NovelToon NovelToon
PANTASKAH AKU BAHAGIA

PANTASKAH AKU BAHAGIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Deskripsi Novel: Pantaskah Aku Bahagia

"Dunia melihatku sebagai badai, tanpa pernah mau tahu betapa hancurnya aku di dalam."
Lahir sebagai saudara kembar seharusnya menjadi anugerah, namun bagi Alsya Ayunda Anantara, itu adalah kutukan yang tak kasat mata. Di mata orang tuanya, dunia hanya berputar pada Eliza Amanda Anantara—si anak emas yang sempurna, cantik, dan selalu bisa dibanggakan. Sementara Alsya? Ia hanyalah bayang-bayang yang dipandang sebelah mata, dicap sebagai gadis pemberontak, jahat, dan tukang bully.
Di balik tawa cerianya yang dianggap palsu, Alsya menyimpan luka yang menganga. Ia hanya ingin dicintai. Ia hanya ingin diperhatikan. Itulah alasan mengapa ia begitu terobsesi mengejar Revaldi Putra Raharja. Baginya, memiliki Revaldi adalah cara untuk membuktikan bahwa ia jadi berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: KONFRONTASI PAGI

Pagi itu, Alsya bangun dengan mata sembap dan mood yang benar-benar hancur. Semalaman dia nggak bisa tidur nyenyak, cuma memikirkan kata-kata Papa dan Mama yang terus membandingkannya dengan Eliza. Ditambah lagi, omongan menyebalkan Samudera di perpustakaan kemarin terus terngiang.

"Awas saja kalau gue ketemu cowok sok tahu itu!" gumam Alsya sambil menyisir rambutnya kasar.

Di meja makan, suasana terasa hambar. Papa dan Mama lagi asyik membicarakan rencana liburan akhir tahun ke luar negeri buat Eliza sebagai hadiah tambahan. Alsya cuma mengaduk-aduk sarapannya, sesekali melirik Eliza yang tersenyum malu-malu mendengar pujian orang tua mereka.

"Kamu hati-hati di jalan ya, El. Nanti Papa suruh supir antar kamu sampai depan gerbang," kata Saga.

"Iya, Pa. Makasih. Alsya, loe mau bareng gue nggak?" Eliza menatap Alsya dengan tatapan khawatir.

Alsya menggeleng tanpa menatap Eliza. "Nggak usah, gue naik motor aja. Duluan ya," ucapnya sambil buru-buru berdiri dan mengambil kunci motornya. Dia nggak mau berlama-lama di rumah itu.

Sesampainya di sekolah, Alsya langsung memarkir motornya dengan agak kasar, bikin beberapa siswa yang lewat menoleh ke arahnya. Dia melepas helmnya, rambut panjangnya berantakan, tapi dia nggak peduli. Alsya melangkah masuk ke koridor, aura marahnya sudah terasa dari jauh.

Dia berjalan menuju kelasnya, yang kebetulan bersebelahan dengan kelas Eliza. Sepanjang jalan, bisik-bisik dan tatapan mencibir lagi-lagi menyambutnya. Alsya mendengus. Mereka semua sama saja, cuma bisa menilai dari luar.

Tepat di depan pintu kelasnya, Alsya melihat Samudera. Cowok itu lagi berdiri santai sambil menyilangkan tangan di dada, mendengarkan obrolan beberapa siswa yang mengerumuninya. Sepertinya Samudera sedang berkenalan dengan teman-teman baru.

Melihat Samudera, emosi Alsya langsung melonjak. Ini kesempatan bagus buat membalas kata-kata cowok itu kemarin.

Bruk!

Alsya sengaja menabrak bahu Samudera cukup keras. Cowok itu sedikit terhuyung, tapi langsung kembali tegak dan menatap Alsya dengan tatapan datar yang nggak menunjukkan emosi sama sekali.

Teman-teman baru Samudera langsung diam, penasaran dengan apa yang terjadi.

"Woi, loe jalan pakai mata dong!" semprot Alsya, suaranya sengaja dikeraskan.

Samudera menghela napas pelan. Matanya meneliti Alsya dari atas sampai bawah. "Gue yang harusnya bilang gitu sama loe, cewek berisik. Apa loe nggak punya kerjaan lain selain nyari gara-gara?"

"Enak aja! Ini daerah gue, dan loe cuma anak baru. Jadi jangan sok jagoan sama gue!" tantang Alsya, tangannya sudah mengepal. Dia nggak peduli kalau Samudera cowok, kalau emosinya sudah di ubun-ubun, dia nggak akan segan-segan.

"Daerah loe? Haha." Samudera tertawa kecil, tawa yang terdengar sinis di telinga Alsya. "Di sekolah ini nggak ada yang punya daerah. Loe pikir ini hutan, Sya?"

Alsya makin emosi. "Loe itu ya—"

Bel masuk berbunyi nyaring, memotong perkataan Alsya. Semua siswa di koridor langsung bubar dan masuk ke kelas masing-masing, termasuk teman-teman baru Samudera. Hanya Alsya dan Samudera yang masih berdiri di sana, saling berpandangan tajam.

"Mending loe masuk kelas. Gue yakin guru nggak akan suka kalau loe telat di hari pertama gue sekolah di sini," kata Samudera santai, lalu dia melangkah masuk ke kelasnya.

Alsya mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dia tahu Samudera benar. Kalau dia sampai telat atau bikin masalah lagi, pasti orang tuanya akan tahu dan dia bakal makin dimarahi. Alsya mendengus kesal, lalu masuk ke kelasnya.

Sepanjang pelajaran, Alsya nggak bisa fokus. Dia terus memikirkan Samudera. Cowok itu berbeda dari semua cowok yang pernah dia temui. Nggak takut sama reputasinya sebagai trouble maker, malah berani ngelawan. Ini bikin Alsya makin penasaran, sekaligus makin kesal.

"Lihat saja, Samudera. Gue bakal bikin loe menyesal sudah cari masalah sama Alsya Ayunda Anantara!" janji Alsya dalam hati.

bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!