Wanita adalah makhluk paling rumit di dunia. Sangking rumitnya, pikiran, bahkan perkataannya bisa berubah seiring waktu.
Pada ulang tahun pernikahan pertama, Sandra melontarkan candaan ringan, mengatakan bila tak kunjung memiliki anak akan meminta Bastian menikah lagi.
Bastian tak menanggapi candaan Sandra sama sekali, hingga pada akhirnya di tahun ke sepuluh pernikahan. Hal yang tak diinginkan Sandra lantas terjadi. Ternyata, secara diam-diam Bastian menikah siri dengan sekretaris pribadinya bernama Laura dan sekarang tengah berbadan dua.
Apa yang akan dilakukan Sandra? Apa dia akan pergi atau memilih bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Bertemu Camer
Napas Calvin mulai tak beraturan. Bagaimana tidak, anak pertamanya menghabiskan uang dalam nominal yang sangat besar. Dia pun segera menghubungi Chester. Namun, belum sempat panggilan terhubung, bunyi bell di depan rumah. Membuat perhatian Calvin teralihkan tiba-tiba. Melalui kaca jendela. Dia dapat melihat Chester melambaikan tangan padanya dengan raut wajah tak berdosa.
"Anak ini! Awas dia! Pak Bolot ambilkan sapu lidi!" seru Calvin sambil meletakkan ponsel ke saku celana.
Di ruang lain, Pak Bolot pun menjawab dengan muka tampak kebingungan. "Ambil sikat gigi ya Den?" Lelaki tua itu sudah sangat tua, kepalanya sudah memutih semua.
"Sapu lidi!" Calvin mulai kesal.
Dalam hitungan detik, Pak Bolot pun datang ke ruang depan.
"Ini Den sikat giginya," ucap Pak Bolot sambil memberikan sikat gigi pada Calvin.
Calvin langsung menabok pelan keningnya. Dia semakin kesal. Lupa jika penyakit budeg Pak Bolot semakin tua, semakin menjadi-jadi. "Sudahlah Pak, bawa saja ke sana, nggak jadi!"
Entah Pak Bolot mendengar atau tidak. Dengan muka keheranan Pak Bolot mengangguk pelan lalu berjalan ke ruangan lain.
"Ck! Tunggu sebentar!" Selepas kepergian Pak Bolot. Kekesalan Calvin semakin memuncak. Sebab Chester kembali menekan bell rumah berkali-kali sekarang.
Setelah berhasil membuka pintu rumah, Calvin melayangkan tatapan tajam hendak menggerakkan lidah. Namun, Chester tiba-tiba menyela.
"Eits, sebelum protes, lihat, Papa kedatangan calon menantu Papa!" Chester pun bergegas menggeser kaki ke samping, menyembul lah Sandra, yang sejak tadi berdiri di belakang Chester. Sandra langsung mengucapkan salam sambil melempar senyum tipis.
Langsung berubah ekspresi Calvin jadi tampak terkejut sekaligus keheranan. Sebab anaknya tiba-tiba ingin menikah. "Calon menantu?"
"Iya Pa, ayo sekarang kita masuk ke dalam. Ayo Sandra ikut aku."
Chester pun menggandeng tangan Sandra dan menuntun wanita itu masuk ke dalam. Melewati Calvin yang masih mematung di pintu utama dengan kening berkerut kuat. Sedetik kemudian, Calvin segera tersadar dan masuk ke dalam kembali. Melihat Sandra dan Chester sudah duduk di sofa.
"Chester, apa kau membuat ulah lagi? Apa ini sandiwaramu untuk menolak per—"
"Pa!" potong Chester langsung sambil beranjak dari sofa, lalu menoleh ke arah Sandra seketika. "Sandra, tunggu di sini ya, aku mau berbicara dengan Papaku sebentar."
"Baiklah," jawab Sandra sambil melempar senyum kikuk pada Calvin. Karena kedatangannya sepertinya tiba-tiba. Hal itu dapat dilihat dari kebingungan papa Chester.
Chester pun mengajak Calvin ke ruangan lain. Meninggalkan Sandra sendirian di ruangan besar tersebut. Dia mengedarkan pandangan di sekitar. Yang menurutnya, tampak sangat nyaman dan menyegarkan matanya. Nana tidak ikut, ditugaskan Sandra untuk menyelesaikan perkerjaannya yang menumpuk di kantor.
Sementara itu di ruangan lain. Chester dan Calvin duduk berhadapan.
"Chester, Papa baru ingat apa wanita itu yang membuat kuliah kau berantakan? Wanita di ruangan itu Sandra kan, putri sulung perusahaan Kerta Crop," ujar Calvin, menyampaikan tanggapannya.
Beberapa tahun silam, Calvin pernah mengunjungi Chester ke Swedia. Saat sampai di apartment, Calvin sangat terkejut kala mendapati Chester dalam keadaan mabuk berat. Padahal anaknya bukanlah orang yang suka meneguk minuman haram itu. Tentu saja Calvin sangat mengkhawatirkan keadaan Chester. Ketika mabuk berat, ia pun mulai menginterogasi Chester.
Saat dicecar dengan berbagai pertanyaan. Chester malah meracau-racau tak jelas sambil menyebut nama seseorang dan berjalan mondar mandir di ruangan, dalam keadaan telanjang bulat.
"Jadi ini bukan sandiwaramu untuk menolak perjodohan Papa?" sambung Calvin.
Menginjak usia 36 tahun Chester belum juga menikah. Calvin berencana menjodohkan Chester kepada anak rekan kerjanya. Namun, sampai saat ini tak ada yang berhasil, berakhir dengan kekacauan karena ulah Chester sendiri.
"Iya Papa benar. Aku minta maaf karena lupa mengatakan pada Papa masalah uang itu, aku takut Papa akan marah, aku menggunakan uang untuk membebaskan Sandra dari Bastian Pa. Papa tahu kan Bastian dulu temanku, ternyata dia sangat licik Pa, menjerat Sandra dengan memakai hutang-hutang Papa Sandra, kasihan Sandra, apalagi dia juga diselingkuhi Bastian kemarin," jelas Chester sambil melempar senyum tipis, berharap papanya dapat mengerti.
Calvin hanya menghembuskan napas sangat panjang. Kepalanya mendadak pusing sekarang.
"Aku akan menikah dengan Sandra setelah masa—"
"Ha? Apa? Siapa yang menikah? Kau mau menikah, Chester? Alhamdulillah, akhirnya burung kakaktua menemukan sangkarnya."
Datang dari pintu terhubung, Marisa alias nenek Chester, melangkah pelan sambil menyeret tongkat kayunya. Di usia yang tak lagi matang, tubuh wanita itu masih terlihat segar dan bugar. Marisa menjuluki cucu pertamanya dengan sebutan 'burung kakaktua' karena belum juga menikah sampai sekarang.
Chester dan Calvin serempak menoleh ke sumber suara. Melihat Marisa tersenyum sumringah menghampiri mereka.
"Iya Nek, calon istriku seorang janda, tidak apa-apa kan Nek?" ujar Chester melempar senyum lebar.
Mendengar hal itu senyuman di wajah Marisa mendadak menghilang.
Di lain ruangan, dengan sabar Sandra menunggu Chester. Sejak tadi dia menarik napas panjang, demi menghilangkan rasa gugup yang melandanya sejak tadi.
Ketika sedang menunggu, Sandra dikagetkan dengan kedatangan seorang wanita muda berambut panjang lurus, menyelenong masuk ke dalam ruangan tiba-tiba.
Wanita itu sangatlah cantik, hidungnya mancung, kulitnya putih bersih, penampilannya sangat modis dan terkesan seksi. Memakai kaos crop top putih pendek menampakkan pusatnya, celana jeans ketat berwarna biru dan kacamata hitam bertengker di kepala, serta tas branded berwarna merah tersampir di pundak.
Baru kali ini Sandra merasa tersaingi dan sedikit was-was. Pikirannya mendadak kalut sekarang.
"Siapa kau? Berani sekali masuk tanpa mengucapkan salam?" Dengan rahang mulai mengeras, Sandra spontan beranjak dari sofa dan perlahan mendekati wanita tersebut.
Sosok itu segera menghentikan langkah kemudian melipat tangan, dan memperhatikan Sandra dari atas hingga ke bawah.
"Oh my God, tentu saja aku pacar Chester," ucapnya sambil melempar senyum penuh arti.
Sandra terbelalak. Merasa Chester telah membohonginya sekarang. "Tidak mungkin."
"Apa yang tidak mungkin? Aku dan—argh!" Sosok itu menjerit histeris kala rambutnya tiba-tiba ditarik Sandra.
"Abang Chester!!!"
***
Oh ya, bagi yang penasaran cerita orang tua Chester. Baca ini ya, nggak banyak kok babnya. Jika berkenan, silakan mampir 😁
sukses selalu yaa Thor 😘😍😍🤗🤗
hebat!!!
mkanya sdh dpt istri baik2.... mlah mungut istri jalang....
haduehjj bastian.... bodoh amat sih km....
untuk bu halimah.... selamat.... mantu kesayanganmu... yg dlu km banggakn... justru mnebar pnyakit mematikan untuk anakmu🤣🤣🤣
di kira sandra itu tak punya hati... dgn seenaknya kalian ingin sandra kmbali....
jgn lupakn pnghinaanmu dlu trhdp sandra y bu halimah.... bhkn km merendahkn sandra... yg justru perempuan baik2...