NovelToon NovelToon
A Jilted Twins

A Jilted Twins

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Kisah cinta masa kecil / Anak Kembar / Teen School/College
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: QUEENS RIA

Keharmonisan hubungan saudara kembar antara Cahaya dan Bulan menuai beragam masalah asrama setelah ibunya memperkenalkan mereka ke salah satu anak dari sahabatnya, Farid.

Segala upaya Ulan lakukan untuk merebut semua kebahagiaan dari kakak kembar nya.

Mulai dari merebut Lingga di zaman SMA, hingga saat Aya sudah berpacaran dengan Farid saat ini.

Ulan lakukan itu semua hanya karena ingin sang kakak keluar dari cangkang nya yang terlalu menyia-nyiakan seseorang.

Apakah Aya terus membiarkan Ulan melakukan itu? Atau akan membangkang sampai rahasia tersembunyi dari Ulan terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUEENS RIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32.

Menghukum dua anak gadis kembar yang kelewat bandel bukan perkara mudah untuk Bu Venera.

"Yang satu disuruh pulang ke rumah malah kabur ke rumah sakit, yang satu disuruh pulang malah gak pulang selama dua hari."

"Aya! Ulan!. Kalian berdua bisa kan gak bikin mama stres! " Sewot Bu Venera sembari memijat kening nya sendiri.

"Iya mah, maaf" Lirih Aya.

Sedangkan Ulan hanya bisa diam seraya menoleh ke arah kaca mobil.

"Ulan juga sama, jangan pernah kepikiran lagi ikut campur sama urusan orang lain!" Lanjut Bu Venera bicara.

"Kenapa Ulan jadi ikut kena semprot mamah ya? Kan kemarin yang kabur dari rumah itu Aya sendirian." Protes Ulan.

"Kalau kamu gak samperin Lingga dirumah sakit, ibunya pasti gak ngomel-ngomel tadi! Buat mama malu aja!" Kata Bu Venera.

"Mah kan lingga pacar Ulan, emang salah ya kalau Ulan nolak perjodohan lingga sama sasa?!" Kata Ulan.

Sedangkan, Aya yang sedari tadi menyimak obrolan mereka langsung menoleh kaget ke arah Ulan.

"Eh lingga mau dijodohkan?" Tanya Aya penasaran.

"Iya" Jawab Ulan.

Untuk memastikan benar apa tidak nya, Aya mengirim pesat whatsaap untuk lingga.

Setelah itu, Aya kembali menikmati perjalanan pulang ke rumah nya setelah dua hari kabur ke kos-kosan.

Sampai rumah.

Ulan di bawa masuk ke dalam kamar sama ibu nya, sedangkan Aya di tahan oleh tante nya seraya ingin menginterograsi nya lebih detail.

"Ya, enggak usah bawa sapu juga dong tante" Kata Aya.

"Biarin kalau kamu gak jawab jujur, tante akan tabok pantat kamu" Ancam Tante Venela.

Aya mengerut kening 'Apa dah ni tante-tante' Batin Aya, ia memilih diam sambil meneguk minuman.

"Ay, kamu sudah main gituan kan sama Farid di kos-kosan?" Tanya tante Venela langsung ke inti.

"UHUK!!" Aya mendadak tersedak minuman.

"Kalau kamu jujur, tante gak akan bilang ke mamah kamu" Bisik tante Venela.

"Engga tante, Aya di kos cuma main bercocok tanam aja, tapi Aya lupa namanya game nya apa" Jawab Aya dengan nada cukup tinggi.

"Bilang nya engga, tapi bercocok tanam, pikir lah kalau kamu hamil nanti gimana? Kamu masih ada dua bulan lagi sekolah, terus nanti masa depan kamu mau dibawa kemana Ay? Kasihan ibu kamu" Nasehat Tante Venela.

"Eh enggak tante kok jadi bahas hamil sih? amit-amit jangan sampai astaghfirullah" Aya mengetuk-ngetuk kening berkali-kali.

"Gausah ngelak kamu Ay" Sewot Tante Venela.

"Aku cuma main game aja tante, terus sisanya enggak ngapa-ngapain selain tidur" Kata Aya.

Bu Venela menghela nafas kasar "Oke, game apa yang kamu mainin? Biar nanti tante cek"

Dengan begitu Aya langsung memaparkan game Harvest Moon Back To Nature di layar kaca ponsel nya.

Beliau pun melihat isi dari game, ya benar kalau isi game itu tentang pertanian yang nanam-nanam sayuran ada juga hewan piaraan ayam dan sapi.

Dengan begitu Aya lolos dari jeratan negatif tentang kehamilan dari Bu Venela.

"Oke tante percaya kamu"

"Alhamdulillah" Aya bersyukur akan hal itu.

**

Hari pun sudah berganti.

Siang nya, Farid terlihat ceria seperti biasa yang tidak ada beban pikiran di dalam benak nya.

Seraya pria itu tidak di marahin sama sekali oleh ibunya.

Ya, pas malam tadi singkatnya Farid langsung di minta jangan kabur lagi dari rumah, habis itu pun ia di suruh tidur sama Bu Matilda.

Berhubung tidak ada masalah untuk dirinya, jadi Farid dengan pede mendatangi rumah Aya di siang bolong.

Ting tong!

Bel rumah Aya berbunyi.

Ulan yang jaraknya sangat dekat dari sumber suara melangkah ke arah pintu rumah untuk membuka-nya. Entahlah, di jam satu siang begini Farid datang ke rumah Aya untuk apa.

"Aya ada lan?" Tanya Farid.

"Aya tidur!" Ketus ulan.

"Bangunin dong" Pinta Farid.

"Bangunin aja sendiri, saya sibuk lagi beres - beres rumah." Ulan berlalu meninggalkan Farid.

Mental Ulan terbilang masih tidak baik-baik saja dari semalam, tidak ada satu pun yang paham dengan perasaan nya.

"Oke makasih" Farid langsung berlalu ke kamar Aya. Sedangkan Ulan sejenak menatap punggung Farid, Selebih nya ia kembali nyapu lantai.

Farid pun sampai kamar Aya.

Kebetulan pintu kamar nya gak dikunci, ia masuk dan itu dilihat oleh tante Venela yang kebetulan masih belum pulang ke bogor.

'Mau apa dia kesini?' Batin tante Venela. Dari pada mati penasaran, beliau menghampiri Farid cuma sebatas di balik pintu kamar Aya untuk menguping pembicaraan.

"Ay bangun" Bisik Farid.

Aya pun terbangun saat tubuh nya terus di senggol-senggol oleh Farid.

Aya langsung duduk seraya kaget. "Ngapain kamu ke kamar saya, oon!"

"Mau kabur lagi gak?" Kata Farid.

Aya mengelap mata nya lebih dulu sebelum menjawab.

"Enggak deh kayak nya" Jawab Aya.

"Bukan kabur ke kos-kosan loh padahal"

"Terus mau kemana?" Tanya Aya.

"Dufan." Jawab Farid.

"Astaghfirullah siang-siang puasa gini, panas loh sayang"

"Gak, saya diem-diem lagi mokel" Kata Farid.

Aya membelalak mata "Sumpah kamu! demi apa sih!" Agaknya sewot tidak percaya.

"Habis nya tadi sahur saya cuma makan sedikit" Jawab Farid.

Saat Aya ingin menjawab tante Venela masuk ke dalam kamar itu.

"Bagus ya disini ada dua remaja tanggung mau diem-diem mempermalukan dirinya sendiri." Kata Tante Venela sambil menepuk tangan.

Sedangkan sisi lain, Bu Venera yang tidak sengaja lewat kamar Aya sampai bingung.

"Farid, apa mamah kamu gak bilang ke kamu hari ini?" Tanya Bu Venera.

"Maksutnya apa ya Bu Era?" Jawab Farid gak mengerti dan tidak tau akan hal itu.

"Kemarin kamu jatuh di tubuh Ulan dengan sengaja, terus di kosan kamu tidur berdua bareng Aya, anak ibu dua dua nya sudah di kotori oleh kamu, tau kan apa maksud dari perkataan saya apa?" Kata Bu Venera.

Aya membelalak mata 'Jangan bilang mamah mau—'

"Enggak" Jawab Farid.

"Kalian kan sudah saling kenal sejak kecil, secara nanti sore ayah kamu akan datang ke jakarta, malam nya kita akan adain acara untuk perjodohan kamu dengan kedua anak ibu" Kata Bu Venera.

"HAH!!!!" Aya memekik kaget.

"Dua dua nya tante?!" Farid pun kaget.

"Eh Ra, kamu jangan berpikir gila!" Sewot Bu Venela karena merasa tak terima. Apa lagi kalau status Aya dan Ulan masih pelajar sekolah, jangan sampai mereka mengikuti jejak orang tua nya yang dulu menikah saat masih sekolah.

"Udah mbak El, ini sudah keputusan saya sebagai ibu mereka, saya emang sudah gila sejak ditinggal cerai sama mas Aldi" Jawab Bu Venera.

Sisi lain dari arah ruang tamu, Kepala Ulan langsung kejedot meja saat mengambil tisu di bawah meja. 'Kok filling aku gak enak ya?'

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!