Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32
Alvaro melihat interaksi Davin dengan Kayla yang cukup akrab bahkan sesekali Kayla menjawab ucapan Davin yang sangat jarang dilakukan pada dia. Memang bicara sama Kayla harus membuat Kayla tertarik jika tidak maka kayla hanya bergumam hmm! Bahkan cuek mendengar pembicaraan mereka.
Alasannya membosankan
"Kamu tahu dia itu masih pemula tapi berlagak sok pintar sehingga saat di sirkuit pas tikungan ke enam dia jatuh karena terlalu kencang padahal aku sudah mengatakan padanya jika tikungan itu cukup tajam jadi tidak bisa dengan kecepatan tinggi" ujar Davin sambil berbicara dengan kayla yang menatapnya antusias.
Kayla mendecih pelan. "Dia itu merasa dirinya sudah hebat jadi dia merasa harusnya dia yang dihormati dari pada kamu yang jarang menang bukan" sindir Kayla membuat Davin cemberut.
"Aku bukan sering kalah tapi mengalah tahu agar yang pemula semangat" elak Davin kesal pada Kayla yang tersenyum miring.
"Benarkah tapi kenapa kalah lebih dari lima kali? Jadi mengalah atau memang kalah dari yang lebih muda" sindir telak Kayla membuat Davin mengendus malas.
"Hahaha jadi itu kalah namanya Kayla" kata Kevin ikutan membuat kau dan Kevin tos ria bergabung menjatuhkan Davin.
Alvaro dapat melihat jika mereka sudah saling kenal dan bahkan sudah saling ejek. "Bella kamu tahu Davin" tanya Alvaro berbisik dengan bella yang juga diam mendengar aksi saling ejek kayla dan davin ini.
"Gak tahu! Aku baru tahu jika Davin dan Kayla saling kenal saat Davin jadi siswa baru" jawab Bella membuat Alvaro paham jika Kayla tidak pernah mengatakan jika dia berteman dengan Davin pada mereka.
Tapi kenapa Kevin sepertinya mengenal davin? itu yang jadi pertanyaan Alvaro saat ini.
"Kalian sangat akrab ya" ujar Alvaro membuat mereka berhenti tertawa dan menatap Alvaro bingung.
"Kevin kamu kenal davin dimana" tanya Alvaro penuh selidik.
Kevin dan Davin merasakan jika alvaro curiga kedekatan mereka. "Oh? Kami satu sekolah junior school, kami dekat dahulunya karena beda sekolah jarang ketemu" kata Kevin santai sambil mengambil snack yang masih belum dibuka.
"Iya! Karena Kayla temanan aku di komunitas balap sehingga tidak sengaja aku melihat Kevin dan Kayla jalan? Jadi aku inisiatif saja samperin mereka" kata Davin dianggukkan oleh Kevin setuju.
"Ya! Jadi karena saling kenal jadi tidak jarang kami ngumpul" ujar Kevin membuat Alvaro terdiam.
"Oh" ujar Alvaro singkat dan diam memakan snack yang ada ditangannya.
.
.
.
Alvaro pov...
Mendengar perkataan mereka, kenapa aku tidak suka jika davin dekat dengan Kayla padahal Kayla banyak cowok yang mendekati dia tapi kenapa saat davin mendekat dengan kayla kenapa perasaan aku ini tidak tenang ya?
Aku hanya menghela nafas panjang melihat Kayla yang tersenyum tipis melihat Davin yang tersenyum sambil menimpali perkataan Kevin.
"Ada denganku" pikirku sambil menggelengkan kepalaku menghentikan pikiran yang tidak-tidak ini.
"Kamu kenapa Alvaro" tanya Bella membuat mereka langsung menatapku saat mendengar ucapan Bella.
Tatapan aku bertemu dengan kayla yang menatapku bingung. "Oh gak apa-apa! Hanya saja udah sore nanti mama aku khawatir jika aku pulang telat" kataku membuat mereka paham.
"Iya ini sudah jam tiga sore! Aku juga pulang dulu" kata Kevin bangun dari duduknya sambil memungut sampah yang ada dihadapannya.
Mereka mulai membersihkan ruang tengah kayla agar bersih dan kayla tidak marah nantinya.
"Terimakasih atas makanannya" kata Davin sambil melangkahkan kakinya menuju pintu depan.
"Iya! Makasih makanannya" ujar Kevin sambil memyambar tasnya membuat mengangguk pelan.
"Oh tunggu Kevin" kata Kayla membuat kami berhenti sambil menatap kayla heran, Kayla menuju kamarnya dan keluar membawa paper bag di tangannya membuat kami bingung.
"Ini baju kamu yang ketinggalan kemarin sudah aku cuci" ujar Kayla memberikan paper bag kehadapan Kevin.
"Makasih banyak! Jadi merepotkan" ujar Kevin sambil mengambil paper bag itu dan memasukkannya ke dalam tas.
Aku memperhatikan kayla yang mengantar kami ke depan pintu apartment nya.
"Kenapa ada rasa tidak rela ya?" pikirku merasa berat untuk pulang.
Aku melamun saat mereka melangkah pergi aku tetap berdiri dihadapan kayla yang menatapku heran.
"Woi kamu gak pulang alvaro" teriak kevin menyadarkan aku.
Aku menatap kayla hanya cuek dan tidak ambil pusing melihat tingkahku.
"Pulang sono" usir Kayla membuatku cemberut merasa tidak diinginkan.
"Aku mau disini" lontarku tampa pikir panjang membuatku langsung terdiam kenapa aku mengatakan hal itu.
Kayla mengendus malas. "Gak pulang sana, orang pada pulang kamu gak mau pulang? disini bukan tempat penampungan tahu" maki kayla membuatku tersenyum tipis karena kayla menanggapi biasa.
"Nanti kamu kangen sama aku" kataku pelan dan jujur itu dalam hatiku memang itu yang ingin dikatakan.
"Never" tolak Kayla membuatku tersenyum tipis lihat wajah Kayla yang sebal aku menggoda dia.
"Benarkah" godaku memajukan tubuhku sejajar dengan wajahnya.
Kayla menatapku sinis. "Iya, udah pulang sana, ganggu orang mau istirahat" usir Kayla sambil mendorong bahuku menjauh.
akun hanya tersenyum tipis melihat Kayla yang memutar bola matanya malas meladeni gombalanku. Aku merasa jika memang ini yang aku inginkan dari tadi bukan dicuekki dan dijadikan nyamuk padahal aku ada diantara mereka.
"Hey lama lagi nih" teriak Kevin didepan lift menungguku. "Masih lama kami tinggal saja" ancam Kevin malas melihatku masih saja berdiri di depan kayla.
"Iya bentar" ujarku pelan. "Aku pulang dulu sayang" godaku berlari menjauh dapat melihat wajah geli Kayla mendengar ucapanku.
Kayla memilih masuk dalam apartemennya melihat aku sudah pergi, aku tersenyum tipis dan masuk dalam lift.
Mereka menatapku jengkel. "Lama banget pamitnya" tanya Davin membuat aku hanya tersenyum pelan.
"Kayak mau pamitan sama pacar tidak mau pisah saja" sindir Kevin membuatku tersenyum mengejek.
"Bukan pamitan sama pacar tapi panit masa calon masa depan" gurau Alvaro membuat Bella dan Kevin tertawa pelan.
"Emang kayla mau jadi calon masa depan kamu" tanya Bella penasaran.
Aku memasukkan tanganku dalam kantong celana bergaya cool. "Mau gimana lagi dia harus menerima kenyataan jika kita itu jodoh" kataku santai membuat bella dan kevin meledak tawanya mendengar gombalan mautku.
"Ada aja kamu jawabnya" kata Kevin geleng kepala melihat tingkahku. "Harap maklumi davin dia itu playboy dan raja gombal baperin semua cewek tampa kecuali" terang Kevin melihat wajah datar dan tatapan tajam Davin padaku.
Aku tersenyum miring melihat aura permusuhan yang diberikan davin padaku. "Sepertinya dia menyukai Kayla" kataku dalam hati.
"Ya! Jika persahabatan diwarnai dengan gombalan maka akan ada yang jatuh menghancurkan kata sahabat itu! Baik endingnya bahagia atau kekecewaan" ujar Davin santai membuatku terdiam.
Aku hanya tersenyum pelan. "Sudah terlanjur sayang, mau bagaimana lagi?" kataku meladeni ucapan Davin membuatnya mengendus malas terlihat raut tidak suka dia padaku.
"Akan menarik jika memang tebakan aku benar " pikirku tersenyum miring melihat Davin yang menatap kearah pintu lift yang masih tertutup itu.
.
.
.
*B**ersambung*.....
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,