♥️♥️♥️
Perjodohan diusia muda? Yakin berjalan lancar? Usia yang masih labil, tanggung jawab besar, bisakah? Mampukah?.
Akan jadi apa pernikahan tanpa adanya ilmu pengetahuan yang cukup? Mental yang bahkan masih perlu bimbingan orang tua, apa keputusan orang tua mereka sudah benar untuk masa depan anak-anak nanti? Entahlah, semoga aja semuanya baik-baik saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SP_Daffotta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XXX
...Selamat malam...
.......
.......
.......
“Aduh, aku masih malas banget buat pulang, tambah liburan bisa ngga sih?” di kamar penginapan Rafka dan Zarine siang ini sangat kental dengan suasana malas.
2 pasutri muda itu masih asik berguling-guling di atas kasur.
“Kita harus bersiap Raf, harus segera check-out,” Zarine dengan rasa malas mulai beranjak dari kasur.
“Kita tambah liburan aja gimana? Besok aja pulang,” Rafka dengan idenya bersuara.
“Besok sekolah Rafka, udah lama kita liburnya, udah harus balik sekolah,” Zarine jelas tak setuju dengan ide suaminya itu.
“Aku mandi dulu,” Zarine beranjak ke arah kamar mandi.
“Za? Mandi bareng mau ngga?” Rafka menggoda istrinya, sontak saja Zarine memeluk dirinya sendiri dengan wajah panik.
“Jangan aneh-aneh! Gila kamu!” Zarine berlari masuk kamar mandi dengan membanting pintu, Rafka tertawa terbahak-bahak melihat wajah panik istrinya.
Rafka yang masih bergelung dengan kasur perlahan bangun, dia berinisiatif ingin membantu Zarine pack barang, tapi karena takut salah atau takut tidak sesuai dengan kemauan Zarine, pemuda itu hanya menyiapkan kopernya saja.
Setelah selesai dengan urusan mandinya, Zarine keluar dengan pakaian lengkap.
“Gih mandi,” Zarine menepuk pundak suaminya.
“Aku bantuin kamu pack barang kita dulu deh habis itu mandi,” Rafka dengan senyum manis menatap sang istri.
“Terima kasih sudah mau bantu aku,” Zarine menyentuh pipi Rafka dengan lembut.
Beberapa menit kemudian, pack barang telah selesai, Rafka segera mandi dan mereka akan makan siang bersama yang lain, kemudian mereka akan check-out.
“Aku ngga mau pulang, aku masih pengen liburan,” Abdiel di kamarnya merengek pada Akifa.
“Masih pengen liburan atau pengen lihat cewek-cewek cantik kemarin?!” Akifa mandelik tajam.
“Masih pengen liburan Sayang, duh, aku kan udah minta maaf, lagi pula mereka sendiri kok yang nyamperin, bukan aku yang ngundang,” Abdiel memasang raut cemberut.
“Kalau aku sama yang lain ngga dateng kemarin, kayaknya kamu, Rafka, sama Abhi bakal ngobrol panjang sama tuh cewek! Gat*el banget sih! Kalian bisa bilang kalau tempat duduk itu ada yang punya, biar mereka ngga jadi duduk!” yah beginilah perempuan, sudah dijelaskan, sudah berbaikan, masih saja diungkit.
“Iya aku salah, maafin ya Sayangku,” Abdiel dengan nada merayu menenangkan Akifa, pemuda itu juga memeluk sang istri dari belakang, mengecup pipi Akifa dengan penuh perasaan.
Jam makan siang telah tiba, 3 pasutri muda dan 2 bujangan duduk bersama di meja restoran penginapan mereka.
“Rasanya kayak cepet banget ya, tiba-tiba aja liburan kita udah selesai,” Kak Rafa membuka obrolan di tengah makan siang mereka.
“Tahun depan kita balik kesini, gimana?” Kak Giyo dengan suara semangatnya ikut angkat suara.
“Aku ngga mau, tahun depan aku pengen ke wisata lain,” mata Akifa berkilat tajam memandang Abdiel yang duduk diseberangnya.
Ok, tidak ada yang mau menjawab, karena semua orang tau apa yang dimaksud Akifa, agak pendendam ya si Akifa ini.
‘Buset dah! Mereka udah baikkan? Kok malah dibahas lagi? Cari aman ajalah, diem aja udah paling bener,' Kak Rafa bersuara dalam hati, kakinya di bawah meja saling senggol dengan Kak Giyo.
‘Ya Tuhan, dibahas lagi, padahal bukan kita yang mengga*tal, tapi gini banget yak, diungkit mulu, ini bukan kita yang salah, kalau kita yang salah, amit-amit selingkuh, apa ngga dicincang sama mereka? Duh ngeri bayanginnya,' Abdiel ikutan bersuara dalam hati, matanya bertemu tatap dengan Rafka dan Abhi.
Makan siang berlanjut tanpa perbincangan hingga mereka selesai, sampai check-out pun, para gadis hanya diam, mereka pulang tanpa obrolan panjang, hanya beberapa kali saja para gadis itu berbicara.
Sampai di kondo dan unit masing-masing, mereka langsung istirahat agar masuk sekolah besok badan lebih segar.
.......
.......
.......
Bersambung ...
Lope you pull guys♥️
...Terima kasih🌹...
Ayo baca ulang karyaku, ada perubahan yang agak besar loh, in syaa Allah alurnya aku ubah biar tambah cantik😚
Love you all😚