Di harap kan bijak saat membaca.
Menceritakan seorang anak yang berbeda dan
mempunyai kelebihan,
Sejak kecil sudah hidup berdampingan dengan makhluk dunia lain.
Bisa melihat dan merasakan makhluk tak kasat mata, sampai harus berjuang dari kerasnya hidup dan takdir yang sangat kejam.
Mempertahan kan sesuatu yang di berikan oleh pencipta,
akan kan selamanya akan seperti ini,
Jika dia bisa memilih dan di beri kesempatan untuk memilih,
Apa yang akan dia pilih, Memilih Hidup dengan kelebihan, atau membuang kelebihan itu,.
Klik hati untuk mengikuti kisah ini,
dan jangan lupa Rate bintang lima, tinggalkan jejak kalian di colom comentar..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch32. LIBURAN
SELAMAT MEMBACA
Sudah satu jam aku mengobrol dengan nenek, dan menanyakan apa saja yang aku tidak tau,
Dari kenapa khodam nenek bisa menakutkan, walau pun kata nenek tak apa apa, tapi bagi ku ada rasa takut, Aku berencana ingin mengembalikan nya pada nenek,
tapi nenek menolak karna itu buat kehidupan ku..
Jadi terpaksa aku menerimanya..
"Lalu Tante kunyi kemana nek, dia menghilang waktu aku di restoran itu," jelas ku
"Dia masih di restoran itu ruqi" kata nenek
"Astaga.. ruqi ninggalin dia di sana sendiri nek.." kata ku panik
"Kamu kenapa panik nak.." ucap nenek Sekar yang melihat ku panik
"Tante pasti ketinggalan pas ruqi takut nek, dia mana tau jalan kesini.. " jelas ku
Nenek Sekar tertawa mendengar ucapan ku,
(Apa ada yang lucu sampe nenek tertawa,) kata ku dalam hati
"Sudah sudah sudah.. nanti juga Dateng lagi kok," ucap nenek
"Ish nenek, dia tertinggal jauh, dan dia juga mana tau jalan ke rumah nenek" kata ku lagi
"Dari mana dia tidak tau sayang, dulu dia tinggal di sini apa kamu lupa, lagian dia sudah pernah kesana sini kalo dia bosan" jelas nenek lagi
"Ternyata enak ya nek kalo ga terlihat, bisa pindah sana sini.." ucap ku
"Husst ga boleh gitu ruqi, kita beda sama mereka, jangan pernah iri dengan mereka, karna mereka masih di bawah kita.." jelas nenek
"Ga iri nenek, cuma bilang mereka enak kok, lagian ruqi ga mau mati juga kali nek.." kataku
Nenek tersenyum melihat ku marah, dan hanya mengelus kepala ku saja.
"Nek, ruqi ga suka liat mereka yang di taman nenek" kata ku
"Mereka yang mana ruqi..?" ucap nenek
"Mereka yang semalem ketawain ruqi.." jelas ku lagi karna nenek pura pura tidak tau
"Owhhh.. mereka kan emang tinggal di situ kalo malem, lagian mereka ga masuk rumah kok sayang, nenek udah larang.." kata nenek lagi
"Ihh.. bukan masalah itu nenek, ruqi risih liatnya," ucap ku
"Ruqi harus biasain ya, mereka itu yang selamatin ruqi dulu waktu bayi, ruqi ga boleh ngomong gitu," nasehat nenek Sekar
Dulu emang aku suka takut dan kaget, Karna belom terbiasa aku suka triak karena reflek, dan mungkin karna aku juga jarang mengalami hal seperti itu di Jakarta,
Namun berjalannya waktu, Kadang suka merubah kepribadian kita, sekarang kalo mereka terlihat, aku cuma anggap mereka angin, bahkan aku lebih takut sama cow yang jadi cew dari pada makhluk astral.
Karna sudah lama mengobrol dengan nenek, bahkan tak terasa sudah tiba waktu makan siang
aku dan nenek pun pergi ke ruang makan
Selesai makan, aku pamit naik ke atas untuk membereskan barang ku,
Rencananya nanti sore aku ingin ke pesantren, tidur di sana saja, kasian mbak Dina kalo tidur di sini.
Ku bereskan baju dan kebutuhan lainnya karna aku tidak tau harus membawa apa kesana dan apa yang tidak boleh ku bawa kesana, aku bertanya pada mbak Dina.
"Mbak Dina bantu aku dong, aku bingung mau bawa apa ini ke sana," kata ku
"Bawa aja baju muslim sama alat mandi mu dek, sama keperluan mengaji.." jelas mbak Dina
"Oia aku lupa mau minta uang saku dari bunda, ruqi mau pesan banyak kue nanti" ingat ku
"Tumben minta uang sama bunda, trus buat apa beli banyak kue dek," heran mbak dina
"Itu kan buat anak anak pondok mbak, ruqi pesan buat mereka," jelas ku
"Kamu bisa buat dek, kenapa harus beli, bunda kamu juga pasti sibuk"
"Kalo ada bahannya pasti ruqi bikin, ada sih, tapi ga cukup tadi ruqi liat, trus di sini jauh kl mau beli keperluan kue yang lengkap," jelas ku ke mbak Dina
Mbak Dina hanya mengangguk, dan membantuku mengemasi pakaian,
Aku hanya membawa baju ku sedikit, karna kata nenek aku cuma di kasih kamar yang kecil, lemari kecil dan kipas angin di sana, jadi tidak boleh membawa barang banyak banyak,
Walaupun aku cucu nenek, tidak membuat ku harus di spesial kan, di sana nanti aku sama dengan mereka, apa lagi tanpa embel embel Wicaksono di belakang nama ku, apa yang bisa ku banggakan..
Sampai sini dulu ya..
Semoga besok bisa up lagi,
wassalamu'alaikum
tour, itu