Aku adalah Gadis yang tidak punya keberanian untuk membantah apa kata orang tua, Aku di jodohkan dengan laki-laki yang tidak pernah aku temui sama sekali, Aku menangis,bukan karena ku jauh dari orang tuaku, melainkan karena sikap suamiku yang hanya menganggapku sebagai sebuah pajangan, yang mana kehadiranku tidak pernah dia anggap ada, dia laki-laki yang begitu sempurna, aku berusaha kuat, demi orang tuaku, demi mertuaku yang begitu tulus mencintaiku, setidaknya, aku masih berguna di dalam rumah besar ini, Setiap malam aku sekamar dengannya, tapi itu tidak berbeda dengan tinggal sendiri, dia tidak pernah tidur satu ranjang denganku, entah apa karena dia jijik dengan kehadiranku, ataukah dia mempunyai gadis impian lain di luar sana, dengan tanpa sengaja aku hadir di tengah-tengah mereka sebab itulah, ia begitu enggan melihatku, aku sudah tidak kuat, kesabaranku ada batasnya, meski ku tahu perasaan cinta kini hadir di hatiku untuk suami ku yang tidak menatapku sama sekali,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32 Tak tahu malu
Aku masih terdiam mematung dengan tindakan Arion, yang bisa di bilang tidak tau malu, dia mencium leherku di tempat umum, saat Arion melepas ciumannya serentak aku sadar, ia tersenyum melihat expresi ku, namun aku kessal dengan senyuman itu,
"Kau.. kau sungguh tidak tau malu..."ucapku,
"Tapi kau suka itu"ucapnya dengan santai, kenapa jam sepertinya berjalan dengan sangat lambat, saat arion menyadari kegelisahan ku, ia mengambil sebuah syal di kopernya, lalu mengikatkan ke leherku,
"Ingat... kau hanya milikku,"ucapnya sambil membelai lembut rambutku,
aku tidak ingin munafik, aku bahagia, entah kalian mengatakan aku wanita yang tak berprinsip atau apalah, tapi itu kenyataan nya, aku bahagia dengan sikap Arion, dan aku lupa dengan sikapnya yang sangat menyakitiku,
aku tidak bisa berbohong, kalau aku masih sangat mencintainya, salahkah jika aku memberi ia kesempatan... salahkah aku masih berharap dalam hubungan rumah tanggaku... tapi banyak rasa takut di hatiku, aku takut ... takut jika Arion akan menjatuhkan ku lebih dalam lagi, membuat harga diriku semakin hancur di hadapannya, tapi aku yakini perasaanku sendiri, kalau Arion kini serius dengan tindakannya,
"Apa yang kau lamun kan...?"tanya nya yang seketika membuatku sadar akan fikiran ku,
"Ah tidak... aku... aku tidak melamun..."jawabku sambil memalingkan wajahku,
"Ara... mungkin hubungan kita selama ini tidak baik, dan kau fikir aku tidak memperhatikanmu, tapi kau salah, dalam diam aku sedikit demi sedikit mengerti dirimu"ucapnya sambil menundukkan wajahnya,
"Tapi kau tidak mengerti akan sakit dan dukaku...?"ucapku sambil menundukkan kepalaku juga,
"Kau salah Ara... kau salah... ada saatnya kau akan mengetahui semuanya, semua alasan sikapku, semua alasan mengapa aku menghindar dan menjauh darimu, tapi bukan sekarang.."ucapnya dengan suara sendu,
apakah benar yang ia katakan... dia sebenarnya juga tidak ingin menyakitiku, tapi.. kenapa dia tidak mengatakan alasannya sebelumnya, sehingga aku bisa mengerti akan sikapnya, dan tidak terlalu terluka, kenapa ia menyembunyikan dariku alasan itu... ?tanyaku dalam hati,
"Aku adalah pemilik separuh perusahaan yang Daniel kelola, jadi aku sudah menyuruh Daniel untuk mengganti namaku dengan namamu, sekarang separuh perusahaan itu sudah menjadi milikmu, kau kembangkan lah perusahaan itu sebagaimana kau mengembangkan perusahaan papa, tapi itu resmi sudah menjadi milikmu, anggap saja itu adalah hadiah pernikahan dariku, yang tidak pernah aku berikan kepadamu..."ucapnya sambil melemparkan senyuman kepadaku,
"Tetaplah menjadi Ara yang dulu, Ara yang selalu ceria, Ara yang mampu membuat semua orang bahagia, jika kau ingin melupakan aku sejenak maka lupakanlah, tapi jangan pernah berfikir untuk menjalin hubungan dengan pria manapun kecuali diriku, kau hanya milikku dan selamanya akan menjadi milikku, tetaplah menjadi Ara yang hanya mencintai dan di haruskan hanya mencintai Arion seperti 7 tahun yang lalu"ucapnya dengan penuh penekanan,
Hah... dia tahu...tahu waktu saat orang tuanya memintaku untuk menjadi istri anaknya, waktu dimana aku harus mengukir nama Arion dengan lekat dalam hatiku, namun tetap masih menyakitiku, aku mengerti... seperti yang ia katakan ia punya alasan melakukan hal itu tapi apa...kenapa harus ada Tania diantara kita,
"Ara... aku pamit, jaga diri baik-baik, kita akan selalu melakukan Vidio call sejam sekali mulai saat aku tiba di Surabaya, aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja di sini"ucapnya yang mana aku tidak bisa menjawab...ia bilang ia ingin melakukan Vidio call sejam sekali... hah .. kenapa... kenapa sikapnya berubah 180 derajat...
saat Arion sudah berdiri dari duduknya aku reflek ikut berdiri, ia tersenyum kepadaku, aku pun juga tersenyum padanya, seketika ia memelukku dalam dekapannya terasa sangat hangat dan nyaman, pelukan yang selama 7 bulan aku inginkan, kini aku dapatkan saat hubungan kita sudah mulai meregang,
lama ia memelukku, mengecup keningku, hingga suara pengumuman terdengar jelas di telinga, Arion pun melepaskan pelukannya dan segera berlalu dari hadapanku, tak lupa ia melambaikan tangannya, aku bahkan tidak sempat bilang kepadanya untuk hati-hati, hatiku masih terpaut dengan rasa pelukannya,
aku tersenyum namun mataku menangis, baru saja aku mendapatkan perlakuan yang aku inginkan namun... aku harus kehilangan lagi dengan waktu yang tidak bisa aku tebak, hatiku sakit, jelas, aku melihat setiap langkah Arion, yang sekali-kali ia melihat kearahku dengan senyuman, aku membalas senyuman itu walau air mataku menangis, tanpa ku rasa tubuhku ambruk terjatuh di sebuah kursi yang tadi aku dan Arion duduki, dadaku terasa sesak, kini Arion benar-benar hilang dari pandanganku, apakah ia akan benar-benar akan kembali dan menjemput ku... atau dia akan menghilang untuk selamanya, dan sikapnya tadi adalah sikap terakhir yang ingin membuat diriku semakin tersiksa...
akupun berjalan menyusuri jalan, menaiki mobil yang tadi kami tumpangi bersama, saat aku menyalakan mesin mobilku, deru pesawat yang lepas landas terlihat di atas kepalaku, aku tersenyum berharap Arion bisa melihat senyumanku, akupun juga mengemudikan mobilku kembali kekantor Daniel, namun saat aku masuk dalam kantor semua mata tertuju padaku, dan dengan sigap mereka semua memberi hormat kepadaku, sesaat aku diam memperhatikan mereka, benar, aku belum mengenal siapapun di kantor ini kecuali Daniel dan sekretarisnya, saat aku masih terdiam, aku melihat Wita yang keluar dari ruangannya dengan memangku semua peralatannya,
Apa yang terjadi padanya...? apakah Daniel memecatnya, ah ini tidak boleh, kalau ia di pecat, perusahaan akan kehilangan' karyawan terbaiknya gara-gara aku,
saat Wita samapi tepat di hadapanku, ia berhenti dan menundukkan kepala di hadapanku,
"Maafkan saya Bu... saya tidak tau.. kalau anda adalah istri tuan Arion ... aku benar-benar minta maaf, dan menyesali sikap dan perkataan ku kepada ibu, aku harap ibu bisa memaafkan saya..."ucapnya sambil terus menundukkan kepalanya,
"Lalu kau mau kemana...?"tanyaku dengan memberi sikap tegas
"Pak Daniel sudah memecat saya Bu, jadi ..."
sebelum ia melanjutkan perkataannya, aku berjalan mengitarinya,
"Tatap wajahku saat bicara denganku, kemana Wita yang tadi saat mengatakan hal buruk kepadaku, apakah ini orang yang sama...? jelas beda, orang yang tadi mengatakan hal jelek tentangku adalah wanita yang penuh keirian, kesombongan, tapi sekarang aku tidak melihat wanita itu di sisimu, jadi aku putuskan aku memecat Wita yang tadi telah mengatakan hal buruk terhadapku, tapi aku memperkerjakan Wita yang sekarang..., wita... tetaplah bekerja di kantor ini, dan jaga sikap dan sifat mu, aku akan memberimu kesempatan satu kali," ucapku sambil memegang kedua pundak Wita, semua mata yang menatapku dan menatap Wita terheran...entah karena apa aku tidak tau,
"ibu tidak bercanda kan..."ucapnya dengan penuh kegembiraan,
"Tentu.... Asal kau berjanji, tidak akan menjadi wanita arogan lagi, sekalipun kau ada di posisi tertinggi tapi tetaplah merendah, karena di situlah kau kan terlihat sangat terhormat, masalah Daniel biar kau yang bicara, kau kembalilah ke ruanganmu, dan selesaikan tugasmu"ucapku sambil berlalu di hadapannya, aku masuk kedalam ruangan Daniel, kulihat Daniel yang memijit keningnya yang berkerut,
"Ara.. kau sudah datang.."ucapnya sambil berdiri,
"Daniel Duduklah, aku ingin bicara" ucapku dengan nada serius,
"bicara tentang apa..,Aku sudah memecat Wita, jadi kau jangan khawatir dan bersedih lagi"ucapnya dengan sambil menatapku,
"Aku ... aku mempekerjakan Wita kembali... Daniel... berilah satu kesempatan untuk Wita, biar dia tetap disini"ucapku dengan suara memelas...
bersambung ....
MOHON LIKE , KOMEN , DAN VOTE NYA YA TEMAN-TEMAN SEMUA, MAAFKAN JIKA KURANG MENARIK,
TAPI NANTI AKU AKAN MENULISKAN POV ARION, DISITULAH ALASAN ARION TERKUAK TENTANG KEDEKATAN ARION DAN TANIA, SEMOGA KALIAN SEMUA SUKA...
dari cinta berubah jadi obsesi .
ini faris penjahat yang sebenernya
menjaga Ara dari Tania gak mesti harus menikahi Tania jg .
gak Arion , gak Troy , gak Daniel , gila semua cara berpikirnya ketularan Tania
Tania jangan sama Daniel lah .. kasihan Daniel nya.
tapi masih pengawal 1.
Daniel ini kismin atau kaya sih ??
satpam aja gak ada.. tukang kebun gak ada.
si bibi sampai repot nutup pintu gerbang .
paling gak hitung-hitung untuk keselamatan nya sendiri lah , biar bisa miting kepalanya si Tania 😁
sudah Arion begini , di tambah iklan bos yang di buka handuk bagian bawahnya sama karyawannya...😁
tapi tetap aja Tania bukan wanita baik-baik..
mending cuek tapi jangan ngucap kasar .. ini sudah cuek , bicara kasar .
eh Ara mudah luluh, jadi perempuan punya harga diri ngapa sih
sedangkan di bandara aja Arion bisa peluk dan cium Ara ...padahal lobi bandara tempatnya lebih terbuka ..🤦🏻♀️
dikamar sendiri rumah sendiri . Arion merasa di awasi ..tapi di bandara santai wae...
coba cek , mata Tania bintitan nya sebesar apa .. mungkin di kamar mandi Arion jg di awasi /Facepalm/
itu di rumah sendiri.
orang kaya punya satpam dan pembantu. kok bisa-bisanya kamar di rumahnya di awasi orang lain.
di kamar Arion ucapannya kasar .
Arion belum berusaha banget ..baru usaha gitu aja sudah luluh....🤦🏻♀️
alasanmu sampai sini belum masuk akal Arion .
meski orang tua Tania sponsor Arion .. bukan berarti mementingkan Tania .
apalagi sampai banyak bohong dan sikapnya ke Ara buruknya berlebihan
apa mau mu Arion .. jadi suami kok gitu .
gak guna banget ...
apa gak tau niat Tania itu gimana .
dan yaaahh boleh lah ini dimaafkan masih bisa dilasih kesempatan, selagi dia gak selingkuh dan celap celup,
beda lagi sama yg novel menceritakan rumahtangga yg perempuannnya disiksa diusir dieslingkuhin dan punya anak tp gak ditangung jawab malah milih selingkuhannya/atau pacarnya lamanya.
trs kalo udah tau kebusulan si selingkuhan itu dia nyesel balik lagi sama istrinya, dan bodohnya siistri mau aja balikian dirayu dikit, dikata manis" dikit luluh blusing deg degan berdebar, dan ujung"nya mau balikan. kadang aku heran yg cerita model beginian. kadang aku bertanya" seandainnya yg nulis dapat kejadian seperti itu masihkan mereka mau balikan??! bener novel tp sedikit berlogika lah, tp kadang klo dikomen malah marah" 🤭🤭😅