NovelToon NovelToon
AKU GENDUT, TERUS KENAPA?

AKU GENDUT, TERUS KENAPA?

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:604.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yuli Susilowati

Nama Davina Ane Birawa
Berat Badan 80kg, Tinggi 150cm

Gendut itu yang pertama kali orang lihat dari diriku, bukan kepintaranku, kepandaianku atau kesuksesanku, bahkan wajah manisku ini hilang karena berat bandanku. Ya karena Aku Gendut, terus kenapa?..........


Nama Dipa Madaharsa
Tampan, wibawa, pintar, pandai, dan sukses. Namun angkuh.......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Susilowati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ben dan Eri

Hari semakin sore, namun Ane masih betah di dalam cafe. Dia sangat menikmati suasana dan makanan di cafe itu.

"Ayo balik?" ajak Dipa.

Ane hanya mengangguk dan mengikuti Dipa dari belakang. Sampai di kasir Dipa bertemu dengan Ben.

"Hai bro kemari tidak ajak-ajak?" tanya Ben.

"Oh aku tidak sengaja kemari" jawab Dipa.

Ben kemudian mengalihkan pandangan saat melihat ada sesosok wanita yang bersembunyi di belakang Dipa.

"Siapa?" tanya Ben penasaran.

"Ane" jawab Dipa.

"Maksudku siapanya kamu?" tanya Ben.

"Calon ku" jawab Dipa.

"Hai kamu bercanda kali" ucap Ben yang tidak percaya.

"Ayo kita pergi" ucap Dipa sambil menggandeng Ane.

"Dipa jelaskan dulu kepada ku" ucap Ben sedikit berteriak karena Dipa meninggalkan nya begitu saja.

Ben mengejar Dipa

"Dipa jelas kan dulu?" tanya Ben lagi.

"Kurang jelas apa. Jika kamu hanya ingin menghinanya lebih baik aku pergi" jawab Dipa tegas.

"Bukan begitu. Aku cuma... " ucap Ben terputus.

"Cuma kaget melihat selera ku kepada wanita" jelas Dipa. "Dengarnya aku suka sama dia bukan karena bentuk tubuh atau wajah, tapi karena hatinya. Karena jaman sekarang itu sulit mencari wanita yang wajah cantik dan hatinya baik" tambah Dipa.

Dipa tidak menghiraukan Ben yang masih diam, dia mengajak Ane menuju parkiran.

"Maaf pak" ucap seseorang.

"Oh kamu sudah selesai ke toiletnya Eri" ucap Ben.

"Iya pak" ucap Eri.

"Ayo kita masuk" ucap Ben.

Sebelum mengikuti Ben, Eri melihat sosok yang dia kenal. "Seperti Ane" gumamnya, namun sedikit di dengar oleh Ben.

"Ada apa Eri, kamu ngomong apa?" tanya Ben.

"Oh maaf pak, bukan apa-apa" jawab Eri.

"Oh ya sudah mari masuk, aku sudah lapar" ucap Ben.

Meri melihat lagi sosok yang mirip dengan Ane sahabatnya. "Ah Ane kan ikut perlombaan, mana mungkin dia kemari. Dan dia tidak memiliki cowok sekarang" batin Eri.

"Eri, kenapa kamu malah diam" ucap Ben.

"Oh maaf pak" ucap Eri dan segera mengikuti Ben masuk.

Eri adalah sekertaris Ben. Dan ternyata Ben diam-diam menyukai Eri. Bahkan sudah melamar Eri. Namun Eri masih belum yakin dengan Ben bosnya itu. Mana mungkin dia cuma wanita biasa disukai bos nya, Eri merasa tidak sebanding dengan Ben. Eri merasa Ben hanya membutuhkan nya untuk membantu mengurus semua kebutuhannya, tidak lebih.

Waktu di lamar Ben, Eri belum memberikan jawabannya. Dia perlu waktu untuk meyakinkan dirinya.

"Mau makan apa?" tanya Ben lembut.

"Terserah bapak saja" jawab Eri.

"Sebenarnya aku tidak suka jika kita pergi berdua saja, kau memanggilku bapak. Aku lebih suka jika kamu memanggil namaku" ucap Ben.

"Tapi pak, anda kan atasan saya. Tidak baik jika saya panggil nama anda secara langsung. Walaupun cuma berdua kayak gini. Saya takut kebablasan pak" jelas Eri yang tidak mau kalah.

"Kebablasan juga tidak apa-apa" ucap Ben.

"Maksud bapak?" tanya Eri.

"Kenapa sih kamu harus berpikir lama sekali. Apa kurangnya aku coba, semua wanita tertarik kepadaku, tapi kamu malah menolak ku" ucap Ben kesal.

"Bukan menolak bapak, tapi saya membutuhkan waktu. Saya harus benar-benar yakin dulu dengan hati saya" ucap Eri.

"Terserah kamu, saya tunggu sampai 3 bulan ini. Jika kamu tetap menolak saya, saya akan cari wanita lain yang mau menikah dengan saya" peringatan Ben.

"Iya Pak, Terima kasih" ucap Ane.

"Jangan panggil bapak, Ben panggil aku Ben" ucap Ben tegas.

"Iya Bapak eh Ben" ucap Eri.

Setelah perdebatan dengan Eri, Ben memesan makanan. Setelah makanan datang Ben dan Eri menikmatinya dalam diam.

.

.

.

.

Disisi lain.

Dipa dan Ane sudah kembali ke hotel. Ane segera kembali ke kamarnya untuk beristirahat sejenak, sebelum mandi dan bersiap-siap. Jam penjurian akan di adakan jam tujuh malam, sekarang masih jam tiga sore masih ada waktu untuk beristirahat.

Ane membaringkan dirinya di atas kasur, ingin sekali dia memejamkan matanya barang sebentar, namun terganggu saat bunyi pintu kamarnya di ketuk.

"Ya tunggu sebentar" ucap Ane malas.

Ane melangkahkan kakinya dengan malas untuk membuka pintu. Namun raut wajahnya kembali kecewa karena melihat Dipa kembali mengganggunya.

"Kenapa kamu kemari lagi" ucap Ane.

"Suka-suka aku" ucap Dipa cuek dan menyelonong masuk ke dalam kamar Ane.

"Tuan, bapak Dipa yang terhormat. Tolong sekali biarkan saya menikmati waktu istirahat saya" ucap Ane memelas.

"Ayo kita istirahat" ucap Dipa santai dan naik ke atas kasur untuk berbaring.

"Bagaimana saya bisa istirahat jika anda datang kemari dan tidur di atas kasur saya. Saya bukan wanita murahan" ucap Ane kesal.

"Siapa yang menganggap kamu murahan. Aku kesini cuma mau istirahat dengan mu, tidak lebih" ucap Dipa yang ikut kesal.

Dipa tidak suka jika Ane selalu merendahkan dirinya di depan matanya.

"Terserah" ucap Ane.

Ane kemudian ikut naik ke tempat tidur, karena dia benar-benar butuh istirahat. Supaya nanti malam dia benar-benar segar untuk mengikuti babak penjurian.

Ane berbaring membelakangi Dipa, namun Dipa tidak kehabisan ide. Dia tiba-tiba memeluk Ane dari belakang. Ane merasa ada tangan yang menyentuh perut "Ah, jangan macam-macam deh" ucap Ane sambil melepaskan pelukan Dipa.

Namun Dipa kembali memeluknya, "Sudah diam, biarkan begini sebentar. Aku tidak akan macam-macam" ucap Dipa.

Ane pertama merasakan risih, namun setelah merasakan nafas hangat di punggungnya dia mulai merasakan nyaman dan kemudian dia tertidur. Dipa merasakan tidak ada pemberontakan lagi dari Ane, dia juga ikut tidur. Namun sebelum tidur Dipa membisikan kata "I love you" ke telinga Ane.

.

.

.

bersambung.

Maaf ya kalau besok-besok tidak bisa update, karena lagi sibuk banget. Tapi aku usahakan nulis kok.

Sekali lagi terima kasih yang sudah mendukung. Yang belum juga aku ucapkan terima kasih.. minta like dan komennya ya.

1
Jasmin Melor
Luar biasa
zalilah Omar
sebelumnya adena anak yatim piatu..kenapa sekarang bisa ada ibubapa.dia jugak pernah hamilkan.
Adin Da
salut msh adA yg sprti ni visual biasa jd ptkn
Adin Da
Luar biasa
Neng Mufah Slluskithati
ko semakin kesini g suka sikapnya ane yha mgkin karir penting tapi ap yha ada yg lebih penting dari keluarga,,,,ap LG Dipa cinta ane tanpa syarat,,ini malah KB g Konsul dulu sama suami ane mementingkan egonya sendiri,,,ok semangaaaaaatttt Thor lanjut
Rierudi Laras
😍😍😍 so sweet
Rierudi Laras
😍😍😍😍 wah Dipa jatuh cinta
ha?
mampir thor
Widya Setyorini
lanjut th9ur
Widya Setyorini
suka kok thour
tuhkan amnesia.mending dibikin koma atau lumpuh sementara
jangan dibikin amnesia...jng ky cerita2 yg lain
dipa strong,kuat gendong ane yg berbobot 80kg.
iin_andiniip
namanya ke balik2 thor..
Erna Ninink Ndutzansya
kenapa Ane jadi nggak tau kamar Dipa? padahal Ane sudah pernah kekamar Dipa, ngerawat Dipa waktu sakit. lupa ya, tor???
Hr sasuwe
sedih banget kan ane pastinya
Hr sasuwe
baru terasa nih kangen ane sama dipa aduhhh rindunyaa
🦂📻°Mommo Immo°🗣️🦂
kayaknya habis ini nulis cerita anjar ama ella.. 🤭🤭🤭
Hr sasuwe
jodoh tu dipa
Hr sasuwe
temuin dg dipa adeknya bagas aja tuh ane
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!