wajah Lia. Gadis itu terbatuk-batuk karena hidungnya kemasukan air, sebab siraman Rain dari arah bawah.

Rain membawa Yasmin berlindung dibalik punggungnya, sementara ia sendiri menghadapi kedua orang itu. Lia pun tidak berkutik melihat tatapan mengerikan dari pria itu, jadi mengikuti saja saat Boy membawanya pergi.

1
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
Anala.
pelit banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!